Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
Bab 74


__ADS_3

"Memangnya Imran siapa mas?kok kamu kayaknya kenal banget sama dia, terus kok bisa Selfi nikah sama imran?" Rianti mulai memberondong suaminya dengan pertanyaan ketika sang suami baru saja selesai bercerita tentang pernikahan Selfi dan Imran.


"Kamu ngapain sih malah tanya-tanyain Imran mulu." tak suka dengan Rianti yang terus saja menanyakan Imran.


"Aku kayak pernah denger aja nama Imran sebelumnya." sahut Rianti dengan wajah terlihat berpikir.


"Maksudnya apa?" mencurigai sang istri.


"Nggak maksud apa-apa, aku kan cuma tanya, mas kenapa sih nggak jelas banget." malah terlihat tak suka dengan sikap suaminya yang entah kenapa menjadi lebih sensitif terhadapnya beberapa hari ini.


"Kamu denger dimana?" sepertinya masih ingin membahas tentang Imran.


"Kayaknya aku nggak pernah cerita soal tuh orang deh sama kamu."memperlihatkan wajah penuh rasa penasaran dengan perkataan sang istri tentang Imran.


"Nggak tahu!lupa." Rianti beralih memainkan ponselnya,beruntung hari sudah malam dan kedua anaknya sudah tidur jadi ia bisa bebas membuka ponselnya yang sekarang sudah sangat jarang sekali ia pegang karena kesibukannya sebagai seorang istri juga ibu dari dua orang anak yang masih kecil,meskipun ada yang membantu tapi tetap saja kedua anaknya itu tak mau jauh darinya bahkan untuk mandi pun sekarang ini ia tidak bisa berlama-lama.


"Aku kan lagi ngomong sama kamu,kok malah main HP." Aditya mengambil ponsel ditangan sang istri meskipun mendapat penolakan dari istrinya itu,namun akhirnya ponsel pun berhasil berpindah ke tangannya.


"Mas kok nyebelin banget sih?!" Rianti menegakkan duduknya yang tadi menyender di dada sang suami.


"Makanya jawab pertanyaan aku."sepertinya tingkat sensitif Aditya makin menjadi setelah berurusan dengan Imran ditambah lagi pertemuannya dengan Rama yang tidak pernah ia sangka-sangka sebelumnya.


"Apaan,mas tanya apa memangnya?" bertanya dengan suara terdengar geregetan karena sikap lelaki disebelahnya itu.


"Imran,kamu denger nama Imran darimana? dari siapa?" benar kan Aditya bagaikan seorang hantu penasaran yang akan terus penasaran jika pertanyaan nya belum mendapatkan jawaban.


Rianti menghela napasnya ketika ternyata suaminya masih saja mempermasalahkan tentang Imran.


"Siniin HP aku." meminta ponselnya yang kini berada digenggaman sang suami dan dipegang dengan sangat kuat.


"Mau ngapain?" menjauhkan tangannya yang memegang ponsel dari sang istri yang mencoba untuk merampas benda pipih itu.


"Biar aku kasih tahu!tadi kan kamu tanya!"berkata ketus pada suaminya yang terlihat masih mempertahankan ponsel digenggaman nya.


Perlahan tangan Aditya turun dan memberikan ponsel itu kepada sang istri dengan kedua matanya terus mengawasi apa yang tengah dilakukan sang istri sekarang ini.


Rianti lalu membuka akun instagramnya lantas mencari nama Imran didaftar followersnya.


"Nih,aku inget nama ini.nggak tahu kalau Imran yang ini sama atau tidak dengan Imran yang sejak kemarin mas bicarakan." memperlihatkan layar ponselnya yang kini sedang terpampang foto Imran dengan gayanya yang sok asik duduk di atas motor yang sudah di jual untuk membayar biaya rumah sakit.

__ADS_1


"Kamu ngapain saling mengikuti sama dia?!" Aditya bertanya karena tidak percaya istrinya bisa saling mengikuti di instagram padahal selama ini dirinyalah yang menguasai akun sosial media milik istrinya itu,tapi kenapa ia bisa sampai kecolongan seperti ini.


"Mau nakal ya?!" memicing kan matanya menatap sang istri dengan penuh selidik.


"Sembarangan kalau ngomong." malah mendelikkan matanya.


"Ya terus ngapain kayak gini?" mempermasalahkan Rianti yang memfollow balik Imran.


"Dia ngakunya teman kamu mas,makanya aku ikuti." ucap Rianti seraya malah sibuk melihat-lihat isi instagramnya.


Mendengar pengakuan dari istrinya Aditya makin dibuat kesal.


"Dia hubungin kamu lewat apa?aku lagi tanya dengerin dulu apa yank." memprotes karena sang istri kini malah asik dengan instagram


"Simpen dulu HP nya." mengambil kembali ponsel Rianti dengan ganas.


"Iiisshh mas rese banget siih." Rianti mengusel di dada suaminya dengan gerakan cepat.


"Makanya jawab dulu." ujar Aditya seraya memeriksa isi sms serta WA yang pernah diterimanya mencari pesan yang mencurigakan.


"Dia DM aku waktu mas berangkat ke Jerman." aku Rianti.


Aditya merasa ada yang aneh, lalu dia memeriksa DM yang ada di akun sang istri.


"Udah nggak ada mas,udah aku hapus." sahut Rianti ketika melihat sang suami sibuk membuka DM.


"Kenapa di hapus?" tanya Aditya seraya menghentikan aktifitasnya dan melihat sang istri dengan wajah menuntut jawaban.


Rianti terlihat ragu menjawab pertanyaan dari suaminya.


"Kenapa?" mengulangi pertanyaannya.


"Waktu itu dia bilang kalau aku tuh tipe wanita nya,dia juga bilang suka sama aku." tukas Rianti dengan suara terdengar khawatir.


Rahang Aditya mengeras sekian detik mendengar pengakuan sang istri.


"Beneran brengsek tuh orang." menggumam tak jelas hingga Rianti mencoba untuk mengartikan apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


"Dia bilang apa lagi?" tanya Aditya.

__ADS_1


"Nggak ada,cuma itu aja." kata Rianti.


Jawaban Rianti sontak membuat Aditya berpikir bahwa istrinya itu tidak mengetahui pesan lainnya yang dikirimkan oleh Imran, ya karena saat itu Aditya langsung menghapus pesan dari lelaki itu agar tidak diketahui oleh sang istri.


"Terus kenapa kamu hapus dan kamu nggak kasih tahu mas?" incarannya sekarang adalah istrinya kenapa wanita itu tidak bicara padanya tentang Imran.


"Sengaja biar mas nggak tahu,abis mas emosian bisa-bisa dibikin bonyok muka orang." kata Rianti padahal yang dilakukannya itu percuma karena suaminya bukan hanya membuat Imran bonyok tapi lelaki itu malah dibuat koma selama satu minggu lamanya.


"Udah ah ngapain sih malah ngomongin Imran kenal juga nggak aku sama dia." ucap Rianti yang tak suka obrolan malamnya malah diisi dengan persoalan yang bukan tentang mereka.


"Ngapain mas?" tanya Rianti ketika suaminya sibuk dengan ponselnya.


"Blokir." menjawab dingin seraya tangannya berkutat dilayar ponsel untuk memblokir instagram Imran dari akun istrinya.


Rianti terlihat tidak perduli dengan yang dilakukan suaminya karena kini tangannya sibuk memutar-mutar di bibir suaminya, bibir yang akan bergerak cepat ketika digunakan untuk berbicara itu sungguh menggemaskan baginya.


"Ini siapa lagi?"pertanyaan Aditya sungguh membuat kesenangan Rianti terganggu.


"Apa lagi sih mas?!" tanyanya dengan wajah yang sudah cemberut.


Aditya yang rupanya masih sibuk memeriksa daftar pengikut di akun istrinya menunjukkan sebuah akun dengan foto seorang lelaki gagah pada sang istri.


Malah ponsel itupun ia dekatkan ke wajah Rianti dengan jarak yang lumayan dekat,membuat mata sampai terpicing dibuatnya.


"Nanda mas." menyebutkan nama temannya saat di panti asuhan dan tinggal di bandung.


"Nanda siapa?"


"Nanda yang rumahnya di bandung." kata Rianti kesal.


"Oh yang dulu kamu kabur ya?" dengan entengnya berkata.


"Tau ah." melengos dengan cepat.


"Tapi kok ini fotonya cowok."


"Diliat namanya sama foto-fotonya,jangan profilnya doang di liatin." jawab Rianti ketus,sepertinya ia emosi karena Aditya seolah tidak peka dengan apa yang dilakukannya sejak tadi,apalagi sekarang Aditya kembali fokus pada layar ponselnya entah apa yang dicarinya kali ini,bahkan lelaki itu membiarkan saja istrinya duduk menyilangkan tangan dengan wajah yang ditekuk karena perbuatannya.


*******************

__ADS_1


__ADS_2