
Everst terbang tuk menemui seseorang.
[ Tidak sia-sia datang kesini. Tanpa perlu waktu lama, aku bisa menemukan rubah betina ini ] Everst pergi mencari orang yang ada di benaknya alias di pikirannya. Keberuntungan ada dipihaknya sekarang, karena orangnya sekarang ada tepat di depannya.
" Bagaimana kamu bisa tahu keberadaanku? "
Tanyanya pada Everst yang menguntit keberadaan dirinya.
{ Aku hanya menerka jalur tujuanmu, dan memang benar kamu ada disini } Everst pun terbang mengikuti orang itu di atas kepala.
" Apa kamu merindukan kakak cantik ini? " cibirnya pada Everst.
{ Penyihir Menjijikan }
" Bukankah kamu juga penyihir? "
{ Jangan pernah membahas masa lalu dari mulut busukmu itu }
" Baik...baik, tapi aku masih heran kenapa kamu bisa sampai disini dan bertemu denganku " tutur si penyihir.
Everst memang tidak ingin menemui penyihir wanita yang sedang ia ajak berbicara, siapa lagi kalau bukan si Chloe.
{ Aku tahu sifatmu, permainan tidak akan menarik jika pemainnya tidak tahu tata aturan permainannya . Beritahu aku apa yang sudah kau lakukan pada kedua orang ini } yang dimaksud Everst kedua orang itu adalah pihak istana yaitu Ratu dan juga tuannya yaitu Danie.
" Baiklah, akan kuberitahu " Chloe seketika menghentikan langkah kakinya, lalu menoleh ke arah jalan mana yang akan di laluinya dan ia mengambil jalan kiri.
[ Racun yang kugunakan adalah kekuatan kanibal. ] akhirnya Chloe si penyihir wanita memberitahu apa virus yang ia gunakan pada kedua orang itu.
Sebab berada di tempat yang sedikit ramai, jadi Chloe menjawabnya dengan pikirannya.
Seketika manik mata Everst membulat lebar dan serius.
[ Itu adalah kemampuan berupa Virus yang dimiliki sesorang. Makhluk hidup supernatural yang amat kecil itu akan tumbuh selama 48 jam. Dalam kurun waktu itu ia akan melahap tubuh kedua inangnya. Hanya saja kalau salah satu inangnya mati, kekuatan itu akan berhenti aktif ] Jelas Chole secara singkat namun rinci.
{ Berarti, untuk menyelamatkan Danie, satu-satunya cara hanyalah dengan membunuh inang yang satunya yaitu Ratu ? }
" Apa kau mau bernegosiasi atau membunuh ratu?. Semuanya ditentukan olehmu "
Di istana.
" Dua hari!, waktunya tidak akan cukup untuk menemukan Danie! " Elvira.
" Virus kanibal, ini sulit ditebak bisa ada virus seperti ini. Tanda-tanda keberadaan Danie pun kita tidak tahu " Tutur Yohanez.
" Burung itu!, yang dua hari lalu membawanya, pasti dia tahu! "
" Bagaimana caranya?, dia hanya seekor burung "
" Tapi barusan aku melihatnya dia datang kesini " Elvira.
" Cepat!?, sebelum jauh cari dan tangkap dia. Kalian bantu juga " sambungnya lagi memerintahkan orang-orang untuk menargetkan seeokor burung yang menjadi satu-satunya jalan untuk menemukan Danie.
Akhirnya Elvira mengutus semua orang untuk pergi mencari keberadaan burung itu.
__ADS_1
Satu-satunya cara membunuh Danie, sebelum 15 jam nya habis, yang pasti harus menemukan orang yang memiliki satu inangnya lagi agar Jeremiara selamat.
******
Ke esokan harinya.
" Ukh....." Danie terbangun dalam kondisi lemah, yang bukan berarti tidak bisa berjalan.
Sebab tempat yang sedang ia injak terasa asing, jadi ia memutuskan pergi untuk melihatnya.
Lengan bajunya juga masih sobek dan rasa sakitnya juga tidak hilang.
[ Aku terkena virus kanibal?, merepotkan. Apa jika aku mati sekali lagi, aku akan kembali keduniaku? ] Dengan cepat Danie menggeleng-nggeleng kepala.
[ Aku tidak ingin mati konyol ]
Sebelum dirinya pingsan, beberapa waktu lalu sebelum Everst datang sebenarnya ia sudah tahu karena sempat bertanya pada orang yang masih tergeletak karena serangannya, namun ia paksa untuk menjawab dan hasilnya seperti itulah.
Danie memutuskan pergi dari situ, karena jika hanya duduk dan berbaring saja, maka usahanya hidup selama dua setengah tahun ini akan menjadi sia-sia.
( Adik Danie!.., kamu tidak apa-apa? ) Tanya Lady Ellora.
" Kenapa baru bertanya sekarang?. Hidupku sudah di ujung tanduk. Anda kan penyihir, bagaimana caranya bisa menyembuhkan racun kanibal ini? "
( Tidak...bukan itu yang harus kamu khawatirkan. Aku tahu kamu memiliki teman kontrak si burung coklat itu, dia sekarang tertangkap karena ingin membunuh ratu )
" Apa?, dia memang tidak punya otak. Kenapa ingin membunuh ratu? "
( Karena, aku rasa virusnya ada hubungannya denganmu. Aku dengar jika membunuh salah satu di antara kalian berdua, maka diantara kalian berdua juga ada yang terselamatkan )
( Itu sama saja menyerahkan dirimu sendiri )
" Jika aku berdiam terus juga akan mati " Balas Danie dengan penuh fakta.
( Kalau begitu aku akan membantumu )
Di tempat Danie tidak tahu kenapa, dibawah kakinya ada lingkaran tergambar dilantai lalu..
SRING.....
" Cepat bukan?. Jika memang kamu ingin menyelamatkan temanmu, pergilah " tutur Lady Ellora.
Sekarang Danie berada di ruang kerjanya Lady Ellora, dan untuk pertama kalinya ia merasakan teleportasi yang bisa di bilang sangat cepat.
Karena sekarang ia sudah sampai di istana.
Danie memakai jubah untuk menutupi tubuh serta kepalanya agar tidak ada orang yang tahu.
Lalu ia keluar dari toko milik Lady Ellora, pergi masuk ke dalam istana itulah tujuannya sekarang.
Walau seperti sedang menggali lubang kuburannya sendiri, Everst adalah satu-satunya yang selalu ada disisinya kapan pun dan dimana pun.
" Hai kamu!, pakaianmu mencurigakan. Perlihatkan wajahmu! " Perintahnya kepada orang yang berpakaian tertutup, karena sedikit mencurigakan.
__ADS_1
" Aih...belum apa-apa tapi sudah ketahuan " bisiknya, ia memutar tubuhnya lalu tudung yang digunakan untuk menutup kepala ia lepas.
" Oh..ma..maaf kami Lady Ellora, ingatkan orang yang kami cari "
" Tidak apa, manusia memang sering melakukan kesalahan bukan?. "
*****
" Pemimpin! " Teriak Felix pada Elvin.
" Ada apa? " Tanya Elvin pada Frlix yang tetibe berteriak.
Felix berbisik ke telinga Elvin, memberitahu kabar yang Felix dapatkan.
Wajah tenang itu menyiratkan kalau tidak ada gunanya kembali ke istana.
" Kita lanjutkan saja perang ini, saya tidak bisa menyia-nyiakan perjalanan dan perjuangan kalian selama dua minggu ini " perjuangan, waktu, tenaga, semuanya sudah melakukan banyak hal demi maju ke medan perang, Elvin hanya yakin kalau masalah di dalam istana akan bisa segera teratasi.
[ Bagaimana Danie bisa menjadi ancaman kekaisaran? ]
Felix masih tidak tahu apa penyebab dari rincian masalah yang ada di dalam istana,
Yang harus sekarang dilakukannya adalah melanjutkan perjalanannya.
*******
Di depan pintu gerbang istana.
Para pengawal sudah mengeluarkan pedangnya dari sarung, lalu mengarahkannya pada leher Danie.
" Saya ingin ber- " belum selesai bercakap, satu orang sudah menyeĺanya.
" Apa kamu bersedia menyerahkan nyawamu demi ratu? " Tanya Yohanes.
" Tapi tindakanmu yang melebihi batas, aku tidak akan menunggu jawabanmu. Bunuh pengkhianat kita " Yohanes dengan wajah seriusnya memerintahkan semua bawahannya untuk segera membunuh Danie, karena waktu sudah tidak banyak lagi hanya sekedar untuk omong kosong yang tidak berguna.
" Kita harus bicara " ucap Danie.
" Tidak perlu! . Cepat serang!, dari pada membiarkan dia mati bersama dengan ratu, lebih baik membunuhnya dan menyelamatkan ratu! " seru Yohanes, sudah tidak tahan lagi karena selain berhasil mengkhianati kepercayaannya, juga sudah membuat ratu dalam kondisi kritis.
Para kesatria berdatangan tuk membunuh sasarannya. Sedangkan Danie menunduk ke bawah, membuat rambut aram temaram itu menutupi matanya lalu menghela nafas panjang.
" HAHHHHHHHHH................., Lepaskan Everst, aku akan pergi dan mencari orang pengguna kekuatan virus untuk menghentikan virus ini "
Seketika semua orang menghentikan serangannya.
" Aku tidak bisa mempercayaimu lagi! "
" Aku tidak menyuruhmu untuk mempercayaiku, tapi lebih baik mati bersama ketimbang mati lagi seorang diri. Negosiasi!, aku akan mencari orang yang mengunakan virus itu untuk menghentikan perbuatannya, dan aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali!!!!. "
Yohanes menenung dan mencerna ucapannya.
[ Anak ini!, dari mana kebraniannya berasal! ]
__ADS_1
" Bicarakan dengan raja " hanya dengan mengayunkan telapak tangan, para kengawal tadi menyarungkan pedangnya kembali.