Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M II bagian 46


__ADS_3

Darren sudah selesai membersihkan tubuhnya dan kembali ke dalam kamar dengan wajah tengilnya, berdiri di depan kaca besar lalu menyisir rambut serta menyemprotkan parfum beraroma maskulin ke sekitar tubuhnya.


Sepertinya keturunan dari Aditya itu ingin menciptakan sebuah pengalaman pertama yang berkesan untuk dia dan juga Rona, terlihat dari caranya yang berulang kali menatap kaca guna melihat apakah dia sudah benar-benar sempurna.



Darren yang tadi sudah tidak memakai atasan malah mencari pakaian miliknya di dalam tas yang memang belum sempat mereka pindahkan ke dalam lemari lalu memakai kemeja berwarna hitam dengan celana jeans yang sejak tadi menempel di tubuh bagian bawahnya, terlihat aneh karena biasanya orang yang akan memulai adegan panas dengan istrinya ketika keluar dari kamar mandi tentu hanya menggunakan handuk saja, anak dari Aditya memang selalu berbeda dengan siapapun.



"Aku mau kabulkan apa yang sempat kamu tonton Na." seru Darren namun tak ada jawaban, dia pun menoleh pada sang istri yang memejamkan matanya.



"Nggak usah pura-pura tidur Baby." katanya lagi yang memang mengetahui bahwa sang istri hanya berpura-pura tidur saja, mungkin untuk mengulur waktu lagi, tapi sepertinya itu tidak akan bisa untuk saat ini, tentu Darren tidak akan membiarkan hari ini terlewat begitu saja terlebih lagi cuaca di luar sudah sangat mendukung dengan hujan yang mulai deras.


Meski suaminya tau bahwa ia hanya pura-pura namun sepertinya Rona tetap memejamkan matanya dengan erat disertai dengan dadanya yang naik turun sebab napas yang terasa begitu sesak, aliran darah gadis itu mulai berjalan cepat kala telinganya menangkap langkah kaki sang suami yang semakin mendekat.


Sedetik kemudian hidung Rona di suguhkan wangi harum dari parfum yang tadi di pakai oleh suaminya, wangi yang begitu memabukkan untuknya hingga perlahan ia merasa sangat menikmati wangi itu.



"Mau aku buka atau tetap seperti ini?" tanya Darren di telinga Rona, napasnya beraroma mint sungguh menguji adrenalin Rona yang jadi teringat pada setiap adegan di film yang sempat ia tonton.



Rona membuka matanya guna melihat wajah sang suami yang kini berjarak sangat dekat dengannya, dalam hati Rona merutuki kenapa ia membicarakan tentang film ketika sekarang mendapati suaminya yang mempunya sifat mesum secara tersembunyi itu malah berpenampilan layaknya Masimmo.



"Hhm?" Darren menatap Rona menunggu jawaban atas pertanyaannya.



"Buka Kak." pinta Rona akhirnya dengan wajah yang sungguh tidak biasa, antara takut dan penasaran.



"Tapi kayaknya kamu penasaran, yakin nggak mau coba yang kayak di film?" Darren makin menggoda Rona dengan senyuman yang teramat mesum.



Ya Tuhan bagaimana bisa Darren yang dari luar terlihat sangat dingin tapi sungguh liar ketika hanya berdua saja, Rona sampai di buat tak percaya.



"Kakaaaak." suara Rona terdengar sangat manja memanggil lelaki yang sudah menjadi suaminya itu.



"Oke Baby, ini pengalaman pertama jadi kita tidak perlu melakukan yang terlalu ekstrim." kata Darren seraya melepaskan Hoodie yang sejak tadi membelenggu tangan istrinya lalu melemparkan Hoodie itu dengan kencang hingga mendarat di atas sofa yang ada di dekat pintu.



Bibir Rona mengerucut sambil mengelus tangannya yang pegal karena perbuatan si lelaki dingin namun sangat mesum itu.



Rona baru akan duduk namun Darren sudah lebih dulu menindihnya dengan gerakan cepat, memegang kedua tangan sang istri lalu mengecup kening wanita itu dengan hangat dan penuh penghayatan.

__ADS_1



"Aku minta sekarang ya?!" meminta ijin, ya sekalipun Rona tidak memberi ijin dia akan tetap memaksa namun sepertinya Darren tidak perlu melakukan paksaan karena kini Rona menganggukkan kepalanya sungguh membuat Darren berulang kali kembali mengecupi kening istrinya.



"Tapi pelan-pelan, karena.."



"Sekarang referensi dari film mana lagi?" tanya Darren.



"Bukan, semalam kan aku baca-baca artikel tentang malam pertama." tutur Rona mulai menikmati tubuh suaminya yang berada di atasnya.



"Oke, tadi film sekarang artikel, percaya saja pada suamimu ini." sahut Darren lalu tanpa berkata lagi segera menyerang bibir mungil milik sang istri yang kaget hingga membulatkan mata, namun sebentar saja mata itu kembali mengecil hingga berikutnya malah terpejam menghayati setiap gerakan yang suaminya lakukan.


Darren menautkan kedua tangannya pada Rona ke samping kiri kanan dan membiarkan Rona semakin erat meremas tangannya ketika dia mulai memberikan kecupan yang lebih dan lebih dalam lagi, Rona pun sudah bisa mengimbangi apa yang di lakukan oleh Darren meski mereka baru berciuman 3 kali dan ini yang keempat kalinya dan sepertinya ini ciuman terlama mereka karena sudah hampir 6 menit namun Darren tak juga kunjung membiarkannya untuk beristirahat.


Kepala Darren bergerak seirama dengan bibir yang menyatu dan semakin menuntut kala Rona membiarkan dia mengekspos bagian dalam mulutnya.


Darren baru melepaskan Rona ketika dia juga mulai kehabisan napas, matanya menatap wajah sang istri yang masih saja terpejam dengan bibir yang masih terbuka dengan gerakan dadanya menandakan bahwa wanita itu tengah menghirup udara setelah sekian menit hampir saja kekurangan oksigen.


Darren tersenyum memperhatikan apa yang dilakukan sang istri, lalu dia yang sejak tadi menahan tubuhnya dengan kedua kaki pun mulai kembali beraksi, kali ini yang menjadi incarannya adalah leher putih yang sejak tadi tak berhenti menggoda.



"Aaahh." suara sang istri kala mendapat serangan tiba-tiba yang tidak ia prediksi sebelumnya.




Seluruh tubuh Rona tak luput dari serangan yang Darren lakukan, puas di bagian depan lelaki itu pun membalik tubuhnya lalu mulai menaikkan kaos yang di pakai oleh Rona dan mula mengecupi punggungnya yang membuat Rona sangat merinding karenanya.



Kali inipun Rona tak kuasa untuk menahan suara sensual dari mulutnya yang semakin membuat lelaki di belakangnya begitu bersemangat, tangan Darren sudah mulai berani ke tempat yang lebih sensitif lagi membuat Rona semakin tidak bisa diam.



"Kaaak." pekiknya kala Darren dengan nakalnya menggerakkan tangan di bawah sana.



Darren tak menjawab apapun hanya kini dia kembali membalikkan tubuh sang istri lalu membuka kaos serta semua yang menempel di tubuh istrinya itu, tampak sangat puas karena akhirnya bisa melihat tubuh sang istri tanpa perlu takut akan dosa.



"Mau kamu yang buka atau aku?" Darren tampak menawarkan istrinya untuk membukakan baju yang melekat pada tubuhnya.



Tanpa menjawab Rona pun mengulurkan tangannya guna membuka kancing kemeja milik suaminya satu persatu, setelah selesai tangannya pun beralih pada jeans yang menutupi bagian bawahnya.


__ADS_1


Tangannya terlihat gemetar hingga membuat Darren tersenyum. "Rileks Baby, tenang." tutur Darren.



Rona hanya bisa bengong kala untuk pertama kalinya matanya mellihat sesuatu yang tak pernah ia lihat, meskipun ia pernah menonton film 365 days tapi di film itu tidak menunjukkan apa yang sekarang ia lihat.



Darren menuntun tangan Rona untuk menyentuh miliknya, desahan pun keluar dari mulut Darren yang merasakan dinginnya tangan sang istri ketika menyentuh miliknya.



"Ini yang aku tunggu sejak kemarin malam." kata Darren dengan suara yang sangat berat, sungguh teramat sensual di telinga Rona.



Rona hanya berani memegang saja tanpa tau harus melakukan apa terhadap milik suaminya itu.



"Aku akan pelan-pelan." ucap Darren menatap sepasang mata istrinya yang menampakkan kekhawatiran.



Rona pun mengangguk tanda bahwa ia percaya pada suaminya itu, dan kembali Darren mengecup kening serta puncak kepala Rona lalu melanjutkan permainan yang sudah sangat dia nantikan, permainan yang lebih memabukkan untuk istrinya karena kini wajahnya sudah berada tepat di bawah sana.


Suara Rona pun mulai bersahutan dengan suara hujan yang semakin deras, hujan yang seolah membantu Darren untuk mendapatkan haknya sebagai seorang suami.


Selesai di bawah sana Darren pun kembali berada di atas Rona dan mulai melakukan ancang-ancang untuk permainan puncak yang lebih spesial lagi bagi mereka berdua.



Terasa sulit karena beberapa kali dia tidak berada di sasaran yang tepat, terkadang menyamping dan terkadang malah keatas.



"Susah sayang." keluhnya pada sang istri yang tidak tau harus melakukan apa untuk membantu suaminya.



Darren kembali melakukan percobaan dan akhirnya berhasil seiring dengan kedua matanya yang terpejam meresapi apa yang tengah Rona berikan di bawah sana.



"Sakit Kak." lirih Rona dengan mata yang mulai basah.



Darren yang sadar bahwa istrinya tengah kesakitan karena perbuatannya pun kembali memberikan kecupan di bibir wanita tercintanya itu, wanita yang akhirnya menjadi miliknya seutuhnya.



Perlakuan Darren menunjukkan bahwa dia tengah mencoba untuk mengurangi rasa sakit yang di derita oleh istrinya.



Setelah terdiam cukup lama akhirnya Darren meminta ijin untuk bergerak, Rona mengijinkan sebab memang rasa sakitnya sudah mulai berkurang.


Suara-suara tak lazim mulai berkumandang di dalam kamar yang terasa sangat panas itu, di tengah hujan dan petir yang menyambar Darren pun menuntaskan permainannya lalu tersenyum menatap sang istri dengan posisinya yang masih tidak berubah berada di antara kedua kaki sang istri yang juga menatapnya dengan kedua mata yang teduh.

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2