Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
konflik dengan kekaisaran (2)


__ADS_3

Di tempat sebuah pondok pedalaman hutan.


" Hahaha.....kita berhasil, Jeremiara ratu kekaisaran Linstone. Apa pendapatmu mengenai aktingku tadi?, menakjubkan bukan?. " Tutur pria itu pada Jeremiara yang masih dalam keadaan pingsan.


" Lalu tuan putri Elvira yang cantik ini harusnya kujadikan apa yah?. Vani, bangunkan nona ini "


Pintanya sebelum pergi, pria ini adalah Ordon yang menyamar sebagai Danie agar menjadi bahan fitnah dan kebencian oleh kalangan bangsawan yang sudah mengenal baik dengannya.


Itukah rencana yang sedang dilakukannya.


" Baik ketua " jawab Vani. Vani ini seorang perempuan yang memakai topeng untuk menutupi wajahnya untuk menutupi identitas wajahnya sendiri. Yah...bagaimanapun yang dipanggik ketua tadi pernah melihat wajahnya vani.


Rambut orange bermata emas itu pergi dan kembali dengan membawa air segelas lalu ia guyur langsung ke Elvira yang sudah dalam keadaan terikat di kursi.


"Mwahh....hah!, siapa yang menyiramku! " Marah Elvira setelah sadar kalau sekarang dirinya sudah basah karena siraman air tadi yang tidak berperasaan.


" Padahal tadi aku akan sedikit menghores kulitmu yang putih itu dengan belatiku jika tidak sadar juga " tutur Vani.


" Apa!, kalau mau silahkan saja!, aku tidak takut! "


" Tidak, ketua menginginkanmu secara utuh " Vani meletakkan gelas tadi ke meja, lalu meninggalkannya pergi.


" Si..siapa ketuamu itu!, Danie berengsek itu ya! "


" Tanya saja sama ibumu itu "


Brak...( menutup pintu )


[ I..ibu! ]


" Ibu! , errh....ini kenapa malah di ikat! "


[ Danie, kenapa kamu melakukan ini padaku?! ]


Elvira mencoba memberontak untuk melepaskan ikatannya, namun rupanya itu bukan ikatan biasa, karena ada satu sihir yang tertanam di tali. Sehingga bagaimanapun tenaga yabg dikeluarkannya, maka tidak akan berpengaruh.


[ Tunggu....tapi suara perempuan tadi, kenapa aku merasa familiar dnegan suaranya itu?. ] Fikir Elvira tat kala masih memperhatikan ibunda nya terbaring di ranjang.


********


{ Tuan!, sepertinya ucapan anda benar. } dari atas terlihat kalau istana lebih dijaga secara ketat, yang berarti kemungkinan adanya penyerangan di dalam istana itu ada benarnya.


[ Aku merasa ada yang tidak beres. Lebih baik menghindar dari mereka semua dan mencari tempat sepi untuk masuk ke istana ]


" Awww.... "


Suara teriakan akan rintihan terdengar di telinga danie. Ia mencari ke asal sumber suara itu dan itu rupanya dari kamar Youri.


" Bawa aku kesana " Danie menunjuk ke arah jendela lantai dua kamar milik Youri. Kebetulan tepat disamping jendela ada pohon dengan ranting sedikit menjulur ke arah jendela, jadi ia segera turun dari punggung Everst dan melompat ke pohon.


SREKK....SREKK....


[ Dia seperti dalam keadaan kesakitan ]


Dengan memetik ranting pohon, ia patah-patahkan ranting itu menjadi bagian kecil. Setelah itu barula ia melempar tepat ke arah kaca jendela.


TLOK.....TLOK.....


[ Siapa sih? ]


Fikir Youri melihat ke arah jendela.


Dengan jalan tertatih-tatih, ia berusaha mendekat ke jendela.


" Siapa di sa- " ayatnya menggantung untuk sesaat.


" Ka..kamu!, apa..yang..ma..u kamu..la..kukan lagi! " Youri berhalan mundur dan ketakutan melihat orang yang ia temui di atas pohon.

__ADS_1


" Bolehkah aku masuk? "


" Ti..tidak!, jangan mendekat! "


[ Kenapa dia muncul lagi?! ]


Masih ketakutan dan karena tidak melihat kebelakang dan terus berjalan mundur, ia terjatuh setelah menabrak meja.


Suara itu lantas mengejutkan dayangnya si Alkis yang berjaga di luar kamar.


" Nona?, apa anda baik-baik saja?. " segera masuk ke dalam kamar karena cemas jika tuannya dalam kesusahan setelah mendapatkan luka di kaki kirinya.


" Ti..tidak, aku hanya tèrsandung "


Alkis membantu Youri berdiri dan mengantarnya ke kasur agar bisa istirahat.


" Apa perlu saya panghilkan tuan Yohanes ? "


" Tidak perlu, walau dia sudah bisa berjalan lagi, tapi aku tidak jngin mengganggunya " tolaknya dengan ramah.


" Buatkan coklat panas "


" Baik, apa saya panggilkan seorang pekayan untuk menjaga nona sementara waktu ? "


" Tidak, itu merepotkan. "


" Saya akan membuatkannya " Alkis segera pergi dari kamar Youri.


Untuk beberapa saat Youri berpikir keras.


[ Jika dia menginginkan sesuatu dariku lagi, kenapa harus minta izin masuk kamar? ]


" Youri ! " panggilnya lagi, suara yang sama dan orang yang masih sama yaitu Danie masih bersikukuh menunggu untuk mengizinkan dirinya masuk oleh pemilik kamar.


"........"


Karenaa masih hening, jadi Danie tidak ada pilihan lain selain masuk dengan paksa tanpa meminta izin dari Youri.


Namun reaksi ketakutan memang masih di pancarkan oleh Youri, dia hanya menggigil.


Ketika Danie hendak melangkah kenapa si Youri ketakutan, tiba-tiba Aklis datang yang sudah membawa nampan berisi minuman yang tadi di pesan oleh Youri.


" Akh..." pecah sudah gelas tadi.


" Pe- "


" Ssttt.... " Danie segera membungkam mulut Aklis.


" Diam, aku tidak akan menyakitimu "


Aklis mengangguk iya.


[ Kenapa pengkhianatnya ada disini? ]


Ketika melirik ke sampi kiri, ia menemukan Youri sedang menelan salivanya karena perasaan takut yang dialaminya sekarang.


" Jelaskan, apa yang terjadi? "


Tanya Danie pada Aklis yang masih bisa di ajak kerja sama lepas menurut untuk tidak berteriak.


[ Apa yang terjadi?, jelas-jelas orang jnj membawa ratu dan tuan putri ]


" Kenapa diam, Apa aku terlalu menakutimu?. "


"............"


[ Kamu memang sudah menakuti kami semua, jadi apa yang dia inginkan kesini? ]

__ADS_1


" Hahhh...... " Danie menghela nafas kasar sambil berdecak pinggang, sudut matanya melirik ke arah Youri dan gantian ke Aklis.


[ Dari reaksi mereka berdua yang takut denganku...aku bisa menebaknya jika ada seseorang yang menjadi diriku dan membuat onar disini. Eh... ] tidak sengaja Danie melihat perban melilir di salah satu kaki Youri.


[ Dia terluka ]


Jadi ia memutuskan berjalan mendekat ke arah Youri walau masih menunjukkan sikap takut, tapi Danie abaikan. Dirinya mulai mengeluarkan kekuatan suci untuk menyembuhkan lukanya itu, dan tidak ingin bertanya lagi jika mereka masih menunjukkan rasa khawatir.


" Kenapa setelah menyuruh temanmu menembak kami, sekarang malah berani menampakkan diri untuk menyembuhkan tuan putri? "


[ Menembak?, berarti...jangan-jangan! ]


" Siapa temanku yang kamu maksud! "


[ Apa dia berpura-pura bodoh? ]


" Gasphal "


[ Sialan, dia menemukan senjataku yang aku simpan di atas langit-langit kamar. Jadi benar ada orang yang menyerupai aku untuk melakukan aksi kejahatannya dan justru menimpanya padaku?. ]


" Hahhhhhh, aku mengerti situasinya. Apa tujuannya membuat keributan di istana? "


" Kau sudah membawa ratu dan tuan putri. Tangkap pengkhianat itu! " Perintah Yohanes pada bawahannya.


[ Dia juga sama mengira aku penjahat. Aku harus pergi ]


Dengan keberanian penuh, Danie segera kabur dengan cara melompat daei lantai dua dan berlari menghindar dari mereka, tapi rupanaya di bawah juga ada pengawal yang menjaga tempat itu.


Kwakk!


Datang salah satu temannya sekaligus Rivalnya yang setia yaitu Everst.


Karena keadaan yang terlihat tidak bersahabat dengan tuannya, maka dirinya berjaga di atap dan dengan waktu yang tepat Evsrts bisa menangkap tuannya terbang dengan mencengkram lengan Danie.


Kembali ke kamar.


" Apa kamu baik-baik saja? "


" Iya ayah, aku baik-baik saja "


" Apa yang tadi dilakukan bocah tengik itu! "


Tanyanya lagi namun sekarang pada Aklis.


" Di..dia sepertinya menggunakan kekuatan sucinya pada kaki tuan putri. "


[ Kenapa..., apa rencana yang sebenarnya dialakukan pengkhianat itu? ]


Fikir Yohanes.


*****


" Apa...tuan kesatria sudah menemukan pendeta Danie? " Tanya Tirack pada Caver.


" Tidak "


" Apa mau kir- "


" Tidak perlu, dia akan baik-baik saja " Sela Caver dengan cepat.


" Ba..baik pemimpin "


" Jika sudah, kita lanjutkan perjalanan "


Mereka semua pun akhirnya melanjutkan tujuannya, melintasi gunung-gunung.


[ Hehehe...apa rencana ku berhasil?. ]

__ADS_1


Seseorang tersenyum bahagia.


Perasaan yang kuat, ketika bisa menyelesaikan tugasnya.


__ADS_2