Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Kemunculannya


__ADS_3

Pemandangan apa yang dilihatnya sekarang ini?.


Wajah Alinda dengan pakaian seragam militer?


Atau


Siapa?.


Karena ada satu penampakkan lagi yang di lihat oleh sepasang mata Devon, Yaitu...


Wanita dengan wajah yang cukup cantik meski terhalang oleh sebuah cadar. Hiasan ikat kepala berwarna merah yang mengikat lingkar kepala, sebuah kerudung berwarna putih, dan gaun feminim berwarna hijau toska.


" Siapa k...."


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Devon langsung menerima hawa keberadaan yang cukup kuat tiba-tiba muncul.


Membuat Devon langsung mundur 3 langkah ke belakang dengan cepat, sebelum....


"..........!. " Melirik ke arah samping kanan, iris matanya menangkap ada sesuatu yang datang melesat dengan cepat ke arahnya.


TRANG..........


PRAK.......PRAK........


Sebuah pedang berwarna emas menusuk menembus langsung ke monitor Holter itu, sampai benar-benar rusak.


Devon tercengang, monitor yang di gunakan untuk mengukur detak jantung itu, sudah rusak.


Dan itu membuat alat elektronik yang lainnya, ikut kena pengaruh efek kejut gelombang tadi dengan matinya semua monitor yang menjadi alat pendukung hidup tubuh Alinda.


Karena itulah, satu hal yang membuatnya menjadi khawatir adalah......


" Haaa..haahh....ahhhah...." tubuh alinda mengalami sesak nafas, dan kejang-kejang.


Devon segera berlari menghampirinya, mencoba memulihkan keadaan itu


Lalu satu suara datang.


" Ohhh~, aku kira pergi kemana. Ternyata......." iris berwarna ruby itu melirik ke arah Devon, yang baru saja menghindari serangannya tadi, dan itu adalah sebuah tatapan tanpa minat sama sekali.


" Kau sedang berkencan dengan laki-laki ini?. " lanjutnya.


Sorotan matanya teralih langsung ke satu orang yang terbaring diatas kasur itu sudah dalam keadaan mengkhawatirkan?.


Itu tidak untuk orang ini, karena inilah yang di inginkannya.


Agar tubuh itu mati.


Devon langsung menoleh ke tempat asal mula pedang emas yang tadi datang, ternyata......


[ Siapa dia?. ] Devon bertanya-tanya, meski langsung menghadapi balik masalah krisis itu, dimana rohnya Alinda benar-benar belum masuk secara sepenuhnya, tapi tubuhnya sudah seperti ini.


Padahal Devon, membuat lingkran sihir yang sudah ia buat dan pasang khusus hanya untuk memanggil roh miliknya Alinda, kini ada satu lagi yang muncul dan itu adalah seseorang dengan keberadaannya yang cukup membuat hidungnya mencium aroma darah yang cukup kuat dari laki-laki berambut pirang ini.


" Siapa kau?. " Akhirnya Devon bertanya.


Dan yang di tanyai, malah memejamkan matanya sambil tersenyum remeh.


" Hahh~. " Menghela nafas panjang, ,laki-laki bersurai emas ini menjawab.


" Memangnya kau pantas mengetahui namaku yang agung ini?. " tidak peduli apa reaksi wajah yang di buat manusia yang sedang kelabakan memperbaiki alat-alat itu.


[................] Mencoba bersikap santai, Devon memulai percakapannya dengan roh ini.


" Kalau begitu aku ubah pertanyaanku, kenapa kau datang kesini?. Padahal aku tidak memanggil roh lain selainnya. " Yang di maksudnya tentu saja, ia tidak ada niatan lain selain memanggil rohnya Alinda.


Sambil menatap ke lantai, lontaran kalimat merendahkan akhirnya keluar dari mulutnya.


" Aku tidak menyalahkanmu memanggil roh dengan lingkaran sihir kelas rendah seperti ini, tapi..." kakinya melangkah keluar dari lingkaran sihir itu.

__ADS_1


dia mengucapkan lagi sebuah kalimat...yang merupakan alasannya.


" Roh yang sudah kau panggil itu, sama saja memancingku untuk datang juga. "


TAP.......TAP.........TAP......


" Karena kau punya otak, jadi aku tidak perlu mengatakan alasan lain lebih dari ini. "


Pria bersurai pirang ini, terus berjalan mendekat ke arah tempat dimana tubuh wanita itu terbaring.


Itulah tujuan kedatangannya, menghalangi roh itu masuk ke dalam tubuh itu.


Sedangkan laki-laki ini terus melihat usaha yang dilakukan oleh pria pemanggil itu ( Devon ) sedang menggunakan sedikit kemampuannya untuk menyalakan kembali semua perangkat elektronik itu. Meski memang berhasil...


Tapi..apakah usahanya itu akan bertahan lama?.


Dan karena Devon sudah paham maksud arti dari ucapannya laki-laki berambut pirang ini, dia mulai mengangkat tangan kanannya lurus ke depan, tepatnya ke arah laki-laki itu.


" Maka aku tidak akan membiarkanmu. "


Devon tentu tidak akan membiarkan usahanya ini menjadi sia-sia, jadi dia akan mencoba menghalangi roh yang satu ini dari pada membawa roh Alinda.


Sudah pasti, itu alasannya datang ke sini.


Lalu, selanjutnya.....sebuah tembakan meluncur ke arah roh itu...


Yang kini sedang memberikan sebuah tatapan tajam.


Devon memberikan satu tembakan ke arah roh itu, roh yang tetap terihat tenang, setelah satu tembakan sihir yang berwarna merah, sedang mendatanginya,


CTANGGG..........


************


Flashback On


Di dunia yang penuh berkaitan dengan sihir, apa lagi serangan brutal selain dari sihir itu sendiri?.


" Ternyata seperti ini, rasanya memasuki tubuh gadis muda?. " apa lagi dengan kekuatan fisik ini, Chloe yang sudah memasuki sepenuhnya tubuh milik Dania ini, merasakan tubuhnya terasa ringan, berbeda dengan tubuhnya yang sudah terkulai di atas tanah.


Tidak ada lagi yang akan mengganggunya, karena dengan tubuh barunya, Chloe bisa memiliki banyak pilihan.


Tubuh ini, tentu Chloe tahu, kalau gadis ini...mempunyai banyak hubungan dengan...


Meski di bilang beberapa orang tertentu saja, tapi siapa yang menyangka kalau orang-orang di antaranya itu adalah orang yang cukup berpengaruh.


" Ternyata kau cukup bod*h, tidak menggunakan kesempatan itu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. " Chloe bergumam lagi.


Dia yang sudah mendiami tubuh baru milik Dania itu...terus mengutuk akan kebodohan yang dimiliki gadis ini, karena tiap mempunyai hubungan dengan beberapa bangsawan yang berpengaruh, bahkan sampai orang dari istana, dia tidak menggunakan kesempatan itu dengan lebih baik lagi.


Dan malah menyia-nyiakannya.


Itulah sumpah serapah Chloe pada gadis ini.


Tat kala terus mengatai pemilik lama tubuh ini yang begitu bod*h, dia melihat satu benda yang ia penasarankan.


Senjata aneh itu tergeletak di depannya.


Chloe mengambilnya, dan mencoba memeriksa tiap detail yang dapat ia lihat itu.


[ Hanya menekan ini kan?. ] Jari telunjuknya masuk ke dalam sebuah celah yang merupakan tempat keberadaan pelatuk piistol itu berada.


Chloe mengarahkannya ke depan lalu menekan bagian itu dan menghasilkan .....


DORR......!


CTAK.......


Apa yang keluar dari lubang itu, berhasil mematahkan ranting pohon yang berada di jarak 50 meter darinya.

__ADS_1


"...................."


Senjata yang benar-benar menakjubkan.


Padahal, degan sihir....bagi Chloe...itu bisa di gunakan dengan jari telunjuk, tapi ini dengan sebuah senjata.


Setelah mengagumi senjata itu, dia mulai memeriksa keadaan mana yang ada di dalam tubuhnya.


"................" Chloe membuka matanya, setelah tadi terpejam untuk beberapa saat.


[ Warnanya ternyata putih?. ] Aliran 'mana' berwarna putih, lebih menunjukkan kalau 'mana' itu adalah mana dari kekuatan suci. Hanya saja yang ia herankan.......


[ Keberadaannya terasa semakin melemah. ] Fikir Chloe.


" Apa ini?. " Chloe jadi bingung.


Dan wajah bingung itu, menghasilkan satu reaksi wajah terhadap satu orang yang secara senyap, sudah muncul begitu saja di depan sana, di jarak 20 meter darinya.


" Ini menggelikan, mengatai pemilik tubuh aslinya orang yang bod'h, padahal disini ada yang lebih bod*h lagi ketimbang dia, anj*ng kampung. "


ucap pria ini kepada gadis bersurai aram temaram itu dengan tatapan mengejek.


Hinaan secarak telak mengarah langsung kepada Chloe, yah...siapa lagi kalau bukan dirinya, karena sekarang hanya mereka berdua d tempat itu.


[................, siapa dia ini?. ] Chloe baru pertama kali melihatnya.


Secara intens, Chloe memberikan tatapan menyelidik pada pria bertelanjang dada itu.


Menatapnya dari atas lalu turun ke bawah.


[ Ho~......] Chloe mulai terpana dengan pemandangan pria ini.


Terlihat otot-otot dadanya yang kuat dan kulitnya terasa bercahaya dan halus, seolah-olah Chloe dapat merasakannya secara langsung kehalusan dan kelembutan kulit itu tanpa perlu menyentuhnya.


Lalu, mata Chloe jatuh pada perut dan ke dua kaki yang terlindung oleh sebuah armor itu.


Kaki yang nampak begitu panjang.


Ada delapan kotak terbentuk secara rapi di perut pria itu, dan yang menariknya ada garis garis merah yang menghiasi tubuh atletis itu.


Satu lagi, dia memakai sarung tangan layaknya sebuah cakar burung, warnanya juga emas pula, seperti armor itu, dan hal tersebut....


Membuat penilaian sendiri atas pria yang tiba-tiba muncul itu.


Penampilan yang sangat begitu cocok.


Mengerti maksud tatapan Chloe yan mendiami tubuhnya Dania, sedang memperhatikan dirinya dengan serius, untaian kata yang menusuk telinga pendengar langsung erlontar begitu saja.


" Aku tidak mengira bahwa, kau punya kelancangan melebihi seorang bud*k hina. " sindir pria ini, yang tak lain adalah Caster.


"................."


Chloe yang muai terbawa emosi dengan sikap penuh arogan itu, membuatnya menjadi berwajah suram.


Padahal dari segi penampilan, Chloe menilainya secara langsung, laki-laki itu adalah sosok penuh dengan aura bangsawan yang ber kharisma, tapi kenyataannya.....ucapannya benar-benar menunjukkan sebuab keangkuhan.


Sifat percaya diri yang sangat tinggi, seakan dia sosok yang paling di hormati.


" Apa maumu. " tanya Chloe dalam wujud gadis muda ( Tubuh milikya Dania ), masih tidak puas hati di katai bud*ak oleh laki-laki ini.


Dua orang itu pun sama-sama saling pandang satu sama lain.


#############


Tujuan yang hampir saja tercapai, langsung di usik oleh laki-laki berambut pirang yang muncul secara tiba-tiba.


Dan itulah, penghalang mereka menemukan kejayaannya mengambil alih tubuh dan memanggil roh untuk kembali ke tubuh.


Silahkan baca di next chapter.

__ADS_1


Selanjutnya. ------------------>>>> Caster.


__ADS_2