
" Hoammh...... " Karena udaranya cukup dingin yang membuat orang merasa ingin menghangatkan tubuh di bawah selimut, Dania bukanlah salah satu orang yang menguap lebar.
Karena sebentar lagi akan diadakan Festival tahunan, banyak orang yang ribut untuk mendekorasi jalanan agar terlihat menarik.
Dan tidak itu pula, banyak pedagang dari luar kekaisaran yang turut datang untuk meramaikan suasana sekaligus untuk menjual jualannya.
Karena acaranya akan di adakan di malam hari, Dania menganggap hal seperti ini sebagai pasar malam.
Sebenarnya ada banyak sihir yang bisa digunakan, apatah lagi jika menyangkut rambut.
Tapi, sayangnya dirinya yang memiliki rambut pendek itu sudah dirasa nyaman lagi.
Tapi agar sepenuhnya tidak memiliki stayle rambut mirip seorang laki-laki, ia hanya mengubahnya sedikit.
Karena memang orang yang disebut raja iblis itu memotong rambutnya( Dania ) menjadi pendek, tapi memang tidak sependek seperti potongan laki-laki.
Jadi ia hanya mengubah stayle nya dengan membiarkan bagian samping kiri panjang ke depan dan bagian kanan sedikit pendek, sedangkan di bagian belakang sependek potongan pria.
" Bagaimana?, apa ini sesuai selera anda?. " tanya perempuan tersebut setelah merapikan hasil karya potongannya kepada pelanggan barunya.
" Terima kasih, ini sudah lebih baik. " Puji Dania kepada wanita tersebut, yang sudah merapikan rambutnya menjadi lebih baik.
Setelah menyelsaikan urusannya di salon, ia berjalan berkeliling kota untuk menghirup udara segar dan mengganti suasana hatinya.
[ Ngomong-ngomong sejak kapan burung itu sudah tidak bicara formal dengan menyebutku tuan?. Aku tidak mempermasalahkan cara bicaranya itu, tapi perbuatannya yang terakhir kali itu benar-benar membuatku terkejut. Padahal awal pertemuanku dia sangat sopan, tapi kenapa jadi sedikit liar?. Memang sih selama ini dia membantuku, tapi yang waktu itu..- ] Pelukan tak terduganya membuat dirinya kepikiran terus sampai sekarang.
Hingga tetibe teringat tentang batu yang waktu itu dibawa Everst.
Batu itu adalah batu meteorit yang mengandung kekuatan magis.
[ Bagaimana caranya aku meng estrak batu itu?. ] Dania berpikir keras sampai tak menyadari kalau dia sedang berjalan dan hingga menabrak beberapa orang yang lewat dari arah berlawanan.
[ Apa perlu aku tumbuk jadi halus lalu di saring?. Tapi kalau ada efek sampingnya bagaimana?, katanya mengandung kekuatan magis. ]
" Ahh..... " Langkahnya langsung terhenti saat hendak menyandung batu.
Menggelikan, ketika ia mengetahui kalau dirinya tinggal di istana seorang duke tapi tidak memiliki uang sendiri.
__ADS_1
[ Bagaimana dengan bayaranku ya?, apa aku harus memintanya?. Aku ingin sekali beli baju. ] Matanya melirik ke salah satu toko baju yang ada di sebelahnya, ia ingin sekali memiliki baju desainnya sendiri.
[ Bagaimana keadaan Lady Ellora ya?. ]
Pikirannya berubah-ubah memikirkan hal ini dan hal itu. Melihat ia berdiri disitu, beberapa orang jadi memberikan tatapan heran mereka.
[ Aku sudah tidak ada uang. ] Merogoh saku kosongnya, keberangkatannya hanya membawa 5 koin emas, tapi sudah habis untuk ke salon saja.
[ Ah...begini nih, kalau punya rambut panjang banyak uang yang harus dikeluarkan untuk perawatannya. ]
" Hoammh........."
[ Aku benar-benar ngantuk. ]
Dania benar-benar ingin mendapatkan ketenangan yang entah sudah berapa lama ini tidak ia dapatkan.
Dia benar-benar berjalan tanpa arah tujuan dan mengikuti arus pejalan kaki lainnya.
Untuk beberapa hal lagi, ia berpikir.
Apa yang biasanya mereka lakukan di masa-masa itu?.
Di dunia ini, banyak adat yang harus di ikuti, dirayakan, dan di ingat.
Padahal kehidupan lamanya adalah dunia yang bebas, bebas kesana kemari di dampingi teknologi kesukaannya.
Disini yang terlihat hanyalah menjunjung tinggi perbedaan status.
Melihatnya saja sudah jelas, bangsawan selalu membiarkan prajuritnya ikut, makan di restoran mahal, ada kelas pertemuan untuk minum teh padahal tidak berguna sama sekali, karena inti dari pertemuannya hanyalah menyebarkan gosip.
Gaya, cara, tingkah, semuanya dinilai dari apa yang mereka lihat.
Caranya berdiri, duduk, makan berbicara, gerak geriknya semuanya dinilai.
" Benar-benar menjijikan. "
Keanggunan dan kepiawaian orang-orang disini dalam menyambut orang baik yang disukainya atau tidak, sangat menunjukkan adanya suatu hal yang akan diperhitungkan.
__ADS_1
[ Dunia ini sangat menjijikan, aku benar-benar muak melihatnya. ] Dania menatap sinis beberapa orang yang berlalu lalang dengan kereta kuda.
" Aku merindukan mobil sport ku, apertement lantai 40 ku, Film Hollywood, lagu-lagu indah yang aku sukai, jam tangan bermerek yang sudah aku beli, tabunganku.... " terhenti sejenak.
" AAAAHHH......! " Berteriak dengan keras.
" Aku menyesalnya, aku ingin pulang. "
"............!" Semua orang yang tak sengaja mendengar teriakannya Dania, langsung menatapnya dengan tatapan heran.
" Ada apa dengan orang itu? "
" Sepertinya dia stress, aku dengar dia ingin pulang. "
" Apa dia tidak ada uang hingga berteriak seperti itu?. "
" Kasihan sekali, padahal biasanya anak seumurannya bisa frustasi gara-gara cinta. "
" Ah..jangan-jangan karena di tinggal kekasihnya?. "
Semua orang ber kasak-kusuk memberikan pendapatnya yang benar-benar salah. Membuat bahan gosip lagi.
Rasa frustasinya benar-benar menghantuinya, lenyesalannya meninggalkan pencapaian yang sudah ia capai dengan susah payah.
[ Walaupun disini ada banyak sihir, tapi sihir harus menggunakan tenaga ( energi ) tubuh sendiri. Belum apa-apa sudah menguras energi, aku tidak menyukainya!. ]
Jangankan berpindah secara cepat ke tempat lain sambil menikmati pemandanglainsemua jalan di dunia ini sangatlah tidak bagus.
Hanya ada paving batu yang disusun, jadi..sudah menggunakan kereta kuda itu lambat, jalanannya saja tidak rata.
" Kereta kuda, kereta kuda...bagus apanya?, tidak ada ac, tempat duduknya berhadapan, harus minta kusir pulak yang bawain. "
Hari ini adalah hari dimana Dania mengeluhkan semua keadaan hingga ia merasa ingin menghancurkan semua kota dan menatanya ulang sesuai dengan tempat tinggalnya dulu.
Tapi ia tak menyanggupi itu, hidup saja sudah cukup.
Dan langkah kakinya pun terus membawa dirinya maju ke depan.
__ADS_1