
Pria itu berdiri di tepi tebing batu karang, sorotan matanya dingin namun masih mengeluarkan sebuah kharisma yang kuat.
Apa yang dipandangnya adalah memandang sebuah cakrawala, dari laut yang mulai awalnya memperlihatkan keindahan mulai berubah dengan menampilkan aksi kejamnya.
Ombak yang menggulung kian meninggi dan langsung pecah ketika menghantam batu karang.
SPLASHHH........!
Angin laut yang menerpa tubuhnya, lantas membuat surai berwarna emas itu melambai-lambai, dan jubah merah yang mengikat di belakag pinggangnya terus berkibar akibat terpaan angin yang cukup kuat itu.
" ........................" Tidak ada sepatah kata pun yang terucapkan dari bibir yang masih saja setia untuk menutup rapat.
WUSHHH...............
Seaakan sedang menikmati pemandangan dan angin yang sedang di rasakannya ini, Caster pun mengulum senyuman yang tipis.
[ Keterlaluan, ini mengingatkanku. ] fikir Caster.
Pria ini sudah berdiri lebih dari 15 menit, sampai dimana dia tiba-tiba mendapatkan sebuah perasaan yang berbeda.
-------------^v^v-------------
"................." Dia menoleh ke arah kanan.
Mencoba merasakan sesuatu yang tadi di dapatinya dari sebuah insting.
" Jadi kau sudah bergerak. " gumamnya.
Sesuatu yang menggerakkan hatinya untuk pergi ke tempat itu, pria ini pun meninggalkan tempatnya, menghilang bagai debu.
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
l
__ADS_1
l
l
Mengikuti instingnya, dimana instingnya mengataan kalau keberadannya di satu tempat yang lumayan menjengkelkan untuk pria ini.
Hutan, apa lagi yang tidak bisa dilakukannya, bisa sampai di tempat dengan cepat?.
Caster masuk ke dalam sebuah hutan belantara yang keberadaannya adalah tersembunyi, namun siapapun yang memasukinya, dia akan mendapatkan kesesatan.
Sampai akhirnya, perjalanannya mempertemukan sebuah hal yang cukup menarik, sebuah tubuh wanita tergeletak, dan satu lagi sedang berdiri.
Wanita berambut coklat itu terlihat sedang menyibukkan diri, dari menatap ke dua tangan, senjata, dan jati dari tubuh sendiri?.
"........................" Caster memperhatikannya.
" Apa ini?. " sampai suara itu terdengar juga lleh telinga Caater.
Gadis itu mengkhawatirkan sesuatu, yang membuat wajahnya terihat jelas menampilkan ekspresi bingungnya.
Tentu saja, pemandangan langka itu membuat pria ini mengulas senyum mengejek, sambil berkata.
" Ini menggelikan, mengatai pemilik tubuh aslinya orang yang bod'h, padahal disini ada yang lebih bod*h lagi ketimbang dia, anj*ng kampung. "
ucap caster kepada gadis bersurai aram temaram itu dengan tatapan menyindir.
Kini pria ini tahu apa yang sudah terjadi tanpa meminta penjelasan apa pun.
Apa yang dilihatnya, sudah menjadi bukti dari penjelasan itu sendiri.
Apa lagi di tambah dengan tatapan mata yang terlihat sedang memperhatikan tiap inchi tubuhnya, jelas itu sudah menjadi hal wajar bagi seorang wanita melihat tubuh lawan jenisnya.
Tapi di sini, dia yang asli tidak akan sebegitu memandang tubuhnya, sedangkan gadis yang di depannya ini......meski tubuhnya itu, tapi isinya bukan dia.
[ Dia mengambil alih tubuhnya ya?. Merepotkan, Menambah pekerjaanku, tapi tidak buruk juga. ]
Mengerti maksud tatapan Chloe yang mendiami tubuhnya Dania, sedang memperhatikan dirinya dengan serius, untaian kata yang menusuk telinga pendengar langsung terlontar begitu saja.
" Aku tidak mengira bahwa, kau punya kelancangan melebihi seorang bud*k hina. " sindirnya lagi.
"......................"
Caster tertawa, ekspresi wajah Dania...tidak, tapi Chloe, terlihat jelas tidak menerima dengan panggilan bud*k hina.
" Apa maumu. " tanya Chloe.
Wajahnya berubah menjadi serius.
Caster tidak mempedulikan ekspresi apa yang di buat lawan bicaranya, karena lebih mementingkan sebuah tujuannya.
Caster tersenyum senang, lalu menjawab.
" Bukankah sudah sepantasnya memberikan pelajaran pada makhluk rendahan yang sudah mengambil kerja kerasku. "
" Kerja keras?. "' yang di maksud kerja keras itu sendiri, Chloe masih tidak mengerti, hanya mengerti kalau prai ini, akan melawan dirinya.
Caster kembali menjawab.
" Yah....aku bisa mengerti, ternyata rasa iri itu, bahkan sampai membuat penyihir bebal sepertimu malah lebih memilih mengambil tubuh orang, terutama tubuh itu. Tapi......" menatap penuh dengan hawa membunuh, kali ini Caster benar-benar tidak menerima ternyata penyihir wanita sepertinya-lah manusia yang sudah merebut kerja kerasnya.
" Kau..........."
[ Perasaan ini...] Entahnya, tiba-tiba Chloe merasa perasaan tidak enak, bergidik ngeri, karena merasa terintimidasi dengan tatapannya.
Merasakan tekanan yang begitu kuat, ketika melihat mata merah pria itu menatapnya penuh dengan tatapan merendahkan.
__ADS_1
" Apa yang sudah kau usir dari tubuh itu, itulah jawabannya. " Caster terus memberikan penekanan untuk tiap kalimat yang tadi di ucapkannya.
Bagaimana tidak, jika usahanya untuk mencari dan menunggu, melebihi umur dari ratusan orang yang hidup, wanita ini....dengan mudahnya mengambil apa yang sudah ia temukan itu.
Membuat keberadaannya yang sudah ia temukan, kini sudah menghilang dari dunia ini.
" Karena itulah, kematian seperti apa yang bisa aku berikan padamu?." ucap Caster, kepalanya sedikit menengadah ke atas, tapi sorotan matanya yang dingin itu terus teruju kepada Chloe.
"......................" dan dari sini lah, 3 lingkaran cahaya keemasan berbaris di samping kanan dan kirinya.
" Kau.....''
Sesuatu yang tidak terduga, malah menghadapi pria ini..
Caster tidak pernah mengalihkan pandangannya, tapi apa yang keluar dari lingkaran cahaya keemasan itu, menjadi jawaban atas tindakannya Chloe, yaitu....
SRINGG........
WUSHHH----------->>
Satu pedang terbang dan melesat begitu saja melewati samping wajahnya Chloe.
JLEB.... (Menancap di tanah. )
Chloe langsung membelalakkan matanya.
[ Apa itu tadi?. ]
Sekali serang, itu langsung melesat ke arahnya tanpa membuat tubuh pria itu bergerak dari tempatnya.
TES........TES.........
" ...................." Chloe yang merasakan perih di wajah sebelah kiri ( pipi ) langsung menyeka cairan apa yang keluar itu?.
Apa lagi kalau bukan darah?.
[ ..........................] Mengepalkan tangannya, darah yang menodai telapak tangannya langsung mengghilang.
Lalu, sayatan tipis di pipi akibat goresan tadi, juga perlahan-lahan menghilang.
" Oh...meleset ya?. " Caster menyindir kalau tadi bisa di bilang bidikannya meleset, padahal sudah berhasil meggores pipinya Chloe.
Chloe tidak akan tinggal diam, dan awal mula yang bagus kan, jika mencoba tubuh barunya untuk melawan pria di situ?.
Mereka saling pandang dengan tatapan penuh dengan kelitan hawa membunuh, seakan tanda perang baru saja di mulai.
Menerima tatapan keberanian dari tubuh itu, Caster jadi bertambah semangat untuk melawannya, meski bukan dia, tapi ini lebih dari cukup untuk membuktikan keberadaannya mana yang lebih kuat?, dan mana yang lebih berkuasa?.
Disini, Caster akan membuktikan bahwa yang dipilih oleh penyihir ( Chloe ) itu adalah keputusan yang sangat salah.
Dan harus menerima hukuman yang paling pantas untuk wanita ini.
SRING.......
Caster, memulai kesenangannya dengan menghujani wanita itu dengan puluhan pedang yang langsung muncul sesuai kehendaknya.
Lebih banyak dari yang tadi, kali ini Caster benar-benar tidak akan segan untuk memberi pelajaran pada penyihir yang sudah berani mengambil kerja kerasnya itu.
#############
Awal pertemuan mereka berakhir dengan pertarungan.
Caster dengan Chloe yang menggunakan tubuh gadis itu.
Silahkan baca di Next Chapter.
__ADS_1
------------>>