
Sorotan dari seorang pria tampan namun sedang punya nafs* setelah menatap lawan jenisnya.
Bukannya berterima kasih, dia malah memberikan tatapan itu!.
Dulu sering mendapati hal semacam itu, tapi sekarang sudah sangat jarang. Ini menjadi pengalaman barunya, di...sini.
Jujur saja sekarang jantungnya sedang berdegup kencang, tapi kasusnya sangat berbeda.
Dirinya hanya menyukai pria tampan tapi bukan berarti jatuh cinta, itulah yang terjadi.
Menghiraukan kasus otak menjadi bodoh karena cinta, itu tidak akan bakal terjadi pada dirinya, karena ia tidak pernah merasakannya sekali pun.
Cinta saja tidak bisa ia mengerti bagaimana rasanya, jadi apa boleh buat?.
Perasaan ini hanyalah nafs* sesaat, sebab jika sudah berlalu, itu akan menjadi hal yang mudah di lupakan karena tidak begitu berarti.
Semuanya akan berarti hanya untuk referensi buku percintaannya yang pelan-pelan sedang ia buat.
Yah....apa pun itu..
Dania yang hendak mengucapkan kalimat
" Aku...menyuk-mphh!. " belum sempat mengutarakan kalimatnya secara utuh, Arhes seketika membekap mulutnya.
[...................!.] Telapak tangan yang begitu besar dari miliknya mendarat di bibirnya, ada apa ini?.
" Shht... " desis Arhes.
Karena memiliki tubuh lebih pendek dari pria di depannya ini, Dania hanya memandang lurus ke depan, dan yang di tatapinya adalah jakun itu, laki-laki yang sedang menelan salivanya sendiri, membuat jakun itu bergerak ke atas lalu ke bawah.
Sungguh mendebarkan.
Ketika terus turun ke bawah, sorotannya terhenti ketika menemukan dada pria ini memang begitu bidang, punggungnya yang pastinya lebar seluas samudra, yang memeluknya pasti puas rasanya.
Inilah pria beracun di antara pria berwajah racun lainnya, meracuni otak, mata, hati, sekaligus jantung.
Siapapun yang dapat memiliki tubuh pria ini, dialah perempuan yang beruntung.
Benarkah itu?.
[ Lihatlah itu.... ] menatap mata Arhes dengan begitu seksama, Dania berhasil menilai orang ini dari sorotan mata yang di dapatinya, serta reaksi wajah Arhes ini.....
[ Dia memang pria baik yang tidak bisa mengutarakan kebohongan. ]
Dari luar, kelihatannya Arhes adalah pria angkuh, dengan wajah garang, tapi di hatinya itu memiliki ketulusan. Hanya saja ketulusan itu seperti susah untuk di utarakan baik-baik.
" Jangan dikatakan. " celetuk Arhes, langsung melepaskan bekapannya yang terkesan memang tidak sopan.
Tapi ini demi hati dan pikirannya.
Dengan percaya diri, hatinya belum siap untuk menerima ungkapan kata 'menyukaimu' dari mulut gadis ini.
" Hngg?!. " Dania tidak begitu mengerti apa maksudnya, padahal bukan itu yang hendak dikatakannya. Kini ia sudah membetulkan posisinya setelah adu mata penuh manfaat dengan si Arhes.
Karena bisa merasakan perasaan menggelitik ketika mendapatkan posisi tadi.
" Memangnya aku mau mengatakan apa?. "
Dania yang melontarkan pertanyaan kepada pria ini, seakan pria ini lebih tahu apa yang akan keluar dari mulutnya, akhirnya sukses membuatnya terdiam.
Ya...dia belum tahu kata selanjutnya, tapi karena hanya mengantisipasi untuk kemungkinan terburuk untuk hati dan pikirannya yang akan kacau, membuat Arhes jadi bertindak dulu ketimbang bicara.
Dania kemudian berjalan ke depan sebanyak 10 langkah sampai akhirnya memunggungi pria ini.
Di titik itulah, Dania mengucapkan kalimatnya dalam seketika itu juga.
" Aku menyukai refleksmu. " 3 patah kalimat pendek tanpa melihat lawan bicara, sebelum Dania secara terang-terangan mengeluarkan pedang dalam sihir yang dia punya, dan pergi meninggalkan Arhes begitu saja.
Kepalanya yang sedikit menoleh ke belakang untuk melirik pria yang masih berdiri itu, Dania pun melontarkan kalimatnya lagi, namun dengan pikiran.
{ Apa kamu mengira aku mau mengutarakan suka dalam arti lain?. }
Sambung Dania lagi, dengan menggunakan telepatinya.
BLUSSHHH.....
Kata-kata yang terdengar di dalam kepalanya, membuat Arhes jadi terjebak dalam kesalahpahaman tadi.
Di tinggal sendirian, meninggalkan kalimat pujian, serta kesalahpahaman sendiri, berhasil membuat Arhes tersipu dengan bukti telinganya memerah.
Berbalik memunggungi arah dari gadis itu pergi, dalam benak hatinya langsung berkata.[ Ucapannya, kenapa selalu membuatku salah paham. ]
Sebagai pria yang tidak pernah dekat dengan wanita mana pun, ini akan menjadi pengalaman pertamanya, tergoda sendiri oleh ucapan dari gadis yang lebih muda 4 tahun itu.
Arhes mendesis karena tidak percaya.
" Apa aku sudah gila?. " berakhir dengan sumpah serapah, ia akhirnya di sadarkan akan pergelangan tangannya yang terasa ngilu.
Menatap ke dua tangannya sendiri, membuatnya menimbang-nimbang seberapa kuat tadi tubuhnya menggerahkan tenaga untuk mengayunkan dan menerima serangan ballik dari pedang yang di lancarkan gadis itu hingga membuat pergelangan tangannya mulai ngilu seperti ini?.
__ADS_1
Lalu....
[ Dia meletakkan telapak tangan basah ke wajahku, bagaimana caranya dia menyadarkanku?. ] Rasa basah apa yang terasa di kulit wajahnya dan bagaimana caranya, itu yang menjadi pertanyaan terbesarnya.
Ada bau masam tapi entahnya, terasa tidak begitu buruk.
Justru otaknya menyukai aroma ini...?!
[................! ]
Memikirkan segala kemungkinan yang terjadi, Arhes menggeleng cepat untuk menepis semua pemikiran itu.
Apa karena beberapa hari ini terus bersama gadis itu, itu membuatnya memiliki perasaan aneh ini?.
Jujur, selama diirinya bekerja menjadi kesatria di istana milik Scnaider, ia terus melewatkan hari libur dengan berlatiih, sehingga tidak pernah menjumpai yang namanya berjalan bersama seorang wanita.
Tapi....
[ Hahh-!...kepalaku jadi kacau. ] Mengacak rambutnya sendiri frustasi.
Arhes kemudian memungut pedangnya yang tergeletak di tanah, dan bergegas untuk menuju ke tempat di mana adiknya sedang terkapar lemah.
___________________
[ Dia bisa menyadarkannya secepat itu?!. ] Chloe tidak senang dengan ini, ia mengira akan membutuhkan waktu lama untuk gadis itu menyadarkan pria tersebut.
Melihat wanita itu berekspresi masam, Dania yang sudah berada di jarak 10 meter dari wanita penyihir ini, segera mengucapkan...
" Wajahmu kelihatan tidak senang. " tuturnya, menyindir ekspresi Chloe yang begitu enak di pandang karena tidak sesuai rencana.
" Bagaimana bi- "
" Kau punya kemampuan.... "
WUSHH.....
Dalam sekejap mata langsung berada di belakang Chloe, melirik wajah tidak senang milik Chloe, Dania kembali berucap.
" Layaknya musang. Kau menggunakan feromonmu untuk mempengaruhi lawan jenis sebagai pemikat, agar bisa kamu kendalikan seutuhnya, kan?. "
Selesai berkata seperti itu, tangannya mengayun untuk memenggal leher wanita ini.
CTANG....
Tapi....
Setelah itu, menjawab pertanyaan dari wajah yang di ekspresikan Chloe, Dania pun memberitahunya.
" Jika bertanya menggunakan apa, aku menggunakan keringatku sendiri. "
" A-APA!. " tersentak kalau cara penyelesaiannya sangat berbeda dari yang dibayangkan Chloe.
[ Keringat?. ]
Padahal disini, Chloe mempengaruhi pria itu dengan mencium lehernya, lalu meninggalkan bekas jilatan kecil di sana.
Tapi gadis ini menggunakan keringatnya?.
Dania tersenyum geli jika memikirkan kejadian tadi, kejadian khusus yang ia berikan untuk Arhes, agar pria itu benar-benarr terlepas dari pengaruh sihir yang wanita itu berikan kepadanya.
" Menggelikan kan?. " tanya Dania, memancing Chloe untuk bereaksi lebih lucu dari sekedar wajah masam saja.
" Keringatku juga merupakan feromon, jadi feromon mana yang lebih segar?, dari seorang gadis muda, atau tante-tante sepertimu!. "
tutur Dania lagi, mengakhiri kalimatnya dengan sebuah senyuman menyindir.
Inilah, alasan kenapa dirinya tadi bertarung sebentar dengan Arhes adalah, untuk menciptakan keringat ,dan keringat yang juga berferomon inilah yang menjadi solusi untuk menyadarkan si Arhes.
[ Ilmu pengetahuan dasar tentang hewan, memikat lawan jenis. ] Tidak sia-sia membaca buku, dan inilah hasilnya. Padahal buku yang di bacanya adalah ilmu dari sekolah dasar, tapi malah bermanfaat ketika disini.
Dari mana ia mendapatkan pencerahan seperti ini, adalah karena perasaan deja vu. Tapi perasaan deja vu ini bukanlah miliknya, tapi punyanya.....
[ Entah punya siapa. ] namun daya ingatnya memang mengatakan kalau dirinya tidak pernah menemukan kejadian yang seperti ini, pasti karena hal yang lain, yang tiak ia ketahui secara pasti.
SHRAKKK....
Dania menebas akar yang tiba-tiba muncul.
Sedangkan Chloe, ia terhasut atas sindiran yang Dania berikan.
[ D-dia......menyebutku tante-tante!.]
Batin, Chloe....marah. Amarahnya yang datang karena di katai sebagai tante-tante, padahal wajahnya in masih terlihat muda seperti ini, dari mananya, tante-tante?.
Ini mengakibatkan Chloe memutuskan untuk menggunakan cara lain, untuk menghadapi gadis.
[ Baiklah, karena kau masih punya mulut untuk menyindirku. ]
" Mari kita lihat, seberapa lama wajah sombongmu itu akan bertahan. " Chloe berbicara sendiri, menggumamkan berbagai ayat penuh sarkas, aura itu kemudian muncul, aura kegelapan. Yang punya kekuatan 'mana' di dalam tubuhnya, dia akan melihat aura hitam ini, sedangkan manusia normal...maka dia akan menerima tekanan yang kuat, yang akan membuat mereka langsung bergidik ngeri.
__ADS_1
SRAHHKK..............
CRASZHH............
Begitu antusias sekali, memotong akar yang sudah tidak berguna itu, karena memang mudah untuk di lawan oleh Dania, Chloe dengan ini, pun sudah siap....
Siap untuk melakukan pekerjaannya untuk melawan degan gadis ini lebih...serius dari sebelumnya!.
" Jadi..... Apa menyusun strategi untuk mengalahkanku, sudah selesai?. " tanya Chloe pada Dania di sela-sela gadis itu sedang memotong akar-akar yang chloe kendalikan.
" kalau begitu, acara intinya....di mulai sekarang!. "
Ketika Dania menoleh ke arah wajah Chloe yag lebih terlihat percaya diri dengan ucapan tadi, ketika itu pula, Chloe memanggil sebuah nama.......
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
GHORARRHHHHHHH....................
Suara mengaum yang begitu keras, membuat pemilik sepasang sayap itu menoleh ke sumber suara.
Matanya membulat lebar, saat matanya yang tajam itu akhirnya bisa menemukan musuh yang lebih berbahya dari seekor naga.
##########################
Entah menikmati atau tidak cerita ini, author yang serba gaje ini mengucapkan terima kasih sudah berkunjung.
Ah....memang di sayangkan sudah hiatus sangat lama, berapa purnama?......
Ada yang sering bilang begitu, satu bulan purnama 3 kali, dan waktu yang berlalu lebih dari setahun ya?.
Hitung sendiri yokai?!.
:)
Hng....
Rintangan yang selalu datang itu, Mood, malas, dan ide cerita yang tiba-tiba buntu.
Maka dari itu, ini agak susah untuk menemui akhir untuk kasus dari cerita si gadis ini.
Maaf ya... ;)
Sedih, tapi mulai sekarang, author sedang berusaha untuk update tiap hari, ya...setidaknya untuk novel yang satu ini.
Jadi selamat di pertemuan berikutnya.
《 Maklumkan atas segala typo yang hadir di depan mata anda ketika membaca cerita ini, karena saya juga manusia biasa yang tidak terhindar dari kesalahan mengetik. 》
__ADS_1