Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M ll bagian 10


__ADS_3

"Tuh si Rendi lagi sama siapa? mangsa baru lagi?" Bimo yang baru masuk ke dalam ruang tempat mereka akan rapat sudah berceloteh saat melihat Rendi yang terkenal playboy tengah berduaan dengan seorang wanita yang bahkan tidak dia kenal.


"Ya paling juga mainan selanjutnya." timpal Permana yang sudah datang sejak tadi dan sekarang tengah duduk bersama Darren.


Mendengar pembicaraan dua orang temannya itu Darren hanya mengedikkan bahu sebab dia tidak sadar bahwa yang wanita yang tengah di bicarakan oleh dua Bimo dan Permana adalah Rona, wanita yang baru saja dia berikan ciuman.


"Calon istrinya Darren itu." Sherin yang baru masuk bersama dengan Nela juga satu orang wanita lainnya dan mendengar obrolan teman-temannya langsung nyeletuk.


Sontak saja perkataan Sherin itu membuat semua mata mengarah pada Darren, mereka tidak percaya sampai akhirnya Darren bergegas lari keluar ruangan.


"Darren udah punya calon istri?" Nella tampak tidak percaya dengan pernyataan Sherin karena ia tahu temannya itu sangat menyukai Darren bahkan saat pertama kali mereka bertemu sebagai mahasiswa baru.


"Kata Darren sendiri, nggak tahu beneran apa nggak." tukas Sherin seraya membanting Tasnya ke atas meja, sangat terlihat jelas bahwa ada rasa marah dan tidak suka yang kini terpancar di wajah wanita bernama Sherin Arnelita itu.


"Paling juga lagi bercanda." sahut Bimo seraya tertawa.


"Sejak kapan seorang Darren bisa bercanda? tuh anak dari awal kuliah kakunya minta ampun persis kayak kayu di jemur." ujar Permana yang sangat mengenal bagaimana pribadi seorang Darrendra.


"Ya kalau emang bercanda juga nggak apa-apa toh baru calon istri ini." sambut Nella berusaha membuat Sherin tidak patah semangat untuk mengejar cinta Darren.


Sherin menatap Nella dengan wajah Frustasi, sangat tidak yakin dengan perkataan temannya itu mengingat selama ini ia yang mencoba untuk terus mendekati Darren namun lelaki itu seperti membangun benteng pertahanan yang tidak bisa di tembus oleh siapapun.


"Gue dukung elo kok Sher." ucap Nella.


"Kita semua dukung elo tenang aja, Darren mah cuma main-main doang itu." kali ini Bimo yang memberikan dukungan.


"Kita semua? lo doang kali berdua." Permana nampak tidak terima dengan pernyataan sepasang kekasih itu yang malah memberikan dukungan pada wanita lain untuk merebut Darren dari wanita yang katanya adalah calon istrinya.


Di tengah pembicaraan mereka Darren kembali muncul dan bertanya.


"Mereka pergi kemana?" tanya Darren pada Bimo sebab saat dia keluar barusan Darren sudah tidak melihat siapapun bahkan Rona yang dia minta untuk menunggunya juga tidak ada.


Ya siapa lagi yang membawa calon istrinya itu jika bukan playboy Rendi lah yang melakukannya.


"Kantin kali, apa di taman belakang tempat kesukaannya kalau mau ngerjain cewek." ujar Bimo yang membuat mata Darren membelalak.


Darren tahu betul bagaimana tingkah Rendi yang terkenal senang mempermainkan wanita kampus.


Sontak Darren lantas kembali berlari untuk mencari Rendi yang menjadi tersangka saat ini karena membawa pergi Rona.

__ADS_1


Mata Darren memanas saat menemukan Rona tengah duduk berdampingan dengan Rendi di taman belakang kampus yang terkenal sepi karena banyaknya pohon besar yang berdiri kokoh


Pada hari biasa saja taman itu jarang sekali ada mahasiswa/mahasiswi yang nongkrong di sana apalagi saat hali libur seperti sekarang ini, bisa di pastikan hanya ada manusia tak jelas yang akan datang ke tempat itu seperti manusia bernama Rendi ini yang senang sekali mojok dengan wanita yang dia incar.


"Rona." seru Darren dengan suara kencang dan suaranya itu langsung terdengar oleh wanita yang dia panggil.


Lihatlah Rona segera beranjak dari duduknya ketika melihat Darren mendekat.


"Kak Darren." tutur Rona.


"Oh jadi Rona Adik lu." kata Rendi menatap Darren yang baru saja datang.


"Kata siapa dia Adik gue!?" ujar Darren nampak tidak senang dengan pernyataan Rendi barusan.


"Nah itu barusan Rona panggil elu Kakak." ungkap Rendi dengan wajah tengilnya yang sangat sok kegantengan itu padahal Rendi dan Darren jauh lebih ganteng Darren namun Darren tidak pernah bertingkah seperti Rendi.


"Panggil Kakak bukan berarti dia Adik gue." sembur Darren lantas menarik tangan Rona dan membawanya pergi dari hadapan Rendi.


Rendi menunjukkan senyum miringnya seraya terus melihat Rona, tak bisa di pungkiri dia merasa tertarik saat melihat Rona tadi yang sedang duduk sendirian di lorong kampus saat dia akan mengikuti rapat yang akan membahas masalah camping mereka Minggu depan.


Rendi berjalan mengikuti Darren yang menuju ruang rapat mereka tadi.


"Aku di luar aja Kak." kata Rona yang merasa tidak enak karena melihat semua orang tengah menatap dirinya.


"Diam di sini, kamu di luar sendiri mau kenalan sama siapa lagi emangnya?!" ucap Darren ketus, tidak di pungkiri dia merasa cemburu saat mendapati calon istrinya itu tengah duduk berduaan dengan lelaki bernama Rendi yang sekarang juga ikut masuk dan bergabung bersama mereka.


Rona cemberut mendengar perkataan Darren barusan.


"Jadi deal ya, Minggu depan kita camping?" ujar Permana meyakinkan teman-teman yang lain tentang kesepakatan yang telah mereka ambil barusan.


"Deal." semua yang hadir menjawab kompak, ada lebih dari 12 orang yang akan ikut camping nantinya.


"Nah ini kesempatan kamu elo Sher buat Pepet si Darren terus." bisik Nella pada Sherin yang tak pernah mengalihkan matanya pada lelaki bernama Darren.


"Lo bantu gue ya." tukas Sherin.


"Tenang aja." ucap Nella tanpa ragu.


Permana yang sejak tadi melihat tingkah kedua wanita di dekatnya itupun merasa jengah.

__ADS_1


"Darren, itu calon istri lu ajak aja biar rame." seru Permana yang mendapati tatapan tajam dari Nella dan Sherin.


"Emangnya nggak apa-apa?" tanya Rona ragu.


"Ya nggak apa-apa, bukan acara resmi juga kok, nggak harus anak kampus yang ikut." sahut Permana.


Mata Rendi membelalak saat mendengar ucapan Permana tentang wanita yang baru saja berkenalan dengannya itu adalah calon istri dari Darren.


Sudut bibirnya terangkat sedikit seraya melihat Rona yang sedang berbicara pada Darren.


"Iya kamu ikut aja Rona, biar seru." Rendi ikut bicara, sudah pasti ada maksud yang tengah dia sembunyikan saat ini terhadap Rona.


Telinga Darren memanas mendengar ucapan Rendi. Darren harus waspada pada playboy kampus itu.


"Aku boleh ikut Kak?" tanya Rona pada Darren.


Darren menggeleng cepat.


"Nggak boleh." sahutnya.


"Kok gitu? Kakak takut aku ganggu ya?" Rona menunjukkan wajah kecutnya.


"Ganggu apa?" tanya Darren bingung.


"Ganggu Kakak berduaan sama cewek itu." ujar Rona seraya melirik ke arah Sherin yang tengah berbicara pada Nella.


"Bukan itu maksudnya Na." kata Darren yang tahu Rona tengah menaruh curiga padanya.


"Terus apa?" ketus Rona.


Darren diam tak memberitahu apapun tentang ke khawatirannya jika Rona ikut nanti.


Khawatir Rendi akan mengambil kesempatan mendekati Rona di tempat camping nantinya.


"Tuh kan bener, Kakak emang mau berduaan sama tuh cewek." kata Rona sambil beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan ruangan itu.


"Gue pulang duluan ya, lanjut di WA aja." ucap Darren seraya berlari menyusul Rona yang marah padanya.


*****

__ADS_1


__ADS_2