
Musim dingin telah berakhir digantikan dengan musim semi yang hangat, burung berkicau dan para serangga serta hewan lainnya mulai menampakkan diri.
Jam yang masih menunjukkan waktu 7 pagi namun di dalam kamar itu tidak ada satu pun orang bahkan si pemilik kamar.
Jam yang berdenting terus menunjukkan waktu verjalan tanpa henti.
Tik....Tok.....Tik....Tok......Tik....Tok.....
SRINGG........
Satu cahaya muncul dari dalam kamarnya Dania.
" HOSHH.....HOSHHH.....HOSHH....HOSHH..." Nafas yang begitu memburu, kedua lututnya serta tangan menyentuh lantai sambil mencoba mengatur nafasnya yang tak beraturan. Wajahnya bercucuran dengan keringatnya sendiri, pakaian yang dikenakannya juga di beberapa bagian sudah robek dan nampak lusuh.
Dua minggu yang sudah dilewatinya dengan penuh dengan kerja keras.
Kerja keras apa yang dimaksud?.
Setelah kali terakhir bertemu dengan Ishid, di malam harinya ia kedatangan seseorang si kepala emas. Dikala tidurnya ia di ganggu oleh orang tersebut dengan satu serangan mendadak, walau sempat menghindarinya namun yang tidak bisa ia percaya adalah sudah tidak ada di kamarnya lagi, tapi di tempat lain. Lain dari pada yang lain, terasa sunyi dan hampa bagai tidak ada kehidupan kecuali dua orang itu sendiri.
Entah dimana dia di pindahkan, tapi nyatanya di tempat tersebut ada satu istana yang sudah tidak utuh lagi, bangunan sebagai kota reruntuhan, pakaian zirah yang tergeletak di tanah, serta ada senjata para tentara yang di tinggalkan menancap di lantai tanah kota.
Kota mati, itulah yang di ingat Dania.
Kembali ke kenyataan yang ada.
Dania merasa tenaganya terkuras habis, untuk berdiri saja rasanya sudah tidak larat lagi dan lebih baik merebahkan tubuhnya di atas lantai sambil memandang langit-langit kamar.
" Hahahaha.......apa sebatas itu kemampuan bertarungmu? "
Satu orang yang sama muncul lagi tepat di atas kepalanya.
" Hosh....hosh...hosh....hahhh...."
[ Dia memiliki kekuatan yang hebat, bagaimana aku tidak capai jika aku terus melawannya dengan jarak dekat. Sedangkan dia hanya dengan sekali pikiran semua pedangnya langsung muncul keluar menyerangku ]
" Kampret- " Gumam Dania.
Pria yang sedang duduk itu adalah Lan-Caster, sesuai namanya dia adalah penyihir sekaligus ahli pedang. Dialah orang yang menyelamatkan Dania saat itu, sekaligus lawan bertarung selama dua minggu ini.
Walaupun dia adalah orang yang sombong dan selalu meninggikan derajat dirinya sendiri, tapi....rasa kesalnya Dania menghilang ketika melihat wajahnya yang cukup Handsome lah.
Kekuatannya unik, bisa mengeluarkan segala benda dari dalam dimensi termasuk minumannya saat ini.
Arogan, sombong, mulutnya yang pedas, tapi bijak. Jadi apa yang salah dengan orang ini?,
[ Dia lebih banyak tahu dari yang kutahu ]
Betul, Caster ini selain bisa melihat masa depan, dia juga bisa melihat masa lalu jika ia menyentuh lawan bicaranya.
Caster terlihat dua tahun lebih tua dari Dania, walau begitu Dania masih belum bisa menerima apa yang dilakukan orang yang mengaku sepertiga dewa itu.
Dia membuat realitas marmer dan membuat pertarungannya bisa sengit karena tidak masalah dengan apa yang ada di sekitarnya.
" Jika ada pertanyaan tanyakan "
[ Moodnya lagi baik tuh ]
" Bagaimana kamu bisa mengetahui aku hasil reinkarnasi dari dunia lain? "
" Pertanyaan bodoh " Caster menggunakan sihirnya dan mengeluarkan satu benda di tangannya. Benda tersebut ia baling tepat ke wajah Dania.
" Aku tidak perlu menjelaskan bagaimana aku mengetahuinya, kau sendiri juga sudah tahu. Kalung itu hadiahku untukmu, bandul kalungnya akan bergetar jika bertemu dengan seseorang dimana jiwanya dari dunia yang sama seperti mu. "
".............." Dania mengambil kalung itu dan menatapnya dengan seksama, kamudian ia melirik pria arogan di atas.
" Oh....di pertemuan malam itu, kau mengataiku pria bau darah, tapi apa kamu bukan wanita bau darah juga. Menghabiskan banyak keringat untuk menumpahkan darah orang lain itu sangatlah menyegarkan. "
" ......... "
" Aku sedikit beri peringatan, jangan menggunakan pedang itu lagi, putuskan kontrakmu dengannya dan carilah pedang yang sesuai denganmu. "
" Apa alasannya ? " Tanya Dania.
" Aku tidak akan berkata untuk yang kedua kalinya " jawab Caster, lalu perlahan tubuhnya menghilang bagai bersatu dengan udara.
WHOSSHHH..........
Angin dari pintu balkon yang terbuka secara langsung masuk kedalam kamar.
Sejuk dan menyegarkan, untuk orang yang sedang kelelahan akan mendapatkan rasa nyaman dan kantuk yang sesuai dengan kondisi tubuhnya seperti yang sedang dia rasakan.
_________________
[ Apa markas kesatria Kekaisaran ini lebih banyak? ] Dania saat ini pergi ke markas kesatria lain yang ada di sebelah timur. Ia berencana menemui orang bernama Ishid dengan dalih mencari kesenangan?. Masih banyak hal yang belum ia diketahui di kekaisaran Rovathia.
Dia berjalan menyusuri jalan sambil melihat-lihat sekitarnya, suasana yang hidup tanpa ada kendala ekonomi?, entahlah....kehidupannya kali ini berbeda dengan yang dulu, dulu ia bekerja langsung di istana utama tapi sekarang tinggal di istana schneider milik Duke.
Dinding yang tinggi dan kokoh, dilihat pun sudah jelas itu tempat apa.
Tidak ada yang menjaga pintu gerbang tempat keluar masuk orang-orang yaitu kesatria, jadi Dania tidak sungkan untuk masuk ke dalam.
Suasananya jauh lebih hidup, tidak monoton hanya lantai batu dan tanah, ada pepohonan dan bunga juga.
"..............."
[ Dimana semua orang?, apa aku harus bertanya pada pohon dimana si pemimpin bernama Ishid itu? ] Dia berjalan terus lurus lalu belok ke kanan, menelusuri koridor yang besar bagai istana, ada jendela di samping kanan dan kiri yang memperlihatkan orang-orang di sisi kiri tengah berlalu lalang mencari kesibukan dengan macam latihan,hingga pada akhirnya ia bisa menemukan pintu keluar dari koridor yang cukup panjang itu.
Sesaat Dania memejamkan sepasang matanya dan bergumam sembari mengambil nafas
" Hahhhhh........udaranya mengenakkan "
[ Udara akan bau para kesatria si pria eksotis ] kata Dania dengan gaya yang sedang menikmati lehidpan di dalam markas tempat para kesatria sedang latihan.
Klotak....Klotak.....Klotak.......
" ARRRGHH........, ISHID!, TOLONG AKU! "
Suara tapak kaki kuda yang berlari cepat sekaligus suara teriakan yang sedang meminta tolong.
__ADS_1
Hal itu menarik perhatian Dania untuk menoleh ke samping kanan, terlihat satu orang wanita tengah ketakutan menaiki kuda yang sedang berlari cepat dan tidak terkendali sebab posisi si penunggang yang salah, tinggal 20 m lagi kuda itu akan menabrak dirinya.
Namun satu orang laki-laki yang juga menaiki kuda dengan kecepatan yang sama datang hntuk mengejar dan...
Menangkap tubuh wanita itu dan berhasil menyelamatkannya dengan memeluknya dan membawa ke atas kuda miliknya itu.
" Nona!, awas! " teriak salah seorang yang melihat Dania sedang berdiri tepat di jalur kuda itu..
DEG...( Memori ketakutan yang menyakitkan karena kejadian saat masih kecil )
' Awas!, dibelakangmu! ' Teriak Rofin pada Ruby, ia menoleh ke belakang dan menemukan satu kuda.....menerjang ke arahnya dan menabrak dirinya sampai terseret 10 meter ke belakang.
[ Padahal ini tubuhku, kenapa tidak bisa bergerak? ] Dania menunduk ke bawah, kakinya gemetar sendiri padahal dirinya tidak merasakan ketakutan tapi tubuhnya seperti mengingat dengan jelas peritiwa yang pernah di alaminya ketika dahulu, namun yang harus di waspadai adalah kuda di depannya.
Tidak ada waktu lagi, Kesatria Sieg yang kebetulan ada disitu langsung berlari ke arah dimana Dania berdiri dan terpaku.
Klotak.....Klotak.....Klotak....Klotak......
7 meter, 4 meter, 3 meter. Jarak kuda semakin dekat.
Sieg berlari semakin dekat ke tempat Dania.
Dania menenung kuda itu.
[ Mana bisa aku mati di tabrak kuda! ]
" RIKHEL! --......" Dania berteriak.
" KAMU! -- " Sieg melompat ke arah Dania
" LOMPAT! " sambung Dania....
dan
" BE--....GO " Sambung Sieg setelah Dania berada di pelukannya lalu...
BRUKKK.......( Sieg dan Dania terjatuh bersama )
SYUHHHH.......( Di saat yang sama kuda itu melompat tinggi, melewati kesatria Sieg dan Dania yang berada di tanah dan saling berdekatan )
Semua orang memandang dengan tatapan SYOKKK......!
Lalu perhatian mereka perpindah pada Kesatria Sieg dimana dia baru menyelamatkan seorang gadis dan sekarang saling bertatapan.
BLLLRRRR..........( Dania memandang Sieg dengan tatapan membunuh bak nak makan orang )
" Sieg, lepaskan nona Dania " tutur Claporth, ketua dari kesatria Schneider.
" Ah...Maaf " Sieg segera melepaskan Dania dan berdiri.
" Maaf saja tidak cukup, dengan caramu menyelamatkannya justru beliau sekarang terluka " Peringat Claporth pada Sieg.
Walaupun memang Sieg menyelamatkan Dania, namun dari pengamatannya sebab kuda tadi betulan melompat tinggi, jika Sieg tidak datang justru suatu keberuntungan sebab tidak akan terjadi apa-apa, namun sebab Sieg datang dan langsung menerjang Dania yang katanya untuk menyelamatkannya, justru akhir daei tindakannha Dania terluka di lengan kanannya.
Terbukti dari baju yang robek alias berlubang karena goresan dengan tanah.
" Yunifer mau turun? "
" Ya " Dengan penuh kelembutan, Ishid turun daei kuda lalu membantu Yunifer.
" Apa..kamu tidak apa-apa ? " Khawatir dengan perempuan yang menjadi korban perbuatannya.
" Iya "
" Nona!, anda terluka. Jangan berkata tidak apa-apa " ucap Claporth dengan tegasnya.
" Apa!, dimana?, biar aku sembuhkan " Yunifer mencari luka yang di dapati Dania, kemudian menyembuhkannya dengan kekuatannya.
[ Dia healer juga?, dia bersama dengan pria itu lagi, keduanya terlihat sangat dekat. ] Dania sedar kalau sedang di perhatikan Ishid, tidak...tapi sedang memperhatikan wanita desampingnya (Yunifer).
[ Wajahnya sudah menunjukkan, dia terosebsi dengan wanita ini ] benak hati Dania.
" Yah....rambutmu kotor, baju juga. " Ujar Yunifer.
" Ikut aku, aku yang salah aku harus menebus kesalahanku "
[ Padahal Yunifer tidak harus menebus kesalahannya, dia yang tiba-tiba muncul. ] fikir Ishid.
" Kebetulan aku bawa baju ganti, kamu bisa meminjam punyaku " Tawar Yunifer.
[ Apa?, Yunifer mau meminjamkan baju padanya? ] Ishid tidak mau tinggal diam, sebelum Yunifer meminjamkannya baju, Ishid memerintah satu orang bawahannya untuk mencarikannya baju untuk dipakai Dania.
Dania bersma Yunifer pergi ke satu tempat, dimana dia dia bisa membersihkan diri.
____________
" Ishid, kenapa Ishid malah memberinya seragam ? "
" Saya tidak mau baju Yunifer di pakai dia "
" Itu kan baju saya sendiri, kenapa Ishid yang tidak suka?. "
[ Apa dua orang ini selalu memperdebatkan hal sepele juga ? ] Awalnya Yunifer lah yang ingin meminjamkannya baju pada dirinya(Dania) namun ada satu orang yang tidak merelakan Yunifer meminjamkannya baju pada orang lain, dan justru malah Ishid memberikan Dania seragam kesatria.
[ Boleh juga, aku tidak suka memakai rok apalagi gaun. Ini jauh lebih nyaman, tapi....... ] memperhatikan dirinya sendiri memakai pakaian kesatria dari cermin, lalu ia memutar tubuhnya ke belakang dan mengalihkan pandangannya ke dua insan yang masih beradu mulut itu dengan seksama.
"................."
" Ini kan salah saya jadi saya ingin menebusnya " tutur Yunifer.
" Apa sekarang Yunifer sedang marah kepada saya? " tanya Ishid.
Sepasang matanya menatap Yunifer dan terus gantian menatap Ishid.
" Ohh~............ "
tetibe diam-diam Dania tersenyum, kini ia tahu siapa kedua orang itu, Ishid dan Yunifer dan alasan kenapa bandul di kalung yang dipakai selalu bergetar ketika di dekat Yunifer.
" Sudahlah, saya lebih nyaman pakai pakaian seperti ini dari pada menggunakan gaun " Sela nya di tengah-tengah perdebatan Ishid dan Yunifer.
__ADS_1
" Benarkah? " Terkejut Yunifer jika pakaian yang sedang dipakai Dania tidak di permasalahkan oleh si pemakainya.
Yunifer Magnolia salah satu penyihir air yang mencintai Ishid Lucrenze seorang kesatria sekaligus bangsawan Grand Duke Lucrenze. Ishid Seorang penyihir api yang masih hidup, lalu Yunifer adalah penyihir air yang menjadi kekasih Ishid.
[ Tapi Yunifer yang ini adalah Orang yang berbeda dari kisah novel yang asli, aku sempat membaca novel ini dan jiwa Yunifer ini bukan dari dunia ini. Pantas saja selain merasa familiar bandul kalung ini selalu bergetar setiap kali dekat dengannya. Jadi apa aku termasuk tokoh dalam salah satu novel yang tidak aku ketahui? ]
Otaknya terus berputar dengan berbagai macam hal yang sudah dilewatinya selama ini, walau terasa tidak masuk akal, namun nyatanya sekarang ia masih hidup dan berdiri di dua tokoh utama di salah satu novel yang pernah dibacanya.
[ Sebentar lagi akan ada ekspedisi, Yunifer dan Cania juga ikutan padahal Ishid merencanakan untuk memisahkan kedua perempuan itu. Apa ini permainan juga?, aku tidak mau memikirkan kenapa bisa bertemu dan berurusan dengan mereka, aku akan menjalani apa yang ingin aku jalani. ] ia memejamkan matanya sesaat, lalu Dania berjalan menuju meja dan kembali dengan membawa sepucuk kertas yang digulung dan memberikannya pada Ishid.
" Apa itu? "
[ Dia menyetujuinya? ]
" Formulir pendaftaran "
" Eh...bukannya ada ujian masuk jika mau menjadi kesatria? " Tutur Yunifer.
Kata kesatria lantas menyadarkan Yunifer sendiri.
"...EHHHH...~...Anda ingin menjadi kesatria? "
[ Padahal belum ada satu perempuan pun yang menjadi kesatria, dan kalaupun ada juga di khususkan sebagai Healer seperti Cania, tapi Cania mundur dari pasukan kesatria. Dia tokoh yang tidak ada dalam novel, apa setelah aku masuk ke dalam dunia novel justru dialah yang akan menajdi pasangan Ishid? ]
" Iya, Ini juga pertimbangan lepas dua minggu lalu karena tuan Ishid sendiri yang merekomendasikan saya, apa ada masalah? " jawab Dania dengan bahasa formal.
[ Eh....Ishid sendiri yang menginginkan dia masuk?. ] ditatapnya Yunifer dan Dania secara bergantian.
" Tidak....tidak, itu kesempatan yang tidak boleh di biarkan, dengan begitu pasukan Ishid bertambah kuat " ucap Yunifer dengan tersenyum.
" ........... " Ishid hanya memandang Yunifer tanpa berkata apapun.
" Tapi saya harus kembali bekerja lagi, Ishid tidak apa kan saya tinggal? " Yunifer
" Mau saya antar? "
" Tidak perlu, saya kan bawa kereta kuda juga " kata Yunifer.
" Kalau begitu Yunifer hati-hati dijalan "
" Dadah Ishid "
BRAKKK......
Pintu pun akhirnya tertutup.
Tanda kepergian Yunifer juga sudah dimulai, hanya tinggal Ishid dan Dania.
" Apa anda tidak membawa baju ganti? "
" Kejadian tadi juga tidak terduga, dan lagi pula saya memang tidak pernah membawa baju ganti " Dania mencoba menggulung lengannya yang terlalu panjang.
" Saya ingin melihat kemampuan anda besok pagi, jadi anda datang lagi kesini. Sekarang anda bisa pergi atau jika anda ingin melihat tempat ini silahkan "
" Apa tidak masalah jika saya membawanya pulang? " Pulang dengan memakai seragam, apa lagi seragam kesatria dan satu lagi yang memakai wanita.
" Saya akan meminta satu orang untuk membelikan anda baju " Ishid.
" Pastikan Kesatria Sieg yang membelikannya "
[ Mana lagi dia mengataiku bego ] perempatan siku muncul di dahinya, masih tidak terima dengan kalimat Bego yang di lontarkan langsung oleh kesatria Sieg, dan lagi sudah membuat dirinya kotor gara-gara tindakannya yang sembrono itu.
[ Oh dia Sieg yang mendorongnya ya?. ]
Ishid pun mengangguk tanda iya, lalu Dania permisi keluar untuk jalan-jalan dengan dalih menunggu Sieg datang membawa bajunya.
______________
" Kesatria Sieg, ketua ingin anda membelikan baju untuk nona yang tadi anda selamatkan itu " tutur salah seorang kesatria yang di utus oleh Ishid untuk menyampaikan permintaannya kepada Kesatria Sieg.
" Iya " Hatinya berkata tidak.
Tapi kesalahannya sendiri membuat mengotori baju wanita.
Sieg pun pergi keluar untuk mencari pakaian atau gaun yang sesuai.
Tapi sebab Sieg ini laki-laki, pelayan toko mengira dia akan membelikannya untuk pacarnya.
Kembali ke markas.
" Suasana hati ketua seketika bisa berubah begitu "
" Apa beliau mau menyalahkan kuda dan memenggal lehernya(kuda) ? "
" Ya kamu tau sendiri, pacar ketua hampir jatuh dari kuda "
" Tapi pacar ketua juga salah, kenapa memeluk leher kuda padahal sudah berlatih beberapa kali "
" Pstt...diam, ketua melihat kita tuh, auranya sampai kesini lagi "
Kedua orang yang tidak sengaja melihat Ishid dan sempat bergosip akhirnya pergi meninggalkan Ishid dengan kuda tadi.
Tapi di perjalanan pun keduanya masih berbicara membicrakan kejadian tadi siang.
" Tapi nona itu juga baru pertama kali datang kesini, kenapa bisa tahu kalau kuda yang hampir menabraknya bernama Rikhel? "
" Bodoh, memangnya kudanya kita kurung terus?. Mungkin saja dia pernah mendengar salah seorang dari kita menyebut nama Rikhel ketika kuda itu di luar "
" Hei!, kamu juga bodoh, kalau nona itu memang pernah bertemu dengan kuda yang tadi, berarti nona tersebut bisa mengenali satu di antara ratusan kuda yang bahkan ciri fisiknya sama semua? "
" Oh iya ya?. "
______________
Ujian?, ujian yang tidak pernah dibayangkan Dania sendiri.
Lalu sieg yang menjadi panitianya?.
Ke sia-siaan waktu yang digunakan Dania hanya untuk satu karung goni kelereng.
__ADS_1