Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Menculik [ Konflik dengan kekaisaran ]


__ADS_3

Disisi lain....


Matahari yang sebenarnya sudah melewati jam siang itu masih saja tertutup oleh awan gelap.


Di lereng hutan bersalju itu terdapat satu orang yang duduk dengan tubuh terikat kencang di bawah pohon(batang), namun orang tersebut dalam keadaan tidak sadarkan diri.


Namun lebih dari itu, dibajunya terdapat noda darah dan ada satu kepala hewan tergeletak di atas pangkuannya, itu adalah kepala serigala.


Dari kejauhan beberapa segerombolan serigala berlari menuju ke arahnya.


Air liur dari mulut serigala sudah mengalir keluar dengan lidah menjulur seperti kelaparan.


WAARRGHHH...........


HAHHH..HAHH....HAHH....HAHH....


Para serigala kelaparan itu perlahan berjalan mendekat, dimana tubuh, kepala anjing dan seorang manusia ada tepat didepan matanya.


Rasa laparnya tidak dapat ditahannya lagi, membuat ke empat serigala tersebut berlari dan mulai menyerang.


WARGGHH.........(Berlari dan mulai melompat)


KWAKK.....


Tetibe datang satu burung menyerang satu-persatu serigala dengan cakar di kakinya.


Serigala tersebut juga tidak tinggal diam dan menyerang balik burung elang tersebut dengan cakarnya juga dan sesekali mengaum untuk menggigit.


{Tuan!, cepat bangun!}


[...................]tidak merespon


Kwakk.....kwakkk......kwakk.......


Aaaauunnggghhhhhh............( seru sang serigala)


Burung tersebut adalah burung kontrak milik Eldania si Everst.


Ia tidak ingin kalah dengan serigala itu, jadi Everst menyerang langsung dibagian mata, membuat mereka semua kehilangan kendali dan mengaum kesakitan, selagi itulah Everst mengambil kesempatan untuk melepaskan ikatan tali dari tubuh tuannya.


{Tuan!,tuan harus bangun!} Panggil Everst sembari menepuk-nepuk pipi tuannya dengan sayapnya.


Kedua matanya perlahan membuka karena ada yang mengusik wajahnya.


"Kenapa aku disini?"


{ Tidak ada banyak waktu lagi,cepat pergi dari sini!,naiklah ke punggungku }Everst


".................?"


Perlahan tubuh burung itu membesar,dan Eldania nampak terkejut,namun bukan saatnya untuk terkejut lama-lama.


Dengan cepat ia segera naik ke punggung bagian depan dari tubuh Everst, barulah Everst jalan dengan cepat hingga menemukan area yang agak luas untuk mengepakkan sayapnya.


{ Lebih baik tanyakan pada sesama kawanan tuan }


Yang dimaksufnya adalah teman sesama manusianya Danie.


" Bagaimmana tubuhmu bisa sebesar ini? " Tanya Danie sekali lagi, melihat tubuh dari burung Everst melebihi besar orang dewasa, bisa dikatakan kalau tubuhnya itu bisa memuat 7 orang dewasa sekaligus untuk sekali terbang.


{ Ini wujud asliku }


Disaat sudah di atas permukaan salju setinggi 5 meter, dari belakang ada satu monster lagi dan satu terjangan dari monster membuat Everst oleng dan membuat Danie terjatuh lalu terguling dan turun dari lereng secara cepat tanpa henti, bisa berhenti tat kala bisa terjatuh ke sungai yang membeku disana.


BRUKKK......( Terpeleset jauh sampai ke tengah karena licinnya es. )


Itu adalah BattleWolf, hewan bertubuh besar dan memiliki bulu lebat berwarna putih seputih salju.


[ Gawat!, aku harus pergi dari sini ] Melihat kedua monster itu bertarung, kesempatan yang dimilikinya cukup kecil jadi harus dimanfaatkan pergi dari sungai es sebelum keduanya saling menjatuhkan dan membuat es menjadi retak.


Dengan susah payah Danie berdiri dan berseluncur menghindar dari mereka berdua, karena bagaimanapun dua monster yang sedang bertarung akan sulit untuk di kendalikan.


GGRROAAARRR.....


KWAAKK......


BattleWolf menangkap kaki Everst dari pada terbang sehingga Everst dipaksa turun ke daratan.


Everst segera menendang tubuh BattleWolf ke belakang sebelum menerjang ke arah dirinya.


Tapi tidak sampai disitu saja, BattleWolf segera berdiri dan berlari kembali sembari mengeluarkan kejutan listrik alias petir dari tanduk yang berada di atas kepalanya.


Everst bisa mengelak, namun sambaran petir tadi mengenai 2 pohon sekaligus sehingga membuatnya terbakar dan tumbang.


Everst kembali menyerang makhluk monster itu dengan mengerahkan serangan dari bulunya sendiri yang bisa berubah menjadi tajam, dan beberapa helai bulunya bisa sedikit melukai lawannya itu, sayang hanya sebagian kecil saja.

__ADS_1


Kembali ke tempat Danie.


Tas yang dibawanya sudah menghilang entah kemana karena dari awal dirinya di ikat, tidak ada apapun yang ada di dekatnya.


[ Begitu, sepertinya dimata beberapa orang, aku hanyalah masalah karena merebutkan perhatian. Ada yang membenciku sampai diculik dan di tinggal begitu saja ]


Fikirnya, karena bagaimanapun manusia pasti memiliki kebencian di dalam diri mereka pada orang lain yang lebih unggul darinya.


[ Tapi apa tidak apa-apa aku tinggal? ]


Danie mencemaskan keadaan Everst, mengenai jasanya selama ini yang sudah dilakukan Everst pada dirinya, membuat Danie tidak tega meninggalkannya begitu saja.


[ Tidak, aku harus menolongnya. Bagaimanapun dia selama ini sering membantuku. ] Jadi Danie memutuskan untuk kembali menolong Everst.


Tetapi ketika menoleh kebelakang, rupanya Everst juga sama ada di atas Es dan tergelincir menuju..


" Dia mengarah kesini! " tapi sebab Everst tergilincir di atas es, membuat dia bergerak cepat dan menerjang Danie, dimana Everst dalam keadaan terbalik dan


BRUKK......


Danie tidak dapat menghindari terjangan dari tubuh Everst, sehingga didirnya terjatuh namun untungnya salah satu tangannya bisa memegang salah satu bulunya. Disebabkan Everst masih dalam kondisi tubuh aslinya yang besar, jadi Danie memanjat tubuh Everst dan akhirnya setelah berjuang sedikit, ia bisa berada di atas tubuhnya, salah satu kaki Everst cedera dibuktikan dengan darah yang keluar dan robekan dagingnya itu.


Ia segera mengeluarkan kekuatan suci untuk menyembuhkannya.


{ Kenapa tuan naik ke atas tubuhku? }


" Kau terluka bodoh!, bagaimana bisa bertarung maksimal jika luka begini? "


{ ingatkan perhatian karena tidak mau kehilanganku }


" Aku hanya tidak ingin kehilangan kebiasaanmu yang membawa makanan untukku setiap harinya "


{ Mendengarnya aku jadi sedih sekali, hanya demi makanan ya?. Baiklah, makanan!, aku juga lapar! } Averst mulai bersemangat kembali, kaki yang tadinya terluka akibat cakaran juga sudah sembuh.


Danie segera pergi dari situ dengan melompat, lalu ia segera menyeimbangkan diri agar tidak terjatuh. Ia harus menjaga jarak dari mereka berdua.


Everst berdiri dengan kedua kakinya, dan bersiap untuk melawan BattleWolf.


{ Ayo datang pa- }


WUSHHHH........


Everst menoleh ke belakang.


{ Dia mengabaikanku! } detik hati Everst setelah diabaikan oleh keberadaannya.


{ Tuan!...dia mengincarmu! } Everst segera terbang tinggi dan mengejar mereka berdua.


Terbang lebih cepat dan cepat berusaha mendahului saingannya.


Selagi berlari ke tepian, Everst segera mencengkram dan membawa tubuh Danie.


CTARRR.......


Sebuah petir mengarah ke mereka berdua, tapi untung saja dapat dia elak dan segera terbang menjauh dari pada melanjutkan pertarungan.


" Aku kira kamu akan membalasnya "


{ Disaat seperri ini, Itu tidak mungkin. }


" Baik...aku maklumi kemampuanmu. Monster tadi tipe petarung jarak dekat dan jarak jauh, meskipun kamu memiliki kekuatan yang bisa mengubah bulumu menjadi setajam pisau tapi masih bisa di singkirkan dengan petirnya itu. Apa hewan sepertimu tidak bisa berkomunikasi dengannya?, alasan memburuku "


{ Dia lebih memilih diam ketimbang menjawabku. Apa dayaku yang hanya seonggok burung }


" Baguslah jika kamu sadar diri "


( Adik Danie?! )


" Siapa itu?! "


( Aku, Ellora. )


" Bagaimana bisa berkomunikasi denganku? "


( Jepit rambutmu ada bunga biru malam, sihir komunikasi. Sepertinya disini tidak terlalu baik, di istana sedang kacau. Aku ti- )


Sihir komunikaai pun terputus.


{ Ada apa tuan? }


" Kembali ke istana "


{ Lalu perangnya? }


" Toh sudah ada yang membuangku, antar aku ke istana. Sepertinya ada pihak lain yang membuat kesempatan masuk ke istana selagi dua pemimpin kesatria pergi bertugas "

__ADS_1


*****


Di Istana.


" Kenapa kamu melakukan ini! "


" Melakukan apa?, tentu saja melakukan apa yang ingin aku lakukan " jawabnya, lalu berjalan menuju jendela yang besar dan memandang pemandsngan dari dalam istana.


" Aku kira kamu adalah orang baik-baik "


" Oh...nona Elvira?, jangan terlalu naif. Di kehidupan ini tidak ada orang yang sepenuhnya memiliki kebaikan dalam diri mereka sendiri, setiap manusia pasti ada sisi buruknya. Salah satunya adalah dendam "


" Danie!, apa niatanmu yang sebenarnya! " Tanya Youri.


" Aku, hanya ingin bersenang-senang. Melihat kalian semua dilanda ketakutan adalah hal yang menyenangkan. Cepat, bawa ratu kemari! " Pinta Danie pada anak buahnya.


Kini situasi di dalam istana sudah dalam keadaan genting. Seluruh keluarga kerajaan dan menteri sudah dalam keadaan disandera, tidak terkecuali Elvira, Youri, Yohannes, raja, ratu, para dayang istana apatah lagi kepala pelayan pun juga sama.


Pemberontakan yang sudah direncanakan secara lama.


" Baik! " jawab sang anak buahnya, dia segera membawa sang ratu yang sama-sama sudah mereka sandera.


Jeremiara dalam kondisi tidak sadarkan diri, jadi dia di gendong ala bridal style.


" Apa yang mau kamu lakukan dengan ratuku?! " Raja panik karena melihat istrinya di bawa.


DORR...!!! Satu tembakan dilancarkan oleh Gasphal.


ARRHHHH.....( rintih Mirkan )


" A..ayah!! " Elvira terkejut bukan main ketika melihat lengan kiri ayahnya berdarah setelah tembakan tadi. Elvira mulai memberontak agar bisa melepaskan diri, namun tenaga dari orang yang ada di belakangnya sangatlah besar.


" Raja! " All ( teriak semua orang yang terkena sandera )


[ Senjata yang hebat, tidak aku sangka Danie menyimpan senjata macam ini di dalam istana ]


Gasphal mengelus-mengelus pistol yang disimpan Danie di atas langit-langit kamar, senjata yang berguna.


" Tuan, apa yang harus kita lakukan lagi? "


" Bawa Elvira sekalian lalu kita pergi. Ini hukumanmu Raja Mirkan, karena perang Byass dua setengah tahun lalu, membuat ibuku meninggal "


" Apapun yang kamu minta akan aku kabulkan atas kematian ibumu, jangan bawa ratuku dan anak ku! "


" Aku tidak yakin itu, berikan hadiah pada mereka semua, tapi jangan sampai membunuhnya. Ayo, kita pergi " lalu Danie memakai tudung kepala sehingga tubuhnya menghilang tanpa kasat mata di ikuti dengan yang lainnya.


Sedangkan Gasphal sendiri mulai menembak mereka semua di bagian kaki agar tidak akan ada yang mengejar dirinya.


" A.yah!!!, jangan khawat-...mhhh " belum selesai berbicara, mulutnya sudah di bungkam.


Lalu tengkuknya di pukul sehingga bisa membuat Elvira pingsan.


Sedangkan Gasphal mulai menarik pelatuknya.


DORRR....DORRR....DORRR.....DORRR.


ARHH...ahh...


AARRHH....


Semua orang berteriak kesakitan, barulah setelah di tembak satu persatu, mereka semua dilepaskan, dan para penjahat tadi segera pergi menghilang sama halnya dengan pakaian yang dipakai yang mengaku sebagai Danie.


" Sial!, Yo...han, apa..semua perangkap si-" Tanya Mirkan.


" Semuanya...erhh...tidak berfungsi " Entah bagaimana caranya, mereka tadi bisa menyegel perangkap sihir di istana agar tidak berfungsi sementara waktu. Jadi semua perangkap tidak bisa di kendalikan bahkan tudak bisa di gunakan


Di aula raja itu hanya ada cauran merah karena darah yang keluar dari masing-masing tubuh orang yang terluka akibat peluru tadi.


" Huhuhu....sakit sekali, bagaimana mereka bisa menerobos masuk? " air mata sudah mengalir deras, rasa sakit yang sungguh luar biasa dirasakan oleh Youri di bagian kakinya.


[ Bagaimana bisa seperti ini!, aku tidak menyangka Danie yang aku kira adalah orang baik malah bisa melakukan hal keji dan membawa orang yang berpengaruh di kekaisaran. Dia akan menjadi buronan sampai seumur hidupnya ]


Fikir Yohanes.


DRAPP...DRAPP...DRAPP.


Suara gemuruh berdatangan, mereka adalah prajurit istana yang berjaga di luar.


Mereka juga membutuhkan waktu lama karena tida bisa semabarangan masuk karena perangkap sihir menyerang mereka semua yang ingin melewati setiap lorong istana yang sudah dipasangi sihir perangkap.


" Kenapa kalian datang lambat! " Marah Mirkan pada para pengawak yang dirasanya tidak berguna itu.


" Ma..maafkan kami yang mulia. Semua sihir perangkap menyerang kami " tutur salah satu oendeta yang dibawa para prajurit, karena tadi sempat mendengar suara yang keras, jadi kemungkinan besar pasti ada yang terluka.


Kesalahan dari adanya penyihir adalah barang yang memiliki sihir di gunakan untuk hal buruk.

__ADS_1


Seperti hal nya tadi, jubah tadi bisa membuat orang yang memakainya menghilang dan menghilangkan hawa keberadaannya juga, jadi tidak akan disadari mereka semua.


__ADS_2