Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Humuman bag.2 & mengingat masa lalu


__ADS_3

Setelah merenung begitu lama,ada seseorang datang.


"Yang mulia Elvi?,kenapa anda bisà ada disini?"


"Putri Youri?,kebetulan saya sedang beristirahat sebentar hanya untuk menenangkan diri"menoleh kesamping dan mendapati anak dari Yohanez datang.


Youri duduk disebelahnya,untuk beberapa saat Youri terdiam dan kelihatan sekali walau tubuh Youri ada disebelahnya namun tidak dengan pikirannya.


"Kamu terlihat tidak semangat apa terjadi sesuatu?"


"Eh...tidak,saya hanya memikirkan pesta nanti malam,ini pertama kalinya saya bisa meerayakannya dii istana ini"jawab Youri dengan antusias.


"Disini kami menyambutmu,jadi jangan sungkan pada kami,jika butuh sesuatu tinggal bicara saja"Elviniraz.


"Terima kasih yang mulia"


"Aku ada satu pertanyaan untukmu"langsung mengubah topik.


"Apa itu ?"


"Aku dengar kamu sering datang ke tempat ini setiap hari,jadi..apakah kamu pernah lihat seseorang yang yang berada di dekat pohon sana?"Elvi menunjuk pada pohon yang sedang berbunga berwarna pink,jauh di seberang.


"Disana?,itu...tempat itu merupakan tempat tuan Danie,dia sering duduk dibawah pohon sana setelah selesai bekerja untuk melihat beberapa orang yang berlatih disini.


"Dan..kebetulan,setelah kejadian kak Elvira menghukum Danie,sejak saat itu saya tidak pernah melihat sosok dia lagi,apa lagi pagi ini."


Youri ingat sekali,terakhur kali bertemu dengan Danie adalah kemarin setelah memberikannya saputangan,dan setelah itu sampai sekarang dia tidak melihat Danie lagi.


Sebenarnya di dalam hati Youri sedang khawatir,namun tidak ia tunjukkan pada siapapun agar tidak menjadi bahan pertanyaan orang yang melihatnya seperti kejadian yang tadi.


Elviniraz lepas mendengar penjelasan dari Youri,sebagian besar dia sudah paham dan akan mencoba menemui seseorang untuk membuktikan tebakannya yang sudah didapatkannya beberapa saat lalu.


"Saya permisi dahulu"ucap Elviniraz pada Youri.


"Baik yang mulia" Youri pun memberi hormat kepergian pangeran Elvi.


****


"Sudah bertahan selama ini,aku mengagumimu. Jika kau jujur atas kesalahanmu,aku akan suruh mereka berhenti mencambukmu"


Dari semalam lagi,Danie yang dicambuk itu masih saja bertahan dengan pendiriannya,Marion dan yang lainnya pun tidak habis pikir dengan apa yang membuat Orang di depannya bisa bertahan dari cambukan selama lebih dari 10 jam itu.


"Mau jujur atau tidak juga pasti berakhir dengan hukuman mati,pergi cari bukti dulu. Baru bisa menghukumku jika aku benar-benar salah"tutur Danie dengan suara yang lemah,rasa lelah,sakit menyelimuti tubuhnya.


Pikiran pendek orang di depannya sangat membuatnya jengah.


Karena merasa mengantuk,ia langsung menguap denggan sedikit mengeluarkan air mata di sudut matanya.


[ Mati sekalian mati saja,ini justru mrmbuatku tersiksa dulu ] pandangannya menatap ke lantai.


Diluar dugaan,semua kekacauan didapati dalam waktu yang dekat,ini bisa dibilang kesialan dalam dua hari ini,setelah hidup dua tahun dengan damai,pada akhirnya bisa mendapatkan bagian seperti ini lagi.


Flash back On.

__ADS_1


"Hilangkan saja pikiran untuk kabur dari sini. Tidak akan ada satu pun yang bisa menolongmu"


Di sebuah pabrik tua, seorang anak berusia 16 tahun itu terikat di dinding dengan luka pukulan disana dan disini.


Alinda di culik oleh seseorang ketika dirinya hendak pulang kerumah,dan itu dengan cara membiusnya.


Yang diinginkan oleh musuhnya itu adalah bosnya Alinda,karena dianggap bocah kecil itu merupakan orang terdekatnya,maka dari itu mereka menculiknya.


"Bagaimana bisa tidak ada seorangpun yang menanggapi ancaman kita?"


"Apa kita salah tangkap?"


"Mana mungkin,aku melihat bocah ini selalu mengikuti bosnya di belakangnya"


Beberapa orang saling beradu mulut,karena tidak ada seorang pun yang datang dan ancaman yang diberikannya tidak ada yang menanggapinya.


Lalu ketiga orang itu tiba-tiba menghentikan silat lidahnya,dan segera melirik ke arah Alinda yang kedua tangannya terikat rantai.


Alinda hanya menatapnya dengan tatapan datar,ia tahu apa yang ada dipikiran ketiga orang laki-laki di depannya.


"Sebaiknya kita bermain dulu dengannya,ketimbang tidak ada yang bisa membuat kita senang beberapa hari ini"


"Saranmu bagus juga"


Ketika 3 langkah lagi mereka menyentuhnya ada suara 3 tembakan berlaku dan mengenai mereka bertiga tepat di tubuh dan kepalanya juga.


DOR....DOR....DOR....


"Hah......"seketika matanya terbelak kaget.


Tapi tubuhnya mendapati seperti melayang dan justru dirinya seperti memeluk seseorang.


Yang tidak disangkanya sekarang di di depan matanya,ada kepala dengan rambut pirang keemasan.


Namun situasi yang diterimanya saat ini adalah..


[Aku..?,kenapa aku bisa di gendong oleh Elvi?]


Tubuhnya digendong di punggungnya,seketika dirinya terkejut bukan main.


[Hah...dia?],jadi dengan cepat langsung memberontak turun dari gendongannya.


"Danie,kamu sudah sadar dengan cepat"ucapnya.


"Maafkan saya!"Danie menunduk hormat dan bersalah.


"Ya?"


"Karena saya,baju anda bisa kotor."ya..bagaimanapun itu terlihat jelas,punggung dari baju milik pangeran kotor karena dirinya yang sudah kotor dan bernoda darah.


"Oh...bukan masalah,saya ada banyak baju. Jangan sungkan sudah membuat bajuku sekarang kotor,justru aku ingin minta maaf"tiba-tiba Elvi meminta maaf pada Danie.


"Ya..?,kenapa anda yang meminta maaf?"tanya Danie,padahal orang yang ada didepannya ini tidak melakukan kesalahan pada dirinya,namun tiba-tiba langsung minta maaf.

__ADS_1


"Perbuatan ini dilakukan oleh orang-orang dari kelompok kesatria suci yang sama denganku,lalu seandainya saja aku lebih cepat menyelsaikan masalah ini,anda pasti tidak akan menerima hukuman yang seperti itu. Sudah menolong ibu ratu dari para pemberontak itu justru mendapatkan imbalan yang menyakitkan"itulah alasan Elvi meminta maaf atas perbuatan bawahannya yang salah mengira kalau Danie pelaku dibalik ini semua.


"Hm,saya..."


[ Itu kan merekanya saja yang aneh,tidak mau menyelidikinya lebih rinci. Kenapa pangeran yang satu ini malah minta maaf padaku?,dia terlalu rendah hati ]


"Saya akan memperingatkan mereka lagi secara terpisah. Jadi terimalah permintaan maafku"


[Ini tidak benar,sebagai kesatria dan pangeran,dia seharusnya tidak mewakili orang-orang yang tidak tau hukum seperti tadi. Pemimpin pasukan tidak memiliki satu pun alasan untuk bertanggung jawab untuk masalah ini]


"Kesatria,bukannya saya tidak mau menerima permintaan maaf anda,tapi kesatria tidak perlu minta maaf. Terlebih lagi anda tidak salah apa pun. Saya tidak mengerti kenapa anda menurunkan harga diri anda untuk memohon maaf kepada saya."


Seketika suasana menjadi hening~


"............? "Danie menatap Pangeran Elvi.


"..!...." Elvi kembali menatap Danie yang tingginginya rendah dengan dirinya,lalu segera menatap ke bawah mengalihkan pandangannya secara langsung.


[Dia...dia melihat terlalu intens]fikir Danie.


Didetik berikutnya Elvi kembali bersuara.


"Iya..apa yang anda katakan benar,aku khawatir jika anda membenciku ,sebagai pemimpin tidak bisa mengatur bawahanku"


[Ah...begitu ya?]Danie


"Ahahaha....aku kira saat akan menggendongmu akan berat,ternyata diluar perkiraanku"Elvi


[Aa..apa..apa..,bisa-bisanya dia berkata seperti itu!]Danie.


"Apa masih bisa berjalan?,jika tidak aku akan menggendongmu lagi"mencoba menawarkan bantuannya pada Danie.


"Ti..tidak perlu,aku bisa jalan sendiri"menolaknya secara lembut,lalu dengan perlahan Danie berjalan sambil menahan sakitnya.


"Pendeta dari Abner akan segera sampai,saat itu beristirahatlah."Elvi


"Ya,saya berterima kasih karena sudah membebaskan saya"Danie


"Itu...ternyata anda sudah berjuang keras,menahan sakit dari cambuk."


"......."diam seribu bahasa,entah apa yang bisa dijawab Danie ketika dia berkata seperti itu padanya.


"Sesungguhnya untuk bisa bertahan dari ketidak adilan seperti tadi,dan menerima cambukan ratusan kali harus memiliki tekad yang kuat serta kesabaran yang besar. Itu membuktikan kalau orang itu tidak pantang menyerah. Seorang kesatria juga harus memiliki tekad yang kuat,tidak takut dengan musuh yang ada di hadapannya"


".........."


"Matamulah yang memberitahuku"


[A...apa aku dari kemarin terlalu mencolok?,berbuat ini dan itu ]


tanpa aba-aba atau apapun itu,salah satu tangan kesatria Elvi mengacak-acak rambutnya.


Seketika itu wajahnya memerah menahan malu,baru kali ini ada orang yang menyentuh kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2