Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Identitas Danie


__ADS_3

Gerhana matahari------


Jepit rambut yang dipakai, membuat identitas aslinya terbongkar.


Pemberitahuan-----


《| (Penyerangan lebih banyak dibuat dengan


kalimat alur yang dijelaskan,dari pada kalimat


percakapan) |》


" Bukan saatnya melamun, mereka memerlukanku. "


berpegang teguh dengan tugasnya dan langsung bergegas berlari menolong orang yang terluka.


Satu-satunya pendeta di barisan belakang, ia berusaha untuk menolong para kesatria.


Ingin cepat mendapatkan kedamaian(ketenangan)?, tentu harus menyelesaikan pekerjaannya dulu.


Banyak kesatria yang selamat dan bisa memukul mundur lawan, maka akan semakin cepat bisa pulang dan istirahat.


Itulah yang hanya dipikirkan Danie, walau begitu ia juga harus hati-hati dengan yang ada disekitarnya.


Terlihat jelas, ketika ia sedang melakukan penyembuhan pada beberapa kesatria yang sudah tumbang namun masih bertahan, beberapa orang lainnya berusaha melindungi sang pendeta Danie.


"Pen..deta?"


"Jangan bicara dulu, yang penting bisa berdiri dan lawan mereka."


Ia hanya mengangguk iya, walau dilihat dari mata manusia biasa Danie seperti tidak melakukan apapun,namun bagi mata para master, ia akan melihat secercah cahaya yang keluar dari telapak tangan dan menyerap pada tubuh orang yang sedang diobatinya.


Setelah beberapa saat kesatria itu sembuh. Lukanya perlahan menutup kembali dan sudah tidak merasakan sakit.


"Terima kasih!"segera bangkit, lalu memulai kembali melawan sang musuh.


Walau sedikit lama untuk dalam melakukan penyerangan balik pada musuh, perlahan tapi pasti, sedikit demi sedikit musuh kerajaan mulai tumbang, tapi sayangnya semakin kesini jumlahnya juga semakin banyak.


Penyerangan secara sepihak, langsung menyerang semua kesatria Nikhil Knights dengan kesatria dari bangsa Beysil yang memiliki kekuatan yang lumayan juga(tidak berbeda jauh).


[ kalau pertama kali ikut perang,bagiku ini perang yang cukup besar.Disana ada lagi!? ] terlihat ada yang terjatuh terkapar ditanah.


"Apa anda masih hidup?" Tanyanya, karena tidak ada reaksi ketika mendekatinya.


"Ban..tu aku,aku ingin mengalahkan mereka"


[Ambisi yang besar,baiklah..aku akan membantumu juga. Menjadi orang baik tidak ada salahnya juga...]


|


V


ketika menyadari kalau dirinya yang dulu merupakan bukan orang yang baik.


💧[ Aku benar-benar kewalahan ]


Pikir Danie, entah mana dulu yang harus di sembuhkan dulu karena banyak yang memerlukan bantuannya.


Ditengah medan perang yang menakutkan, mempertaruh nyawa demi sebuah kemenangan.

__ADS_1


Itulah tujuan dari setiap perang.


Bahkan setelah 4 jam berlalu, mereka masih bisa bertahan tatkala harusnya manusia biasa pasti sudah kelelahan.


Danie banyak membantu dikala itu, menyembuhkan dan memulihkan tenaga orang yang ditolongnya.


Karena keterlambatan bangun itu, dirinya bisa terjebak disituasi genting macam itu.


Namun daya usaha yang ia berikan pada mereka yang masih ingin berjuang untuk memenagkan sebuah peperangan, usaha itu tidaklah sia-sia.


Berkat dirinya bisa hidup kembali walau didunia yang berbeda, ia mulai melakukan banyak hal kebaikan, walau masih banyak tentang keburukannya.


Wajah Danie yang sudah kelihatan lelah itu sangat sebanding dengan kerja kerasnya hari ini, hari pertama kali melihat perang dengan matanya sendiri, dan pertama kalinya melakukan kebaikan diwaktu yang sama.


Disaat peperangan mulai memuncak, perlahan wilayah itu, suasananya perlahan langitnya menjadi gelap dan dingin.


Suhu mulai turun drastis, seperti malam hari.


Itulah fenomena gerhana matahari.


Walau ada gerhana matahari sekalipun, mereka tidak berhenti berperang


'tidak ada kesempatan untuk berhenti '


Tapi tiba-tiba tat kala Danie sedang melakukan penyembuhan sebuah anak panah melesat kencang dan menyerempet pelipisnya, tapi masih dapat ia tahan, Danie masih fokus untuk menyembuhkan kesatria yang tubuhnya sudah berdarah itu dan sudah dalam keadaan pingsan, tapi ia masih hidup.


Dilangit yang luas itu, terlihat kalau bulan mulai menutupi sang matahari secara penuh.


gelap, dingin, keadaan itu berlangsung selama 3 menit.


Di sisi lain prajurit dari pihak Beysil yang melihat satu pendeta ada di tengah medan perang berusaha untuk ia singkirkan juga.


"Kalian,sempatkan untuk menyerang pendeta itu"


HYAHH.......!!!


4 prajurit berlari menuju ke tempat dimana pendeta Danie itu sedang jongkok untuk melakukan pemulihan pada tuan kesatria.


Parjurit ini juga sudah memiliki kemampuan hampir ke tingkat master, jadi dengan percaya dirinya, mereka berempat mulai melakukan penyerangan, ketika ada kesatria lain yang menghalanginya, maka mereka akan melayaninya dan berhasil melumpuhkannya walau untuk sementara waktu.


Kembali di mana pendeta berada.


Hanya saja karena didunia itu adalah dunia sihir, beberapa barang atau benda pusaka,akan terkena efeknya.


Efek yang sekarang paling terlihat adalah, sebuah jepit rambut yang digunakan Danie untuk memyembunyikan jati dirinya menjadi lelaki, namun efek dari gerhana matahari itu sendiri membuat jepit rambutnya mengalami kehilangan sihir sementara.


Perlahan rambut coklat yang semula pendek seperti pria mulai memanjang, menampakkan rambut aslinya yang sudah ia panjangkan dalam beberapa bulan ini.


Danie masih belum sadar karena sedang fokus, namun kesatria yang sedang diobati itu sudah mulai membuka matanya karena ada sesuatu bergerak yang mengganggu wajahnya karena geli dan juga seperti ada tetesan yang mendarat tepat di wajahnya juga.


Seketika kedua mata itu menatap tidak percaya dengan apa yang dilihat dari sudut pandang matanya. Sang pendeta mengalirkan darahnya dari kepala mengalir kebawah melewati pipi dan dagunya yang akhirnya menetes kebawah.


[Pendeta ini?, dia perempuan?]


Masih tidak bisa mengungkapkan kata-katanya, tetapi yang sekarang ia dapatkan adalah kesembuhan dari lukanya, walau baju masih banyak terkena noda darah, tapi lukanya sudah tertutup, hanya perlu sedikit pemulihan maka bisa sembuh total.


Danie sedikit mendongak ke atas, menatap langit yang gelap, angin sepoi menerpanya dan mengibaskan rambut coklat.


Lalu ia mengalih pandangannya dari langit ke bawah, dimana pasien itu masih terbaring kaku?, karena terkejut.

__ADS_1


Dia melihatnya dirinya dengan begitu intens.


[Kenapa orang ini melihatku dengan tatapan seperti itu?]fikir Danie.


"Pendeta?,kamu- " ayatnya menggantung diudara, ketika ia melihat tepat dibelakang sang pendeta ada beberapa orang mengincar keberadaannya.


"Ya?" Jawabnya sekaligus bertanya kenapa memanggilnya.


Barulah sedar kalau kepalanya yang masih terasa sedikit merasakan sensasi berbeda, selain sakit juga ada rasa berat tapi bukanlah hal yang berarti.


Beratnya itu dikarenakan.......


[Gawat!, kenapa rambutku menjadi panjang begini?]


panjang rambutnya hampir sampai setengah punggung.


Ia menyentuh rambutnya sendiri, tapi tatapan dari kesatria di depannya memberikan sebuah kode berbahaya sehingga ia memutar kepalanya kebelakang dan mendapati dirinya akan diserang.


PRANKK....!


"Pendeta!" Kesatria Gabriel buru-buru berdiri dan membantu menjauhkan prajurit itu dari pada menyerang pendeta.


"Pendeta tidak apa-apa?"


"Terima kasih sudah mengkhawatirkanku, tapi lebih baik khawatirkan musuh didepanmu "


menunjuk ke depan, ada prajurit lain ingin menyerang juga.


Si kesatria yang sebenarnya bernama Gabriel itu mengangguk, dengan semangat membara yang sudah kembali setelah tadinya padam, dalam beberapa tebasan ia mampu mengalahkan 5 orang prajurit Beysil.


Danie mengelap darah dari pelipis ke dagu dengan punggung tangannya.


Karena berlindung di belakang seseorang yang berusaha melindunginya, jadi ia bersikap santai karena lelah setelah mengeluarkan tenaga(kekuatan suci) untuk menyembuhkan orang hampir 20 orang.


Tapi karena dirinya juga terluka, maka ia menyembukan dirinya sendiri dengan menempelkan telapak tangannya ke kepala yang terluka.


"Tidak ada orang yang bersantai ketika di medan perang!" Seru salah seorang prajurit dari Beysil.


[Apa.!?,bersantai?]


Sedikit emosi mendengarkan kalimat yang barusan didengarnya.


[Santai apanya, jelas-jelas aku juga sibuk]


"Pendeta!, pergi dari sini, kami masih membutuhkanmu. Jadi jangan sampai mati"


perintah Gabriel.


"Kesatria Gabriek, aku harap anda merahasiakan identitasku" jawab Danie. Setelah dua menit itu berlalu,gerhana matahari pun sudah selesai, dan rambut yang semula panjang tadi kembali menjadi pendek seperti pertama.


[Dia tahu namaku?, lalu rambutnya kembali menjadi pendek?] Fikir Gabriel.


"Dipedangmu tertulis nama Gabriel"sekilas tadi sempat melihat pedang milik Gabriel dan memang ada tertera nama pemiliknya.


"Beri 30 detik"


Selagi menyembuhkan diri sendiri,ia juga baru sadar kalau tas yang dibawanya, tertinggal di dekat pohon.


[Gawat...tasku!,aku harus mengambilnya sebelum ada orang yang mengmbilnya duluan!.]

__ADS_1


Danie segera berlari,lepas melihat tas yang ia bawa tergeletak di tanah.


__ADS_2