Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Burung dan Ular


__ADS_3

Satu jam kemudian,setelah memberikan pengobatan pada suami Bassie,akhirnya misi menyelamatkan sebagai sesama perempuan bisa selesai. Sedangkan orang yang mengancam Bassie sudah dibawa ke para penjaga dan memberikannya sebuah sepucuk surat.


Sekarang tinggal beristirahat saja.


"Apa yang kamu lakukan dini hari begini?"


MERINDING....


[Suara yang seakan-akan membawa hawa dingin dipagi buta,bahkan tanpa melihat pun aku sudah mengetahuinya]


"Ah...Halo"menoleh kebelakang dan menemukan Duke Willard.


"Aku tanya apa yang sedang kamu lakukan"tanyanya sekali lagi.


" Ah...,suami dari pelayan bernama Bassie sedang sakit,jadi aku hanya membantunya" Ucap Danie pada Caver.


[Dari pada itu,dia pasti sedang mencurigaiku kan?,aku keluar dini hari begini ke istana bagian timur sudah kelihatan seperti mata-mata]


《 TAPI KAMI KAN KENALAN 》


"Bisa besok"


"Ini karena beliau sudah hampir sekarat"


Kukuluruyukkkkkk...........


[ Cepat sekali..! ]


"Se..pertinya saya harus kembali ke asrama,semoga hari tuan kesatria menyenangkan!"Danie segera pergi berlari sembari mengucapkan kalimat tadi.


Dan meninggalkan Duke Willard sendirian disana.


***


"Huh...huh..huh..."Dengan nafas memburu,Danie pun berfikir


[ Karena ulah mereka bertiga,aku tidak bisa tidur. Everst! ]


{ Hmm? }


[ Apa-apaan dengan jawabanmu itu,kemari dan bantu kembalikan ular ini ke asalnya ]


{ Ya..baik..baik,ingatkan tuan sendiri yang mengembalikan ketempat asalnya}


Dalam waktu 5 menit,Eversrt pun akhirnya datang.


"Jangan takut,dia tidak akan memakanmu. Kalau dia akan memakanmu,patuk saja leher burung ini " Danie melepaskan ular hitam tersebut,lalu berpindah dari pergelangan tangannya ke leher Everst.


Ular tersebut mengangguk.


Perlahan ular itu melilit leher Everst.


{ Jangan mencekikku! }


Sang ular hanya Mendesis....Sssttt...


[Aku tidak mau dicurigai orang jika ada ular denganku. Kau bawa dia ketempat asalnya.]


{ Yaya...apa tidak mau memberiku bonus makanan lezat? }


[ Bukannya kau bisa mencarinya sendiri?,siapa suruh membuat kontrak denganku tanpa seizinku. Pergi,sebelum ada orang lain yang tahu ]


Sang burung mengibarkan sayapnya,dua kali kepakan langsung bisa terbang,pergi menjauh lewat jendela kamar.


Perbincangan dua hewan pun terjadi di langit pagi.


Ssssttt...ssssttt...." Dia beneran tuan mu? "


Kwakk..kwak.... " Ya, memangnya kenapa? "


Ssstt....ssssttt.... " Dia cantik juga "


Kwakk...kawakk... " Bagaimana kau bisa tahu dia wanita? "


Ssstt....ssttt.... "Aku kan ular,aku bisa langsung bisa melihat antara dia pria ataupun wanita dengan mudah,dilihat saja sudah ketahuan,apalagi sudah berdiam di pergelangan tangannya?,nadinya juga tentu berbeda dengan laki-laki."


Kwakk...kwak..."Terlalu banyak omong kosong"

__ADS_1


Ssstt....sssttt....." Jangan merendahkanku burung ******!. Aku bisa saja mematukmu "


Kwakk...kwakk...." Apa !,burung ******!,sialan lintah darat !"


Kwakk..kawkakk....kwakk...kwakk...


Ssstt....ssssttt.....sssttt.....


Kwakk..kwakk..kwakk..


Si ular mengeratkan tubuhnya ke leher Evers,membuat Everst tercekik dan tidak bisa membuatnya stabil untuk terbang.


Semua orang yang tidak sengaja melihatnya,langsung terpegun.


"Apa yang terjadi dengan burung itu? "


Ucap salah seorang yang melihat atas peristiwa pertengkaran antara burung dan ular.


Kwakk...kwak...."enyahlah dari leherku!"masih tercekik.


Jadi Everst memutuskan untuk terjatuh sembari memutar meliuk-liuk ketika turun dengan kecepatan tinggi.


Ssstt..."pusingnya kepala aku"


Tubuh ular terlepas dari leher Everst.


"Kau mau membunuhku yahhh.....aaaaaaaaa"


Kwakk..." Gawat!,nanti aku bisa dimarahi tuan"


Sebelum ular hitam jatuh menyentuh tanah,Everst lebih mempercepatkan terbangnya dan ....


BYUSHHHHH............


"Aahhh....." All semua orang yang melihat kejadian dua hewan yang merupakan salah satu dari rantai makanan.


Kepakan sayap lebarnya membuat tanah berterbangan dan mengganggu jarak pandang semua orang.


Di saat yang bersamaan tepatnya didepan kamar mandi.


BRUKK.......


[ Apa yang dilakukan burung itu?,membuat kepalaku terasa pusing,dan memori tubuh ini...tidak biasanya muncul mendadak disaat aku tidak ingin mengingatnya. Tapi rasanya aku ingin tidur ]


Disaat keadaannya hanya ditutupi dengan handuk dan terbaring dilantai,dan padahal ingin tidur sebentar untuk meredakan rasa pusingnya tapi tidak bisa ia lakukan.


Saat hendak memejamkan kedua matanya...


Tok...tok...tok...


Karena malas menjawab,orang yang mengetuk pintu itu mengira kalau didalam kamar tidak ada orang.


"Apa tidak ada orang yah?"perlahan knop pintu berputar.


Danie terbelak kaget,jadi dengan pantas Danie berdiri lalu berlari kencang sebelum pintu yang tidak terkunci itu terbuka dan identitas aslinya terbongkar.


BRAKK.......(Mendorong pintu dengan keras sehingga tertutup kembali)


"Tunggu,tunggu...apa yang kamu lakukan didepan kamarku?"


"Ah..maaf,aku kira tidak ada orang. Ada seorang wanita mengantarkan pesanan untukmu,namanya Lady Ellora."


"Ah..baik..letakkan saja di depan pintu"


"Oh..baiklah"dengan menurut,ia langsung meletakkannya begitu saja di depan pintu Danie.


Selang beberapa saat,lepas menggenakkan pakaiannya Danie pun membuka pintunya kembali dan segera menutup pintu kamarnya.


Ada satu bag paper,di dalamnya berisi dua kotak dalam warna yang berbeda.


Kedua kotak itu ia buka dan terlihat ada dua pakaian yang seminggu lalu ia pesan.


Tiba-tiba ada sehelai kertas terjatuh di lipatan pakaian miliknya.


-----------------------------------------------------------------------


Tuan Danie?,apa hasil jahitanku sangat bagus?,aku yang melihat hasil rancanganmu saja sudah sangat takjub. Tapi aku baru sadar,gaun yang anda pesan pasti khusus untuk seseorang yang anda cintai. Anda tidak perlu membayar,tapi sebagai gantinya maukah anda mendesain dua rancang sketsa pakaian untuk pria dan wanita lagi?,karena tidak bisa membuat membuat pakaian yang sama. Jika bersedia maka mampirlah ke toko ku lagi,aku akan selalu menunggumu tuan Danie.

__ADS_1


Lady Ellora


----------------------------------------------------------------------


"Hhhh.....aku akan memikirnya lain kali saja,kepalaku saja pasih pusing".


Merapikan baju baru yang sudah dipesannya lalu ia simpan di lemari.


Sedangkan yang satunya lagi di ia meletakkannya kembali ke dalam bag.


****


"Nona,ini ada hadiah untuk nona?"


"Hmm...bukankah hari ulang tahunku sudah lewat 9 hari yang lalu?."kata Youri di dalam kamarnya.


Ia sedang duduk santai tepat di tepi jendela sembari merapikan kukunya ia juga sedang melihat pemandnagan dari lantai tiga itu.


"Letakkan saja di meja,oh...buatkan aku teh"


"Baik nona"


Si pelayan pun pergi,meninggalkan hadiah tadi di atas meja.


Ia hanya mengabaikan hadiah itu,karrna semua hadiah yang didapatinya adalah benda dan barang yang sudah biasa.


"Youri!,apa kamu didalam?,kalau iya aku masuk"


[Elvira-]


Youri bergegas turun dari tepi jendela dan setelahnya pintunya pun terbuka,datang si Elvira, Kakak sepupunya.


"Tidak biasanya kakak datang kekamar saya"


"Jangan terlalu formal padaku. Aku tidak suka pembicaraan formal dengan usia kita yang tidak terpaut jauh "Elvira berjalan mendekat ke sofa lalu ia duduk disana tapi pandangannya teralihkan ketika melihat bag paper tergeletak dimeja.


"Hadiah dari siapa lagi ini?"


"Saya belum membukanya,jadi tidak tahu dari siapa"


"Kalau begitu biar aku yang membukanya"


Dibukalah Paper bag dan membuka kotak yang membungkus isi dari hadiah Youri.


"Gaun...ini..!"


"Wahh....cantik sekali!"


Tidak sengaja Youri melihat seutai kertas di dalam kotak tadi,segera ia ambil untuk di baca.


----------------------------------------------------------------


Tuan putri Youri,karena saya tidak dapat datang di pesta anda dan waktu juga sudah berlalu,jadi saya memberikan gaun ini untuk anda. Tidak peduli sudah berapa hari telah terlewati,setiap hari merupakan waktu yang sangat berharga bukan?.


Tidak tahu apakah cocok dengan selera tuan putri,harap bisa menerimanya.


Danie(A)


-------------------------------------------------------------------


[ Ini untukku?,terima kasih. ] Youri tersenyum karena terharu,walau dihari itu sangat kecewa,kekecewaan itu sudah terbayarkan karena pahlawannya memberikan hadiah untuknya.


"Errr........."terpegun ketika pandangannya teralihkan oleh Elvira yang sedang mencoba gaun miliknya.


"Youri..,i..ini..gaun...ini terlalu sesak....kenapa kecil...tidak..muat ditubuhku"kata Elvira dengan penderitaannya karena gaun yang dicobanya tidak muat sama sekali di tubuhnya.


"Karena gaun ini bukan untuk kakak"jawabnya dengan selamba,akhirnya Youri membantu melepaskan gaun dari tubuh Elvira yang sedikit lebih besar darinya.


Setelah beberapa saat,akhirnya bisa terlepas walaupun harus sedikit menggunakan tenaga.


"Siapa yang memberimu hadiah itu?" Elvira mulai memakai kembali baju miliknya yang sebelumnya.


"Ah...kekasih kamu yah?"


"Bu..bukan,ini..dari tuan Dan"


"Stop..stop..stop..jangan menyebutkan nama itu lagi ketika dihadapanku"

__ADS_1


[Ternyata kakak ini masih belum melupakan perkara yang itu]


__ADS_2