Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
perekonomian dan bisnis


__ADS_3

"Aku pergi dulu!"teriak Elvira.


Membanting pintu dengan keras.


"Hhhhh........."Youri menghela nafas dengan kasar.


Pintu terbuka kembali.


"Nona...ini teh yang anda pesan."


"Terima kasih Aklis"memungut ganunnya dan meletakkannya di atas sofa.


"Gaun yang indah,apa anda mau saya bantu memakaikannya?"meletakkan secangkir teh dan teko ke atas meja.


"Tidak usah,lain kali saja"menolaknya dengan lembut.


"Kalau bagitu saya undur diri dulu"


GREP...


*****


Aku dibenci oleh ibuku,setiap hari yang kurasakan adalah rasa sakit akan penderitaan yang ibuku berikan,teriakan memarahiku tidak ada pernah ada habisnya.


Pukulan,tamparan,dikurung,makanan yang sangat sedikit,setiap hari aku hanya bisa diperlakukan oleh ibuku sendiri.


Apakah salahku?,dimana kasih sayang seorang ibu yang sering aku bayangkan dan sering aku dengar dari orang lain,dari buku yang ku baca?,kenapa sangat berbeda jauh dengan perlakuannya padaku?.


Seperti anak buangan saja,setiap hari yang ada hanyalah air mata yang sering keluar dari mataku.


Tubuhku jadi kurus kering,angin yang datang mungkin saja bisa meniup tubuhku sampai terbang jauh. Tapi tidak masalah juga bisa terbang karena terhempas oleh angin,hanya saja aku selalu dikekang oleh ibu.


Ibu...Ibu....Ibu....Ibu....


"Ibu....apa aku benar anak ibu?"


"Beraninya berkata seperti itu pada ibumu sendiri?,jika aku bukan ibumu kenapa kau memiliki warna rambut yang sama dengan ibu?"


"Kalau begitu warna mata ini,berarti warna mata milik ayah!?"


".............."


"Jawablah ibu?"


"Tidak ada gunanya menyakan ayahmu yang tidak tahu diri itu,dia sudah mati. Jadi jangan pernah menyebut ayah...ayah..dan ayah lagi"


---->


"Jangan main dengan kami,kamu itu anak buangan. Ayahnya saja tidak tahu siapa,terus ibunya tidak pernah menganggapmu sebagai anaknya...jadi jangan pernah dekat dengan kami"


"Kalian pergi dari sini,jangan pernah berinteraksi dengannya,atau kalian akan ketularan dengan tingkah laku orang tuanya yang meurun padanya"


"Iih....jangan sampai kita melihatmu lagi disekitar sini,atau kami benar-benar mengusirmu dengan paksa"


Mereka semua menghinaku hanya berdasarkan rumor,rumor yang memang benar adanya. Dengan terpaksa aku tidak pernah ke taman bermain lagi,dari pada mendengar kalimat hinaan mereka lebih baik mendengarkan suara daun,pohon,dan hewan lainnya.


Aku selalunya pergi ke pinggir sungai untuk menenangkan diri.


Sampai hujan turun pun,lebih baik duduk diam seperti ini terus,mendengarkan suara hujan.


---->


Setiap hari aku hanya melayani ibuku yang suka memerintah,salah sedikit imbasnya adalah pukulan.


Tapi sebagai anaknya,aku tidak bisa melawannya,padahal setiap harinya selalu menyiksaku.


Dirumah ibu ini ada banyak buku tersusun rapi di rak buku bahkan sampai 4 kali lipat dari tinggiku yang sekarang masih 1 meter.


Karena ibu tidak pernah menyentuh buku ini,jadi akulah orang yang satu-satunya membaca semua buku di satu kamar ruang kerja ini,tidak...karena aku tidak bisa membaca aku hanya bisa membalik-balikkan lembar demi lembar kertas yang kebetulan berisi gambar-gambar aneh.


Semuanya aku lakukan ketika ibuku keluar atau tertidur,selebihnya aku akan melayani ibuku saja.


"Kopi apaan ini!,terlalu pahit !,cepat buat sekali lagi!"


Selanjutnya.


"Ini terlalu dingin!"


"Terlalu manis!,bisa buat atau tidak sih?!. Sini tanganmu yang tidak berguna itu!"

__ADS_1


SLUURR....


"AARRGGGHHHHH......Panas!,ibu..!,ini Panas!!"aku menangis hebat,namun ibu segera menyumpal mulutku dengan saputangan.


"Ammhh....mmmhhhh!!!"semakin panas dan sakit,aku segera berlari ke kamar mandi mencari air dingin.


Akhirnya kedua tanganku melepuh,merah dan memiliki luka bakar tingkat 2.


Dari pada merendam kedua tanganku saja,lebih baik tubuhku sekalian aku rendam.


Masih menggunakan pakaian dan kedua tangan yang masih terasa sakit,aku memutuskan merendamkan diriku sendiri kedalam bak mandi.


[Airnya semakin meninggi atau aku nya yang pendek yah?,kenapa semakin dalam ]


Semuanya menjadi samar,ada bayangan seseorang disana.


"Bangun!,aku tidak akan membiarkanmu mati dirumahku bocah tengik!"


***


[ Orang ini,kenapa tampan sekali! ]


Masih memandang dengan serius orang yang tengah tertidur di bawah pohon,rambut pendek lurus berwarna coklatnya itu terkena angin sepoi-sepoi yang helai demi helai bergerak-gerak sesuai angin yang menerpa rambutnya itu.


[ Padahal seminggu kemarin dia sudah melakukan hal yang membuatku marah,tapi aku merasa ingin dekat dengannya. Bulu matanya yang panjang ]


Melihat orang duduk di bawah lohon,dengan salah satu kakinya diluruskan dan satunya lagi sedikit di tekuk,tangan kanannya diletakkan di atas lutut kanan juga,angin yang menerjangnya membuat sosok itu seperti pria idaman?. Elvira kemudia mengulurkan telunjukknya untuk menyentuh pipi orang yang sedang tertidur nyenyak itu karena menggemaskan.


[Tunggu,apa ini kesan pertamaku pada Danie? ]


Seketika sepasang mata yang tadinya tertutup,perlahan membuka matanya,dan menampakkan mata berwarna Rubby.


[ Mimpi yang itu lagi ]


Sekilas ia melirik dari sudut matanya,dan menemuka Tuan putri Elvira sedang terbengong disampingnya.


"Apa yang sedang anda lakukan disini?"tanya Danie pada Elvira.


[ Sebenarnya aku masih mengantuk,tapi ternyata ada perempuan ini lagi ]


{ Wah...ucapan tuan seperti pria sungguhan } Puji Everst,yang tiba-tiba bersuara.


{ Apa anda masih lelah? }


[ jangan tanya jika sudah tahu jawabannya ]


{Baik..jangan galak pada sahabat sejatimu ini dong}


Komunikasi antara Everst dan Danie pun terputus juga.


"Ahhhaa...bukannya bekerja malah enak-enak tidur!,kalau dipecat baru tahu" Elvira tertawa garing.


"Hmm?"


[Si..siapa laki-laki tampan yang kelihatan kelelahan ini?]


"Ja..jangan...menatapku seperti itu. Aku ini majikanmu juga"


"Oh..maaf jika itu sudah mengganggu yang mulia"


[Dari pada bersilat lidah,lebih baik menurutinya saja. Tapi...apa maunya dia?,sampai datang ketempat favoritku]


"Apa yang membuat yang mulia datang kemari?"


"Darimana kamu mendapatkan gaun yang kamu berikan pada Youri"


[ ooh...jadi alasannya itu ]


"Saya mendapatkannya dari Lady Ellora"


"Oh...jadi dia. Kalau begitu aku akan pesan padanya"suara Elvira langsung rendah.


Tanpa pamit dan mengucaokan sepatah kata apapun lagi Elvira pergi dengan dayangnya yang sudah menunggu jauh 20 langkah di belakangnya.


[Dia lebih kekanakan ketimbang Youri yang merupakan adiknya] detik hati Danie melihat kepergian Elvira.


[ Memiliki kekuatan suci,tapi aku masih belum tahu menyembuhkan diri sendiri dari bekas luka yang dulu]


melihat ke kedua tangannya sendiri yang terbalut perban.

__ADS_1


*********


Suatu hari ketika di pasar.


"Aduh...paman...kenapa harga buah ini juga ikutan mahal?"


"Iya,sudah sayuran dan barang lain ikut mahal"


"Maaf nyonya,ini sudah dari sananya. Sekarang kami para pedagang juga ikutan terkena imbasnya,baginda raja memberi pengumuman kalau pajak tahun ini akan dinaikkan lagi"


"Ini sama saja memeras rakyatnya sendiri"


Semua orang bergaduh mengenai harga semua barang dan makanan di pasar mulai melonjak naik.


"Tuan Danie!,akhirnya kita bertemu lagi"teriaknya pada Danie yang lewat.


"Huh?"Danie sendiri menoleh kekiri dan kekanan,tapi memang dirinya yang dipanggil.


"Tuan masih ingat saya kan?"kata paman yang seminggu lalu Danie menolong dirinya.


"Kamu?"


"Yang waktu itu menolongku dari keempat orang disana"menunjukk ke belakang,dilihatnya empat orang yang dimaksud paman ini.


[Ohh...yaya,dia yang waktu itu memalak paman ini]


"Aku ingat"


"Mari mampir dulu"paman ini mengajak Danie ke sebuah kedai.


"Ini...kedai milik paman?"tanyanya,ada banyak orang yang mampir untuk makan disitu.


[Dan nama kedainya menjadi AyamDan?]


Danie sepintas tertawa geli melihat spanduk yang tertulis di dinding dalam kedai.


"Sepertinya paman menjadi lebih baik,dari pada awal kita bertemu"


"Ini semua berkat anda"ucap paman Ferlk.


"Ya..semua ini berkat anda" All (pelayan sekaligus mantan preman)


"Berkat anda,kedai ini sudah memiliki dua cabang. Lihat pembukuan ini"diberikannya pembukuan hasil dari penghasilan penjualan yang dilakukan paman Ferlk.


"Emm...bagus,banyak untung,semuanya jadi senang bukan?,tanpa babak belur oleh orang yang lebih kuat,sudah bisa menghasilkan uang"


"Err...iya...iya,anda memang hebat"memujinya sekali lagi.


"Kami sadar,dengan bekerja disini kami memiliki pendapatan yang tidak pernah kami bayangkan,biasanya pendapatan kami sedikit dan tidak menentu,tapi setelah bekerja disini,gajinya tetap sama setiap minggunya"


"Teruskan,perbanyak berbuat kebaikan. Sana,ada yang ingin beli lagi tuh"melirik ke samping.


Ke empat orang pelayan itu segera pergi,melayani pengunjung yang datang.


"Aku tadi lihat,banyak orang megeluh karena semua barang kebutuhan menjadi naik,apa yang terjadi?"Danie mengingat pembicaraan orang-orang yang didengarnya ketika melewatinya.


"Apa tuan-"


"Jangan panggil tuan,aku ini lebih muda dari paman,panggil Danie"


"Danie?"


Danie mengangguk.


"Beberapa hari ini yang mulia raja meningkatkan harga pajak pada rakyatnya sendiri,jadi maklumlah,semua barang yang dijual termasuk makanan harganya menjadi mahal. Karena itu,agar para pelanggan kami tidak protes dengan kedai kita,saya mematok harga yang sama dengan yang sebelumnya namun makanan yang disajikan dikurangkan sedikit"


"Emm....itu tidak masalah,aku tidak salah memilih paman. Jadi aku kesini sekalian berinvestasi lagi pada paman"menyodorkan sebuah kotak kecil dan lusuh pada paman Ferlk.


"Jangan dibuka "


"Apa masih belum cukup?"menerima pemberian Danie.


"Semakin banyak cabang yang dibuka,maka keuntungannya semakin besar. Intinya,jika suatu saat tempat ini terkena masalah,kedai dari cabang yang lain masih ada,dan kita masih memiliki pemasukan. Coba bayangkan kalau kita memiliki banyak pendapatan,uang yang kita peroleh bisa kita simpan dan semakin lama uang itu akan membantu kita untuk membuat rumah impian..hahahahah. ehem....ehem.......,aku akan mencoba menyelsaikan masalah ini"segera memperbaiki nada bicaranya.


"Oh ya...apa paman tahu,pandai besi terbaik di sekitar sini?"


"Pandai besi yah?,saya tahu letaknya....dari sini jalan lurus saja,di akhir jalan ada salah satu orang yang bisa menempa besi dengan baik,menurutku disana memang bagus sih..itu tergantung selera anda"


[Hmm...masih muda tapi sudah banyak memikirkan pikiran untuk urusan orang dewasa]

__ADS_1


--------->>>>>


__ADS_2