
Eldanie 12
"Kalau begitu......,karena saya belum tahu apa yang saya inginkan,bolehkah hal itu disimpan terlebih dahulu oleh anda?,sampai saya benar-benar tahu apa keinginan saya "
"Hmm....pemikiranmu bagus juga,baiklah. Apa bila perlukan bantuan datang saja padaku,untuk saat ini saya akan memberikan beberapa emas untuk kompensasi atas ketidak adilan dari Marion yang sewenang-wenang mengadilimu tanpa mencari bukti secara rinci"
****
Hingga pada akhirnya...
"Ini bukanlah beberapa,melainkan ratusa .."yah..Danie akhirnya membawa pulang emas serta berlian di dalam kantung itu.
Hanya saja ada satu masalah yang ada,yaitu bagaimana menyimpan emas dan berlian yang berharga itu di tempat yang aman?
Walau sudah berpikir keras pun tidak bisa menemukan jawaban yang tepat dimana Danie akan menyimpan sebagian emas dan permatanya.
Namun tiba-tiba hanya ada satu ide yang muncul,yaitu meminta pertolongan pada..
*
*
*
"Apakah anda mau menolong saya?"
"Apapun itu,aku akan mendukungmu. Jadi bantuan apa yang kau inginkan dariku?"
Danie akhirnya memberikan sebuah kantung pada Youri,yah...dia yang bisa dipercaya sekarang.
"Ini"
"Saya tidak memiliki tempat aman untuk menyimpannya,saya meminta anda untuk menyimpan kantung berisi emas itu untukku,jika membutuhkannya ketika dalam keadaan mendesak,saya akan memintanya kembali"jelas Danie pada Youri.
"Itu tidak masalah,tapi apakah kamu benar baik-baik saja?,aku dengar kamu dihukum oleh wakil jenderal Marion karena salah kira pelaku"tanya Youri sambil menyerahkan kantung tadi ke dayangnya untuk membantu membawanya.
"Tidak apa-apa,terima kasih sudah mengkhawatirkan saya. Oh...ya...sebelumnya selamat ulang tahun"
"Terima kasih juga,walau awalnya aku sedikit kecewa karena tidak hadir di perjamuan pesta ulang tahunku,tapi setelah tahu alasannya tidak bisa datang aku memaafkanmu"
Lepas bercengkrama lama dengan Youri,Danie akhinya mengakhiri alasannya bertemu Youri siang itu.
Karena diberikan cuti selama 4 hari,dan sisa dua hari itu juga ia tidak ingin menghilangkan kesempatannya untuk keluar pergi jalan-jalan dan membeli sesuatu yang mungkin bisa menarik perhatian atas mood yang sudah mulai membaik juga.
Dia pergi ke pasar untuk cuci mata,karena sebagai perempuan yang menyamar jadi laki-laki juga perlu cuci mata agar tidak jenuh bukan?.
Singkat cerita dia sudah berada di jalanan yang ramai dengan orang yang berbelanja,dari sayur,pakaian,perhiasan,dan hanya sekedar untuk makan maupun mencicipi menu kue yang baru.
Dia mencoba memilih jalan yang ridak pernah ia lalui,namun secara tidak sengaja Danie menemukan pedagang kaki lima,orang itu berjualan di pinggir jalan dan yang dijual itu adalah ayam bakar.
Namun tetibe ada 4 orang datang menghampiri si pedagang tersebut,hanya dengan melihatnya saja dari raut serta tingkah lakunya Danie mengetahui kalau mereka bukanlah orang baik.
"Cepat!,berikan uangmu karena sudah berjualan diwilayahku!" Peringat orang 1 pada si pedagang yang bisa dilihat sekitar berumuran 40 tahunan.
"Maaf tuan,dagangan saya saja belum satu pun laku,bagaimana bisa membayar pada anda?"jawab si pedagang pada pemalak itu.
"Aku tidak mau tau,cepat berikan uangmu atau aku yang akan mengambilnya sendiri!"ucap pemalak yang ke 2
"Periksa lacinya!,uangnya pasti disimpan disana"perintah orang ke tiga,untuk menggeledah laci dari gerobak dagangan.
Setelah beberapa saat,kedua orang itu menjaga si pedagang agar tidak terusan memberontak,yang satu lagi membuka laci dan menemukan beberapa keping uang logam.
"Nah!..ini apa!?,berani menipuku?,buktinya ada uang. Hancurkan gerobaknya!,kalau tidak mau membayar jangan berdagang disini!,mengerti!"
__ADS_1
"Jangan!,ampuni saya tuan!,saya mohon kembalikan uang itu,kalau gerobak itu dihancurkan,bagaimana dengan nasib keluarga saya!"pedagang.
"Jangan banyak bicara,hiraukan dia. Cepat hancurkan!"
Orang-orang disekitarnya takut dan tidak ingin berurusan dengan keempat orang yang memang biasa memalak pedagang yang dijumpainya kapan dan dimanapun itu.
Dia orang tersebut mulai membanting beberapa toples,yang satunya lagi hanya bisa memerintah jadi sesuai dugaan dialah bosnya,dan yang satu lagi mencoba menahan pedagang tersebut dari pada mengacaukan misi menghancurkan gerobak dagangannya.
[Dasar preman]gerutu Danie.lalu dia mengambil beberapa batu.
CETLAKKK............
"Awww......." All.
"Siapa yang berani melempar batu.!"marah ketiga orang yeng terkena lemparan batu tepat di kepala dan wajahnya.
"Seharusnya kalian malu pada diri sendiri,merebut uang sama saja dengan pencuri,mencuri sama saja dengan penjahat"tutur Danie,muncul dari balik kerumunan orang yang dari tadi hanya bisa menontonnya saja.
"Hei...bocah kecil,sebaiknya minggir sebelum menjadi bulan-bulanan kami semua"
"Anak muda,sebaiknya jangan berurusan dengan mereka"kata pedagang pada Danie.
"Apa paman mau seperti ini terus?,dirumah keluarga paman sedang menunggu kepulanganmu dengan membawa uang untuk menghidupi mereka semua bukan?"mencoba menasihati.
"Tapi..."berpikir dengan nasihat barusan.
[Yang dikatakannya memang benar,tapi mereka berempat tidak sebanding dengan anak muda ini?. Bisa-bisa dialah yang mati]masih khawatir dengan Danie.
"Jangan banyak berdrama lagi,serang dia!"
Paman tersebut di dorong dengan kasa hingga terjatuh,namun sebelum Danie hendak menolongnya dia diserang dari samping,tapi Danie bisa mengelaknya dengan mudah.
Satu orang lagi datang hendak meninjunya dan sekali lagi bisa dielaknya dengan menghidar kesamping lalu di tinju kedua Danie menghidar dengan menunduk kebawah,namun di gerakan saat itu juga Danie langsung memukul dagu bawah lawannya untuk menyerang kepala. Sehingga pria tersebut sedikit terlempar dan terjatuh.
"Apa yang kalian tunggu?,kalahkan dia"
Perintahnya lagi.
Lelaki yang kalah tadi masih meringkuk kesakitan di leher dan dagunya akibat serangan telak milik Danie.
Dua orang lainnya langsung berlari tuk melawan lawannya.
Dia menyerang kaki dengan menendangnya,ketika terjatuh ke depan segera ia injak tanpa perasaan dan preman yang ia injak kakinya mengerang kesakitan juga.
"Melawan paman itu sama saja dengan melawanku,maju sini"
Akhirnya bosnya juga ikut maju membantu anak buahnya melawan remaja bernama Danie itu.
Namun dia mengeluarkan pisau dari belakang celananya.
"Matilah kamu brengsek!"
"..........."Danie segera maju,karena gerakan lawannya mudah dibaca jadi dia bisa segera menangkap tangan yang menggenggam pisau itu dan langsung menjungkir balikkan dengan membantingnya.
BRUKK....
Gerakan itu sukses membuat bos dari pemalak alias preman K.O.
Tanpa membuang waktu lagi sebelum ianya bangkit kembali,drngan sengaja Danie menendang adik kecilnya itu tanpa perasaan.
"Arrggghhh......!!!"
"Oh...kaki ku tersandung"ucap Danie dengan sengaja.
__ADS_1
Melihat satu orang hendak kabur,Danie mengambil pisau milik lawannya dan melemparnya secara sembarangan ke arah orang yang sedang lari ketakutan.
"Kakak!,awas dibelakangmu!"Teriak Danie.
Ternyata secara refleks orang itu menoleh kebelakang,semua orang yang dari tadi menonton langsung menghindar dimana kakak laki-laki yang sedang berlari menjauh menghindari Danie lari dari pada terkena senjata tajam sebuab pisau,jadi lelaki yang lari itu mendapati pisau yang silau karena pantulan cahaya matahari mengahampirinya dan...
SRETT.......
"ARRhhh.....!"karena kaget dan syok,dirinya terjatuh dan pisau tadi menancap di jalan tepat di tengah tengah kedua kakinya.
Pada akhirnya keempat orang itu tumbang.
"Baiklah,apa kalian ingin merasakan sentilan dari jari tanganku lagi?"seketika nada suara Danie menjadi dingin,sembari menatap ke empat orang yang terbaring di jalan.
"Melihat kalian untuk kedua kalinya,maka udara dingin dari bawah tanahlah makanan sehari-harimu"
Yang ada dipikiran mereka setelah mendengar ucapan Danie adalah dua,yaitu kuburan atau penjara.
"Tawaranku hanya ada dua,jika menginginkan uang maka dengan cara bekerja atau berurusan denganku lagi dan berakhir di penjara"masih menenung keempat kakak laki-laki yang entah siapa dan dari mana asalnya.
Secara serentak mereka berempat menginginkan uang dengan cara bekerja.
"Kami akan bekerja,jadi jangan bunuh kami"
"............."Danie menatapnya serius,lalu ia menoleh kebelakang,tepatnya pada paman yang menjadi korban ulah preman tadi.
Namun dia juga ketakutan melihat Danie.
"NAH..!,Paman...anda dengar yang mereka barusan katakan kan?,dia bersedia bekerja,jadi sekarang paman adalah bos dari mereka berempat.!"
"Apa?"All
"Apa ada yang salah dengan ucapanku barusan?"raut wajah Danie 180 derajat berubah ketika melihat keempat orang itu.
"Ah..tidak,sama sekali tidak salah"ucap salah satu orang diantara mereka berempat.
"Baguslah"Danie menghela nafas sebentar,lalu dia menghampiri si paman dan membantunya berdiri.
"Terima kasih,sudah menolongku"
"Sama-sama"
Kemudian sang paman memberikan satu kantong berisi ayam bakar khas miliknya yang masih belum terbuang.
Ketika Danie mencicipinya,rupanya rasanya lumayan enak.
[ Ayam bakar saja enak,kalau dibuat ayam goreng tepung yang pasti sangat gurih dan enak ]mengingat selama ini belum pernah lagi makan ayam goreng tepung yang dulu sering dia makan.
"Terimalah ini"memberikan 1 permata pada paman tersebut.
"Tapi ini terlalu banyak,saya tidak bisa menerima ini"
"Justru itulah,buatlah kedai untuk berjualan,anggap saja saya berinvestasi pada paman,kalau paman membuat ayam centucky pasti laku keras juga"sekali lagi menggigit daging ayam yang lembut itu.
"Ba..baik,saya akan mengingat kebaikan anda"
"Untuk kakak berempat,mulai sekarang bekerja pada paman itu,lain waktu kita pasti bertemu lagi"
"Ya...terima kasih atas kemurahan hati anda" All
[ Aku tidak memiliki hati yang bersih,jadi jangan lagi menyebutku murah hati ]
Fikir Danie.
__ADS_1
"Baiklah,aku pergi dulu"