
Aditya dan Rianti masih saja saling diam didalam mobil yang menuju rumah mereka,
Rianti dengan hatinya yang begitu kesal dengan kelakuan suaminya , dan Aditya yang ketakutan sendiri melihat sepanjang jalan istrinya hanya diam enggan berbicara dengannya bahkan ketika diajak bicara pun Rianti tidak menjawab malah berpura-pura sibuk dengan Daren sesekali menoleh Riana yang tidur dikursi belakang.
Aditya lebih takut jika Rianti sudah mendiamkannya saat dirinya melakukan salah, ia lebih baik mendengarkan omelan istrinya itu daripada didiamkan bagai seonggok patung yang bisa bergerak namun tak bernyawa.
berulang kali Aditya melirik Rianti mencoba mencari topik pembicaraan berusaha mencairkan suasana yang terasa begitu kaku diantara ia dan sang istri namun tetap saja Rianti tak bergeming dan memilih berpura-pura memejamkan mata atau bahkan seolah sibuk dengan Daren yang kebetulan tidak tidur seperti kakaknya, .
"aku sepertinya harus mulai cari sekretaris baru yank" kembali mencoba mengajak istrinya berdiskusi masalah kantor
"itu si Selfi nganggur, suruh aja dia jadi sekretaris kamu, tapi kamu jangan pulang kerumah! " Rianti menjawab sangat ketus perkataan suaminya yang ternyata salah mencari topik pembicaraan
niat Aditya untuk membuat istrinya mau kembali berbicara padanya namun malah dirinya diusir dari rumah, padahal ia tidak bermaksud untuk mempekerjakan Selfi dikantornya, tapi tanggapan istrinya malah sangat berbeda dengan yang ia harapkan.
"kenapa harus Selfi, kayak nggak ada orang lain aja" sahut Aditya hati-hati ia tidak ingin makin menyulut kemarahan istrinya karena ia tahu akar permasalahan dirinya dan sang istri adalah ia yang tak bisa menjaga pandangan ketika melihat Selfi tadi
"dari ekspresi mas tadi kelihatan banget kalo mas mau mempekerjakan dia dikantor " tukas Rianti sinis apalagi saat tadi dia melihat suaminya sendiri tak berkedip melihat Selfi yang hanya menggunakan tanktop saja, .
entah kenapa ia merasa suaminya terlalu sering melakukan salah yang sama, setiap ada wanita dengan pakaian seksi matanya selalu tak digunakan untuk berkedip, wajar jika sang istri marah apalagi didepan matanya kepalanya sendiri
sangat manusiawi apa yang Rianti lakukan sekarang ini
Aditya menyengit lalu mengerutkan kening apalagi ketika melihat wajah serius sang istri dengan perkataannya barusan membuat nyali Aditya makin menciut saja dan mulai mencari akal untuk mengalihkan pembicaraan lain, menghindari pembicaraan tentang sekretaris baru yang memang harus sesegera mungkin ia cari guna membantu pekerjaannya , sebab tidak mungkin Johan yang harus selamanya menjalankan tugas sebagai sekretaris sedangkan pekerjaan Johan pun menurutnya sudah sangat banyak yang harus di kerjakan oleh asisten pribadinya itu..
"besok kita liburan yuk yank, berdua aja anak-anak kita titip sama papah dan mamah dulu" mulai merayu sang istri dengan ajakan liburan hanya berdua saja tanpa kedua anak mereka
__ADS_1
Rianti diam saja tak menanggapi malah berpura-pura tidak mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya
"yaaannk, " memanggil sang istri karena ajakannya tak digubris
"udah lama kita nggak liburan berdua" ucapnya lagi seraya menunggu pintu gerbang dibuka karena ternyata mereka sudah sampai dirumah
Rianti bergegas turun dari mobil begitu mobil berhenti digarasi rumah mereka dengan menggendong Daren bahkan pintu mobil ditutupnya sangat keras dan mengeluarkan suara yang kencang , ia lupa bahwa dikursi belakang ada anak perempuannya yang kini bangun dari tidurnya karena kaget
"astaga" rupanya Aditya juga ikut kaget mendengar suara pintu yang begitu kencangnya
lalu ikut turun dan menuju pintu penumpang bagian belakangnya lalu menggendong Riana yang tengah mengucek-ngucek kedua mata seraya menguap
Aditya membawa Riana masuk langsung menuju kamar dan menidurkannya diranjang lalu mengusap - usap bagian punggung anaknya membiarkan sang anak untuk kembali melanjutkan tidurnya, setelah merasa Riana sudah kembali pulas aditya keluar kamar dan mengarah kekamar dimana ia dan Rianti juga Daren tidur.
dada Aditya begitu bergemuruh saat sudah berada didepan pintu kamar yang tertutup rapat, ia mencoba menetralkan dulu sebelum memutuskan untuk masuk kedalam dan menghadapi istrinya yang saat ini tengah marah padanya karena kelakuannya sendiri
"sayank, aku boleh masuk ya? " meminta ijin terlebih dulu sebelum memutuskan untuk membuka pintu , namun dari dalam kamar tidak terdengar jawaban dari Rianti
Aditya langsung membuka pintu yang memang tidak dikunci, melangkah perlahan lalu menghampiri Rianti yang tengah menidurkan Daren dipangkuannya.
"sayank" menjejakkan kaki pelan tepat di belakang punggung istrinya yang masih terlihat sangat marah padanya
"itu Daren udah tidur, sini aku tidurin di boksnya" ucap Aditya seraya meminta Daren pada sang istri untuk ia pindahkan kedalam boksnya
ia merasa butuh berbincang berdua dengan snag istri tanpa harus terganggu dengan tubuh kecil Daren
__ADS_1
Rianti tak mendengarkan Aditya , ia malah memilih untuk memindahkan sendiri anak lelakinya itu
Aditya memperhatikan gerak-garik istrinya sambil mengusap wajah nya sendiri dengan sangat kasar berulang kali, dia sudah tahu bagaimana iatrinya tapi kenapa ia tetap saja melakukan hal yang memang tidak akan disukai oleh wanita manapun apalagi sebagai seorang istri tentunya sangat kesal bila mempunyai suami seperti dirinya, memang baik dan perhatian tapi tidak harus mata keranjang juga.
rasanya Rianti ingin sekali memplester mata suaminya itu agar tidak sembarangan melihat wanita yang bukan istrinya.
selesai menidurkan Daren Rianti memilih masuk kekamar mandi dengan membawa baju tidur dan mengganti pakaian yang pakai tadi dikamar mandi
Aditya menunggu dengan gelisah sambil mengirimkan pesan pada Roman
"Rianti ngambek man " terlihat pesan yang dikirimkan olehnya sudah dibaca oleh Roman
"hahaha" Roman membalas dengan mentertawakan Aditya
"kok lu malah ketawa? " kesal Roman malah mentertawakannya seolah pesan yang dia kirimkan adalah sebuah lelucon
"terus gue harus nangis ? kan yang cari perkara lu sendiri dit, makanya punya mata tuh di jago eh jaga hahaha" Roman malah sempat-sempatnya melawak padahal mood temannya sedang tidak bagus untuk acara lawak melawak
"seenggaknya lu bantuin pusing juga lah, nggak setia kawan amat lu! "maki Aditya seolah mempertanyakan kesetiaan Roman sebagai seorang teman bukan berusaha menghiburnya tetapi malah mentertawakan dirinya
" bodo amat" balas Roman yang makin membuat Aditya keki membaca balasan dari sang sahabat
"sialan " maki Aditya seraya mematikan ponselnya dan membiarkannya tergeletak begitu saja di ujung ranjang , ia menunggu sang istri yang tak juga kunjung keluar dari dalam kamar mandi, entah apa yang sedang dilakukan istrinya itu disana sampai harus membutuhkan waktu yang terbilang lama..
Aditya berulang melongok pintu bernuansa gelap itu berharap sipenghuni kamar mandi segera membukanya, namun sekian menunggu pintu tetap tak dibuka malah membuat ia kini jadi kuatir dan mulai berpikiran macam-macam
__ADS_1
merasa gelisah Aditya segera melompat turun dari ranjang dan beregegas lari menuju kamar mandi yang tertutup rapat tanpa ada pergerakan sebagai tanda pintu itu akan dibuka..
*****