
[ Du..dua orang ini, kenapa tiba-tiba mengeluarkan aura yang sangat menekan? ]
Jerome benar-benar tidak tahan dengan aura mematikan dari kedua orang di depannya.
" Kamu- " ucap Danie dan sengaja menggantung.
" Bersihkan kembali sebelum aku menghukummu dengan latihan tanding "
Felix melanjutkan ayat Danie yang menggantung itu dengan nada datarnya, bagaimana tidak, usaha Danie membersihkan lorong itu sudah dinodai oleh sepatu Jerome yang kelewat kotor.
Entah darimana Felix mendapatkannya, ia langsung melempar alat pel dan menyerahkan ember yang sudah berisi air pada Jerome.
" Dari sini kamu pel sampai ke pojok itu "
" Ba..bagaimana aku bisa keluar? " Jerome
" Tunggu sampai kering "
[ Yosh...ternyata dia orang yang adil ]
Danie mengabaikan keluhan Jerome, lalu Jerome mulai mengepel dari arah berlawanan.
" Hah...sialnya " gerutu Jerome, pagi-pagi sudah dimintai untuk mengepel.
Dalam beberapa hal Danie dapat menilai orang bernama Felix itu.
Selain tegas dan kesatria yang memiliki daya tempur yang tinggi walaupun agak sombong, namun dia bisa adil dengan orang disekitarnya.
Awalnya Danie mengira akan menyuruh dirinya mengulang kembali dari awal, namun nyatanya lantai kotor yang dibuat Jerome maka Jerome sendiri yang harus membersihkannya.
Selain itu agar tidak menghapus separuh usaha Danie menjadi sia-sia Felix justru menyuruh Jerome mengepel dari kotoran telapak sepatu yang terakhir sampai ke tempat dimana Jerome mengawali langkahnya yang telapak sepatunya kotor.
Bukankah itu adil, sehingga Jerome harus menunggu lantainya benar-benar kering sebelum bisa keluar dari lantai dua itu.
Tinggal satu lantai lagi ia sudah bisa selesai mengerjakan hukumannya?.
Anggap saja begitulah, intinya Danie bisa melaksanakan tugasnya dengan baik.
" ............ "
".............? "
[ Ini orang, kenapa wajahnya memasang wajah serius ]
" Aku tidak akan kabur, santai saja "
"............"
Danie menghela nafas dengan kasar, selama hidupnya baru kali ini diawasi dan bukan mengawasi.
__ADS_1
*****
" Eh kamu lihat, siapa yang semalaman kena hukuman membersihkan semua asrama ya? "
" Menurut sekali seperti anjing, kalau dirumahku ada dia pasti ibuku akan senang, ketimbang memelihara anjing memelihara anak ingusan itu pasti bagus apatah lagi jika dibeli dengan harga lebih murah dari membeli anjing "
" Hahahahah......idemu bagus juga "
" Tapi rupanya hukamannya itu karena ulah dia sendiri yang berani kabur dari akademi ini "
" Anak miskin pasti tidak ingin meninggalkan ibunya, jadi beberapa kali berusaha kabur namun akhirnya tetap kembali "
" Yo...kamu benar, dari baju yang pertama kali pakai saja sudah kelihatan dia memang anak miskin "
" Apa sekarang dia dihukum untuk bekerja sebagai di kantin? "
" Bukankah dengan begitu dia bisa melayani kita? "
Kebetulan Danie memang mengunjungi kantin untuk sarapan pagi, dan rasa kenyangnya sudah dipenuhi dulu oleh celoteh tidak berguna itu.
Malas berkomentar, karenam sudah...
[ Mengantuk tingkat dewa....... ]
" Untuk makan saja rasanya sudah tidak lapar "
Bisiknya, dengan membawa nampan berisi nasi, dan beberapa lauk sederhana.
Satu suap demi satu suap, ia paksakan agar perutnya terisi.
" Makan dan mengisi perut, dan kegiatan ini selalu terulang setiap harinya. Apa gunanya hidup jika selalu mengulang kebiasaan membosankan ini " Ucao Danie dengan senyuman terpatri di wajah sambil memandang sendok yang sudah terisi nasi dan lauk,lalu ia membuka mulutnya, kunyah, lalu telan,.
" Sudah "
Mengela nafas secara berat.
" Ahhh- "
Setidaknya setelah beristirahat selama 4 jam ia dapat sedikit demi sedikit memulihkan tenaganya, tapi disisi lain satu orang sudah bersiap untuk memberikan arahan pada Danie, siapa lagi kalau bukan Felix.
" Haha....tidak disangka kalau kamu bersedia membuang waktumu hanya demi mengawasiku " setelah mengucapkan hal barusan, Danie mengisi kembali mulitnya dengan makanannya.
" Tidak juga, karena mulai sekarang kamu harus diberikan latihan dasar, setidaknya aku bisa mengulang latihanku juga "
[ Dia pandai membalikkan kalimatku ]
" Baik..baik, pelajaran seperti apa untuk pemula sepertiku? "
Felix yang tadinya bersender di dinding sebelah, mulai berjalan menghampiri Danie yang duduk di pojokkan.
__ADS_1
" kamu akan tahu nanti "
*******
Di dalam ruang latihan, puluhan orang mencoba bela diri masing-masing dengan melawan temannya, untuk mengetahui sudah setingkat mana ilmu yang sudah mereka gali selama ini, namun ada satu orang sedang dilatih langsung oleh orang terkiat di Aka demi kesatria suci Abner yaitu Felix, Felix yang sudah mengalahkan Randolph beberapa hari lalu masih menyisakan gosip akan pujian yang Felix terima sampai saat ini.
Tetapi kita ketepikan Felix itu, dimana sekarang dia sedang berlomba melakukan push up dengan Danie yang bagi mereka disana merupakan seorang murid pemula.
Push Up tercepat dan terbanyak untuk waktu 2 menit.
Hasilnya cukup berbeda jauh, 60 : 100.
Setidaknya tidak mengecewakan Felix, setelah push up Danie diberi perintah untuk lari 100m, Squot Jump dan masih banyak lagi.
" Sudah....aku sudah tidak larat melanjutkannya " Danie terkapar di lantai dengan wajah yang sudah berkucuran air keringatnya sendiri.
" Ini sudah diluar kemampuanku " lanjut Danie.
" Begitu saja sudah lelah , bagaimana kamu akan menjadi kesatria! "
" Yang menyuruhku jadi kesatria itu siapa? "
Tidak habis pikir sebenarnya peraturan akademi disini itu bagaimana?, memasukkan murid baru tanpa tes apapun dan justru hanya karena dikira kunjungan yang lalu dirinya dianggap murid baru.
" Ketua Hyde sendiri, jadi tidak usah membantah "
" Apa tidak apa-apa menculik pendeta macam saya? "
" ............ "
"....?....."
" Tidak mungkin ka- "
" Waktunya istirahat ! " seru sorang pelatih yang ada baru saja datang.
Mendengar kata 'Istirahat' Danie bergegas berlari keluar dari ruang latihan.
Tidak mempedulikan orang yang dari semalam mengikutinya( Felix) , ia terus berjalan cepat menuju kamarnya.
Apa yang dilakukannya?..
Waktu istirahat siang hanya satu jam saja, dari pada digunakan untuk bersantai apa lagi bergosip, ia memutuskan menggunakan waktu jam istirahatnya untuk tidur.
Dalam beberapa hari ini dia benar-benar tidak dapat menemukan waktu untuk tidur sepulas-pulasnya.
[ Aku lelah, tidak ada yang mengerti dengan ku, itulah yang seharusnya terjadi kan?. Dengan begini tadak akan yang tahu kalau terkadang didalam hatiku menangis...karena tidak ada yang tahu siapa diriku. Melewati hari demi hari dengan tatapan orang yang menatapku aneh?...tidak masalah, hanya satu yang aku inginkan....menjauhlah dari ku, aku benar-benar ingin sendirian. Melelahkan...., aku ingin ketenangan, seandainya ada teh hijau............ ]
Lama kelamaan Danie tertidur, ia tertidur dengan sedikit mengalirkan air mata.
__ADS_1
Tidak ada yang mengetahui kalau hatinya benar-benar merasa sendirian, banyak yang mencemooh dan tidak suka dengan dirinya adalah hal yang setiap hari ia dengar, karena ia juga seorang manusia, jadi walau diluar nampak biasa saja dan tegar, namun hatinya menangis....yah...menangis adalah hal yang bisa dilakukan semua orang, seperti dirinya yang sekarang, dengan tidur pasti bisa melupakan segala hal yang ia dapati di hari ini.