Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Perselisihan


__ADS_3

Didalam kehidupannya benar-benar selalu ada hal yang mengejutkan setiap harinya, ia buang semua rasa sakit hati yang selalu diterimanya, ia buang segala rasa iri dan dengki yang ada dalam dirinya, dan ia juga selalu mencoba melupakan segala hal yang menyakitkan.


Tapi ternyata tetap tidak bisa, segala momen yang kelam dan menyedihkan dan setiap ia pendam sendiri di dalam hatinya, maka ia akan menjadi bangunan yang semakin tebal, kokoh dan tinggi , hingga di kemudian hari bangunan tersebut akan membentuk jati diri yang sebenarnya dari orang yang memendam rasa perasaan benci itu.


Di kepala akan ada banyak memori yang masih tersimpan dengan jelas, walau sudah bertahun-tahun lamanya, namun rasanya seperti baru kemarin ia mendapatkan memori tersebut, dan kenyataan yang ada, tiap ingin menghilangkan dari pikirannya, justru malah menjadi sulit dan lebih sulit bahkan menjadi lebih jelas atau bahkan seperti terasa lebih nyata ketika bayangan dari memorinya itu benar-benar muncul.


[ Apa yang harusnya aku lakukan?, semua hal yang bisa aku lakukan sudah aku lakukan, namun........benar-benar masih tidak tahu apa makna kehidupan yang selama ini aku jalankan. Apa gunanya hidup jika suatu hari nanti mati, aku sudah mati namun dihidupkan kembali ]


Dalam aturan dunia yang diyakini Danie itu, ada kalanya untuk beberapa waktu bisa hidup sendirian , menemukan jati diri siapa sebenarnya kita dan apa yang mau kamu lakukan kedepannya, lalu apa makna kehidupan yang sudah kita jalani ini.


Hahahhh.....hidup memang keras, sesulit apapun itu tergantung dari hati dan niat untuk melangkah menembus kesulitan itu dengan kerja keras sesuai kemampuan, atau hanya mengeluh dan memandangi kesulitan itu sendiri.


" Aku memang terlahir sendirian "


Kedua kelopak matanya terbuka dan menunjukkan tatapan datarnya.


Diusia belum menginjak 10 tahun sudah di tinggal pergi kedua orang tuanya, dan sekarang ia juga sendirian, dimana ibunya sudah meninggal dan ayahnya adalah sosok yang masih misterius, tiap kali bertanya pasti ibunya akan mengelak dan melempar semua kesalahan pada dirinya.


Jadi intinya, disini dan di dunia ini, ia tetap hanya manusia yang hidup sendirian.


Tepat satu jam berlalu, Danie membangunkan tubuhnya yang sudah mulai pulih memulihkan tenaganya yang terkuras.


" Apa lagi yang akan aku dapatkan di jam segini? "


Danie merasa tidak bersemangat, buat apa semangat dan untuk apa menyemangati diri sendiri terus?.


Itulah yang dipikirannya.


Tanggannya yang masih terasa lemas mulai megang knop pintu, lalu ditariknya perlahan.


Ia menoleh kesamping dan tebakannya benar, Felix sudah ada di depan kamarnya entah berapa lama.


" Apa lagi? "


" Apa lagi? "


" Jangan mengulangi kata-kataku. Apa yang harus aku lakukan selanjutnya? "


[ Ada apa dengannya? ]


" Kita akan melihat beberapa kesatria yang berlatih pedang "


[ Menjadi penonton yah? ]


Danie tidak menjawabnya dan hanya memberikan kode anggukan sebagai tanda iya.


Diikutinya Danie kemanapun Felix pergi seperti seorang penguntit.


Lalu ia juga mencoba meregangkan kedua tangannya yang pegal.


Ketika di koridor bertemu dengan siswa yang kebetulan membawa nampan berisi makanan, Felix merebut bagian makanan orang itu.


Yang di rebut hanya memberikan wajah terkejutnya tanpa memberikan komentar sedikitpun atas tindakan Felix barusan.

__ADS_1


" Ambil lagi untukmu sendiri " ucap Felix pada murid tersebut, kemudian ia menyambung lagi langkah kakinya.


" Belum makan ? " nampan yang dibawanya Felix serahkan pada pengikutnya( Danie).


" Terima kasih "


"........., ya "


Dengan langkah yang tidak kalah cepat, Danie hanya mengira-ngira kalau ia akan dibawa ke Arena yang biasa digunakan untuk pertandingan.


Arena tersebut sudah semacam stadion, bisa menampung banyak orang, jadi agar dapat melihat kedua pesaing dengan jelas, ia duduk di barisan paling depan.


" Keduanya bersiap!............mulai! "


Seru sang panitia, dan pertarungan pun dimulai.


Kedua kesatria mulai memasang kuda-kuda mereka, pedang juga sudah ada digenggaman tangannya masing-masing.


[ Aku tidak mau berkomentar apapun ]


"............."


Menyantap makanan yang ada di atas nampan.


" Sebelah kanan itu kesatria Flint lalu lawannya adalah Marion "


Pertarungan sengit sudah mulai terjadi, kesatria bersurai merah yaitu Flint menyerang secara agresif pada kesatria bersurai hitam si Marion, ketika Marion berusaha menangkis tiap serangan yang dilancarkan oleh Flint dengan pedangnya, kaki Flint juga tidak kalah dengan berusaha membuat lawannya terjatuh jadi Flint mengincar kaki Marion terus, namun sekali lagi Marion bisa mengelaknya juga dengan mudah.


" Sampai kapan menghindar terus? "


" Haduh...mereka kapan selesainya? "


" Namanya juga pertandingan, kalau mau cepat selesai bantu kalahkan salah satu dari mereka "


Semua orang berbisik-bisik tentang mereka berdua, menurut rumor yang beredar kalau Flint dan Marion itu sudah seperti musuh bebuyutan, dan itu juga di alami oleh Felix dan Rudolph.


Jadi dilihat dari serangan yang Flint lakukan, jelas kalau dia mengerahkan semua kekuatan berdasarkan perasaan dendam dan tidak suka pada Marion, sedangkan Marion sendiri bisa menahan semua serangan daei Flint dengan mudah.


Strategi itu sebenarnya cukup sederhana, ketika lawannya mengerahkan kekuatan penuh dan menyerangnya bertubi-tubi, maka yang harus dilakukan Marion adalah menahan dan menghindar dari serangan milik Flint, lalu ketika lawannya sudah memiliki celah karena kekuatannya yang sudah mulai terkuras, maka barulah si Marion bisa mengisi celah Flint untuk membalas serangannya.


" Aku akan pergi sebentar "


Tutur Felix selepas menerima pemberitahuan daei temannya tadi.


[ Sepertinya mendesak ]


"..........."


Setelah perginya Felix, dirinya merasa bebas walau untuk sementara.


Makanan tadi pun sudah ia makan walau hanya separuhnya saja.


Sebab perutnya merasa kenyang, ia hendak pergi mengembalikkan nampan dan beberapa makanan sisa ke kantin, tapi baru satu langkah, ia tidak sengaja menabrak seseorang dan akhirnya..

__ADS_1


BRAKK.......( Nampan yang terbuat dari alumunium serta piring dan gelas terjatih ke lantai )


Sisa makanan tadi sempat mengotori orang yang ditabraknya, namun siapa sangka kalau kali ini yang ditabraknya adalah...


[ Rudolph? ]


Pria bertubuh besar, bahkan besarnya dua kali lipat dari tubuh Danie sendiri.


" Maaf " segera mengambil barang yang berserakan tadi.


Namun disaat berjongkok, baju Danie di tarik dari belakang dan tubuhnya pun terangkat oleh pria bernama Rudolph itu.


" Tidak bisa dimaafkan, bajuku menjadi kotor karenamu " decih Rudolph dengan nada menjijikan.


" Kenapa lagi dengan anak baru itu? "


" Dia tidak sengaja menabrak kesatria


Rudolph "


" Habislah dia ~ "


Tanpa sepatah kata lagi, Rudolph membawa pergi Danie dengan diheret meninggalkan tempat bangku penonton dan membawanya turun ke bawah.


" Pemenangnya Kesatria Marion ! " Seru wasit mengumumkan pemenang dari latihan tanding yang sempat Danie tonton.


Kedua orang tadi berjalan melewati Danie dan rudolph, lalu sang wasit memberhentikan langkah Rudolph yang hendak masuk ke lapagan.


" Apa yang kesatria Rudolph lakukan? , hari ini bukan jadwal anda bertanding " peringat Wasit pada Rudolph.


" Minggir!, berikan pengumuman, selanjutnya pertandinganku dengan anak baru ini ! "


" Ini melanggar pera- "


" Peraturan dibuat untuk di langgar ! " sela Rudolph dengan cepat, lalau dengan kasar Rudolph mendorong wasitnya kembali masuk ke lapangan.


" Pertandingan selanjutnya akan dimulai nih "


" Pasti seru... "


" aku tidak sabar siapa yang akan - "


" Para penonton sekalian~, pertandingan selanjutnya akan dilakukan oleh kesatria Rudolph dan... " Terdiam sejenank lalu meneguk salivanya sendiri " murid baru kita yaitu......Danie " dikalimat terakhir suaranya menjadi datar, namun masih dapat didengar oleh semua orang.


" APA.!? " All.


Semua penonton mulai bergemuruh dengan bisikan akan rasa terkejutnya, beberapa orang pergi untuk sesaat, namun sekembalinya mereka, justru lebih banyak orang yang hadir untuk menonton perlawanan yang tidak terduga itu, sudah lebih dari separuh tempat di stadion itu terisi, suasana semakin ramai dan suara sorakan memenuhi isi stadion tersebut, membuat acaranya semakin meriah....saja~.


" Pencapaian yang luar biasa, keberadaanmu membuat seisi stadion hampir penuh. Ini hukumanmu " ucap Rusokph dengan nada senang sekaligus benci.


" Tapi aku sudah minta ma- "


" Permintaan maaf mu tidak semudah yang kamu harapkan, pergi! "

__ADS_1


Pintu masuk ke lapangan sudah dibuka, Danie di dorong dengan keras oleh Rudolph sehingga terhuyung hampir jatuh.


__ADS_2