
"Papaaaah." suara melengking dari seorang gadis remaja berusia 18 tahun yang di beri nama Rona Aliza, ya anak siapa lagi kalau bukan anak dari Roman dan Tania anak satu-satunya yang mewarnai rumah tangga mereka karena setelah lahirnya Rona setelah itu Tania sudah tak kunjung hamil bahkan setelah suaminya yang seorang Dokter kandungan itu memeriksanya namun tidak ada penyakit yang diderita oleh istrinya itu, mungkin Tuhan memang sudah mentakdirkan mereka hanya memiliki satu orang anak saja.
Anak yang meskipun hanya anak tunggal namun rumah akan sangat ramai oleh celotehannya itu, seperti sekarang ini saat ia baru pulang sekolah ruang tamu sudah dipenuhi oleh suaranya yang mencari-cari sang Papah yang tidak ada di rumah.
"Papah lagi pergi Rona." Tania menjawab dari ujung tangga karena terusik dengan suara sang anak.
"Kemana?" tanya Rona kepada sang Mamah.
"Ke rumah Om Adit." mendengar nama Om nya di sebut dalam sekejap wajah Rona menjadi sangat berbinar ceria. dan tanpa berkata lagi gadis itu pun langsung berlari keluar rumah bahkan tidak menghiraukan panggilan dari Mamahnya.
Rona kembali menaiki motor maticnya yang dibelikan oleh sang Papah untuk keperluannya sekolah jadi tidak perlu di antar jemput lagi.
Sungguh Rona merasakan kesenangan yang luar biasa mengetahui Papahnya sekarang tengah berada di rumah Om Aditya, Ayah dari Darendra lelaki berusia 20 tahun yang sekarang sedang berkuliah di sebuah fakultas yang bisa di bilang ternama di kota Jakarta itu.
Rona melajukan motornya menyusuri jalan untuk menuju rumah Daren.
"Akhirnya punya alasan untuk ketemu sama Kak Daren." gumam Rona sambil tersenyum kegirangan.
Motor Rona langsung melewati pagar besi yang terbuka.
"Om Johan ada Papah nggak?" seru Rona saat melihat Pria bernama Johan yang sudah sangat ia kenal tengah bertelepon di teras rumah Aditya.
__ADS_1
Tangan Johan menunjuk ke arah dalam untuk memberitahukan Rona bahwa Lelaki yang ia cari ada di dalam rumah.
Rona memarkirkan motornya di samping mobil sang Papah yang ada di garasi.
"Kamu dari mana?" tanya Johan setelah selesai menelepon.
"Dari rumah." sahut Rona dengan senyum manisnya.
"Nggak pakai helm? pulang sekolah nggak ganti baju dulu?" ucap Johan lagi ketika tadi melihat Rona yang naik motor tidak memakai helm bahkan masih memakai seragam sekolahnya.
"Hehe." Rona malah cengengesan menggaruk rambutnya yang meskipun di kuncir namun jadi berantakan karena diterpa angin saat naik motor.
Johan mendesah panjang lalu melangkah masuk.
"Bapak yang mestinya pulang." Johan membalikkan.
"Lah kenapa jadi gua." tukas Roman seraya senyum tertahan.
"Tuh udah di susulin." Johan bergerak kesamping hingga munculah Rona yang berjalan di belakangnya.
"Kamu ngapain?" Roman mengernyit melihat kedatangan sang anak.
__ADS_1
"Papah masih ada urusan." lanjut Roman.
"Siapa lagi yang cariin Papah." Rona menunjukkan wajah juteknya.
"Terus ngapain?" tanya Roman lagi.
"Mau main sama Kak Riana." jawab Rona yang langsung di timpali oleh Aditya.
"Riana apa Adiknya?" goda Aditya yang semakin berumur malah semakin terlihat macho saja bahkan cukup sering teman-teman dari Riana yang dengan genitnya menggoda lelaki yang sudah tidak lagi muda itu.
"Kak Riana lah Om." seru Rona malu-malu.
"Masaa, kan Kak Riana lagi kuliah di Singapura, kamu juga kayaknya tahu deh." pernyataan Aditya membuat wajah Rona menjadi kaku dengan rasa malu yang menyergap hingga membuatnya mengeluarkan keringat dingin.
Rona pun tak lagi bisa berkata apalagi ketika tiga lelaki dewasa itu mentertawakan dirinya.
"Jangan centil kamu Rona, masa datengin rumah cowok, mau di taruh dimana muka Papah ini." kata Roman dengan wajah yang dibuat marah walaupun dia hanya sekedar bercanda saja, karena memang dulu dirinya dan Aditya pernah berkata akan menjodohkan anak mereka yah itupun kalau anak-anak mereka itu saling suka, jika tidak mereka tidak mau memaksa.
Dan disini Rona lah yang harus bekerja untuk mendekati Daren karena anak kedua dari Aditya dan Rianti itu tampak sangat dingin dan sulit untuk didekati, Daren seperti membatasi dirinya dengan tembok agar tidak ada yang bisa masuk ke hatinya dengan mudah.
***************
__ADS_1
Pemanasan aja yaah, nanti kalau novel sebelah udah selesai baru kita rilis yang ini ..
terimakasih semua nya dan selamat menjalankan ibadah puasa...