Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Hukuman


__ADS_3

Selamat membaca para readers tercinta♡♡


Keesokan harinya di ruang bawah tanah,tepatnya di ruang pemeriksaan(interogasi).


Didalam ruang pemeriksaan,terdapat noda darah di dinding,disana terdapat satu orang diikat di dinding dengan kedua tangan terlentang dan kaki juga sama-sama diikat.


Orang itu sudah ada banyak luka dan noda darah di baju,walaupun menggunakan pakaian berwarna biru gelap,namun tetap saja darahnya menyerap ke pakaiannya.


"Kau tidak mau bekerja sama !!!. Pukul lagi..!" Teriak salah seorang sambil mencambuk tubuh orang yang sedang diikat di dinding.


PLAKK....PLAKK....PLAKK....


"Kau..kalian mau aku berkata apa lagi ?" Bertaanya sambil menoleh ke samping.


"Semua kenyataan sudah aku sampaikan dengan jelas. Aku tidak ada hubungannya dengan pemberontakan untuk menculik yang mulia. Seharusnya kamu tanya pada nya,sebelum melakukan hal ini padaku."berusaha membela diri.


"Masih tidak mau mengaku?,pukul,pukul lagi!"kata orang yang melakukan interogasi pada Danie.


Plak...!,Plakk..!


Tap...tap...tap....


[Kenapa bisa seperti ini,ini memang bukan keberuntunganku] Danie,hanya bisa menangis dalam hati.


Tiba-tiba Marion datang,dengan beberapa orang dibelakangnya.


"Wakil jenderal Marion,kenapa anda mau datang ke tempat kotor seperti ini?. Kalau ada masalah, silahkan langsung dibicarakan saja"


"Kenapa kau mau membunuh yang mulia ratu?"tanya Marion pada Danie.


"Bukan aku pelakunya!"jawabnya dengan tegas.


"Jelas-jelas kamu berada di sana sendirian dengan dua puluh orang mati dibunuh olehmu kan!"


"Sudah aku bilang bukan aku yang melakukan pemberontakan itu,apa ini cara kalian mencoba mengorek informasi ?. Aku jelaskan sekali lagi,aku tidak sengaja disana dan salah satu perempuan memintaku untuk menolongnya,jadi aku menolongnya dari orang-orang itu. Membela diri untuk menolong orang lain apa masalahnya?"Jelas Danie dengan antusiasnya.


"Wakil jenderal marion,saya rasa masalah tidak sesederhana ini. Kita harus melakukan pemeriksaan yang lebih mendalam"


"Untuk apa aku menculik atau membunuh yang mulia?,tidak ada untungnya bagiku. Harusnya anda tanyakan langsung pada yang mulia"Danie


"Yang mulia masih belum sadarkan diri,ini pasti ulahmu. Kelancanganmu pada yang mulia tidak dapat diampuni"sela Marion.


Danie yang mendengarnya hanya bisa berdehem kesal.


"Cih...terserah kalian,mau pukul lagi pukul saja. Seberapa keras pun kalian memukulku ,aku sudah tidak ada keterangan apa-apa lagi"


[Untuk apa meladeni kalian. Kepercayaan disini memang susah didapat. Hanya dengan memandang dari satu sisi,sudah memperlakukan orang seperti ini.]


"Kalau begitu kita lihat seberapa keras tulangmu. Aku disini untuk melihat proses interogasi kalian. Lanjutkanlah!"


Marion pun duduk dengan tenang,sambil melihat proses interogasi dari anak buahnya pada Danie.


Danie,satu-satunya orang yang berada di tempat kejadian dimana Yang mulia ratu dengan dayangnya dan sepuluh pengawalnya di serang. Jadi Danie di dijadikan target sebagai pelaku yang hampir membunuh Ratu.


Plak..,plak....,plak....


***


Di salah satu kamar di istana utama terdapat tiga orang,salah satunya tengah terbaring di kasur dalam keadaan tidak sadarkan diri,

__ADS_1


dari malam hingga pagi ini.


Lelaki remaja beramput pirang emas sedang menunggu sang ibu terbangun,dia beberapa jam sekali akan datang kembali untuk memastikan kesembuhannya.


"Ibu..?"panggilnya.


Namun belum ada reaksi dari orang yang dipanggil ibu.


"Bagaimana pendeta?"


"Yang mulia,beliau hanya pingsan saja. Tidak lama lagi beliau akan siuman. Saya undur diri dulu"ucap sang pendeta lalu segera pergi.


Tidak lama setelah kepergian pendeta,ada salah satu orang lagi yang datang namun tidak masuk. Hanya menyampaikan pesan dari depan pintu kamar.


"Yang mulia,nona Ferlina yang merupakan dayang dari yang mulia ratu,anda bisa menemuinya sekarang"ucapnya dengan suara sedikit lantang.


"Baiklah,saya akan kesana sekarang"Elviniraz pun segera beranjak pergi untuk mengetahui kebenaran yang ada,yang merupakan salah satu saksi juga karena ibunya masih belum sadarkan diri.


Elviniraz berjalan melewati koridor istana,salah satu tempat yang harus dikunjunginya adalah kamar rawat yang sudah disediakan istana. Karena peristiwa semalam,Ferlina pun diberi penjagaan di luar pintu kamar lalu luka yang ia dapatkan juga sudah diobati dan berangsur pulih setelah pendeta meyembuhkannya dengan kekuatan suci 'Heal',maka luka separah apapun dalam beberapa hari dengan penyembuhan itu maka bisa segera sembuh tanpa memakan waktu yang sangat lama.


Entah seberapa jauh itu karena istana yang besar,Elviniraz pun sudah sampai di ambang pintu yang harus dimasuki.


Ceklek.-------


Suara pintu terbuka,menampakkan satu orang sedang duduk di dekat jendelan dan menatap pemandangan luar jendela,karena keberadaan orang yang penting itu sudah datang,Ferlinsa segera berdiri dan menunduk hormat pada Elviniraz.


"Bagaimana keadaanmu?"tanyanya pada Ferlina.


"Saya sudah lebih baik dari yang sebelumnya yang mulia"


"Baguslah"tidak sengaja Elvi menemuka seekor burung tergeletak di atas meja dalam keadaan seperti burung mati,namun ada kain yang memberinya kenyamanan pada burung tersebut agar bisa terlelap dengan baik.


"Maaf,saya tidak tahu apa yang terjadi dengan burung ini,dari awal saya menerima titipan orang itu,burung ini memang sudah seperti ini dan belum bangun juga."Ferlina mengelus kepala burung berwarna coklat itu dengan jari telunjuknya.


"Siapa orang itu yang kamu maksud?,apa dia orang yang menolongmu?"Tanya Elvi sekali lagi untuk mengkonfirmasi tebakannya.


Ferlina kemudian duduk di sofa lalu diikuti Elvi di sofa single nya.


Setelah diam beberapa saat,Ferlina pun menceritakan kejadian dari awal sampai akhirnya bisa selamat dan bantuan yang dijanjikan datang untuk menolongnya.


"Oh iya,dia juga menitipkan ini pada saya,untuk menjaganya."mengeluarkan sebuah benda berwarna putih berbentuk pipih dan panjang lalu meletakkannya di hadapan Elvi.


"Benda apa ini?"mengambil benda tersebut dan mulai mengamatinya.


"Dia bilang..smar...smart..emmm.....ah...


smartphone!"Ferlina.


[Smartphone?,benda aneh ini....]ketika memeriksa smarphone yang dipegangnya,tanpa sengaja Elvi menekan tombol samping lalu layar smartphone pun menyala. Sekilas Elvi kaget dengan benda ynag dipegangnya bisa menyala begitu saja,namun tidak lama Elvi menatap layar ponsel itu dengan wajah bengong.


Dayang Ferlina menatapnya dengan tatapan heran,karena Elvi merasa ditatap olehnya segera Elvi merubah raut wajahnya kembali.


"Erghmm...apa kamu tahu orang yang menolongmu kemarin malam?"


"Itu...maaf yang mulia,saya tidak mengetahui dia siapa,karena saat itu dia memakai tudung menutupi kepalanya"


"Kamu istirahatlah dulu,benda ini akan aku bawa untuk mencari keberadaan orang itu"


"Terima kasih atas perhatian yang mulia"Ferlina berdriri dan menunduk hirmat sebagai rasa hormatnya dan ungkapam yerima kasih karena begitu perhatian.

__ADS_1


Elviniraz segera berdiri dan berjalan keluar sambil memasukkan smartphone ke dalam saku celananya.


Untuk menyelidiki siapa pemilik dari smartphone ini ada seseorang yang dia tahu.


Tanpa disadarinya saat berjalan di koridor istana itu,Elvi mengumbar senyuman geli.


"Pfftt...."


Para pelayan istana yang kebetulan berpapasan turut berhenti,mengagumi pangerannya yang lewat tiba-tiba bisa tersenyum manis bagai malaikat.


"Pangeran memang tampan,apa yang membuatnya tersenyum di pagi hari begini?"


"Aha..mungkin pangeran sudah menemukan wanita idamannya?"


"Mana mungkin,bisa saja beliau sedang memikirkan hal yang lucu untuk menghibur diri"


"Alah..entah apa itu,tapi senyuman pangeran membuatku bertambah semangat untuk bekerja"


"Hei..!,kalian semua!,apa yang kalian lakukan ?,jangan bergosip di pagi hari. Cepat bekerja!"


"Ba..baik nyonya Morgan" Jawab All.


Setelah diperingati oleh keoala pelayan perempuan yaitu nyonya morgan,semuanya segera bekerja kembali.


"Dasar pelayan rendahan,pagi hari sudah bergosip"decih Morgan dengan kedua tangannya disilangkan di depan dadanya,kemudian dia menoleh ke samping dan menemukan jauh didepan sana barusan ada pangeran Elvi yang melewati koridor itu.


"Emm....yang mulia?,kenapa anda tersenyum-senyum sendiri?"tanya penasihat kerajaan yang kebetulan sedari tadi sedang mengikuti Elvi di belakangnya.


"Aha..karena ada hal yang lucu"ucap Elviniraz dengan wajah yang sudah tenang kembali.


"Azen?,laporkan padaku secara rinci kejadian yang menimpa yang mulia ratu"


"Baik yang mulia,saya mendapatkan laporan bahwa wakil jenderal maron yang semalam berada tepat di TKP mendapati dua puluh orang tewas,sebagian yang tewas adalah para pengawal yang mulia ratu,mereka terrbunuh dengan mengenaskan karena pedang,sebagian lagi merupakan para penjahat pelaku dari atas peristiwa penculikan yang mulia,mereka tewas karena luka dalam dan tulang yang patah,tidak ada tanda kalau mereka diserang dengan benda tajam"Jelan Azen pada Elvi,menjelaskan kejadian yang semalam menimpa pemimpin ibu negara.


"Apa masih ada lagi?"tanyanya lagi.


"Itu....Wakil jenderal Maron menemukan satu orang di lokasi TKP,dia menangkapnya dan sepertinya beliau membawanya ke ruang bawah tanah untuk pemeriksaan. Wakil Jenderal Maron menduga kalau orang yang ditangkapnya merupakan pelakunya"


".................."


[ Ini alasan yang kurang masuk akal ]fikir Elvi.


"Maaf yang mulia,raja memberi perintah agar tuan Azen menghadap beliau"tutur pengawal yang baru saja sampai.


"Baiklah,yang mulia,saya undur diri terlebih dahulu. Ayo.."jawab Azen.


Sekarang Elvi yang sedang sendirian ditengah lorong,lalu dia mengeluarkan benda yang disebut sebagai smartphone oleh Ferlina dan menekan kembali tombol yangbada disamping layar. Namun Elvi tidak dapat membuka layar karena dikunci,hanya saja disitu terpapar wallpaper yang baginya sangat membuatnya menggelitik.


[ Gambar ini kalau tidak salah,seharusnya ada di.......]


"Sini.."Elvi sampai ditempat yang sama seperti yang ada di dalam gambar yaitu di sebuah bangunan kecil dengan empat pilar putih sebagai penyangga bangunan,tempat biasa orang utnuk bersantai minum teh selagi melihat orang-orang berlatih di lapangan.


[Sudut gambar ini...!] Sekilas Elvi mencari-cari sudut gambar yang dilihatnya dari wallpaper smarphone yang di pegangnya,dan itu mengarah pada sebuah pohon di pinggir lapangan.


Dalam gambar yang dijadikan Wallpaper layar kunci ponsel itu,menampilkan gambar dirinya (Elviniraz sendiri dengan teman kesatria lainnya yang sangat dikenalnya yaitu Caver)


Yah..dia ingat kalau kemarin setelah tontonan yang menarik itu sudah bubar,dirinya pergi ketempat yang sekarang ini ia injak,dan kebetulan Caver sebagai sesama pemimpin pasukan,datang menemui dirinya untuk membicarakan laporan mengenai wilayah perbatasan yang beberapa kali ini diserang oleh pasukan dari kerajaan lain.


Jadi kuncinya hanya satu,siapa yang mengambil gambar dirinya dengan caver kemarin?.

__ADS_1


__ADS_2