Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 86


__ADS_3

" Kenapa dia ikut di dalam pasukan kita? "


" Iya, bukannya malah akan membebani kita? "


" Wanita bangsawan harusnya masuk ke kelas bangsawan saja "


" Apa dia datang sebagai penghangat malam kita? "


Di perjalanan para kesatria tengah menggunjing Dania yang memang ada tepat di barusan belakang mereka, seorang wanita yang belum banyak mereka tahu tiba-tiba di ikut sertakan dalam ekpedisi di hutan kabut.


Wajar jika seorang wanita memiliki kemampuan sihir, dia memang diperuntukan ikut untuk menangani kesatria yang terluka.


Tapi....


" HIIKKK.... " All, wajah terkejut dan takut.


" .............. "


Dania memandang aneh mereka yang tetibe diam membeku bahkan tidak berani menghadap belakang lagi sebab... Ada aura menekan.


[ Punggungku terasa dingin ] Ketika menoleh ke belakang, ia menemukan pemilik aura tadi itu adalah Ishid.


Apa yang membuat Ishid sampai mengeluarkan aura menekan itu?, tentu saja bukan apa yang mereka katakan pada Dania, melainkan Ishid sedang tidak percaya dengan apa yang dia dapatkan hari ini.


Yunifer...yah Yunifer yang harusnya tidak ikut, dan Ishid sendiri juga sudah merencanakan ini untuk membuat Cania ikut dalam Ekspedisi agar Yunifer dan Cania bisa berpisah, tapi sekarang Yunifer justru ikutan juga dalam ekspedisi ini yang berarti akan bersama dengan Cania dalam waktu yang lama, dan apatah lagi Yunifer ikut di dalam misi kali ini sebagai pendamping Lady Cania.


" Yah...itu pasti menjengkelkan jika rencananya sudah gagal terlebih dahulu sebelum dimulai. Yah....tapi aku jadi teringat dengan kesatria Suci dan Nikhil Night, aku merindukan kesatria itu " Gerutu Dania.


{ Manusian ini sedang membicarakan apa sih?, menyebalkan } ucap sang kuda.


" Ehehe....... "


[ Jika menyebalkan, tidak usah mendengarkan ucapanku Rikhel~ ] jawab Dania pada si kuda yang sedang di tungganginya.


Rikhel sang kuda menoleh ke satu manusia yang sedang duduk di atasnya.


Hngik.... { Bagaimana manusia sepertimu bisa tahu ucapanku? }


" Hmm...itu rahasia " Mengelus rambut kuda yang cukup panjang itu.


{ Nanti mereka menganggapmu gila jika kau menjawabnya dengan bersuara seperti itu }


[ Kuda yang baik ini bisa juga mengkhawatirkan manusia sepertiku, bagaimana denganmu sendiri?, kau hampir menabrakku kemarin ]


{ Yang penting masih hidup kan?, hari itu selain wanita itu mrmeluk leherku, sepatuku juga tidak nyaman- }


[ Jadi itu alasanmu berlari agar Yunifer jatuh ]


{ Begitulah } Jawab Rikhel.


Tentu tidak nyaman jika seseorang tiba-tiba memeluk leher kuda di saat sepatu kudanya itu kurang pas di kaki kuda.


Hngikk...{ Hei Rikhel, siapa manusia yang duduk di punggungmu itu? }


Hnghik...{ Beruntung sekali busa berbicara dengannya }


Blrr....{ Dia bisa jadi teman ngobrol mu }


Beberapa kuda mulai membicarakan Rikhel yang bisa berbicara dengan satu manusia di punggungnya, beberapa merasa takjub dan beberapa lagi mengabaikannya.


Dania mulai terngiang dengan perbualan para kuda itu. Tapi sebab merasa terlalu berisik..


Dania mengubah posisi barisan ke bagian tengah.


" Mereka berisik sekali " gumamnya dengan wajah tak bersemangat.


" Sampai kepalaku mau pecah " kebetulan sedang sakit kepala.


{ Jika sakit tidurlah }


[ Bagaimana caranya tidur!. Apa aku harus memeluk lehermu?, lalau mau menjatuhkanku? ]


{ Tidak-, Kahusu untuk- }


Beleum selesai bicara, Rikhel sudah mendapatkan satu pelukan di lehernya.


" Kamu tahu, aku merasa lebih mudah berbicara dengan hewan ketimbang berbicara dengan manusia " Tutur Dania dengan berbisik sambil memejamkan matanya.


{.............}


_______________


8 jam perjalanan mereka lalui dengan menunggang kuda.


Puluhan orang yang kelelahan dengan duduk di kuda, kesatria yang masih memasang wajah tegar lepas duduk lama di kuda, dan satu orang yang nyenyak tidur sambil memeluk kuda.


[ Dia masih sempat tidur nyenyak padahal di atas kuda? ]


Hngikk.....Blrrr...


" Hm? "


[ Istirahat ya? ] Tubuhnya terasa pegal, tapi itu tidak berarti lagi jika waktu makan sudah datang juga. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali dan menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya.


" Apa anda perlu sesuatu ? " Tanya Dania pada satu orang yang sudah menunggu Dania bangun.


" Apa anda bisa melakukan satu hal untuk saya? "


" Kalimat yang maknanya banyak sekali " gumam Dania.


" Apa itu? " turun dari kuda dan berdiri menghadap Ishid.


" Bertemanlah dengan Lady Cania "


[ Dengan dalih memisahkan mereka berdua? ]


" Tapi saya tidak tahu cara berteman "


"............." Ishid masih menatap Dania.


" Apa harus? " Sudah tidak mengerti lagi dengan sosok Ishid ini, Perasaan yang menggebu untuk melindungi Yunfer sudah sangat besar, dan satu pun tidak boleh ada yang mendekatinya kecuali Ishid sendiri.


".............. " Ishid masih tidak mau menjawab, sebab tidak ingin ada kata menolak.


" Akan saya lakukan nanti " Seorang yang polos namun juga keras kepala.


[ Hhh....kenapa aku bisa bertemu dengan orang yang seperti ini? ]

__ADS_1


Di sudut paling jauh, Yunifer tengah memperhatikan Ishid dan Lady Dania yang sedang berbicara serius.


[ Dia bukan tokoh di dalam novel, apa dia yang akan menjadi kekasih Ishid? ]


" Hei kenapa melamun disini, sana samperin ketua. Jangan sampai ketua di rebut loh "


" Ehh..., Apa yang kamu katakan? " Yunifer terkejut dengan pernyataan salah satu bawahan dari Ishid.


" Anda dan ketua sedang pacaran kan?, semua orang juga sudah tahu " tebaknya, tapi memamg sudah bukan rahasia lagi, hubungan antara Ishid dan Yunufer perlahan sudah ketahuan dan memang benar adanya, hanya Ishid saja yang masih berusaha mengabaikan dan menyembunyikan hubungan di antara mereka.


" AP- " Segera menutup mulutnya sendiri.


" Sana! " Mendorong Yunifer ke depan dengan maksud


' Tidak usah banyak bicara lagi, temui Ketua '.


Yunifer ragu untuk mengganggu pembicaraan mereka berdua, tapi orang di belakangnya mengharapkan dirinya mendekati Ishid.


" Ishid, apa Ishid sedang sibuk? "


Dania memutar lehernya yang pegal sambil melirik ke arah Yunifer. Wanita ini tahu kalau Yunifer pasti akan datang juga menemui Ishid, tentu saja dia mengira dirinya dengan Iahid memiliki hubungan walau sedikit namun juga tidak biasa.


Untuk memberikannya waktu kepada kedua pemuda ini, Dania pun pergi.


Waktu memang akan terus berjalan tanpa henti, walau manusia itu mati waktu tetap akan berjalan dengan semestinya.


" Disini hanya ada bau tanah, daun, air, darah yang mengalir di tubuh tiap makhluk hidup " Musim semi di tempat yang berbeda dengan tahun lalu.


Persekian waktu yang sudah dihabiskan mereka semua demi menempuh perjalanan panjang, kini akhirnya mereka berada di tepi hutan kabut.


Semua hutan terkadang di beri julukan yang sama di tempat dan di hutan yang lain.


Misi kali ini adalah membunuh monster yang sudah semakin banyak, perkembangbiakan yang tidak akan ada habisnya karena prosesnya juga cepat, memaksakan para kesatria untuk membunuh dan berusaha untuk menekan populasi mereka.


_______________


" Yang mulia, disini memang ada beberapa monster dua tingkat dari kekuatan tempur kesatria disini, bagaimana jika kita bertemu dengannya? " Mikhail sedikit mengkhawatirkan hal yang harus di khawatirkan semua orang, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.


" Ha...., jangan khawatirkan itu, aku dan Ishid lah yang akan mengurusi monster itu. "


" Tapi, an- "


" Aku bisa menjadi pemimpin kkalia karena aku yang lebih unggul, jika Ishid di akui sebagai pemimpin juga kenapa masih ragu dengan keputusanku?. Lalu bagaimana tentang informasi yang aku minta beberapa hari lalu? "


Miklhail langsung menjawab.


" Wanita itu masuk ke istana Schneider sekitar 4 bulan yang lalu, itu bertepatan ketika yang mulia Archduke baru pulang dari hutan Fronder. Walaupun beliau Yang mulia menamainya Eldania Leonavi Schneider, tapi kalimat pertamalah nama asli dari wanita itu. " Ungkap Miklhail lepas beberapa hari ini pergi kesana kemari mencari informasi tentang Eldania.


" Dari ceritamu, sudah dipastikan dia memang bukan dari bangsawan asli, dia ada kaitannya dengan hutan Fronder. "


[ Lalu hutan Fronder itu walaupun berada di kawasan netral, tapi di satu sisi hutan itu tidak jauh dari kawasan kekaisaran Linstone ]


" Terus awasi dia, jika ada yang aneh segera laporkan padaku "


" Baik, yang mulia " jawab Mikhail.


" Oh ya, ngomong-ngomong kenapa yang mulia tertarik dengan perempuan itu?, apa ini ada kaitannya dengan 3 tahun yang lalu? "


"........, Aku belum bisa menceritakan yang itu "


[ Yang mulia Tassel ini memang banyak rahasianya. ]


Mikhail jalan-jalan sebentar, namun tiap langkahnya salu sengaja di hentakkan dengan keras ke tanah.


[ Uh...Aku Frustasi!!. Aku Frustasi!!. AKU SANGAT FRUSTASII...!!! ] Teriak Mikhkail dalam hati.


Panas matahari menyengatnya membuat peluh di wajah bercucuran, lalu ia mengelapnya dengan lengannya.


" Fyuhh...Karena aku sudah berteriak, aku jadi sudah lega " tutur Mikhail dengan nada bangga. Padahal bukan dari suara lantangnya hatinya sudah membuat dirinya bahagia.


SREKK...


SREKK...


SREKK...


[ Suara apa itu? ] fikir Mikhail, lalu ia sedikit mengintip dari balik semak-semak, terlihat Lady Dania sedang berjalan sendirian.


" Itu kan..... , Lady Dania? "


PLUK.....


[ Kenapa dia ada disini?, jaraknya juga cukup jauh dari tenda istirahat. ] Mikhail


Ada satu burung kecil terjatuh ke kepala Dania dan berakhir di tanah. Dania yang sadar akan hewan yang tadi terjatuh, segera ia pungut namun ia angkat dengan kaki di atas dan kepalanya di bawah.


" Huahahaha......, karena melihat kejadian tidak terduga ini aku tidak bisa menahan diriku yang hampir menginjakmu sambil tertawa lebar. " ucap Dania yang senang dengan pertunjukkan kecil itu.


" Kwak...kwak... " protes burung tersebut.


" Apa-apaan tubuh berukuran mini ini? " tanya Dania yang masih menggoyang tubuh burung kecil itu ke kanan dan kekiri.


" Kwak...kwak..kwak.. "


" Apa kau sudah sadar dengan kebodohanmu dan menyesuaikan ukuranmu? " Dania masih saja tertawa senang dengan Everst yang tubuhnya sekarang berukuran kecil seperti awal pertemuannya, tentu bisa ia simpan di sakunya.


" Kwak...kwak.. "


{ Sudah aku bilang aku kehabisan energi sihir, walaupun ukuran asliku memang besar, tapi jika energiku terkuras sampai habis aku harus menyesuaikan ukuranku. } Jawab Everst.


" KHEKK....Dasar tengil " Sindir Dania sampai rambut poninya menutup sepasang matanya sebab menunduk dan tidak suka akan kebodohan Everst sampai bisa menghabiskan energi sihirnya sendiri.


{ Seharusnya aku tidak datang padamu dulu! } seru Everst.


" Ahahah....dasar tengil. Kamu datang padaku apa karena merindukanku?, atau aku mati lagi sampai melihat semacam ilusi?.


Sampai tengilnya, bisa saja sekarang tubuhmu di makan burung yang lebih besar " Ejeknya lagi.


[ Apa dia gila?, sampai bicara dengan burung?. Sepertinya maksud ucapan Sieg bahwa kemampuannya bisa bicara dengan binatang adalah ini. Setiap hari dia berbicara dengan hewan seperi orang gil..... ] Mikhail yang menyaksikan perbincangan aneh dan sampai membuat Dania tertawa, di kejutkan dengan..


" Hei!, Kamu!, apa kamu hobinya mengintip orang lain? "


"............"


[ Dia tajam juga. Bagaimana dia bisa tahu aku sedang memperhatikannya?. Duh ini membuatku bingung ] Mikhail mulai bimbang.


" Keluar kamu! " Perintahnya sekali lagi.

__ADS_1


Mikhail terpaksa keluar agar tidak dicurigai sebagai musuh.


" Aku tidak sengaja. Saat lewat kebetulan- ... "


" Ah.., kesatria Sieg? " Sela Dania dengan cepat.


" Saya tidak tahu itu anda "


" ......., Tidak masalah, tapi apa burung itu kenalanmu?, tadi kamu terlihat senang sekali sampai mengejeknya begitu " sahut Mikhail.


".............."


Dania menenung pria di depannya, tampangnya, warna rambutnya, sama dengan Sieg tapi bukan dia.


[ Kenapa dia menatapku seperti itu? ] Mikhail terasa canggung di tatap oleh perempuan sebegitu tajamnya, seperti istri yang memergoki suminya yang sedang selingkuh.


" Anda siapa? " sambil memeringkan kepalanya dan menatap wajah Mikhail.


[ Apa? ] terkejut.


" Anda siapa?. Kamu bukan kesatria Sieg "


" Bagaimana kamu bisa tahu? " Mikhail mulai takjub .


" Cara bicara, langkah, dan sikap anda berbeda dengan kesatria Sieg. Jadi apa mungkin anda....kembarannya? " Teka Dania, jika memang wajah serta rambutnya sebegitu mirip, kemungkinannya memang adalah saudara.


" Benar, kenalkan aku adalah Mikhal.


tidak apa jika kamu salah sebut. Aku sudah terbiasa "


[ Padahal perempuan ini baru pertama kali bertemu aku, tapi dua sudah tahu perbedaan dengan kembaranku dengan menilainya dari sudut pandang yang berbeda.


Para pasukan yang sudah lama mengenal kami saja sering saja masih sulit membedakan kami, dia hebat juga. Apa daya pengamatannya tajam? atau dia memiliki kemampuan yang belum aku ketahui?. Bagus....aku menyukainya ] Mikhail masih terkagum dengan perempuan di depannya. Mikhail mulai menyukai Dania tapi bukan dari hati, tapi dalam hal kemampuan.


"...........? "


[ Apa ada yang salah denganku? ]


Terheran dengan ekspresi Mikhail yang senyum-senyum sendiri.


Disaat perbualan sesaat yang dilakukan oleh Dania dengan Mikhail, datang satu anging yang cukup lencang sebab kedatangan...


WHUSHH.........


kedatangannya membuat dua orang itu menunduk.


SRETT....


"............... "


Everst yang ada di tangan Dania langsung di ambil oleh sosok burung yang besar berwarna hitam, lalu burung utu bertengger di batang pohon.


kwak...kwak...


Blup.....HAP......


" Hei!, keluarkan dia! " teriak Dania sembari menunjuk pada sosok burung itu.


" Raya? " panggil Mikhail.


" Oh...jalan raya? " Dania khawatir jika Everst di saat ini akan benar-benar di telan sebab tubuhnya yang kecil.


Ia perlahan berjalan mendekat,


" Keluarkan "


"..............."


[ Apa?, jalan raya?. ]


Burung yang di panggil Raya tidak menggubris permintaan Dania dan hanya menatapnya dengan tajam seperti hendak menyerangnya.


Dania sudah tidak tahan dengan itu, ia dengan segera langsung berlari dan menerjang Raya si burung ****** yang menelan Everst.


Tapi si burung itu mengibarkan kedua sayapnya hendak terbang tinggi, hanya saja sebelum itu terjadi Dania segera melompat dan menarik kakinya sampai ke bawah dan menghentam tanah.


" Kamu, burung itu...punya- " Mikhail harus menyelamatkan Dania,tapi jika menyerang Raya apa Ishid akan menghukumnya?.


SRAKK.....


( Cakarnya hampir mencakar Dania )


Ketika paruhnya hendak menerjang wajahnya, Dania langsung menangkap kepala Raya dan berusaha untuk membuka mulut Raya.


" Raya!, keluarkan! " perintah Ishid yang baru saja sampai.


Raya dan Dania menoleh kesamping dan menemukan Ishid sudah datang dengan wajah datarnya itu.


Raya hanya memandang tuannya si Ishid dengan tatapan antara ia atau tidak.


Dania melepaskan cengkramannya dan seketika..


PUIH......


Langsung melontarkannya tepat ke wajah Dania.


" Cih.. "


Kusut, basah akan air liur, menjijikan......


Itulah kesan pertama untuk burung kecil Everst.


" Menjijikan " Tuturnya, kemudian Dania melepaskan Raya yang sempat tadi ia tindih.


" Raya ikut aku " Ishid berbalik dan pergi di saat yang sama Dania pun pergi ke arah yang berbeda.


" Tunggu, apa aku melewatkan sesuatu?. Aku di abaikan mereka berdua " Mikhail merasa frustasi lagi, datang sendiri dan pulang pun sendiri.


_____________________


Monster?.


Seharian penuh bertemu monster.


Apa kalian ingin menghabiskan tenagamu demi menyelesaikan mereka semua dengan cepat?


Dania yang tadinya bertindak sebagai Healer lagi, jadi ikutan perang dengan mereka. Keadaan terdesak membuatnya seperti itu.

__ADS_1


__ADS_2