
Roman langsung duduk lalu memeriksa data pasien yang akan ia periksa nantinya
namun sekejap kemudia mata Roman tampak melihat tak percaya saat melihat satu berkas dengan nama pasien wanita yang ia kenal tapi sudah sangat lama mereka tak bertemu, dalam sekejap wajah itu kembali terlintas dipikirannya.
bagaimana bisa ada nama itu sedangkan tadi saat ia masuk keruangannnya ia sama sekali tidak melihat ada wajah yang begitu sangat ia kenal dulu
"Sus " memanggil suster yang sedang menyiapkan peralatan akan membantunya
"saya dok" sahut suster seraya mendekat dan berdiri di depan meja dokternya menunggu apa yang akan dikatakan sang dokter
"ini pasien baru? " menunjukkan berkas yang ia pegang pada si suster yang bernama Dewiana
"iya dok rujukan dari bidan sukma" suster menjawab pertanyaan dokternya dengan lugas
Roman langsung menutup berkas milik wanita bernama lengkap Ninda Ansari, ya wanita yang menjadi pasien pertamanya adalah Ninda sang mantan kekasih terdahulunya, gusar itu yang dirasakan Roman saat ini.
rasanya ia lebih baik masuk kegorong-gorong daripada harus berhadapan dengan mantan kekasih sedangkan di luar juga ada istrinya yang ikut mengantri guna memeriksakan kandungannya
Roman menarik napas mengumpulkan oksigen kedalam rongga paru-parunya berusaha bersikap sesantai mungkin sebelum meminta suster untuk memanggil pasien pertama untuknya hari ini
"sudah siap dok? " tanya suster, jika memang dokternya sudah siap ia akan segera memanggil pasien pertama mereka
Roman mengangguk tanda ia sudah bisa untuk memulai tugasnya sebagai seorang dokter
suster langsung berjalan keluar dengan membawa daftar pasien untuk memanggil mereka satu persatu
"ibu Ninda Ansari " panggil suster Dewi
Roman sedikit tersentak begitu suster Dewi memanggil nama pasien pertama mereka , dia dapat mendengar jelas suara suster yang menyebut nama mantan kekasihnya itu karena pintu yang tidak tertutup sempurna
Roman makin menarik napas dengan jantungnya yang kenapa tiba-tiba saja berdegup sangat cepat apalagi ketika suster Dewi masuk mata Roman terus mengawasi kearah belakang sang suster mangawasi benarkah dugaannya atau kata hanya sebuah nama yang sama saja
Benar saja apa yang ada sejak tadi dipikirkannya seseorang yang berada dibalik tubuh suster benarlah seorang wanita yang dulu sangat ia kenal
Roman menatap tak percaya bahkan rasanya jika boleh memilih ingin rasanya ia lari saja daripada harus menghadapi mantan kekasihnya sekarang ini
Ninda melangkah masuk mengikuti suster ia sama sekali tidak menampakkan wajah terkejutnya melihat siapa dokter yang akan memeriksanya, karena sebelumnya ia sudah tahu ketika Bidan merekomendasikannya pada seorang dokter pria yang namanya selalu ia ingat.
__ADS_1
meski awalnya ia tampak tidak percaya ketika sang bidan menyebutkan nama seorang dokter terkenal ramah dan sangat baik jika diajak berkonsultasi mengenai apapun yang berhubungan dengan masalah rahim / kandungan
saat bidan menyebutkan nama Roman dwiputra pikiran Ninda langsung saja tertuju pada Romannya yang dulu ia selingkuhi ya meski mereka sama-sama berselingkuh satu sama lain
Ninda langsung menyetujui saran bidan untuk datang menemui sang dokter dan disinilah ia berada sekarang berhadapan dengan mantan kekasihnya saling memandang satu sama lain meski ekspresi Roman terlihat biasa saja namun tetap saja ada guratan terkejut yang berusaha ia sembunyikan
"silahkan duduk bu" suara suster membuat dua orang akhirnya bergerak tidak lagi diam bagaikan sebuah manekin
Ninda gegas duduk menghadap tepat kewajah Roman seraya mencoba mencari perubahan di wajah lelaki yang dulu pernah sangat ia cintai , namun ia tak menemukan banyak perubahan di wajah sang mantan kecuali pipi yang terlihat sedikit chubby dari pada saat bersamanya dulu
Roman sedikit salah tingkah karena wanita dihadapannya terus menerus menatapnya bahkan dengan tatapan menyelidik
"eehhmm" Roman memilih untuk berdehem mencoba agar tatapan wanita didepannya bisa beralih ketempat lain
dan benar saja Ninda langsung membetulkan posisi duduknya yang tampak terlalu condong kedepan mulai canggung karena suster pun kini malah melihat kearahnya merasa ada sesuatu yang aneh dan tak biasa
suster mengerutkan kening heran karena tak biasanya dokter yang selalu ia dampingi ini tidak menyapa pasiennya saat masuk , sedangkan ia tahu bagaimana ramahnya Roman jika menghadapi para pasien bahkan ia dengan sabar nay selalu menyunggingkan senyum meski tak jarang bersikap serius jika mendapati pasien yang ngeyel dan tidak mendengarkan sarannya sebagai dokter,.
tapi hari ini dan saat ini semua yang biasa dilakukan oleh dokternya sangat jauh berbeda bahkan ruangan ini menjadi sangat hening hanya sesekali si dokter mengangguk ketika pasien yang bernama Ninda ini mengatakan keluhan apa yang sekarang tengah ia derita .
Roman hanya terlihat lebih sering menghembuskan napas menghadapi pasien barunya
setelah Ninda keluar Roman meminta suster untuk segera memanggil pasien lainnya
suster mengangguk mengikuti permintaan dokter tampan yang kini terlihat sedikit pendiam
Roman melakukan tugasnya sebagai dokter dengan sangat cepat , ia tidak mau istrinya menunggu terlalu lama diluar sana namun ia tetap melakukan pemeriksaan medis pada pasiennya dengan sangat baik dan teliti berusaha tidak ada pemeriksaan yang terlewat hanya karena ia terburu-buru
akhirnya suster Dewi memanggil nama istrinya yang harus ia periksa, .
Tania masuk perlahan melangkah menuju meja kerja sang suami yang tengah menatapnya seraya tersenyum , ia pun duduk sama seperti pasien lainnya
"langsung tiduran aja yank" ujar Roman tanpa peduli ada suster diantara mereka yang terus menunjukkan wajah sumringah seolah ikut berbahagia melihat dokter yang selama ini ia dampingi saat melayani pasien akan segera mempunyai anak.
Mendengar perintah suaminya Tania langsung mengikuti suster yang sudah melangkah duluan menuju ranjang rumah sakit lalu menyingkap selimut dan mempersilahkan istri dokternya itu untuk segera naik ke ranjang
Tania mengikuti saja apa yang diminta sambil terus melihat kagum pada suaminya yang 100kali terlihat lebih tampan saat mengenakan jubah putihnya..
__ADS_1
"jangan bengong " mencubit hidung Tania yang masih saja melihat nya tak berkedip
Tania tersipu malu lalu memalingkan wajahnya sedang sang suami kini tengah menyingkap baju yang ia gunakan
"kamu udha telat belum? " tanya Roman seraya sibuk dengan layar monitor yang belum dinyalakan
"udah" sahut Tania
mendengar jawaban istrinya Roman langsung berbalik melihat Tania "kok kamu nggak bilang ? " bertanya tak percaya kenapa istrinya bisa-bisanya tidak mengatakan apapun
"aku takut " imbuh Tania seraya menatap suster yang terus berdiri disamping ranjang
"kamu pikir aku setan " sungut Roman membuat si suster tiba-tiba terbatuk
Tania melirik suster yang berdiri disebelah ranjang bagian pinggulnya
"aku takut kamu suruh aku berhenti kerja" ujar Tania
"nggak akan aku suruh berhenti kerja kok" sahut Roman tenang
"ya karena aku udah dipecat! " gerutu Tania
"nah itu tahu"ucap Roman kembali fokus dengan kegiatannya di layar monitor yang kini sudah menyala..
tak butuh waktu lama untuk Roman mengetahui usia kandungan istrinya saat ini , seraya membetulkan pakaian istrinya ia terus berkata untuk jangan terlalu banyak pikiran juga memintanya jangan banyak melakukan pekerjaan apalagi pekerjaan rumah
"nanti aku cari orang buat bantuin kamu dirumah " kata Roman
"aku bisa sendiri kok, kalo cuma urus rumah nggak mungkin capek" Tania masih tidak mau menerima permintaan Roman padahal sejak awal menikah Roman sudah menawarkan untuk mempekerjakan ART yang bisa membantu pekerjaan rumah istrinya, namun Tania menolaknya dengan berbagai alasan membuat seorang Roman akhirnya mengalah dan mengikuti saja keinginan istrinya, namun kali ini ia akan bersikeras memaksa istrinya agar mau mengikuti permintaannya..
"masih ada pasien Sus? " Roman bertanya pada suster yang terlihat tengah mengecek daftar pasien
"masih ada dua orang dok" sahutnya pada sang dokter
Roman menatap istrinya "kamu tunggu diluar sebentar ya dua pasien lagi kok, biar kita pulang bareng" pintanya pada sang istri
Tania mengangguk setuju lalu berjalan keluar setelah Roman mengecup keningnya tentunya saat si suster Dewi sedang lengah tak memperhatikan mereka...
__ADS_1
*****
bersambung...