
Anggrek biru, untuk peneman meja hanya sebagai hiasan belaka. Tidak ada yang menarik dari pada memandang langit sore yang sudah menunjukkan waktu malam akan datang, sudah ditandai adanya samar-samar bulan.
Kesendirian setelah ditinggal teman sekaligus partner hidup sudah ia jalankan selama 1 bulan setelah peristiwa Virus Kanibal.
Selama satu bulan itulah Danie mulai memulihkan dirinya sendiri, dari rasa lelah, demam, menenangkan pikiran serta perasaan dan satu hal lagi adalah pedang yang sudah ia beri nama Balckered《 Asal sebut 》.
Pedang misterius yang selalu muncul ketika sedang terdesak, entah dari mana asalnya juga tidak tahu. Tetapi karena menganggap sebagai berkah, jadi Danie untuk setiap harinya ia akan berlatih pedang dan fisiknya.
Tempat terpencil namun Vila lah rumah barunya untuk sekarang ini, tidak ada yang tahu keberadaannya dan justru berada di tengah hutan menjadikannya tempat paling tenang.
Danie membuka kedua telapak tangannya dan mengarahkannya ke atas, lalu seperti asap muncul dan muncullah satu pedang yang sudah berjasa menolongnya ketika sedang dalam kesulitan.
Ia genggam dengan erat dan sedikit mengelus punggung pedangnya dengan tangan kiri.
[ Pedangku ] melakukan kuda-kuda lalu mengacungkan ujung pedangnya ke depan dengan cepat.
[ Aku akan belajar menggunakan tubuhmu( pedang) dengan baik walaupun belajar dengan mengandalkan ingatanku sendiri tapi aku juga tidak akan meninggalkanmu ] satu pistol yang ia letakkan di saku khusus untuk pistol yang ada di paha kiri Danie keluarkan lalu ia bidik ke arah jendela dimana jauh di depan sana ada satu pohon yang sudah kering dan...
DORRRR.....
" Di dunia ini, bagi para kesatria pedang adalah jiwa dan segalanya namun bagiku Pedang adalah sebuah seni keindahan sedangkan pistol adalah karya yang tidak akan aku tinggalkan "
Pistol itu adalah pistol pemberian dari Cathrine 15 hari yang lalu.
15 hari yang lalu Lady Ellora memberitahu kalau ada gadis yang datang dari desa Jacilky ingin bertemu dengan orang bernama Danie, hanya saja Lady Ellora yang kebetulan bertemu dengan Cathrine memberitahunya secara fakta kalau Danie sudah tidak menjadi bagian dari Linstone, maka dari itu Cathrine menyerahkan pistol tersebut pada Lady Ellora dan menteleportasikan senjatanya pada pemiliknya( Danie ) dan sekarang sudah ada di tangannya.
Danie di buang, eh...tidak.
Lebih tepatnya memilih jalannya sendiri keluar dari daerah kekuasaan Linstone.
Walaupun sayang karena harus berpisah dengan kedua pemimpin si Elvin dan Caver bahkan tidak berpamitan sekalipun, namun ia terpaksa harus melakukannya.
Anggap saja sebagai kebosanan hidup di wilayah yang sama terus.
Everst entah pergi kemana, mengakunya akan kembali ke wilayah miliknya dan Danie tidak tahu dimana.
Toh tidak mengharapkan dia terus untuk selalu disinya, seperti tadi bosan melihat wajah yang sama.
Danie mengandalkan dirinya sendiri untuk mencari makan dengan masuk ke dalam hutan dan berburu seperti ikan, burung, ayam hutan, maupun kelinci.
( Berburu hewan yang normal-normal saja )
Dari sini ia juga menjelajah hutan yang belum pernah ia jamah selama tinggal disitu.
Tetapi intinya sekarang ia berada di luar wilayah Linstone.
[ Kalau tidak salah disini wilayah netral ]
Tidak ada dari kerajaan manapun yang menguasai wilayah yang sedang Danie tinggali, maka dari itu disitu adalah wilayah bebas.
Sambil makan ikan bakar di batang pohon, Danie juga sedang memperhatikan mangsanya yang ada di tanah yaitu kelinci.
Perangkap juga sudah ia buat untuk menangkap hewan buruannya itu yang kecil lagikan imut namun terpaksa menangkapnya demi kelangsungan hidupnya yang juga perlu makan.
CTRAKK.....
[ ketangkap! ]
Danie melompat turun dari batang pohon, membuang tulang ikan yang dimana dagingnya sudah ia makan.
__ADS_1
Pendaratan yang mulus, ia langsung pergi ke tempat jebakan dimana kelincinya sudah tergantung ke udara dalam kondisi terbalik.
Danie segera memotong tali dan membawanya pergi.
[ Kenapa hidupku menyedihkan ya? ]
Hanya memiliki 6 setel baju dan celana sudah termasuk mantel musim dingin, sekarang sedang memegang seekor kelinci, berada di hutan sendirian, sudah seperti orang hilang, lalu sekarang bajunya sudah kotor akan peluh nya sendiri.
Musim dingin hampir tiba, sudah ditandai daun yang sudah mulai habis ber guguran, dan hawa dingin angin yang menerpa sudah menjadi bukti tidak berapa lama lagi salju pasti akan turun.
[ Masih hidup, aku akan menyembelihmu dengan hormat. Jadi berbahagialah kelinci ] ungkap Danie dalam hati sambil memandang kelincinya dengan seksama.
HRAPPP........( seekor hewan langsung menyergap )
Danie tepegun, sekarang hanya tinggal kedua kaki kelinci yang sedari tadi Danie pegang, sedangkan tubuhnya sudah tidak ada. Ada melainkan sudah masuk ke dalam perut....
Danie langsung menoleh ke samping kanan, secara nyata dan fakta yang ada di depan matanya, seekor..
[ Macan kumbang?, cih....aku sudah lama mencari hewan buruan dan cuma dapat kelinci tapi malah... ] melirik ke seekor macan berwarna hitam yang sedang menikmati daging dan darah hasil curian miliknya( Danie ).
Ia melempar kedua kaki kelinci yang sudah tidak berguna itu langsung ke wajah macan tersebut.
PLUKK......
Tepat mengenai wajahnya si macan dan..
[ Di..dia marah? ] senyum kaku dan raut wajah Danie menjadi cemas.
GROARHHH........
Auman kerasnya membuat hati Danie tergerak untuk kabur!.
Sebab macam ini bisa menaiki pohon juga, yah dengan cakar dan tubuhnya yang ramping memungkinkan hewan ini bisa memanjat pohon.
GROAARHHH......
" Kenapa kau mengejarku?, bukahkan makanannya sudah aku berikan semua sampai kakinya sekali "
Groarhh....{ sampai berani merusak pesonaku!? } marah sang macan tadi.
Danie memberhentikan aksinya karena mendengar ayat yang menggelikan hatinya.[ Ha?...alasan konyol, tidak akan ada yang tertarik denganmu ] Danie bertengger di batang pohon sambil berdiri memandang pemandangan hutan dari pinggir tebing dimana di sebelahnya ada air terjun yang cukup tinggi. Bahkan dari segala penjuru ia bisa melihat seluruh daratan hutan itu.
Groarrhh....arghh....
{ Jangan mentang-mentang bisa berkomunikasi denganku, aku tidak bisa memakannmu juga?! }
Benar saja, si macan bisa memanjat pohon dan mensejajarkan tingginya dengan keberadaan manusia bedebah di depannya itu, kemudian melompat tepat dimana Danie berdiri.
Belum sempat menerkam musuhnya, Danie sudah melompat turun.
[ Dia bisa mengelak seranganku dengan mudah?. Cih..aku harus turun dari sini ] Fikir macan hitam itu, ia segera turun dengan mengandalkan dua pohon yang ada, ke empat kakinya ia gunakan untuk mencakar batang pohon satu ke pohon satunya lagi agar tidak langsung terjatuh.
[ Padahal aku masih lapar, tapi macan ini membuatku tambah kelaparan ] mengingat dirinya baru makan 1 ikan yang ia dapat dari memancing. Melihat macan tadi sudah mulai turun, buru-buru dirinya pergi karena dengan agresifnya predator tersebut hendak menerkam dirinya secara langsung walaupun belum ke empat kakinya belum menginjak tanah sekalipun.
Gigi taring yang tajam sangat kelihatan, kuku panjangnya yang bisa merobek daging mangsanya hanya untuk sekali ayunan tangan, ke empat kaki yang kuat.
Macan ini seolah-olah bisa terbang, ia langsung menerjang Danie dari belakang.
Lalu.....
__ADS_1
SLASSHHH.......-------------->>>>
Mendengar suara panah yang datang, Dani segera meemutar tubuhnya menghadap belakang.
PRATTT.......
Darah merah itu sempat muncrat sampai ke wajah Danie. Pemandangan yang mengenaskan, macan tadi terkena anak panah.
HARRGGHHHH...........( berteriak kesakitan )
Rasa kaget tadi segera Danie ketepikan, karena tubuh sang predator itu...
BRUGGGHH........ ( Suara yang saling menghantam )
BYURRRR....... ( dua duanya tercebur ke sungai yang ada tepat di belakang Danie )
BLUPHH......BLUPHH.....BLUPHH...
Beberapa kali kepalanya masuk kedalam air sungai yang deras lagikan dalam.
Tepat di depan sana ada satu batu yang bisa ia buat pegangan agar tidak terhanyut lalu hanya bisa melihat sang macan masih berusaha untuk menyelamatkan dirinya dari air namun disisi lain satu anak panah menancap di tubuhnya sehingga kemungkinan besar dia tidak akan selamat.
Tapi dari arah lain ada sisa batang pohon yang hanyut,
[ Dan itu cukup besar ] detik hatinya, jadi dengan tenaganya yang ada dirinya harus bisa keluar dari sungai sebelum terkena sisa batang pohon itu.
__ADS_1