Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Perjalanan ke perbatasan ke bagian barat (2)


__ADS_3

[ Haih...pertarungan bacot ]


Danie mengorek-ngorek kuping dengan jari kelingkingnya.


Dari 5 menit yang lalu, karena kelakukan geng dari pendeta Abner yang terdiri dari Barsi dan ke empat temannya, dimana teman-temannya selama 3 hari ini mengambil jatah roti dari Renesha, sekarang akhirnya ada adu mulut terutama ayat dari teman Renesha yang ternyata bernama Lily itu. Dia sedang membela temannya demi mendapatkan hak makanan roti yang sudah di ambil alias di palak teman Barsi.


Dan adu bacotnya itu dimenangi oleh Lily yang bisa membuat teman-trman Barsi tertekan karena ucapan Liliy sehingga menjadi bahan gosip para pendeta dan kesatria.


*****


Ke esokan harinya.


SERANGAN!


Semuanya lari lintang pulang demi mendapatkan pengobatan.


" Disini butuh handuk lagi "


" Di sini juga ada yang terluka "


Kalang kabut kesana-kemari, riuh karena mendapatkan serangan mendadak lagi.


HAHHH.....( All ) lemas total, semua pendeta beristirahat dengan badan lesu.


Beberapa jam berikutnya.


" Ada serangan ! "


" Keluarkan dengan hati-hati "


" Ada yang terkena anak panah! "


" Disini butuh perban! "


HUAHH....( All ) Lemas tingkat maksismum, semua orang kembali ke tendanya masing-masing.


Malam pun tiba.~~~


" Hahhh..!, sesuai prediksi, serangan tiba-tiba sering bermunculan " Ambruk ke tempat tidur dan menggerutu lelah.


Ke esokan harinya lagi pun banyak menemukan hal yang sama dengan yang lalu berlalu.


Banyak kesatria kembali dalam keadaan terluka.


" Danie?, bisakah kamu mengobati luka kami?, yang lainnya sudah..."


Hanya Danie dan Renesha yang tersisa dimana yang lainnya sudah tumbang karena lelah dan kehabisan tenaga setelah menguarkan Heal.


" Ya..., tunggu sebentar " jawab Danie, kemudian ia berdiri dan bergerak ke tempat lain.


Yoshh....pada akhirnya, bajunya juga turut terkena noda darah, seolah - olah dirinya terluka juga.


Para kesatria sudah berangsur pulih lepas mendapatkan pengobatan.


" Nah..selesai, Meski lukanya sudah di obati dengan kekuatan suci, bukan berarti benar-benar sembuh. Untuk kedepannya kalian harus lebih berhati-hati. Kalian tidak boleh monum kafein maupun alkohol " Danie merasa kakinya lebib berat ketimbang sebelumnya, berjalan saja rasanya sudah tidak larat lagi.


" Terima kasih pendeta, anda benar-benar hebat " Puji beberapa kesatria pada Danie.


[ Sampai di puji hebat. ]


Sruk....sruk...sruk..., mengambil langkah berat.


Lalu tidak sengaja bisa bertemu dengan iblisnya kesatria.


Surai hitam dan manik violetnya, dagunya yang kekar dan memiliki postur tubuh yang kekar juga serta tinggi sangat memukau ketika dipandang oleh mata.


Orang ini tidak pernah mendapatkan luka kecil sedikit pun. Sejak awal di kirim ke medan perang, Caver tidak pernah sekalipun menerima pengobatan.


[ Kalau semua kesatria memiliki kemampuan seperti dia, pasti tidak akan mengundang Healer ].


*******


Di Istana kerajaan Bahamut.


Seorang laki-laki berambut hitam dengan warna mata emas tengah berdiskusi dengan kakek tua yang memiliki rambut dan jenggot putih, namun memakai jubah dengan warna yang sama.


Mereka berdua sedang mendiskusikan tentang pedang yang baru saja selesai di buat oleh pandai besi istana.


Pedang berwarna hitam dengan garis merah di tengahnya adalah hasil penempaan yang sudah di lakukan selama hampir 2 minggu lebih, karena yang di tempa bukanlah dari bahan yang biasa.


Ianya terbuat dari batu meteorit yang sudah di ekstrak, hanya mengambil bahan terpenting dari unsur yang ada dalam meteorit tersebut.


Lalu setelah pedang itu sudah jadi, seorang ahli sihir dan lebih tepatnya penyihir agung Hayanrihi di undang ke istana oleh pemuda bersurai hitam tadi.


Tidak butuh waktu lama, pemuda tadi membawanya ke suatu tempat di ikuti penyihir agung Hayanrihi dan berakhir di sebuah aula milik raja.


Didalam situ tidak ada orang kecuali mereka berdua.


" Hayanrihi, pedang ini sudah sesuai atau belum ? " Memperlihatkan pada Hayanrihi, namun ketika Hayanrihi hendak menyentuhnya, sorotan mata tajam dari pemuda di depannya memberikan sebuah arti

__ADS_1


《 Jangan disentuh 》


Hayanrihi melihatnya dengan seksama, lalu ia menjawab


" Sudah "


Tanpa ada tambahan makna yang lain, karena pemuda ini hanya menginginkan kalimat sebuah jawaban ' Sudah atau Belum ', sehingga tidak berani menambahakan hal lain.


Lalu tanpa basa-basi lagi, bilah pedang itu sengaja menyayat telapak tangannya sehingga pedang tersebut berlumuran darah.


" Darah ini sebagai bukti kalau pedang ini adalah milikku " setelah mengatakan itu, darah yang berlumuran di pedang sudah terserap dan bersih.


Dalam kasus kali ini, pedang yang sudah diklaim dengan darah seseorang akan menjadi miliknya sepenuhnya dan bahkan akan menuruti perintahnya karena setiap pedang yang dibuat dengan bahan khusus pastinya memiliki sihir yang tersimpan di dalamnya setelah di tempa menjadi barang jadi seperti pedang ini.


Pemuda ini kemudian berjalan mengikuti karpet merah dan berakhir dengan duduk di kursi takhta.


Padang yang tadinya ia pegang, tiba-tiba menghilang seperti asap yang tertiup angin.


Lalu senyuman sinis terukir di bibirnya, senyuman jahat yang menunjukkan rencana seterusnya akan ia kerjakan.


[ Apa lagi rencana dari Arhad ini? ] fikir Hayanrihi sebagai bawahan sekaligus penyihir yang di percaya oleh Arhad.


*******


Di hari berikutnya lagi.


Keadaan masih sama, sekembalinya pasti beberapa orang terluka walau tidak banyak, karena bagaimanapun kasus kali ini hanyalah penyerangan kecil-kecilan. Sebab pertempuran yang sebenarnya masih ada jauh di depan sana, walau begitu harus tetap berhati-hati, tapi pertempuran yang sesungguhnya adalah makanan!.


" Danie?, apa kamu punya makanan lain?, perutku sudah seperti tidak ingin memakan itu lagi. Benar-benar tidak enak " rayu Keylin pada Danie yang sedang makan.


" Tidak ada " ketusnya.


" Bagaimana bisa?, selalunya kamu ada makanan yang tidak terduga " pujuk Keylin lagi.


" Oh...kali ini hanya daun ini saja, kemangi. Apa kamu mau? " Danie menunjukkan daun hijau yang rasanya memang harum dan wangi.


" Pelangi? "


" Kemangi!, harum dari kemangi ini akan membuat mulutmu segar. Itu yang aku yakini "


" Ini? " Mengambil sepucuk daun kemangi dari atas mangkuk Danie dan sedikit mencium aromanya, memang wangi namun ketika memakannya..


" Bwekk..., rasanya tidak enak "


" Pfftt.....orang yang baru tahu tumbuhan ini, tidak akan pernah menikmati apa rasa dari dalam daun ini.


" Tunggu satu jam lagi "


Tapi di jalan, terkadang rasa lapar juga akan datang.


" Ini waktunya prajurit kembali dari pengintaian, ayo berkumpul semua! "


" Bawakan handuk dan air hangat! "


Seru beberapa orang agar mempersiapkan diri dan membantu apa yang perlu di bantu.


" Pemimpin!, apa anda baik-baik saja? , para kesatria yang terluka... " tanya Barsi pada Elviniraz.


" Seluruhnya ada dua orang " jawab Elvin.


" Dan pundak orang ini terluka, tolong periksa "


Sambungnya lagi.


[ Elvin masih bisa bersikap tenang, sedangkan dia ] melirik ke arah Felix jauh di sebelah kirinya.


[ Felix justru bersikap serius. ]


" Jangan bengong!, dari tadi aku memperhatikanmu, kamu sedang menatap Felix dan pemimpin. Jangan-jangan kamu.! "


" Jangan-jangan kamu suka padaku " Goda Danie pada Keylin.


" Mana ada! "


" Ada, buktinya wajahmu memerah, dan tadi kamu bilang sedang memperhatikanku, bukankah kamu diam-diam menyukaiku?. Bukti yang kuat dan tidak bisa di sangkal "


" A, a..aahh....."


" Jangan sungkan, aku akan mendengarkan untaian dari ayatmu lagi. Bagaimana? "


Tutur Danie sekali lagi, sedikit menghoda gadis di sebelahnya yang biasanya terkenal percaya diri, namun sekarang ada sedikit malu.


" Su...sudah, makan saja dan jangan menggodaku lagi "


" ..........."


[ Hey!..., kenapa orang ini malah diam! ]


Detik hati Keylin, Danie yang seketika menjadi diam justru membuat dirinyalah yang ke ge er ran dikira Danie dulu yang menggoda.

__ADS_1


{ Ahahaha, tuan memang bisa saja membuat orang lain tertekan karena ucapannya sendiri }


[ Sesekali mempermainkan orang itu memang menyenangkan ]


{ Se..seram, apa tuan sedang ada di mode si iblis? }


[ Tidak, ini hanya ungkapan dari kesanku yang pertama ]


{ Pertama apanya, sudah ada kesan yang lain. Jadi bukan yang pertama }


[ Tunggu, sebenarnya kamu memggunakan sihir komunikasi di saat seperti ini itu karena apa? ] sadar tiba-tiba Everst berkomunikasi dengan dirinya, Danie segera menghentikan aktivitas makannya. Tapi karena di perhatikan oleh Keylin, ia segera merubah raut wajahnya yang tadi sempat serius.


{ Tidak ada apa-apa, aku hanya rindu dengan suara milik tuan }


[ Alasan konyol apa lagi itu ! ]


{ Harap tuan lebih berhati-hati }


[ Jangan meremehkanku, aku selalu berhati-hati ]


{ Lalu kejadian yang berlalu-lalu itu? }


[ Tidak ada alasan aku menjawab yang itu. Pergi sana, maskudku jangan berbicara padaku lagi untuk beberapa waktu ]


{ Cih, menyebalkan }


[ Kesalahan ini ada di kakimu/sayapmu. Kesalahan membuat kontrak denganku ]


Karena berwujud burung maka buka 'ditanganmu' jadi Danie mnggunakan bagian lain dari burung itu.


" Bagaimana raut wajahmu seketika terus berubah padahal dari tadi diam " tetiba Deepika bertanya.


" Itu urusanku, ada apa? " tanya balik.


" Pemimpin memanggilmu, dia menyuruhmu pergi ke tendanya "


[ Apa lagi ini? ]


" Baiklah, terima kasih sudah memberitahuku "


























__ADS_1


Apa yang akan terjadi selanjutnya--->>>>>


__ADS_2