
"HAH...hahhh...hahhh...hahhh....., tidak buruk juga meembuat pendeta itu sebagai bahan percobaan dari peliharaanku" Gunam Grint, dimana Grint sudah melakukan sesiatu pada si pendeta muda itu alias Danie.
Dari awal kedatangan Danie itu, Grint sedikit mengetahui apa yang ada di dalam Danie, maksudnya adalah dimana Grint merasakan kalau Danie itu bukanlah sembarang manusia yang hanya bertugas sebagai pendeta saja. Hal itu dibuktikan dimana aura yang sedikit berbeda dan seperti dipendam.
Jadi ketika kemarin malam saat Danie tertidur, Grint dengan sengaja melepaskan hewan yang sudah memiliki roh kepintaran dan sedikit diberi sihir. Hewan itu seperti laba-laba namun ukurannya kecil dan memiliki banyak tangan bagai tentakel atau akar serabut, tangan-tangan itu menusuk kedalam kulit manusia ke tempat berbagai syaraf yang ada, sehingga walaupun pikiran dari manusia yang ditempelinya masih dalam keadaan sadar, namun tidak dengan tubuhnya. Hewan parasit itu meengontrol tubuh manusia yang ia hinggapi dan menuruti semua perintah majikannya yaitu Grint.
[ Sekarang aku harus ke tempat dimana aku menyimpan batu itu ] Fikir Grint.
Batu yang dimaksudnya adalah benda yang sama-sama di incar oleh kelompok Black Foxy.
Apa istimewanya adalah mereka sendiri yang tahu.
Setelah lari dan berusaha menyembunyikan dirinya dari orang-orang, ia akhirnya sampai di tempat dimana ia menaruh batu tersebut.
Diruangan yang tadinya gelap kini diterangi oleh api biru, dijalan setapak dimana disisi kanan dan kiri terdapat pilar yang menyangga di bagian ruangan tersebut.
Apa istemewanya itu?....Author masih belum tahu.
' Alto kwezi rendua foltisy- "
Belum sempat merapalkan mantera sepenuhnya, ia di pergoki oleh beberapa orang yang masuk kedalam ruangan dimana Grint berada.
" Siapa disana! "
" Tidak salah menunggu kakek tua masuk ke ruang pribadinya, disini ada benda yang kita inginkan " Sosok yang sedaei tadi menunggu kedatangan Grint adalah Karasov, awalnya ia memang sudah menemukan ruang rahasia itu, namun ada segel yang hanya bisa dibuka oleh Grint, maka dari itu mereka bersembunyi dan mulai menyergap Grint ketika sudah benar-benar membuka pintunya.
[ Rupanya mereka juga memginginkan batu ini? ]
" Orwtif manaklo syeso worq " bisiknya, sambil memegang batu yang diincar mereka semua.
Ia memegangnya karena ada aliran mana di dalam batu itu, lalu tak lama kemudian sosok yanh dipanggilnya ada di tengah-tengah mereka bedua.
[ Hah..!, kenapa aku bisa ada disini? ]
Yang dipanggilnya adalah makhluk yang menempel di tubuh Danie, tapi karena itulah Danie ikut berpindah tempat dan sekarang berada diantara orang yang dikenal (Grint) dan tak dikenal (Karasov).
" Kau.!!!, apa yang- "
" Ernt!, serang mereka ! "
Dan nama yang dimaksudnya adalah parasit yang mengontrol tubuh Danie itu.
Danie segera menyerang kelompok milik Karasov, tubuhnya hilang kendali lagi bahkan mulutnya tidak bisa terbuka untuk mengucapkan apa yang sebenarnya terjadi.
Danie berlari ke arah Karasov, dan mengayunkan pedangnya namun Karasov dapat menangkisnya dan lebih tepatnya menggunakan lengannya sendiri sebagai media tameng tanpa terluka sedikitpun lalu ia langsung memukul Danie bagian perutnya.
[ Dia menahan dirinya? ]
Walaupun tadi Karasov menerima serangannya secara langsung, namun yang dirasakannya adalah tenaga yang dikerahkan anak muda itu jauh dikatakan tenaga yang digunakan untuk menyerang dalam hal menebas lawannya.
Karena tidak berpikir panjang, dan menganggap di depannya tetaplah musuh jadi karasov membalas serangannya dan itu justru membuat dirinya terkejut juga karena dengan senang hati bocah itu menerima pukulannya.
Pada akhirnya Danie terdorong kebelakang dan sempat menabrak batu dibelakangnya.
Karena ada bagian batu yang runcing, membuat punggungnya sedikit berdarah.
Tapi karena tekanan itulah, ia sudah mulai leluasa menggerakkan tubuhnya kembali.
Danie sedikit mengernyitkan matanya karena menahan rasa sakitnya.
" Terima...ka...sih "
[ Dipukul justru berterima kasih?.....orang yang aneh ]
"Sudahlah....aku tidak mau melawan orang yang lemah.....menyingkir dari hadapanku"
Danie pun menyingkir dari hadapan mereka, lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah Grint.
Namun Danie hanya mendapati seringaian dari Grint sebelum akhirnya....
******
" Apa sudah semuanya? " Tanya Karl mengenai semua orang yang baru saja keluar dari masing-masing lorong yang ada.
" Saya rasa sudah " jawab Marcell dengan ragu, ia tidak tahu apakah pendeta Danie sudah keluar atau belum.
Mereka semua mengarahkan para wanita, pria dan anak-anak keluar dari gua sebelum Monster BattleWolf sadar.
Pertarungan sebelumnya memang sangat mustahil dilakukan karena perbedaan kekuatan dan skill bertarung yang berbeda jauh, sehingga Karl memutuskan untuk memojokkan BattleWolf selagi pendeta Merill, dan pendeta Alan mengeluarkan kekuatan suci untuk membuat monster tersebut tertidur.
Maka dari itu tidak banyak waktu untuk bertarung dengan monster di luar tingkatan mereka.
Dimana keberadaan pendeta Doutevs dan Danie, mereka tidak tahu.
" Ssttt....jangan ada yang berisik " pinta Camilo pada semua orang, mereka berjalan mengendap-endap agar tidak membangunkan monster tersebut.
1 jam kemudian pada akhirnya mereka semua bisa dikatakan selamat sampai kerumah mereka masing-masing setelah melewati hutan dan tebing yang sedikit curam.
Banyak yang terluka dan kelaparan karena selama dikurung/disandera, mereka hanya diberikan makan satu hari dua kali.
Banyak orang yang terharu dengan kepulangan keluarganya yang sudah menghilang lama.
Lalu pendeta yang tadinya diculik juga sudah berlumpul kembali bersama kelompoknya, namun hanya dua orang pendeta saja, sedangkan fuqert dan Tristan sekarang sudah dalam kondisi yang baik setelah disembuhkan oleh pendeta Merill.
" Siapa yang bisa menjelaskan situasinya selama kami berlima melawan monster itu? "
" Saya.! " Jawab Tristan yang sebelumnya tertidur sebentar.
" Apa lukamu sudah membaik? " Tanya Karl sekali lagi.
" Lebih baik dari pada sebelumnya "
" Coba jelaskan "
10 menit kemudian..............
Tristan menjelaskan secara rinci kejadian yang dialaminya.
Semua orang di rumah itu terlejut bukan main, walaupun ada beberapa orang yang menahan tawa....karena..temannya yaitu kesatria Tristan akan segera menikahi gadis yang hampir ia tiduri itu.
Lalu Merill berkata...
" Bagaimana kalau kalian semua saya nikahkan.." sudah tidak dipungkiri lagi kalau mereka semua yang terlibat dalam hubungan itu harus segera dinikahkan segera.
Ya..nikah masal.
" Nikah masal? "
" Itu ide yang bagus, selagi ada pendeta disini " Karl menyetujui pendapat dari pendeta Merill.
__ADS_1
" Lalu selagi memperbaiki kondisi ini, beberapa orang pergi cari sisa kedua pendeta itu. Tidak mau tahu mereka sudah mati atau belum, jika masih hidup maka harus bisa berkumpul disini dan jika mati maka juga harus kita temukan jasadnya "
" Baik pemimpin !" All
Lalu diluar halaman alias di jalan.
" Arrhhhh.........."
" Mama!....aku takut...huhuhu...."
BRAKKK........(Suara seseorang yang menghantam pintu)
Keras dan membuat mereka terkejut, seperti yang mereka dengar diluar sana ada ke gaduhan.
[ Masalah apa lagi ini?! , belum selesai dengan kedua pendeta yang merepotkan itu, sekarang ada masalah baru ]
" Arrrhhhh........, pergi.!, pergi dari sini.! " mengayunkan sebuah balok kayu ke kanan dan kekiri untuk menghindari dari orang yang hendak membunuhnya.
" Awww....... , Sakit..! "
[ Kenapa jadi seperti ini?, itu..! ] Marcello tidak dapat meneruskan ayatnya lagi lepas melihat seseorang yang dikenalinya hendak membunuh orang, jadi segera Marcello berlari ke arah orang yang sudah jatuh terduduk itu, untuk menyelamatkannya.
CTANG...!
" Sadar..!, apa kamu ingin membunuh orang?, kamu adalah pendeta "
Seru Marcell pada Danie yang hampir menghunuskan pedang pada wanita di belakangnya.
".............."
[ Ah...siapa disana?, Marcell?......., tolong sadarkan aku! ]
Di dalam hatinya Danie berteriak meminta tolong, ia tidak tahu apa yang sedang dilakukan oleh tubuhnya sendiri karena kesadarannya seperti sedang di belenggu oleh sesuatu yang membuat Marcello melihat dirinya itu seakan-akan adalah sosok Zombie, dengan tatapan mata yang kosong namun setiap tindakannya hanyalah melawan alias semua orang yang ada didepannya.
[ Aku tidak mau melukainya ]
Detik hati Marcell.
Disisi lain para kesatria harus melawan beberapa orang termasuk kelompok Black Foxy.
Seperti keadaan Danie, mereka sekarang seperti sedang dibawah kendali seseorang.
Namun yang lebih mengkhawatirkan adalah kedatangan BattleWolf, monster itu kembali menyerang mereka.
Tapi untungnya ada monster dari jenis serigala Crabt, datang membantu mereka.
Pertarungan antara 3 kubu pun terjadi.
Kesatria suci melawan kelompok Black Foxy, lalu serigala Crabt juga ikut menyerang dan lebih tematnya membantu melawan monster BattleWolf.
****
" Pemandangan yang menarik bukan? " tanyanya pada teman di sebahnya.
" Benar ketua, ini tontonan yang meriah dan menyenangkan "
[ Bagaimana aturan tempat suci jika sang pendeta membunuh orang...apakah diusir?..atau apa?..ini sangat menarik, tidak sia-sia memberikan sekantung bubuk pengendali pikiran pada Doutevs. ]
FlashBack On.
Disaat pertarungan Black Foxy dan kesatria suci pada sekumpulan kupu-kupu hitam, secara sengaja dirinya memanggil Doutevs lewat telepati.
Ia menarik Doutevs untuk pergi menjauh dari desa itu dan pergi ke pegunungan, lebih tepatnya mengantar Doutevs ke sebuah bangunan bagai benteng.
" Kenapa kamu membawaku kesini? " Tanya Doutevs.
" Bukannya kamu bilang ingin melakukan sesuatu pada orang yang kamu benci itu?, dia ada di bangunan itu. Aku memiliki rencana "tuturnya pada Doutevs.
" Rencana apa? "
" Sebuah permainan, akan menyenangkan jika anak itu terjebak diantara situasi yang sangat bertentangan dengan kewajibannya sebagai seorang pendeta. Kamu terancam karena keberadaannya bukan?. Maka ambillah ini, yang ada didalam kantung ini adalah sebuah ramuan berbentuk bubuk. "
Menyerahkan sebuah kantung pada Doutevs.
" kamu bisa menyebarkan bubuk ini ke suatu tempat, siapapun yang terkena maka mereka akan bisa dikendalikan. Hanya saja kelemahannya jangan sampai orang tersebut tekena air, atau mereka akan sadar "
" Tidak apa...rencana tuan Ordon memang bagus, setidaknya bisa mengusir atau membuatnya tidak bisa menjadi pendeta inti di istana juga sudah lebih dari cukup" lalu Doutevs menyerahkan kantung berisi uang pada.
" tidak salah berinvestasi dengan anda " pria yang bernama Ordon menerima uang tersebut, lalu menyembunyikan diri lagi dengan kain sihir yang membuatnya dapat menghilang atau bisa disebut tidak kasat mata karena terlindungi oleh kain sihir agar tidak bisa ada yang melibat keberadaannya.
Lalu rencana yang Doutevs pun berjalan, disaat para anak buah serta oemimpinnya ada di dalam ruangan yang sama-sama ada keberadaan Danie, Doutevs segera melempar kantung itu kedalam ruangan rahasia milik Grint, sehingga secara otomatis isi dari kantung itu tersebar kesemua ruangan itu dan Doutevs langung menutup pintu dan menguncinya dari luar hingga sampai ramuannya bekerja.
Flashback Off.
" Menipu orang yang diluputi kedengkian ternyata lebih mudah. Pendeta itu pikir aku benar-benar memberikan ramuan yang dapat menururi perintahnya...itu jelas tidak mungkin, yang dapat memerintah itu adalah aku "
" Jadi.., mereka semua termasuk penyihir itu dikendalikan oleh ketua? "
" Ohh..tentu saja, Doutevs hanya aku gunakan sebagai bidak dari rencanaku sendiri, sedangkan aku menikmati hasil usaha yang dilakukannya itu " Ordon menyeringai puas, tentu agar tidak ada yang tahu semuanya berjalan atas jalan yng ia rencanakan maka dari itu Ordon memerintahkan si pendeta Danie menyerang Doutevs.
Benar saja, setelah menyerang Marcell bertubi-tubi hingga terpojok ia segera beralih untuk menemukan keberadaan orang yang dicarinya.
"Tuan Ordon!, kenapa anda bisa disini? '
[ Manusia ini terlalu naif, bisa-bisanya menyapa musuhmu yang sebenarnya ] dari suaranya saja Ordon tahu kalau yang ada dibelakangnya kini ada Doutevs.
" Melihat rencana yang kita susun....bukankah sangat menarik untuk tonton? "
" Tapi berbahaya jika anda disini? "
[ Dia pikir aku apa?, meremehkan kekuatanku yang sebenarnya? ]
" Justru yang ada dalam bahaya adalah pendeta sendiri "
Hanya dengan gerakan tangan di lehernya untuk memberika kode pada Doutevs...pada saat itulah...
CRASSHH...........
"Arghh.....kau..me- " Doutevs tidak sempat melanjutkan kalimatnya, karena nyawanya sudah keburu diambil oleh malaikat maut.
" Hhoho...habis manis sepah dibuang " tutur anak buah Ordon.
" Sebaiknya kita pe- "
DORR...., DORRR......, DORR.....
" Akhhh...sepertinya a...ku me...lupa..kan yang...itu " Ordon memegangi mulutnya dan ia mengeluarkan darah.
Dua tembakan tadi mengenai punggungnya dan sisanya mengenai anak buahnya namun hanya melukai lengannya.
__ADS_1
" Ketua.!! " serunya, ia segera membawa ketua nya lari dari situ sebelum kepergik oleh orang lain selagi Danie masih dalam kondisi diam tidak bergerak sebab masih dalam pengaruh.
Karena perintah keduanya sudah selesai, maka dari itu ia tidak melakukan apapun kecuali seperti mematung.
Tetapi karena beberapa kesatria melihat pemdeta Doutevs dibunuh oleh Danie, maka mereka juga tidak tinggal diam.
" Dia membunuh tanpa ampun..., bagai- "
" Tidak....jangan menghakimi dia, aku akan mengatasinya jika kita menyelesaikan mereka dulu " Karl menahan beberapa orangnya dari pada menghakimi Danie.
' Aku memerintahmu....bu..nuh me..reka semua '
Didalam pikiran Danie terdapat suara yang menggema dan tubuhnya langsung bereaksi.
Misi untuk Danie pun diberikan, yang artinya orang yang sedang mengawal dirinya masih hidup.
*****
Disisi lain...........
{ Tuan!....jawab aku.! }
Seekor burung terbang melewati awan bersalju
[ Kenapa dari kemarin dia tidak menjawab panggilanku? ] Fikir Everst dikala dirinya berusaha menuju ke tempat tuannya berada.
Manik matanya yang berwarna kuning itu melirik ke bawah, ada satu orang yang dari tadi mengikutinya.
[ Siapa dia? ]
Beberapa saat lau Everst melihat kalau orang yang sedang menaiki kudanya itu selalu mengikutinya, orang tersebut berpakaian jubah kesatria.
Kesatria tersebut memacu kudanya sudah lebih dari 2 jam.
__ADS_1
SIAPA ORANG YANG SEDANG MENGIKUTI EVERST?..-------->