Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Bns. Extra 40


__ADS_3

Pemikiran


Di nuansa tempat yang selalunya gelap alias suram, 3 makhluk bersayap sudah mulai memacu kecepatan terbang mereka masing-masing, baik yang sedang di kejar maupun yang sedang mengejar.


Sangat memacu adrenalli, itulah yang sedang dirasakan Dani di detik itu juga.


Itu semua karena Everst yang bersedia terbang cepat demi menghindari dua Goblin yang sedang menunggangi monster bersayap, yang terlihat seperti hewan Naga..


{ Kamu masih harus lebih banyak belajar lagi. } Kata Everst, tiba-tiba memberitahu hal yang sedikit membuat Dania tersinggung.


" Apa?. Kenapa tiba-tiba berkata sepert itu?. " sela Dania dengan cepat. Dan masih memperhatikan sekitarnya, ketika menoleh ke belakang, jarak di antara mereka hanya terpaut 10.


{ Tidak bisa membedakan mana Naga dan bukan, artinya ilmu di dalam kepalamu masih dangkal. }


Meski sedang mengerahkan tenaganya untuk menghindari para goblin, dengan wajah alias tatapan santainya-pun ia masih bisa menyindiri gadis ini.


Sebuah fakta yang menyakitkan bagi Dania sendiri, jika dirinya masih kurang ilmu?.


Ilmu apa lagi?, selama hidupnya itu, ia selalu belajar-belajar, dan terus bekerja demi mendapatkan uang yang banyak.


Bahkan sekarang, kini dirinya berpikir, bahwa hidupnya sudah terlalu banyak belajar, terlalu mengetahui banyak pengetahuan yang kadang kala rasanya membuat kepalanya mau pecah jika yang ia ingat adalah ilmu yg dulunya sangat terasa membahayakan dirinya, seperti iilmu kimia, rasanya mau gila, dan itu semua karena sebuah perintah yang tid bisa di elakkan.


Keterdiamannya sesaat itulah, pikirannya mengenai isi pengetahahuan di kepalanya yang terlalu banyak, meskipun untuk ilmu tentang dunia yang dihuninya saat ini, ia faham kalau dirinya memang masih kurang ilmu.


Tapi apa masalahnya, jika hewan yang satu ini......?


" Bukannya dia naga?, ada dua sayap, dua kaki, dan tanduk, dia juga mengeluarkan api. Jadi masalahnya dimana?. " Itulah bagian yang Dania tidak mengerti, karena yang Dania tahu kalau ciri-ciri ini adalah ciri-ciri milik mahluk legendaris yaitu naga, meskipun memang kalalu dirinya belum pernah sama sekali melihat wujud asli dari naga yang sedang di bahasnya ini.


{ Masalahnya, kamu benar-benar bodoh. }. Celetuk Everst, lagi-lagi memancinng emosi perempuan ini.


"..............." Dania yang mendengar sindirian dari burung ini, entah kenapa rasanya jadi sebal sekaligus sakit. Karena selama ini, ia tidak pernah dikatai bodoh secara terang-terangan seperti ini.


Memang bagus, kalau di katakan langsung di depan dari pihak yang bersangkutan, tapi....


[ Tapi rasanya tidak bisa di terima. ] Batin Dania.


Rasa sakit hati yang dirasakannya ketika di sindir, di ejek....ini bukan pertama kalinya, tapi Dania mencoba menahannya.


[ Aneh...., kenapa kata-katanya selalu menusuk. ] dan sampai kesalnya, meski Dania sudah malas menanggapi komentarnya lagi, kedua tangannya yang sedang mencengkram helaian bulu coklatnya ( Everst ) pun dengan sengaja dia cengkram dengan erat, seakan mau mencabut bulu coklat yang besar itu, kalau iya, ia ingin sekali mencabutnya, dan akan ia jadikan sebagai hiasasn kamar.


Tapi ia tidak setega itu, mencabut paksa bulu yang entahnya terasa indah di mata.


Tapi untuk kali ini ia sengaja melakukannya hanya sekedar untuk main-main.


Tapi Everst tidak menunjukkan ekspresi rasa sakit yang tidak seberapa itu, hanya saja disini Everst tahu betul bahwa monster yang sedang mengejarnya, memang bukanlah sosok naga.


Everst mengetahui hewan yang sedang mengejarnya ituu.

__ADS_1


Wyvern, adalah makhluk memang memiliki sepasang kaki yang lebih kuat darinya, sepasang tangan yang merupakan sayap, ada tanduk yang mencuat ke arah belakang, dan dianya juga memiliki kulit bersisik yang cukup tebal, serta dapat menyemburkan api.


Dan perbedaannya dengan Naga tentu saja ada, di antaranya adalah naga memiliki dua tanduk, bukan seperti Wyvern yang sebenarnya memiliki empat tanduk di kepalanya, lalu ada sepasang kaki, sepasang tangan, dan sepasang sayap tersendiri, dan hal yang paling menonjolnya adalah, naga adalah makhluk yang dapat mengeluarkan api dari tenggorokannya, dan satu hal lagi yang perlu di ketahui.........


{ Di dunia ini, Naga masih termasuk hewan yang sudah punah ribuan tahun yang lalu. } ucap Everst, lewat telepati yang ia gunakan untuk berkomunikasi dengan gadis ini, burung ini pun akhirnya bersedia memberitahukan kebenaran itu.


"....................." Dania hanya terdiam sejenak, memikirkan bagaimana Everst mengetahui hal itu?.


Hal tentang Naga yang keberadaannya sudah tidak ada setelah ribuan tahun berlalu.


[ Seakan kalau makhluk yang sedang aku tunggangi ini, sudah hidup lama. ]


Bagaimana Everst mengetahuinya adalah karena memang........


[ Aku bisa tahu, karena aku sudah hidup di sini lebih lama dari kallian semua. ] batin Everrst, matanya kemudian memicing dengan tajam ke arah mereka yaitu ke arah goblin yang sedang menunggangi Wyvern.


Dan berpikir kembali


[ Tapi Wyvern bukanlah monster yang dapat menyemburakan api. ] Fikir Everst, ini sebab dirinya sudah pernah menemui sosok monster yang menyerupai naga itu.


Dan bahkan sebenarnya, dari banyaknya Wyvern yang pernah ia temui, ada salah satu di antara mereka yang bisa bicara.


Tentu saja, hal ini jadi poin utama kalau Weyvern yang sekarang sedang membuntutinya adalah Wyvern muda yang sudah tekontrol oleh sihir darri seseorang, yang tak lain aaalah penyihir.


Yah......siapa lagi kalau bukan penyihir, karena Goblin sendiri tidak memiliki sihir sama sekali.


Hanya itulah, kemampuan yang dimiliki Goblin si monster makhluk hijau yang sering ditakuti para manusia apa lagi para wanita, karena yang mereka incar adalah kaum peruempuan.


Lagi-lagi rahasia yang tidak diketahui gadis ini, Dania tidak begitu banyak mengetahui latar belakang burung coklat ini, dan sudah pasti kalau pertanyaan yang sedang banyak muncul di kepalanya pun, meski ingin di tanyakan kepada burung ini, dianya ( Everst ) pasti tidak akan menjawabnya.


Dirinya masih diluputi rasa penasaran, tapi rasa penasarannya itu harus di pendam dalam-dalam, karena tidak akan ada gunanya jika memikirkannya terus dan justru yang akan rugi adalah dirinya sendiri sebab waktunya yang berharga akan terbuang dengan percuma.


" Tapi apa akan terus menghindar seperti ini? " gumam Dania dengan pelan, tapi karena pendengaran Everst yang tajam, Everst langsung menanggapi keluhannya tadi.


Everst kembali melirik ke arah perempuan yang sedang duduk di punggungnya itu, lalu kembali menatap ke depan dan kemudian berkata.


{ Sepertinya dirimu lebih tertarik menghabiskan tenagamu untuk makhluk kotor itu ketimbang manusia. }


DEG..........


Seketika, Eldania tecrcekat kaget dengan perkataan dari burung coklat ini.


"...................! " Dania tersadar dengan satu hal, kalau ucapan Everst tadi sebenarnya bukanlah sebuah sindiran belaka, karena ada makna lain yang tersirat di kalimat yang Everst katakan tadi.


Dari sudut pandang Dania, makna 'lain' itu adalah...


' ( Monster dengan monster ) & ( Manusia dengan manusia ) '

__ADS_1


Singkatnya memang seperti itu, tapi jika di jelaskan secara nalar dengan presisi yang lebih akurat, makna sebenarnya adalah........


[ Baru kali ini ada yang mengingatkanku.......... ] Dania sebenarnya tertegun, kalau disini ada yang memberitahunya kalau....


[ Aku tidak sendirian lagi. ]


Lagi-lagi jika menyangkut kehidupannya sebelumnya, karena dirinya selalu mendapatkan sebuah pujian, hanya karena bisa menyelesaikan semua pekerjaannya maupun masalah secara sendirian, hal itu menjadiknnya sebuah kebisaan, apapun yang ada di depan matanya jika mengganjal, maka harus di selesaikan secepatnya.


Melakukannya sendiri, sudah menjadi makanannya sehari-hari, dan mungkin oleh sebab itu sampai di titik ini pun, ia selalu lupa kalau disini, sekarang ini ia sudah tidak sendirian lagi.


Tidak ada yang mengekang dirinya lagi, dan satu hal lagi, kalau Everst adalah partner yang jujur saja, sebenarnya cukup bisa di andalkan?.


Yah.....dia bisa di andalkan untuk saat-saat yang terpenting saja, dan tidak selalu.


{ Jalan keluarnya ada di antara dua pohon besar. }


Mendengar EVerst berkata seperti itu, Dania buru-buru memperhatikan ke bawah, terlihat kalau dimana--mana ada pohon besar, jadi satu poinnya adalah ' pohon paling besar '.


Dari tempat ia berada, di arah jam 1, sejauh 500 m, barulah Dania melihat ada dua pohon berukuran besar.


[ Jadi ini alasan mengapa dari tadi dia terbang berputar-putar?. ]


Dania memang tidak begitu memperhatikannya tadi, karena yang di pikirannya kalau Everst sedang terbang menghindari makhluk di belakangnya terus, tapi setelah di nalari, Dania dapat mengerti, kalau terbang menghindari goblin yang ada di belalakangnya adalah hanya sebuah dalih belaka, tujuan utamanya adalah untuk mencari jalan keluar.


" Oh..!. "


{.............?}


" Jangan-jangan mereka mengejar kita, karena kita terbang di sekitar wilayah kedua pohon besar itu, karena kedua pohon besar itu memang jalan keluarnya?. "


[ Akhirnya paham juga. ] Everst tersenyum tipis, yang membuat suudut parunya mengembang, membentuk bulan sabit yang memuakkan bagi...


Dania sendiri.


Dania melihat senyuman dari burung ini, yang nampak terlihat seperti senyuman jahat.


[ Ingin sekali aku mencekiknya. ] kutuk Dania, Tangannya sebenarnya sudah gatal ingin mencengkram lehher dari burung ini, karena Everst lagi-lagi memperlihatkan senyuman yang menyebalkan.


Lalu tanpa sebuah kata lagi, Everst dengan cepat menurunkan ketinggiannya, dari 400m dari permukaan tanah langsung berpindah ketinggian ke 50m. Dan tentu saja, kecepatan yang sangat memacu jantung manusia ini, layaknya menaiki sebuah roller coaster, Everst segera membalikkan posisinya dengan punggung berada di bawah, sehingga perempuan yang tadi ada di punggungnya di haruskan turun terjun bebas sendirian.


Sebagai Dania yang sekarang, ia tentunya sudah siap. Dia pun langsung terjun bebas menikmati angin yang berhembus menerjang tubuhnya.


Setelah melihat perempuan ini sudah terrjun ke bawah, Everst segera menyiapkan strateginya untuk menghadapi.......


{ Daasar makhluk merusak pemandangan. }


Dua goblin hijau dan dua monster Weyvern.

__ADS_1


__ADS_2