Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
bab 48


__ADS_3

Pagi hari pada pukul 07: 30 di saat Rianti sedang sibuk memakaikan Daren baju setelah mandi ponsel miliknya berbunyi beberapa kali namun Rianti membiarkannya dan tidak segera untuk menjawab panggilan tersebut, setelah anak lelakinya itu rapi barulah Rianti meraih ponselnya yang masih juga berdering di atas meja samping ranjang


"Iya maas, aku lagi urusin Daren" kata Rianti begitu tahu suaminya yang kini ada di Jerman lah yang menghubungi nya


"Kirain kamu masih tidur " tukas Aditya


"Daren nya lagi apa sekarang? " tanyanya kemudian


"Nyusu " kata Rianti singkat


"Kok mas uda bangun, jam berapa emang sekarang di sana?! " tanya Rianti aneh, padahal setahu dirinya perbedaan waktu antara Indonesia dan Jerman cukup lumayan , jadi jika di Indonesia pagi di Jerman bisa saja masih tengah malam


"Jam 1 lewat " sahut Aditya seraya berguling di atas ranjang empuk dengan selimut berwarna putih


"Masih malam Mas, tidur lagi sana" kata Rianti kemudian ketika tahu jam berapa di tempat suaminya sekarang


"Dingin sayank, Mas nggak bisa tidur kalo dingin terus nggak peluk kamu" sudah mulai mengatakan hal yang pastinya menjurus ke urusan ranjang


"Pakai selimut yang tebel" ujar Rianti sambil mengelus kepala Daren yang matanya sudah mengerjap-ngerjap merasakan kantuk setelah menyusu


"Tetap aja dingin, disini lagi musim dingin yank" mengadu tentang cuaca di Jerman


"Daren mana? " menanyakan sang anak yang tentunya tidak akan bisa diajak bicara olehnya


"Nih matanya udah mulai ngantuk , udah rapi sama kenyang, ngantuk lagi deh dia" memberitahukan keadaan anaknya pada Aditya


"Daren udah gede belum yank? ! " muali mempertanyakan hal yang sebenarnya tak perlu di tanyakan, sebab ia tahu sendiri anak lelakinya itu baru berusia beberapa bulan saja


"Apa sih mas " Rianti mulai curiga dengan pertanyaan yang di ajukan suaminya itu


"Ya itu loh sayank ku biar.." mulai berteka-teki


"Daren suruh cepet gede " katanya lagi


"Biar apa? ! " akhirnya Rianti ingin tau juga maksud perkataan serta pertanyaan sang suami sejak tadi


"Biar kamu bisa ikut aku temenin aku kerja di sini" sahut Aditya seraya mengeratkan selimut di sekujur tubuhnya yang padahal sudah memakainya pakaian panjang dan berlapis sweater rajut yang di masukkan kedalam kopernya oleh sang istri sebelum berangkat


"Kalau aku ikut kamu nya nanti bukan kerja loh Mas" sahut Rianti pelan seraya menimang Daren di pangkuan

__ADS_1


"Iya emang itu maksud aku Rianti sayank... " sahut Aditya gemas


"Disini kan lagi musim dingin nih " kata Aditya lagi


"Ya kalau musim dingin emang nya kenapa? " tanya Rianti


"Dih pura-pura nggak tahu lagi" kata Aditya sambil bergerak gelisah, karena makin lama ngobrol dengan istrinya malah makin membuat dia rindu dan ingin segera pulang


"Jangan ngomong yang aneh-aneh mas " tukas Rianti


"Aneh gimana?, orang ngomong sama istri sendiri kok" Aditya membela diri


"Kamu kan lagi jauh, nanti kalau kamu ngomongin yang menjurus terus tau-tau kepingin gimana? kan repot bisa banyak setan yang nongkrongin otak sama pikiran kamu " kata Rianti mencoba memperingatkan sang suami yang dari nada suara nya sudah terdengar tak asing lagi baginya seperti saat mereka tengah berduaan


"Makanya kamu kesini yank, temenin Mas biar nggak sepi begini" pinta Aditya yang sungguh tidak bisa di turuti oleh Rianti


"Nah terus ini anak kamu dua, mau di bawa? " tanya Rianti kemudian


"kalau di bawa mah sama aja nggak bisa dingin-dinginan berdua, bakal di gerecokin sama mereka kita " kata Aditya dengan suara yang pelan


"Titipin aja yank sama mamah " lanjut Aditya seenaknya menyuruh anak nya di titipkan pada orang tuanya hanya agar Rianti bisa menyusul dan menemani dirinya di Jerman


"Yaudah deh " ucap Aditya dengan suara yang di buat lemas supaya sang istri iba mendengarnya


"Kamu tidur sana Mas, kalo kesepian panggil Johan aja" ujar Rianti seraya tertawa


Aditya menarik napas nya sebelum ikut tertawa yang di paksa " Ha ha, lucu! " sungut nya kemudian


"Yee gitu aja ngambek " ledek Rianti masih dengan suara tawanya


"Nggak tuh, biasa aja" sahut Aditya


"Yank" memanggil sang istri yang kini tengah tersenyum setelah puas tertawa


"Kenapa lagi suami ku..?! " tanya Rianti lembut dan terdengar begitu manja membuat mata Aditya terpejam menghayati suara ibu dari dua orang anaknya


"Nanti aku pulang bikin dede bayi ya buat Daren " kata Aditya enteng tanpa di saring lagi bahkan sepertinya perkataan itu keluar begitu saja dari mulutnya tanpa harus otak serta isi kepalanya di gunakan untuk berpikir terlebih dulu


Sungguh perkataan yang membuat mata Rianti mendelik menyeramkan, meski sang suami tidak ada di dekatnya saat ini namun rasanya ingin sekali ia mencubit serta menarik bibir suaminya agar lebih memikirkan terlebih dulu apa yang harus di katakan

__ADS_1


Menambah anak memang hal yang biasa di dalam pernikahan tapi setidaknya keinginannya itu bisa di katakan di waktu yang tepat , bukan sekarang di saat anak kedua mereka usianya baru beberapa bulan saja, sungguh membuat Rianti gemas dengan apa yang selalu di pikirkan suaminya itu


"Mas kamu bisa pulang sekarang nggak?! " kata Rianti kemudian membuat Aditya langsung tergesa duduk karena terkejut mendengar pertanyaan sang istri


"Kamu kangen ya sama Mas?! " Aditya malah dengan pedenya mengatakan itu sedangkan istrinya malah makin geregetan dengan kelakuannya


"Iya aku kangen " sahut Rianti dengan raut wajah yang kini terlihat jutek


"Beneran? beneran nih Mas pulang sekarang?! " Aditya malah sudah begitu bersemangat untuk kembali ke Indonesia sudah tak memikirkan ia harus bertemu dengan rekan bisnisnya pagi ini


"Iya Mas pulang sekarang ya, Mas kan mau punya anak lagi, aku nggak apa-apa kalo Mas maunya gitu, tapi nanti Mas yang hamil terus aku yang kerja, biar Mas yang ngerasain ngidam, biar Mas yang 9 bulan bawa-bawa perut besar gimana?! " kata Rianti panjang membuat Aditya diam mendengarkan tanpa berniat menyela apa yang sedang Rianti katakan


"Mas,. kok diem, Katanya mau bikin dede lagi " kata Rianti lagi memanggil suaminya yang diam tak berkutik


"Yank" memanggil istrinya yang ia tahu kini sedang kesal padanya


"Apa?" Rianti menyahut ketus


"Aku tidur ya, nanti pagi ada rapat soalnya " lebih baik izin tidur dan mengakhiri pembicaraan daripada harus mendengar celotehan panjang kali lebar dari sang istri yang tentunya tak akan berhenti dengan cepat meski harus mengabaikan apapun asal kekesalan yang kini di rasakan sang istri tersalurkan


Tapi saat ini Aditya sedang jauh jadi yang ia bisa lakukan hanyalah menghindar agar tak semakin panjang, jika Rianti bersama nya sekarang mungkin Aditya akan langsung menutup mulut cerewet istrinya itu dengan ciuman agar diam.


Tanpa menunggu jawaban dari sang istri, aditya lantas menutup tlp nya begitu saja membuat Rianti makin keki


"Emang ngeselin kamu tuh Mas!!! " sentak Rianti seraya membanting ponselnya ke ranjang dan tindakannya itu membuat Daren tersentak kaget lalu sedikit merengek


Rianti lalu kembali menimang Daren berusaha menidurkan anaknya kembali


"Bobo lagi ya sayank, Ayah kamu emang ngeselin" kata Rianti pada Daren .


Di Jerman Aditya masih belum juga tidur, kini ia malah sibuk membuka laptop nya lalu membuka akun instagram milik sang istri lalu memeriksa pesan-pesan yang masuk di akun istrinya


Banyak pesan yang masuk dari teman sekolah Rianti, mata Aditya terlihat teliti melihat nama-nama si pengirim pesan, sampai pada ada satu nama yang mencurigakan baginya dan memang belum di baca, karena semenjak memiliki anak Rianti memang sudah tak pernah lagi membuka akun instagram pribadinya itu..


Mata Aditya terpicing membaca pesan yang di kirim untuk istrinya, pesan dari orang yang amat ia kenal sebelumnya dan sampai sekarang masih sangat ia ingat..


*****


*******

__ADS_1


__ADS_2