Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Tanaman sihir


__ADS_3

" Bantu dia, aku mohon padamu. Kekuatan suci mu yang paling besar, pasti bisa menolongnya kan? " mata yang sudah mulai me merah karena sudah menangis setengah jam. Beberapa kematian untuk para kesatria terkadang juga pastinya tidak dapat bisa di hindari, seperti saat ini karena adanya siluman Iblis, beberapa orang sudah menjadi mayat dan ada juga yang sudah mulai sekarat.


Perempuan yang sedang memohon sambil berlutut pada Dania, sudah tidak bisa di pungkiri dia tidak rela dengan kekasihnya yang sekarat itu.


"..............."


Dania tidak tahu nak buat apa lagi dah, yang ia mau hanyalah mendiamkan perempuan yang menangis itu. Secara fisika Dania tidak terluka sedikitpun, tapi serangan yang sebenarnya untuk dirinya namun bisa ia hindari justru malah ada satu orang yang melindunginya yang akhirnya menerima serangan sehingga seperti itulah yang terjadi. Satu kesatria yang sekarat ini punggungnya tertusuk benda tajam dan darah yang keluar dari mulut juga sudah banyak.


Para healer yang lain juga tengah mengobati kesatria lainnya, sedangkan kesatria yang sehat tanpa luka akibat perang kecil tadi tidak bisa berbuat apapun sebab mereka juga bukan Healer.


[ Padahal aku sisakan untuk nanti malam ] Bukan hanya mereka saja yang tenaganya terkuras, ia juga tenaganya terkuras dan niatnya untuk menyisihkannya untuk nanti malam. Tapi apa boleh buat...


SRIINGG..........


Kedua tangannya ia rentangkan ke depan dan pada akhirnya ia berusaha untuk menolong kekasih dari perempuan yang menangis itu.


2 minit kemudian.


[ Lukanya sembuh total ] Ia terkejut karena sudah tidak merasakan sakit lagi, walaupun tubuhnya merasa masih lemas.


" Terima kasih nona "


".............., ya " lalu berlalu pergi menjauh dari mereka berdua.


[ Heung........lelahnya ] wajahnya tegar tapi fisiknya lelah, perbandingan terbalik yang cukup mengesankan.


Dania berjalan menuju ke arah batang pohon yang ada di dekat pohon, ia duduk dan melamunkan sesuatu tanpa mengedipkan mata.


______________


Ke esokan harinya.


Hutan yang rimbun itu menyisakan udara yang dingin dan...


[ Kabut yang tebal ] jarak pandang yang hanya dapat di capai 4 m saja sudah sangat menyusahkan semuanya apatah lagi dirinya.


Tapi tidak memudarkan niat mereka untuk berhenti berjalan di tengah hutan belantara itu.


" Dengar, jangan berbuat sok jadi pahlawan. Kita tidak tahu apa yang ada didepan jadi usahakan jangan sampai terpisah "


Yah itu adalah peringatan yang diberikan yang mulia Tassel 1 jam yang lalu, tapi sekarang sudah tidak ada gunanya lagi.


[ Loh, aku dimana?. ] Dania menjeling ke sekitarnya, tidak ada tanda kehidupan kecuali dirinya sendiri. Maksudnya hanya dia seorang saja yang ada di tempat itu sekarang, karena berdiam diri dan berharap bantuan yang tidak pasti akan datang atau tidak, dia memilih untuk berjalan lagi


CRING......


CRING......


Suara bening yang datang dari satu tempat menarik rasa penasarannya, suara bening yang dimaksudkan adalah suara air menetes dan membuat gelombang air yang kecil. Jadi jika tidak salah ditebak maka disekitar tidak jauh darinya ada sebuah danau.


disisi lain...


ada satu hewan sedang mengikuti Dania dari kejauhan, ia mengendap dan menyelinap seperti stalker.

__ADS_1


[ Apa yang sedang dilakukan wanita itu? ] kaki empatnya tidak bisa berhenti untuk membuntutinya.


Bulu coklatnya, serta dua telinga yang berdiri kokoh di atas samping kepalanya juga moncong yang memperlihatkan gigi taring super tajam yang bisa mengoyak berbagai macam daging dan apapun yang digigitnya dengan rahang kuatnya itu.


" Mencurigakan " gerutu serigala tersebut.


Pada akhirnya kata yang sering diucapkan mulut setelah melihat orang tak dikenal adalah 'mencurigakan'.


" Wah.....air! " Bergegas mendekat ke sebuah telaga yang menakjubkan. Ada banyak teratai berwarna biru, benar-benar sangat memikat siapapun yang melihatnya.


Dania


Dia berjongkok di tepi danau dan mengambil air dengan dua telapak tangan, kemudian ia basuhkan ke wajahnya yang penat.


" Phuahhhhh........, Segar.. " menikmati rasa segarnya air benar bisa ia puji jika sudah berkelana jauh.


" Segarnya bisa melihat pemandangan ini "


Mendengar satu suara perempuan dari belakang, Dania buru-buru menoleh ke belakang namun satu kaki menendang bahu Dania dan...


BYURRR........


Blup......Blup.......Blup.....


" PHUAHH....!, Siapa tadi! " aura keberadaannya yang disembunyikan benar-benar tidak dapat Dania rasakan tadi, dan kemunculannya yang tiba-tiba lantas membuat Dania tidak waspada sehingga membuatnya terjatuh karena benar-benar di dorong dengan sengaja.


Untungnya ia dapat berenang, tapi siapa sangka di dalam air yang dipenuhi teratai yang cantik membuat keadaannya berubah. Daun...eh tidak, akar hijau atau daun panjang yang ada di dalam air perlahan bergelut menjalar mendekati kaki yang sedang berenang itu.


" Tidak ada orang?, apa ak...phhhhh.... " secara cepat tanpa memberinya kesempatan untuk mengambil nafas, Dania diseret atau lebih tepatnya ditarik masuk kedalam air danau.


BLUPH.......


BLUPH........


MPHH......BLUPUH....


[ Sialan, teratai ini rupanya tanaman sihir ] masih dengan menahan nafasnya, tangan kanannya yang memegang belati berusaha untuk memotong teratai yang melilit kakinya.


[ Tidak berhasil, tidak mungkin aku tenggelam konyol seperti ini ] gerutunya, disaat bisa memotongnya ada daun lainnya yang menggantikan lilitan yang sudah terputus tadi, ianya bagai tentakel gurita namun berwarna hijau.


Hwah...malah sekarang belatinya direbut oleh tanaman teratai, benar-benar membuat orang jengkel.


[ Teratai sialan, jangan dilihat dari penampilannya yang anggun itu, nyatanya sekarang karena tanaman ini aku malah ham....pir mati tengg- ]


CRASZHHHH..............


Tetibe Dania sudah dibawa ke daratan lagi, yang tadinya dirinya di angkat dengan cara ditenteng di samping, orang yang menyelamatkannya tadi dengan kasar melempar Dania ke tanah.


" Hosh.......Hosh.......Hosh.......Hoshh.. Uhuk.....Uhuk.... " Sedalam-dalamnya Dania buru-buru bernafas dengan bebas lagi, air yang sempat masuk ke hidung dan mulut ia keluarkan dan membuatnya terbatuk.


Dania bisa bebas berkat ada bantuan seseorang, ya...seseor-


[ Bukan, dia bukan orang ] Ada telinga di atas kepalanya.

__ADS_1


Tapi dari pada mengherankan seorang manusia setengah hewan itu, ia diperlihatkan dengan sebuah gua yang cantik, berkilau dan wah. Gua itu memiliki rumput hijau di tanahnya, namun ada batu berkilau bak kristal.


" Uhuk....uhuk...uhuk...., terima kasih sudah menyelamatkanku " ucap Dania pada manusia setengah binatang itu.


Sampai ekornya juga terlihat, wah...bulu yang menggemaskan.


" Bantuanku tidak gratis loh " jawabnya. Setelah memutar tubuhnya, Dania pun akhirnya melihat sosok itu dari atas ke bawah.


Tinggi, berotot, punya telinga yang cukup mencolok, lalu ekor, dan dia terlihat tipe petarung. Sekilas dilihat dari telinga, kalau manusia setengah hewan itu jenis anjing, tapi siapa yang menduga kalau...


" Aku manusia serigala, apa sekarang takut denganku? "


"............? " Dania


"..............." keduanya saling menatap.


" Dari pada dibilang takut, kamu kelihatan jantan " jantan yang dimaksud Dania itu lebih spesifiknya itu adalah terlihat gagah.


[ Tunggu dulu... ]


" Aku kira anjing tidak suka air "


" Jangan meremehkanku, aku tidak termasuk. " Dengan nada sombongnya, walau dalam hatinya sedang merasa kedinginan karena air tadi, tapi ia berusaha untuk menyembunyikan kegelisahan itu. Hanya saja kegelisahannya bertambah ketika melihat Dania yang sedang meremas rambutnya yang basah itu.


Merasa di perhatikan, Dania sadar kalau bajunya yang basah itu secara otomatis membuat bajunya menempel dikulitnya dan membuat lekuk tubuhnya terlihat.


PLUK..... ( Satu batu melayang )


" Ahhhh...... " manusia serigala itu mengaduh kesakita karena ditimpuk dengan batu.


" Kemana arah matamu melihat! " marah Dania, ia mencoba menggunakan sihirnya untuk mengeringkan baju yang basah itu.


[ Aku kira dia manusia biasa ] Masih mengelus kepalanya yang sedikit benjol tadi.


" Aku a- " ia tidak bisa melanjutkan kalimatnya ketika penciumannya yang super tajam itu menemukan bauberdi unik dan menarik perhatiannya untuk ia selidiki asal dari bau tersebut.


[ Bau mint? campur stroberi?, apa ini? ] Ia mengendus dan berjalan mendekat ke tempat Dania berdiri.


ENDUS.......ENDUS....dan....ENDUS.......


Dari rambut yang masih basah, ia berputar dan mengangkat tangan kanan Dania dan ia endus juga, awalnya ia mencoba bersabar namun... telapak tangannya yang langsung ia kepal dengan erat, Dania melncarkan tinjunya ke arah manusia serigala itu dan...


BRUAKK...


" Akhh.....kejamnya " keluhnya.


" Aku tarik kata terima kasih tadi, apa aku makananmu ha?, jangan mengendus sembarang orang atau tinju ini pemandangan terakhir kamu lihat " karena akan menggantinya dengan pelajaran yang lebih ekstrim lagi.


" Ja..jangan "


[ dia kuat sekali ]


" Aku hanya merasa aneh, baumu semacam rasa mint campur stroberi. Itu membuatku ingin mengendusnya terus "

__ADS_1


Dania mengernyitkan matanya tidak percaya, ia mencoba mengendus bau tubuhnya sendiri namun tidak merasakan apapun.


__ADS_2