Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Bns. 26 ( Permintaan Maaf Arhes )


__ADS_3

'Salah'


Caster menghentikan permainan caturnya untuk beberapa waktu, bahkan tangannya masih menggantung di udara memegang buah catur kuda.


Dania menunggu jawaban, tapi yang di dapat adalah Caster meliriknya dengan tatapan tajam lalu bergantian melirik ke arah samping kiri, atau lebih tepatnya ke pintu.


CKLEKK......


Pintu tersebut terbuka, dan Caster langsung menghilang sesaat pintu itu mulai terdorong pelan dan menampakkan.


" Apa kau sudah bangun?. "


"...............! " Dengan secepat kilat, Dania merapikan pakaian dan rambutnya saat tahu bahwa Archduke lah yang masuk.


[ Apa dia tidak bisa ketuk pintu?. ] ia tahu kalau ini adalah Istananya, tapi kalau masuk kamar orang tanpa mengetuk pintu dulu, sangat tidak sopan.


Manik mata berwarna Violet itu menjeling ke segala arah, dia pasti mencari sesuatu yang bisa di jadikan alasan tidak mengetuk pintu saat masuk ke kamar yang di tempati Dania.


[ Karena kedatangannya, aku jadi tidak sempat mendengar jawabannya. ] selalu saja, di saat momen penting, semuanya langsung menghilang. Caster menghilang demi tidak bertemu dengan orang lain, san Dania jadi tidak dapat mendengar jawaban maksud dari ucapannya.


_________________


Di tempat latihan, Arhes sudah diceramahi lagi oleh Calporth untuk cepat-cepat minta maaf.


" Dengan tindakan pelecehan, sebenarnya kau bisa saja di pecat. Tapi dia tidak mempermasalahkan tentang kejadian yang semalam. Makannya aku hanya memberikanmu hukuman lari. Tapi kau harus minta maaf sendiri. " jelas Calporth pada Arhes.


" Kebiasaan paginya, jam 5 sudah keluar dari sini, kau bisa menunggunya. " peringaynya lagi.


" Dan satu hal lagi, kalau kau berani, kau bisa meminta bantuannya untuk mengobati adikmu. "


Setelahnya, Calporth pergi dengan kereta kuda untuk pergi menjalankan pekerjaannya. Yah....pada dasarnya sekarang masihlah masa-masa dimana dirinya di sewa pihak keluarga kerajaan untuk membantu permasalahan mereka karena wilayah yang terdampak kerusakan masih belum rampung, dan dirinya juga masih bertugas untuk menyusuri jika masih ada kemungkinan adanya iblis yang menyamar. Jadi keamananan pun terus diperketat.


Seperginya komandannya, Arhes hanya memandang kereta kuda yang kini kian menjauh dan kemudian menghilang setelah gerbang istana itu di tutup kembali.


Arhes sedikit menoleh ke belakang dan menengadah ke atas, untuk melihat sebuah bangunan utama dari istana Scnaider, dan disitulah Dania tinggal.


[ Apa yang dilakukannya di jam 5?. ] Arhes yang belum tahu, wajar saja jika ia terheran kenapa jam 5 pagi seorang nona yang tinggal di istana, keluar dari istana.


Arhes pun melangkahkan kakinya untuk jalan-jalan sebentar selagi menunggu kedatangannya.


[ Komandan menyuruhku minta maaf, tapi juga minta bantuannya?. Apa orang itu masih waras?, aku memang tidak ada kehendak untuk melakukan pelecehan seperti itu, tapi dia bilang bisa membantu adikku?. ]


" Ahh....sangat sejuk. "


Mendengar suaranya, Arhes buru-buru menoleh ke arah jam 3, terlihat kalau gadis itu sudah keluar dari bangunan istana.

__ADS_1


Dania dengan nikmatnya menghirup udara pagi se-dalam-dalamnya.


Lalu Dania melanjutkan langkahnya terus maju ke depan, Arhes malah hanya mengekorinya saja karena penasaran kemana gadis itu akan pergi.


" Oh..Arhes, kau ingin pergi juga?. " tanya salah satu kesatria yang bertugas menjaga gerbang istana.


" Ya... "


" Semoga harimu menyenangkan. " ucapnya sambil memberikan kembali tanda pengenal milik Arhes.


Arhes hanya memberikan lambaian tangan sebentar tanpa melihat lawan bicaranya karena Arhse sudah memunggunginya.


[ Dari belakang, dia benar-benar bukan seperti perempuan. Kemana dia akan pergi?. ]


Arhes mengikutinya terus, dengan jarak sampai 20 meter, Arhes menganggap bahwa ia tidak akan ketahuan.


TAP....


TAP.....


TAP....


TAP....


Karena terbuai dengan berbagai pikirannya, Arhes hampir saja kehilangan perempuan tersebut, dan karena di detik terakhir Arhes melihat perempuan itu berjalan belok ke kiri, Arhes pun berhenti tepat di sebuah gang antara dua bangunan yang rupanya itu adalah jalan buntu.


[ Kemana dia pergi?. ]


Padahal tidak mungkin salah lihat, tapi Arhes tidak menemukan keberadaannya.


Ia pun memutar tubuhnya ke belakang.


" Mencariku?. "


"...........! "


Dania sudah ada di belakangnya Arhes, tapi karena Arhes sudah merubah posisinya, maka ia sudah ada di depannya.


" Ada apa?. Menguntitku seperti orang jahat. "


[ Tapi aku memang orang jahat kan?. ]


Karena terdiam, Dania membuka suaranya lagi.


" Jika tidak mau bicara, aku akan pergi. Tapi jangan mengikutiku lagi. " hendak mengambil langkah pergi, Arhes memanggilnya.

__ADS_1


" Tunggu dulu nona. "


" Ohh....kenapa?. "


[ Sikapnya berubah drastis. ] menatapnya dengan tatapan datar, padahal tadi malam terlihat galak, tapi sekarang terlihat polos.


" Yang semalam, saya minta maaf. "


[.................]


" Aku maafkan, karena aku juga yang salah membuat kalian marah gara-gara keterlambatanku. " jawab Dania.


" Dan aku juga harusnya memprediksi ada orang yang mau memukulku, harusnya aku pakai pakaianku di balik pakaian koki itu. " ucap Dania lagi, merutuki dirinya sendiri bahwa setiap apa yang ia lakukan pasti akan ada masalah di balik kebaikan yang ingin ia berikan pada orang lain.


" I-itu... "


[ Kenapa dia menyalahkan dirinya sendiri?. ] padahal Arhes yang sudah main tangan dengan Dania dengan mencengkram bajunya.


" Aku sudah dengar semuanya dari komandan, katanya adikmu sakit, dimana dia dirawat?. Emosimu tidak stabil pasti karena itu, aku memakluminya. " yah...semalam Dania sudah diberitahu cerita tentang Arhes, apa alasan Arhes dalam beberapa minggu ini kata Calporth tidak bisa mengontrol emosinya adalah karena adiknya yang sedang sakit.


" Tapi....saya sudah berbuat tidak pantas pada anda, jad- "


" Hukuman?, aku tidak akan menghukum orang tanpa alasan yang kuat, kebiasaanku aku akan menghukum orang jika mereka membuatku marah, tapi kau membuatku...yah..jujur malu, jadi... "


[ Jadi karena aku merasa seperti sudah terbiasa dengan hal semacam itu, aku tidak mempermasalahkannya sih. Toh dia memang tampan......aku jadi jahat pada diriku sendiri, aku membuat diriku seperti perempuan murahan. ] batinnya.


Dania mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuat harga dirinya menjadi murahan karena membiarkan masalah seperti pelecehan yang semalam di biarkan seperti itu saja.


Dania mulai memtar tubuhnya ke belakang, sehingga memunggungi Arhes.


" Jadi kalau bisa jangan mengungkitnya lagi. " sambungnya lagi.


" ................. "


" Baiklah, kemana kita pergi?, hari ini aku akan mengalihkan jadwalku dulu. " ujar Dania, kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, benar-benar berusaha mengalihkan topik utamanya.


" Adikku ada di desa. " dan Arhes berisaha mengikuti alur yang dibuat perempuan ini, karena dianya dulu yang tidak ingin membahas lagi soal kejadian semalam.


" Oh...desa, baiklah..kita akan ke desamu. "


" Tapi desaku jauh, sampai 1 hari perjalanan. " tegasnya.


" Tidak masalah, karena aku mempunyai banyak waktu luang, jadi aku anggap ini sebagai jalan-jalan. "


Menerimanya dengan mudah, Arhes tidak menyangka bahwa perempuan ini mudah untuk di ajak bicara.

__ADS_1


__ADS_2