
Maklumkan jika masih ada Typo diantara hujanan kalimat ini.
Tindakannya berlari cepat, menghasilkan gelombang yang membuat debu tanah yang terbang itu...menyingkir dalam seketika.
Dania, ketika sudah di ujung sasarannya, tangannya lebih mengerahkan lagi sebuah kekuatan yang mampu ia keluarkan masuk ke dalam pedangnya.
Di jarak 2 meter...pedangnya ia rubah ke posisi ke depan.....untuk menusuk tubuh berdaging tebal itu, hanya saja...Berserker menangkapnya dengan tangan kirinya secara langsung.
GREP.........
Sampai-sampai terlilhat Berserker menggretakkan giginya, karena harus menerima rasa sakit itu dan tekanan pedang yang terus terdorong kuat untuk menusuk perutnya.
Tapi tangan kanan yang masih memegang pedang, dia ayunkan ke depan....hendak memukul musuh di depannya ini.
" GRAGHH.... !. "
Tak ingin melewatkan kesempatan ini, Dania yang tadinya sedikit demi sedikit menarik pedangnya dari cengkraman tangannya Berserker, meski tak berhasil terlepas, langsung memutuskan terus mendorongnya lebih kuat, ....dan lebih kuat.... di tambah.... sebuah ' Mana ' yang tiba-tiba masuk ke dalam pedangnya, lantas...membuat pedangnya....
SRINGG.....
Menghasilkan sinar yang menembak langsung separuh tubuh Berserker.
Cahaya biru yang cukup menyilaukan, akhirnya membuat tubuh besar itu.....
BRUKK............! ( ambruk seketika dalam posisi terduduk, tepat di depannya. )
" Hah...hah....hah..." menatap Berseker yang sudah terlihat tak bernyawa dengan begitu seksama.
\[ Akhirnya....dia...mati?. \] mengatur nafasnya yang begitu memburu, ia tidak menyangka kalau pedangnya ini bisa bersinar?.
Dania mengalihkan pandangannya untuk menatap pedang kristal yang awalnya berkilauan dengan dominan putih, kini pelan-pelan berubah warna dengan sebuah campuran warna biru.
Namun....
TES......
TES......
Satu cairan menyadarkan gadis ini, dari rasa kagumnya tadi.
\[ Apa ini?. \] menyeka dahinya yang terena sesuatu yang basah. Ketika di seka dan di lihat, rupanya itu ...
" Darah... ?. " perasaan yang tidak begitu enak, membuatnya menengadah ke atas.
SWAHHH........
"..............! "
\[ Everst!. \] sesuatu yang sedang jatuh menuju ke arahnya, si burung coklat itu.....Everst.
Bukan tindakan manuver seperti sebelumnya, ini benar-benar posisi seperti jatuh, posisi terjatuh dalam kondisi tidak berdaya.
Di tempat lain, wanita bernama Chloe ini tersenyum, membuka matanya lebar-lebar, menatap gadis itu lalu mengucapkan.
" Bagus......syarat selesai. " Sembari menjentikkan jarinya.
KLIKKK..........
" Kalian........muncullah. " perintah Chloe, dengan sebuah seringaian tipis.
Dania yang terfokus, hendak untuk menangkap burung tersebut, tiba-tiba kakinya di tahan oleh sesuatu yang terasa keras.
Ketika menunduk ke bawah, itu adalah sebuah .....
SRATT........
"..................." Matanya menyipit, melihat darahnya keluar.
Sayatan yang menggores kulit di kaki kanannya, menghasilkan darah yang terciprat kelular.
Yang jadi tersangkanya tak lain adalah....
" Tulang?!. " Dania mundur ke belakang, dan berniat untuk menghindarinya sambil mengayunkan pedangnya untuk menebas tulang dari tangan, tapi tertahan di saat yang bersamaan datang sebuah suara...
__ADS_1
BRUKK............
Melihat tubuh burung itu sudah terkapar di tanah, Dania benar-benar berniat sekali mendekati burung coklat itu.
Tidak....sudah bukan coklat lagi, karena bulu indah itu sudah ternodai oleh darah dari tubuh itu sendri.
Mana yang terluka?. I
Ia ingin menyembuhkannya langsung...
Tapi satu masalah baru muncul lagi, ia di kelilingi oleh tulang manusia, yang seketika itu langsung berubah menjadi butiran halus.
Butiran halus layaknya bubuk mesiu.
"................! "
\[ Aku punya firasat buruk tentang ini. \] Batin Dania di detik itu. Kakinya hendak ia gunakan untuk melangkah keluar dari formasi yang justru terlihat seperti lingkaran sihir ini, tetapi ketika satu langkah baru saja ia ambil, justru itulah..........
BOM........
Mulai Aktif.
Cahaya berwarna merah terlihat dengan jelas, mengikuti sebuah garis yang terbentuk dari tulang yang berubah menjadi bubuk tadi.
" Hahaha....kau sendiri yang mengaktifkan lingkaran sihir itu. " Chloe tertawa begitu keras.
" Jadi bagaimana?. Aku mulai sekarang juga. "
" Kau...jadi ...ini ulahmu. "
\[ Yah...siapa lagi kalau bukan dia?. \] Merutuki ucapannya tadi.
\[ Apa dia benar-benar ingin tubuh ini?. \] Tidak membiarkannya terjadi, pedang yang di pegangnya dia gunakan untuk memecah dinding transparan itu.
TRAKK...
" ......................!?. " Justru setelah pedang itu bersentuhan dengan dinding itu, pedangnya perlahan malah menghilang.
\[ Bagaimana bisa?!. \] tercengang dengan ke dua tangannya yang sudah tidak memegang apa pun.
Ke dua lingkaran sihir yang saling terhubung.
Walau terlihat memakan waktu lama, karena menunggu gadis itu menggunakan sihirnya, akhirnya sekarang semua rencananya sudah mulai tercapai.
\[ Sempurna sudah rencanaku ini. \]
Sihir yang terpancar keluar menembus tubuh Berserker adalah salah satu syarat lainnya, karena syarat utamanya adalah sebuah darah, darah miliknya ( Dania ), dan kekalahan dari burung tadi adalah untuk mengalihkan perhatiannya meski sesaat.
Dan dengan darah itu, maka lingkaran sihir yang Chloe buat sudah sempurna, apa lagi karena tadi gadis itu hendak pergi, justru itulah yang membbuat lingkaran sihirnya memnnjadi aktif secara otomatis.
Sebuah lingkaran sihir yang terbentuk dari tulang.....
Apa lagi kalau bukan tulang kematian.
Karena semua tulang itu adalah tulang manusia yang mati dalam penderitaan.
Dan tulang yang di ubah menjadi bubuk, adalah hal yang ia gunakan untuk membawa roh gadis itu dalam kebinasaan.
Chloe memulai ritualnya dengan membaca mantera, mantera yang akan menjadi unsur utama berjalanannya prosesi pengambil alihan tubuh itu.
" Berputar, berputar, wahai sumber kehidupan.-...."
DEG.............
Dania ikut mendengar rapalan mantera itu membuat jantungnya terasa sakit. Tapi tubuhnya terasa lebih sakit.
"...Erhh..... " secara tidak sengaja mengeluarkan rintihan kecil.
Chloe terus melanjutkan isi mantera dari ritualnya.
" Kembalilah dia padamu, gantikanlah dengan yang baru. "
BRUK.....
Masih menahan siksa sakit itu, ke dua kakinya yang sudah tidak kuat untuk berdiri lagi, mulai merebahkan posisinya dengan berlutut.
__ADS_1
SHAAAA...............
" A-apa...yang kau lak...kukan ini?. " melirik tajam ke arah Chole yang sedang berjalan pelan mengajampirinya.
\[ Dia masih bisa bicara?. \] menatap gadis itu se datar-datarnya.
Mulutnya tidak menjawab ucapan itu, dan terus melanjutkan prosesinya...
"........................" Dania mengambil senjatanya, yang tersimpan di dalam di balik mantel coat yang menutupi kakinya, mengeluarknnya dan berusahan untuk menembak ke pelindung yang menyekat keberadaannya didalam lingkaran sihir ini.
\[ A-ku..harus keluar.... \]
CKLEK..........
CKLEK..........
Menarik pelatuknya, alhasil....
\[ Kenapa tidak muncul satu butir peluru?. \] tangannya yang gemetar karena nyeri yang lebih dari yang dikira, ia berusaha untuk memeriksa keadaan di pistolnya, terlihat tidak ada yang salah...
Tapi kenapa tidak berkerja dengan yang seharusnya?.
" Turuti perintahku.. " kata Chloe, agar gadis ini mengucapkan kata-katanya.
Tapi yang terdengar di telinganya kata yang hampir sama.
' Ikuti perintahku. '
Dalam panca indera pendengarannya, justru kalau yang tadi di ucapkan itu bukan suaranya Chloe, tapi suara dari seorang pria.
Suara yang sangat di kenallinya, dia si pria penuntut, menuntut sebuah kesempurnaan.
Menuntutnya untuk menjadi gadis sempurna dengan memiliki berbagai keahlian dengan cara di paksa, dari bela diri, meminun racun untuk kekebalan tubuhnya, serta pelajaran di luar ruangan yang harus berhadapan dengan cairan bau anyir berwarna merah.
Karena prosesi sihir ini, Dania justru seperti sedang terhubung pada masa lalunya, dia merasa dalam posisi itu.
" Tidak!. " mulutnya terucap kata itu, pistol yang terasa tidak berguna, dia buang dengan sendirinya.
\[ Rasanya sakit...!. \] mendekap tubuhnya sendiri, seakan kedinginan.
Wajahnya menunduk menatap ke tanah, apa yang di rasakannya benar-benar lebih terasa....seperti daging yang di potong-potong di seluruh tubuhnya.
\[ Kenapa aku jadi mendengar suara miliknya lagi?. \]
Suara yang perlahan-lahan sudah mulai ia lupakan, tapi kini....suara itu muncul kembali, membuat semua ingatan buruk tentangnya kembali muncul.
Menahan sakit di tubuhnya dengan sekuat yang dia bisa, hingga giginya menggertak.
" Jika tidak menurut, rasa sakit itulah hukumanmu sebelum kau mati. "
' Jika tidak, kau akan menanggung hukumannya dengan kematian. '
Yang terbayang saat langkah kaki itu sudah ada di depannya, adalah seorang pria bersurai hitam dengan iris mata biru, bukan si Chloe...tapi pria itu.
Dania perlahan mendongak ke atas, menatap wajah yang terkesan mirip, samar-samar matanya malah melihat kalau wajah Chloe si penyihir ini sama dengan pria bernama Devon.
\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#\#
Halusinasi apakah ini?.
Ketika tubuhnya pelan-pelan di kuasai Chloe, sebuah ingatan yang terasa lebih nyata terpampang jelas di depan mata, berhadapan dengan pria awal 30 tahunan, yang sangat di kenalinya.
Pengalaman mengerikan saat berada di dekatnya muncul lagi.
Ada apa ini?
Kenyataan atau hanya sekedar ilusi mata?.
Sebuah fakta baru terus bermunculan.
Silahkan simak di
__ADS_1
chap. selajutnya -------------\>\>\>.\>\>