
Tania sudah menunggu sang suami yang katanya akan datang menjemput, akan tetapi sudah hampir 1 jam ia menunggu sampai sekarang batang hidung suami nya juga tak kunjung terlihat
Wajah tania sudah terlihat kesal, bagaimana mungkin sampai saat ini suaminya belum juga datang padahal tadi ketika di tlp pria itu akan datang dalam waktu setengah jam
"Ini kemana siih, di tlp bolak-balik nggak bisa " mulai mengomel karena sudah lelah menunggu dan hanya bisa memperhatikan plat mobil berharap mobil yang datang adalah sang suami, namun nihil yang di tunggu tak kunjung muncul
Karena merasa sudah terlalu lama dan kakinya juga sudah mulai terasa pegal, akhirnya wanita yang tengah hamil muda itu memutuskan untuk memesan taksi online
Tania langsung bergegas menaiki taksi, begitu kendaraan itu berhenti di depannya.
Sesampainya di rumah Tania gegas merapikan belanjaan yang baru saja ia beli seraya melihat ponselnya mengecek apakah sang suami menghubungi atau tidak , namun ternyata tak ada panggilan maupun balasan pesan yang ia kirim sebelumnya bahkan pesan darinya pun ternyata belum juga di baca oleh Roman, membuat ia cemas namun juga kesal..
Roman baru saja keluar rumah sakit dengan terburu-buru lalu menaiki mobil dan membawanya dengan cepat , jalanan macet membuat ia membunyikan klaksonnya dengan kencang dan berkali-kali sambil mulutnya tak henti berkomat-kamit apa saja mengeluarkan kejengkelan yang ada di otaknya karena mengira istrinya masih menunggu dengan wajah yang di tekuk karena ia datang terlambat.
Padahal sebelumnya setelah Tania menelepon minta di jemput Roman sudah bergegas dan siap untuk berangkat, namun secara mendadak ada seorang pasiennya yang sedang hamil tua datang dengan keadaan ketuban yang sudah hampir habis dan sebagai dokter yang menanganinya Roman harus bertindak cepat dengan segera menjalani operasi caesar agar ibu dan bayi nya bisa selamat.
Keadaan itulah yang membuat Roman sebagai dokter bertanggung jawab dan membuat ia lupa bahkan untuk sekedar mengabari sang istri yang tengah menunggu.
Roman memilih langsung pulang kerumah begitu melihat istrinya tak ada di tempat yang di katakan tanpa memeriksa ponselnya lebih dulu .
"Ngomel-ngomel dah ini mah, yakin gue" kata Roman sambil sibuk memainkan tangannya di kemudi mobil
Roman membawa mobil dengan cepat juga kepanikan yang terus melanda di dalam dirinya karena ia tahu betul wanita hamil seperti istrinya itu akan lebih mudah marah apabila ada yang salah dan tak sesuai dengan yang diinginkan
Bunyi ban berdecit keras begitu mobil yang di kendarai Roman mengerem mendadak di depan pagar rumahnya yang lantas di buka oleh penjaga dengan sigap
"Lama!! " omel Roman
__ADS_1
mengomeli si penjaga lebih dulu sebelum dirinya kena omel oleh Tania
Si penjaga menunjukkan wajah bingung padahal ia merasa sudah cepat membukakan pagar namun kenapa masih di bilang lama juga, aneh pikirnya kemudian kembali gegas menutup pagar dan kembali ke pos nya
Didalam rumah, Tania yang sedang memasak di dapur malah masuk ke kamar begitu mendengar suara mobil sang suami , meninggalkan kompor yang masih menyala dengan sayur sop yang belum matang di atasnya
Roman masuk dengan kaki yang bergerak cepat lalu menuju dapur ketika hidung nya mengendus bau masakan menyangka sang istri pasti ada di dapur tengah memasak
"Beb" panggil nya pelan seraya melongokkan sebagian badannya untuk mengintip, namun yang ia panggil ternyata tidak ada yang ia dapati hanya kompor yang masih menyala dan panci yang ada di atas nya
Melihat tak ada siapa-siapa di dalam dapur, Roman beralih menuju kamar dengan langkah kaki yang pelan dan cukup hati-hati, ia tahu di dalam sana ada seorang wanita hamil muda yang tengah emosi dan kesal padanya,jadi sebisa mungkin dia tidak melakukan hal yang tentunya akan membangkitkan emosi sang wanita
Roman membuka pintu kamar yang tertutup dengan gerakan lambat agar tak menimbulkan suara, lalu melangkah masuk masih dengan begitu pelan ketika melihat Tania duduk di dekat jendela dan matanya tertuju keluar memperhatikan halaman yang di tumbuh pohon mangga yang belum juga berbuah padahal ada wanita hamil yang mungkin tengah mengidamkan nikmatnya ngerujak mangga muda.
"Beb" kata Roman sambil berjalan mendekat
Di tanya begitu bukannya menjawab Roman malah cengengesan tak jelas dengan tangan menggaruk kepalanya lalu duduk di samping Tania yang langsung menggeser tubuh menjauhi sang suami
"Aku ada pasien mendadak tadi " kata Roman menerangkan
"Bodo" Tania menjawab ketus
"Loh kok kamu gitu? " tanya Roman kemudian dengan tangannya bergerak mengelus rambut Tania
"Kan udah resiko kerjaan aku yang seorang dokter kandungan, kita kan nggak tahu kalau tiba-tiba ada wanita yang ingin melahirkan dan disitu hanya ada aku dan kebetulan pasien itu pasien aku, ya mau nggak mau harus aku tanganin dong" lanjut Roman memberi pengertian pada Tania
"Iya tapi kan kamu bisa kabarin aku dulu, tlp aku, gunanya HP tuh buat tlp kasih kabar kalau ada urusan mendadak, bukannya malah diem aja pesan aku nggak di baca tlp nggak di jawab, nggak punya pikiran banget jadi suami! " omel Tania meluapkan kekesalannya pada Roman yang memang belum juga mengecek ponselnya sejak tlp terakhir dari Tania tadi
__ADS_1
" Wah bakalan salah gue semua ini mah" batin Roman dalam hati sambil tangannya bergerak ke saku celana mengambil ponsel yang membagi ia silent
Roman tersenyum kecut saat melihat banyak panggilan tak terjawab dari istrinya juga pesan yang belum ia baca, membuat nyalinya makin ciut karena kesalahan yang tak sengaja ia lakukan
Tania menarik napas kasar ketika melirik suaminya tengah membaca pesan yang ia kirim tadi
"Udah ya yank, jangan marah lagi, iya kau salah" kata Roman kemudian mencoba membujuk
Tania tak menjawab malah bangun meninggalkan suaminya yang terbengong melihat dirinya keluar begitu saja
Tania pergi ke dapur melihat sayur yang sedang ia masak dengan muka yang masih cemberut
"Kita makan di luar aja yuk nanti malam " Roman sudah berdiri di belakang Tania dan mengelus perut yang kini berisi janin hasil kerja kerasnya siang malam saat masih jadi pengantin baru kala itu
Tania melengos sibuk mencari kegiatan di dapur malas meladeni sang suami yang hari ini begitu menyebalkan baginya
"Kalau mau makan di luar kamu aja sendiri" kata Tania kemudian
Mata Roman melirik ke sana-sini mendengar pernyataan Tania
" kalau aku sendiri terus yang aku bujuk supaya nggak ngambek lagi siapa? aku akan ngajak makan keluar buat ngebujuk kamu biar nggak marah lagi " ucap Roman
"Aku lagi nggak mau di bujuk sama kamu" sahut Tania seraya menutup panci kembali pergi meninggalkan suaminya di dapur sendirian di temani sepanci sayur sop yang baru saja matang
"Yak baru permulaan nih Man, sabar-sabar si Adit aja kuat sampe ngasilin dua, mesti siapin makanan bergizi biar nggak letoy ngadepin perempuan hamil lagi ngambek, tenang ini baru satu, kalau udah yang selanjutnya juga bakal terbiasa " Roman memberi semangat pada dirinya sendiri
"Belajar lah dari Aditya Erlangga yang sekarang sering di cemberutin sama dua orang wanita kalau dia ngelakuin kesalahan" gumam Roman sambil mengambil air minum dari kulkas dan menenggaknya habis bahkan tetesannya pun rasanya tak bersisa..
__ADS_1
********