Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M II bagian 109


__ADS_3

Hari ini Rona akan mendaftar untuk kuliahnya, kuliah di kampus yang sama dengan sang suami, sesuai dengan perjanjian jika wanita hamil itu kelelahan harus segera cuti kuliah.


"Ingat apa yang sudah aku katakan, jika kamu sampai kecapean!"


"Iya, ingat," sahut Rona.


"Apa?" tanya Darren dengan tatapan mata yang akan membuat siapa saja terpesona dengannya.


Pantas saja jika Sherin sangat tergila-gila pada pria itu, lihatlah bagaimana istrinya sendiripun begitu mengagumi setiap tatapan yang suaminya itu berikan kepadanya, meski tatapan mata yang tegas dan penuh intimidasi namun Rona merasa sangat senang dengan tatapan yang Darren tujukan untuknya.


"Bagus!" ucap Darren mengelus puncak kepala sang istri.


"Dan nggak ada bantahan apalagi pakai acara ngambek-ngambek segala kayak yang sudah-sudah," tegas Darren mengultimatum wanita ngeyel di depannya ini.


Rona mengangguk-angguk saja menanggapi perkataan dari bibir menggemaskan milik sang suami.


Darren pun mengantarkan istrinya ke kampus dan menemani wanita itu melakukan pendaftaran.


*****


Tak terasa hari ini adalah hari dimana Rona harus menjalani ospek di kampus tanpa dampingan suaminya yang memang harus bekerja, padahal suaminya itu salah satu senior yang seharusnya ikut terlibat dalam ospek para mahasiswa dan mahasiswi baru.


Namun kesibukannya dalam bekerja membuatnya harus absen dalam rangkaian acara ospek yang diadakan di kampusnya.


Namun dia sempat berpesan pada Permana dan juga Angga untuk selalu mengabarkan padanya jika terjadi masalah pada Rona atau ada hal berlebihan yang dilakukan oleh teman-temannya yang lainnya.


Penampilan Rona terlihat sangat lucu dengan rambut yang diikat kiri dan kanan dengan selembar kardus menggantung di leher dengan bertuliskan namanya.


"Rona!" panggil Kyla Dan Desi bersamaan, dua wanita itu juga berpenampilan sama dengan Rona.


Rona menoleh lalu menahan tawanya melihat kedua temannya yang terheran kenapa Rona malah tertawa?


"Ngapain lu nahan tawa begitu?" sengit Desi pada Rona.


"Tau nih anak ngeselin banget," timpal Kyla menyenggol lengan Rona ketika berdiri di sampingnya.


"Lu berdua lucu," kata Rona dan kali ini sudah tidak lagi menahan tawanya.


"Dih si pea nggak sadar diri, kurang ngaca kayaknya nih anak!" seru Kyla yang memang selalu paling bawel diantara mereka bertiga.


Nyatanya ada yang lebih bawel lagi dari Rona, dan terkadang Rona juga sering geleng kepala jika sudah mendengar celotehan yang keluar dari mulut Kyla.


Mata Rona tampak mencari-cari seseorang, melihat ke kanan serta kiri bahkan ke arah gerbang masuk.

__ADS_1


"Nyari Tyo pasti nih?" tebak Desi yang tebakannya itu sangatlah tepat.


Rona langsung menatap sang teman dengan mata dipenuhi dengan pertanyaan.


"Tadi sih lagi ngobrol sama laki lu," celetuk Kyla membuat Rona membeliak tak percaya.


"Ngobrol?"


Apa Rona tidak salah mendengar? ia tau benar dua pria itu selalu saja saling mengejek jika sudah bertemu bahkan rasanya tidak akan tahan jika berhadapan apalagi ini hanya berdua dan seperti yang Kyla katakan, MEREKA SEDANG NGOBROL!


Rasanya Rona sangat sulit untuk percaya pada yang Kyla katakan, karena terasa sangat tidak mungkin dua pria itu saling berbicara tanpa ada orang lain diantara mereka.


"Tuh yang lu cariin nongol," cetus Desi melihat Tyo sedang melewati gerbang, tidak membawa kendaraan andalannya karena sebelumnya sudah diperingatkan oleh senior saat masih menjalani ospek di larang membawa kendaraan pribadi.


Jadilah semua junior-junior kampus itu memanfaatkan kendaraan umum atau di antar oleh saudara maupun orang tua mereka.


Tyo dengan wajah yang terlihat cerah tengah berjalan ke arah ketiga wanita yang sedang berdiri, senyum di wajah pria itu terasa sangat berbeda dengan terakhir kali Rona bertemu dengannya, sehingga membuat Rona mengernyit keheranan.


"Kenapa lu senyam-senyum nggak jelas?" tanya Kyla begitu Tyo berdiri di depannya.


"Lu diapain sama laki nya Rona?" kali ini Desi bertanya dengan mata yang memandang penuh kecurigaan.


Dalam kepalanya saat ini pasti ada yang sudah terjadi antara dua pria yang bisa di bilang sama-sama mencintai Rona, hanya saja Darren lebih unggul karena posisinya sebagai seorang suami.


Tyo menggeleng dengan senyum yang kini berubah menjadi sangat konyol di mata Rona.


"Mulai sekarang gue yang akan jagain elu selama ospek dan selama Om Darren nggak ada."


Tiba-tiba tanpa di duga Tyo mengatakan hal yang jelas membuat ketiga pasang mata itu membulat sangat sempurna.


Dari perkataannya terlihat jelas bahwa Tyo dan Darren sudah berbaikan tapi entah kenapa Tyo masih saja tetap memanggil Darren dengan panggilan Om! membuat Rona menjitak kepalanya dengan sangat kencang dan penuh penghayatan.


"Aduuh! sakit Rona!" bentak pria yang selama ini selalu mau mengantarkan Rona kemanapun wanita itu mau dan membutuhkannya.


"Ya elu kenapa masih aja manggil suami gue Om!? dia bukan Om lu Tyo! lagi juga muka suami gue itu nggak ada Om-om nya sama sekali!" sungut Rona tak terima dengan panggilan Tyo terhadap suami tampannya.


"Ngaco emang nih orang, cowok ganteng kayak gitu bisa-bisanya di panggil Om." serbu Kyla ikut mengomel dan tidak terima dengan pernyataan Tyo.


"Na, Lu nggak mau kenalin gue sama temen laki lu apa?" sambung Kyla yang membuat Desi mencebikkan bibirnya lalu melengos acuh.



"Noh sama yang waktu ribut sama gue di warung bakso aja, lu pepet kata lu kan ganteng tuh orang!" seloroh Tyo dengan mulut pedasnya.

__ADS_1



"Idih najis, dari jauh sih ganteng pas di deketin malah kayak curut!" decih Kyla yang serentak membuat Rona dan Desi tertawa mendengarnya.



"Makanya mulai sekarang mendingan lu pake kacamata deh biar lihat orang juga jelas, kayaknya mata ku ini minus 10 Kyk," celetuk Desi yang dihadiahi cubitan dari sang teman yang sejak tadi ia ledek.



Rona makin tertawa lebar melihat tingkah teman-temannya itu yang memang sangat menghibur dirinya.



Rona juga sangat senang karena akhirnya ia dan Tyo bisa kembali berteman seperti dulu dan melihat Tyo tidak lagi menunjukkan gelagat canggung ketika bertemu dengannya.


Rona sungguh bahagia ketika melihat Tyo bisa tertawa lepas seperti dulu lagi.


"Mata gue bakal terus ngawasin elu selama di kampus ini, Om Darren udah pesan untuk menjaga elu dan itu," kata Tyo seraya mengarahkan matanya pada perut Rona.



"Kak Darren cerita?" bisik Rona pelan tak ingin kedua teman wanitanya mendengar.



Tyo mengangguk dengan senyuman hangatnya lalu berkata, "jangan jauh-jauh dari gue!" cetus Tyo lalu menggandeng tangan Rona.



"Memangnya pake acara pegang-pegang begini?" tanya Rona dengan raut wajah yang mencibir perlakuan Tyo terhadapnya.



"Kata Om Darren nggak apa kalau cuma pegang tangan, asal jangan lebih dari itu!" tekan Tyo.



"Jangan panggil suami gue Oooooom," seru Rona jengkel karena berulang kali Tyo terus saja memanggil Om terhadap suaminya.



Dengan tanpa bersalahnya Tyo malah kabur lalu bergabung dengan para mahasiswa baru yang sudah berkumpul di tengah aula kampus.

__ADS_1



\*\*\*\*


__ADS_2