Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Kesialan di siang hari


__ADS_3

"Ahh...."


Disaat yang sama,cangkir tadi pecah karena terkena anak panah.


Namun Danie juga tiba-tiba merasakan sakit yang teramat sangat di bagian dadanya,lebih tepatnya di bagian paru-parunya.


"Danie!" Teriak Youri yang terlihat merasa cemas.


Setidaknya rasa sakit itu tidak membuatnya jatuh ke tanah,ia hanya sedikit membungkuk lalu kembali berdiri dengan sempurna,namun setiap nafasnya ada sensasi rasa sakit,jadi dia mencoba untuk menarik nafas lalu menghembuskannya dengan pelan,disaat yang sama tubuhnya ia miringkan ke kanan dan kiri. Tidak memerlukan waktu yang lama,akhirnya rasa sakitnya sudah menghilang dengan sekejap.


"Danie?!,apa kamu baik-baik saja?,aku melihatmu sepertinya merasa kesakitan" tanya Youri pada Danie karena khawatir akan kesehatannya.


"Mungkin hanya kesalahan udara yang masuk ke dalam paru-paru"jelas Danie,untuk meneñangkan Youri.


"Ini,lap sisa darah yang masih menempel di pipimu"menyerahkan saputangan pada Danie.


"Terima kasih, Tapi darah di saputangan ini tidak akan bisa menghilang dengan mudah"


"Tidak usah dipikirkan,sehelai saputangan saja."


"Baiklah jika anda memaksa"menerima dengan terpaksa,agar tidak menghancurkan harapan si Youri.


Sepintas ia melihat wajah Youri yang merona.


"Apa kamu demam?,wajahmu memerah"tanya Danie dengan merasa tidak bersalah sama sekali.


"Ti..tidak ,a..aku pergi dulu"


[Pfft...ternyata menggoda perempuan memang seperti ini]


Entah kapan itu,ternyata semua penonton sudah bubar.


Tapi tidak dengan Elvira.


"Kau..tidak terluka kan?"


"Hh?,anda mengkhawatirkan saya?"tanya Danie,sembari memiringkan kepalanya.


"Jangan salah sangka!,aku masih tidak puas dengan yang tadi. Hari ini aku akan melepaskanmu,tapi tidak dengan yang kedua kali"setelah mengucapkannya ,Elvira segera pergi.


"Baik tuan putri,lain hari saya akan memuaskan anda"


"Diam.!"


[Fufufufu....dia sebenarnya tidaklah menakutkan dari yang terlihat]tersenyum meremehkan.


"............"


Sret--.


Danie sekilas merasakan seperti ada orang yang memperhatikan,namun orang itu sudah pergi sebelum dapat melihatnya siapa dia.


Di siang harinya~


" Ini masih siang, aku akan pergi keluar " bisik Danie selagi menatap gumpalan awan putih menghiasi langit.


" Sebaiknya kita pergi bersama "


tiba-tiba salah satu temannya yang jarang bertemu dan entah itu memang temannya atau bukan sudah datang.


" Terserah "ketus Danie pada Howern.


" masalah tadi pagi,kamu terlihat tidak takut pada dia " Howern.

__ADS_1


" Takut sama saja dengan pengecut "ketus Danie.


" kali ini tujuanmu pergi kemana? "


" Tidak tau,aku hanya mengikuti naluriku"


Suasananya begitu canggung,setiap bertanya Danie nya pasti akan menjawab seadanya.


" Apa kamu tidak suka berbicara denganku? "


Howern umurnya sama dengan Danie,jadi Howern walaupun tidak tahu siapa dan dari mana asal Danie,tapi ia sudah menganggapnya sebagai saudara,karena dua tahun lalu saat pertama kali mengetahui ada anak baru,Howern merasa kasihan,banyak yang menghindar darinya karena merasa takut. Maka dari itu Howern selalu berusaha dekat dengannya agar tidak kesepian.


Ketika mendengarkan Howern berbicara seperti itu Danie segera memberhentikan langkah kakinya dan berkata...


"Aku bukan tidak suka berbicara denganmu,hanya saja aku orang yang memang jarang berbicara dan tidak memiliki topik untuk dibicarakan ketika bersama dengan orang lain. Kalau mau tanya,tanya saja"


Setelah berkata seperti itu,Howern pun terdiam sejenak.


"Hhhh...baiklah,kita berpisah disini."


Setelah benar-benar di gerbang luar,Howern dan Danie akhirnya berpisah.


"Ya"Danie melihat kepergian Howern,setelah itu ia berpaling ke arah lain.


Sekarang Danie jalan sendiri,penutup kepalanya ia kenakan agar tidak dilihat oleh banyak orang,langkah kakinya hanya mengikuti nalurinya. Di pasar ada banyak orang berlalu lalang,tapi baginya disitu tidak ada yang istimewa.


Karena besok merupakah hari perayaan ulang tahun dari Youri,dia sudah tahu apa yang akan dibuatnya. Jadi dengan santainya dia jalan-jalan untuk menghilangkan kebosanannya.


Dengan adanya smartphone yang ia punya seakarang itu sudah membuatnya senang. Ada salah satu fitur aplikasi yang bisa menunjukkan suatu lokasi gambar yaitu GPS. Dari rute GPS yang Danie lihat dia menemukan gambar yang sedikit aneh,karena bentuknya seperti sangkar burung tapi berisi gambar hewan ayam.


[Hah....apa aku tidak salah lihat?,apa dihutan itu ada yang seperti itu?. Tapi disebelah ini ada titik biru berkilau. Hhhh...tidak ada salahnya mencari tahu itu apa,toh sekarang aku sedang libur...mungkin aku bisa mendapatkan sesuatu yang tidak terduga seperti semalam]


Dia pun memutuskan pergi ke sebuah hutan,hutan sejauh kurang lebih 3 KM dari perbatasan kota. 'Hutan Malam' sesuai namanya siapa pun yang masuk kedalam hutan tersebut seperti sudah malam. Banyaknya pohon besar dengan daun super lebat,serta kabut tipis yang selalu menyelimutinya menambah kesan menyeramkan,itulah kenapa disebut Hutan Malam.


Untuk pergi kesana,danie harus pergi ke pos penjaga untuk melapor kepergiannya.


Gerbang yang dikelilingi dinding tinggi lagi besar,serta jembatan yang melewati sungai yang membelah antara kota dengan wilayah padang yang bebas.


Danie menuju ke pos penjaga dengan naik gerobak milik petani yang barusan mengantarkan barang bawaannya untuk dijual ke pasar,setelah turun dari gerobak,salah satu prajurit menghampiri dirinya untuk diperiksa.


"Identitas"


Danie mengeluarkan sebuah kepingan berbentuk persegi panjang perak yang tertulis namanya sendiri dan memiliki lambang kerajaan yang bermaksud identitas warga dari kerajaan itu sendiri,pada prajurit yang menjaga pintu perbatasan.


"Tujuan"


"Hutan malam"jawabnya.


Yang tidak sengaja mendengar ucapannya langsung kaget lalu melirik sebentar sebelum kembali dengan urusannya masing-masing.


"Apa kamu tau apa itu hutan malam,disana tempat yang berbahaya"


Danie hanya mengangguk iya,sang penjaga hanya menatapnya aneh dan tidak bergeming untuk memcegah kepergiannya.


"Apapun alasanmu,kami tidak bertanggung jawab jika kamu kenapa-kenapa karena sudah aku peringatkan,ini aku kembalikan."tuturnya secara tegas.


"Tidak masalah,ini keputusanku sendiri"Danie.


"Semoga kembali dengan utuh. Ok.....Selanjutnya!" Satu persatu semua orang diperiksa identitasnya,dan mempersilahkan semua orang yang sudah diperiksa untuk didata.


Danie melangkah menjauh dari pintu gerbang yang besar itu,langkah demi langkah ia lakukan. Melewati padang rumput hijau yang luas,ditambah dengan awan putih tebal yang menutupi sinar matahari secara tidak langsung,membuatnya terasa sejuk dan tidak terlalu panas,hanya berjalan seorang diri tidak membuatnya takut.


Paling tidak membutuh waktu sekitar dua jam dengan jalan kaki untuk sampai di pinggir tepi hutan malam.

__ADS_1


Walau tempat yang dipijaknya masih dalam kondisi suhu yang normal dan terang,tapi lima langkah masuk kedalam hutan maka suasananya akan jauh berbeda.


Kwakkk......kwakk...


[Suara burung gagak] melihat sekitaran dengan pandangan biasa,namun waspada.


Bagaimanapun yang dicarinya masih berada jauh ke dalam hutan.


"Untuk para penyihir dan kesatria,tempat seperti ini sangatlah cocok untuk meningkatkan ilmu bertarung dengan monster yang selevel maupun diatasnya"gumam Danie selama berjalan dengan melihat pemandangan batang pohon yang besar-besar dan akar pohon yan panjang dan menjalar,sehingga perlu hati-hati untuk berjalan di dalam hutan.


Semakin dalam udaranya semakin dingin,karena menggunakan jubah dan penutup kepala yang tebal,jadi dia hanya merasakan sebagian kecil udara dingin.


Namun di jauh depan sana ada sekelompok orang (8 orang) salah satunya adalah seorang perempuan yang memiliki kemampuan sihir.


Di sekitaran area tersebut sangatlah berantakan,beberapa pohon tumbang memperlihatkan secercah cahaya langit,ada darah dan puluhan bulu bertebaran dimana-mana. Sedangkan perempuan itu sedang melakukan sesuatu pada satu hewan seperti burung berwarna coklat yang tergeletak ditanah, Cahaya berwarna ungu itu menyinari tubuh hewan tersebut,membuat tubuhnya semakin kecil dan kecil,setelahnya dia masukkan ke dalam sangkar.


"Apa sudah selesai?"tanya salah satu orang tersebut,dengan pedang yang dibawanya dan sangkar burung yang dipegangnya.


"Sudah"jawab wanita penyihir.


"Berikan ramuan yang aku pesan dulu,baru kau bisa pergi"ucapnya lagi,mengingatkan pada si penyihir.


Memberikan botol hitam,berisi ramuan yang akan digunakan untuk diminumkan oleh burng kec.


"Baiklah,setelah ini jangan cari aku lagi,aku peringatkan kalau ramuan ini akan berefek jika burung itu sudah sadar,semuanya perintah akan menurutimu,tapi jika....."


Krekkkkk.......


"Siapa disana!"teriaknya,selepas mendengar suara mencurigakan.


[Err...sialan,kenapa juga pakai injak ranting ini. Tapi kasihan juga butung itu] Danie memandang burung yang berada didalam sangkar.


"Jangan bergerak!"


Tiba-tiba saja sudah berada di belakang orang yang sedang mengintip tadi.


"Cepat jalan!,kalau tidak pisau ini akan memotong lehermu" kata orang yang ada di belakang Danie.


Hanya bisa menurutinya,Danie berjalan kedepan sesuai intruksi.


"Katakan,apa yang kamu lakukan disini"tanya pemimpin kelompok tersebut.


"Dia sudah mendengarkan pembicaraan bos,dan sudah melihat semuanya. Jadi- "


"Bunuh dia"


"Tunggu,aku belum menjawab pertanyaanmu tadi,ja..ngan langsung bunuh"sela Danie.


"Jawabanpun pasti juga sama,jadi apa gunanya?. Jangan banyak alasan lagi,powel...jangan sampai aku melihatnya lagi,lenyapkan saja pengemis ini" Bos


"Aku..,"belum berkata,sudah dipotong lagi.


"Diam!,bantu powel pegangi pengemis ini"


"Baik Bos."


2 orang pergi mendekat ke Danie,kedua tangannya sudah dipegang dan sebuah pedang berada di atas,hanya tinggal mengayunkan saja maka selesai sudah.


"Bos?" Danie yang dari tadi menunduk tiba-tiba bersuara dan tertawa getir.


Apa yang terjadi dan kenapa bisa tertawa getir,kita simak selanjutnya.--------->


Mohon maaf jika cerita saya banyak typo yang bertebaran. Maklumkan manusia yang satu ini.

__ADS_1


Semoga senang~


__ADS_2