Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Dia Adalah Aku. Rencana Untuk Melakukan Hal Itu.


__ADS_3

" Perkenalkan saya Sonia, maafkan soal yang tadi. " wanita yang mengaku sebagai Sonia, mama dari Erich, langsung menunduk hormat atas kesalahannya membuat sebuah keributan tadi.


" Lalu saya Margel, maafkan istri saya, dia selalu seperti itu, mengambil kesimpulan secara ceroboh, padahal sudah tahu Erich bisa berpindah tempat dengan menggunakan sihir Gate-nya. "


Yang menjadi korban amukan mamanya, sedang duduk bersilang tangan sambil mengamati mereka berdua.


[ Observatorium. ] mendengarkan 2 orang itu meminta maaf, Dania terus mengedarkan pandangannya ke dalam bangunan ini.


Sebuah bangunan yang dijadikan sebagai tempat pengamatan bintang. Inilah yang sedang Dania tinggali, untuk apa dia tiba-tiba di bawa ke sini?.


" Ya..., aku maafkan. " sedikit tak acuh, padahal dalam hatinya berkata tidak, tapi martabat mengatakan untuk menjawab iya.


" Terima kasih. "


" Hmm.... " melirik ke bawah, Dania menyeruput teh dan memakan sebuah camilan yang sudah di sediakan oleh dua orang ini.


[ Padahal, semalam dia bilang akan berbicara secara langsung, tapi tiba-tiba aku di tarik ke sini. ]


" Kenapa aku di bawa ke sini?. " menyeruput kembali teh yang masih hangat itu.


" Anu...tunggu, ini sepertinya ada kesalahpahaman. Yang kami minta pada Eric adalah untuk membawa orang ini. " Tuan Margel menyodorkan secarik kertas berisi nama dan gambar wajah seseorang.


Dania membacanya dan mengamati gambar dari kertas itu tanpa perlu mengambilnya.


"................."


" Lihat kan?, anda berpikir pun dia memang laki-laki kan?, namanya Danie. Meski ciri-ciri utamanya memang seperti anda, tapi kami sangat yakin kalau yang kami cari adalah seorang laki-laki muda. " Tuan Margel terus memantapkan pada pendiriannya, bahwa yang di carinya memang orang ini, bukan perempuan yang sedang duduk ini.


" Tapi....aku hanya menemukan dia. " Erich membantah, memberikan tanggapannya bahwa yang dimaksud ayahnya, jelas-jelas adalah perempuan ini.


" Sebentar...., apa masalahnya, dan kenapa mencarinya?. " Dania yang tidak sabar, jadi sengaja menyela.


Kenapa mereka mencari orang yang ada di dalam foto itu?, untuk alasan apa?.


" Kami mencari seseorang yang punya mana yang tinggi. "


"................"


Dania makin penasaran.


Mana adalah energi sihir, apa yang akan dilakukan dengan mana miliknya?.


Gambar yang terpampamg di kertas itu adalah dirinya, tidak ada orang lain lagi.


Lalu Erich melanjutkan penjelasan ayahnya.


" Akan aku beritahu detailnya.


Aku sudah menerima konfirmasi dari 10 observatorium dari 10 kerajaan berbeda.


Antara jalur lintasan orbital bumi dengan jalur lintasan planet lain, seharusnya merupakan area kosong. Tapi kami mendeteksi adanya perubahan orbit asteroid yang tidak wajar. "


" Tidak wajar, ya?. " Dania mengamati papan tipis seperti tab, yang di perlihatkan oleh Ny. Sonia padanya, itu adalah papan rekaman, tentang asteroid yang tiba-tiba berubah arah dan kemungkinan yang terjadi jika di biarkan.


[ Bagaimana mereka bisa mendapatkan ini?. ]


Matanya mengernyit.


Lalu Erich menambahkan.


" Jalur orbitnya tiba-tiba mengarah ke sini. Karena itu, kemungkinan besar asteroid tersebut akan menghantam bumi. Kemungkinannya sudah di pastikan melebihi 90 persen. "


" Jadi sudah pasti jatuh ya?. " tanyanya lagi, tangannya mengambil keripik dan memakannya lagi.


" Benar. " Tn. Margel membenarkan perkataan Erich.

__ADS_1


Kemudian Erich memperlihatkan sebuah peta, itu adalah peta benua.


" Ini adalah daerah yang paling berdampak, apabila terjadi ledakan atmosfer, yaitu wilayah kerajaan Dartagnia. Sisa dampaknya akan sampai mengenai 10 kerajaan lain, dan salah satunya adalah di sini. "


" Jadi begitulah, kami sudah memastikannya 24 jam lalu. Jadi bagaimanapun Erich.....kau pergi lagi, cari dia sampai dapat. " Ny. Sonia tetap mendesak Erich, agar pergi dan mencari orang yang di maksud.


Tapi Erich mulai menggertakkan giginya.


" Kalian tahu, seberapa lelahnya aku. Yang aku dapat hanya dia. "


Ny. Sonia menyela.


" Bohong, itu cuma alasanmu mau membawa perempuan yang kau sukai ke sini kan?. "


" A-apa?, suka..?, jangan bercanda, aku tidak menyukainya.....apa lagi warna matanya, dia mengingatkanku pada burung ****** yang mencakar wajahku. " Erich benar-benar mengutuk burung itu, satu-satunya hewan yang berhasil membuat separuh wajahnya terluka karena cakarannya, jadi itu alasan kenapa dirinya memakai topeng, untuk menutupi wajahnya yang rusak.


"...................." Mendengar kata..


[ Burung, mata merah?. ] tangannya yang sesang memegang cangkir, berhenti di tengah-tengah udara.


" Kamu yakin?, dia cantik, tapi dengan caramu membawanya ke sini, aku tidak akan merestui hubunganmu itu. "


" Kalian berdua....berhenti!. " Tuan Margel sudah di buat pusing, dengan keadaan yang mendesak itu, tapi di tambah pusing dengan ocehan dua orang ini.


" ................ " All. ( Sonia dan Erich ) terdiam.


Dan keheningan mulai terjadi di antara mereka berempat.


TAK.....


Meletakkan cangkir ke atas lemek, Dania menatap mereka bertiga secara bergantian.


" Bagaimana cara melakukannya?. "


" Apa?. " All.


Kali ini dia bisa melihat peta benua secara lengkap, gambar berisi daratan luas yang tak seberapa jauh antara satu daratan dengan daratan lain.


Nampak seperti satu daratan yang perlahan terbelah, itu seperti buminya, tempat asalnya. Awalnya memang seperti itu, tapi karena adanya lempeng bumi yang terus bergerak setiap tahunnya, jika di perhatikan maka akan jelas perubahan tempat itu.


" Orang yang kalian cari adalah aku, jadi bagaimana caranya?. " katanya lagi, membeberkan rahasia itu.


" Apa!. " Ny. Sonia dan Tn. Margel secara serentak.


Erivh hanya mendengarkan.


[ Jika rambutnya di potong, kurang lebih memang sama. ] Erich hanya percaya-percaya saja, karena dari awal hanya dia saja yang bisa dia temukan, dan selain itu setelah dia menggali berbagai informasi serta gosip yang beredar, jadi dia tahu.


Kelihatan kalau dari luar, dia ini adalah perempuan polos, tapi jangan tertipu dengan tampilannya itu. Apa lagi sekarang, seperti perempuan normal, tapi jika mengubah tampilan pakaiannya, dan sudah berurusan dengan orang yang mengganggunya, dia adalah yang terburuk.


" Kamu....kelihatan perempuan lemah lembut, mana mungkin. " Ny. Sonia masih tidak percaya dengan ucapannya.


Tapi lain hal dengan Tn. Margel, dia langsung memberitahu.


" Kamu harus menggunakan sihir Material Burst. "


" ...............!, sihir itu, aku tidak pernah melakukannya. "


" Kami tahu, masalahnya bukan itu, senjatanya sudah terpasang lingkaran sihir menghancur, satu hal yang di perlukan adalah mana terkuat untuk sampai di jarak ratusan kilometer dari bumi. Jika kamu memang orangnya, kami harap bisa berhasil. "


Asteroid, benda asing dari luar angkasa, apa jadinya jika sudah menghantam bumi?, setelah adanya pergesekan dengan atmosfer bumi, maka ada kalanya menimbulkan ledakan, tapi jika tidak, yang terjadi juga tidak ada bedanya.


Semua akan porak poranda, jika Asteroidnya besar, maka kawah akan terbentuk, tapi hasilnya jutaan makhluk hidup musnah dalam seketika, tanpa ada sisa sedikit pun.


Mana ada orang yang tega, mendapatkan hadiah besar seperti itu?, hadiah sebuah neraka....kematian yang tidak akan dapat di hitung lagi secara akurat.

__ADS_1


Membuat satu kebaikan dengan hasil selamatnya jutaan nyawa, siapa yang tidak mau?.


[ Setidaknya ini penebus dosaku. ] yang mempercayai dewi, harapan ini muncul agar satu kebaikan itu, mempunyai dampak manfaat untuk banyak orang. Dialah sang penyelamat...


" Aku akan melakukannya. " pilhannya yang tidak akan dia ubah, lagi pula ini demi kkehiduoanny. Dia tidak mau mati bersama mereka semua, jadi hanya ini satu-satunya jalan.


" Kamu yakin?, tenagamu langsung terkuras banyak. " tanya Ny. Sonia, mencoba mencari keyakinan gadis ini, apakah keputusannya sudah bulat atau tidak.


" Jika kehilangan tenaga, artinya kalian harus tanggung jawab padaku. Tiba-tiba di seret ke sini tanpa........." dengan akhir nada lirih, Dania sengaja bermuka masam agar Erich......


Langsung di pelototi oleh ke dua orang tuanya.


" Kamu tidak menjelaskannya dulu?. "


" Tadi aku sudah menjelaskan. " jawab Erich tidak senang, setelah menyadari dirinya di tatap tajam oleh mereka berdua.


[ Dia pandai sekali bersandiwara. ]


*******


Di tempat lain.


Satu bangunan besar, di hidangkan satu teropong besar, yang langsung terhubung oleh lembaran-lembaran tipis dari batu rekaman, merekam aktivitas pergerakan sebuah Asteroid yang tertangkap oleh teropong yang bisa di sebut Teleskop itu.


" Bagaimana keadaannya?. " pria tua berjenggot putih ini bertanya, pada anak buahnya sambil menatap layar itu.


Salah satu di antara 10 orang menjawab.


" Kurang dari 2 jam lagi, sudah di pastikan asteroid akan jatuh ke bumi. " jawab perempuan berambut panjang yang di ikat satu ini pada sang pria tua. Pemimpin dari eksperimen yang sedang di lakukannya.


Berjalan ke arah deretan tabung kaca, pria tua ini melihat ke 12 anak kecil yang terkurung di dalam sana.


" Pastikan bahwa percobaan pertama ini lancar. Aku benar-benar ingin melihat benua bagian timur itu hancur, sehancur-hancurnya. "


GREP.......


Tangannya mengepal erat, dia berharap kali ini benar-benar akan memberikan sebuah dampak yang besar, untuk kerajaan lain. Bahwa mereka semua harus tunduk ke padanya, jika tidak ingin wilayah mereka hancur lebur, karena ketidak patuhannya.


" Baik. " kembali bekerja di bidangnya, perempuan ini terus memaatikan bahwa pergerakan Asteroid tidak akan berubah.


********


Di dalam salah satu kamar di istana.


" Apa?, asteroid?. " pemuda berambut coklat ini membelakakkan matanya terkejut setelah mendengar asisten ayahnya yang mengatakan bahwa, ada pergerakan Asteroid menuju ke arah kerjaan Dartagnia, itu hanya salah satu tempat utama, dari sisa tempat di wilayah lain yang akan terkena dampaknya.


" Ya yang mulia. Maka dari itu, ayah anda sedang menuju ke Observatorium, mencoba untuk menghancurkan Asteroid itu sebelum masuk ke atmosfer bumi. Dan saaya memberitahu hal ini agar anda tetap bersiap dengan kemungkinan terburuknya jika Asteroid itu tidak dapat di hancurkan secara penuh. "


Kemungkinan terburuk, sisa dari Asteroid, besarnya.....seberapa besar Asteroid yang dimaksudnya?.


Pemuda ini hanya berusaha untuk bersikap tenang lagi, walau pikirannya sedang kacau karena ayahnya akan menggunakan banyak sihir.


" Ah....baiklah. Laporkan padaku setiap 10 menit. " dan panggilan usai sudah.


Dia mengehentikan panggilan itu terlebih dahulu agar pikiran dan hatinya bisa di tata.


[ Pasti ini ulah seseorang. ] hanya itulah yang terpikirkan. Karena susuatu di dunia ini, jika sudah ada sihir, semuanya di masuk akal, ke dalam nalar mereka yang notabennya penyihir gila.


"...Ehm...... " suara lenguhan tak jelas menyapa pemuda itu.


" Apa aku membangunkanmu?. " Pemuda ini berjalan ke arah tempat tidur di mana adiknya sudah membuka matanya, lalu mengelua rambutnya dengan lembut.


" Apa itu benar?. " tanya gadis ini langsung ke poin utama, dia secara tak sengaja bangun dan mendengarkan percakapan kakaknya.


Pemuda ini pun mengiyakannya dengan sebuah anggukan.

__ADS_1


" Ayah yang akan menanganinya. Tenang saja.......kamu tidurlah lagi, aku akan menemanimu disini sampai kamu tidur. "


Gadis ini pun senang, kakaknya memberikan perhatian padanya setiap waktu, tangan yang awalnya mengusap lembut kepalanya, langsung dia tangkap dengan ke dua tangan dan menggenggamnya, dalam tidurnya.


__ADS_2