
" Warnanya indah "
" Karena langit yang tampak menjadi ke unguan hanyalah biasan dari aura Bayangan/Hampa. Bayangan itu sudah mulai masuk ke kota "
"Tidak menyangka kalau itu siluman " Tanya Vidal, melihat sebuah bayangan bagai awan hitam.
" Tubuh aslinya hanyalah kumpulan bagian kecil dari inti Bayangan/Hampa. Jika dilihat dengan mata telanjang, bayangan itu nampak seperti kabut besar, karena kekuatan yang mengelilinginya " Jelas Archduke.
*******
Berlari dan...
DORRR.....DORRRR.....
CTANG....CTANG....
Edna bisa menangkisnya tapi hanya untuk sesaat.
Karena kedua orang itu malah tergelincir ke bawahhhh.....
BRUKK.....
Keduanya mendarat di mana bagian bawahnya terasa dingin seperti besi.
[ A...Apa?, gerbong kereta? ]
Bagai permainan pikiran, Dua orang ini berada di tempat yang aneh, namun keanehan itu hanyalah ilusi saja.
Rudolph tidak berbicara satu patah kata pun, dia hanya bereaksi dengan wajah datarnya sembari menyerangnya secara bertubi-tubi dengan senapan yang sudah di modifikasi menjadi pedang juga. Di satu sisi ada peluru yang siap keluar kapan saja namun disisi lain pedangnya harus bisa di tangkis secepatnya.
Dalam hal pertarungan dilihat dari keduanya, Dania bisa dibilang dalam kondisi selalu terpojok, karena di senjata yang sekarang dimiliki Rudolph rasanya ada kekuatan yang tersimpan juga.
Pedang dan peluru kombinasi yang lumayan, sedangkan Dania mengandalkan kekuatan tubuhnya walau disamping itu bisa menyembuhkan lukanya sendiri.
" Jiwa kamu ternyata memang bukanlah dari dunia ini. "
[ Suara siapa ini? ]
Dania tersenyum kecut mendengar kalimat tadi, ada sosok yang mengetahui jati dirinya yang bukan berasal dari dunia ini. Berbagai banyak kemungkinan sudah terpikirkan Dania, dan salah satunya adalah hal yang berharga dalam dirinya?.
" Tidak ada gunanya tahu siapa aku, tapi jiwamu cukup enak untuk aku makan "
CTANG.....CTANG.......
Dania mengelakkan dirinya dari peluru yang sedang lancarkan Rudolph.
Rudolph berjalan mendekat dengan tenang, pandangannya seperti kosong namun tubuhnya selalu bergerak demi menyerang Dania.
DORRR......DORRR....DORRRR.....
" HAAAAA......HUHHHHH.... " Dania menghirup udara dan membuangnya dengan pelan sambil berkonsentrasi.
__ADS_1
4, 5, 7
Dania melihat arah semua peluru yang sedang terbang menuju ke arahnya, Dengan senjata yang ada ia berlari dengan pedangnya yang ada di tangannya dan mengarahkannya ke depan.
CTANG.....CTANG....CTANG...
[ Kesempatan! ]
Dania berlari kedepan dan menyempatkan untuk menyerang Rudolph dengan jarak dekat, ayunannya hendak mengenai tubuh Rudolph, sedikit lagi...
BRAKK......
" Arghh.... "
Dari arah belakang muncul sosok gergasi, entah sosok seperti apa sebab tangan besarnya menimpa tubuh mungil Dania, Dania di timpa tangan besar tersebut sehingga tubuhnya langsung terhimpit antara gerbong kereta itu dengan tangan besar terdebut.
" A...a..apa yang terjadi! " Ucap Dania dengan terbata-bata karena beratnya beban yang sedang menimpanya, pedang di tangannya terlepas.
Saking beratnya ia terasa akan menjadi papan kayu jika di timpa seperti itu terus.
WARRGHH....
Tetibe tangannya yang besar itu bergerak, namun rupanya jari-jarinya menghimpit tubuhnya yang dimaksudkan seperti hendak meremukkan tulang-tulangnya bagai membunuh semut hanya dengan dua jarinya saja.
KREKK...
" Arghhhh.......... " Teriak Dania yang merasa kesakitan.
[ MYURA! ]
Mata Dania terbelak kaget, nama yang di teriaknya itu adalah Myura.
Myura adalah teman sekaligus mantan sahabatnya, bisa di sebut mantan sahabat karena Myura sudah mengkhianati organisasinya sendiri kala itu sebagai anggota mafia, maka dari itu sesuai peraturan jika mengkhianati organisasi mafia makan akan di bunuh dan yang membunuh Myura sendiri adalah dirinya( Alinda ). Bisa di bilang kalau Myura..
[ Sama berpindah dimensi sepertiku?. Apa dia sekarang ingin membalas dendamnya padaku? ]
{ Kamu harus mati } tuturnya lewat pikiran.
" Uhukk......Jangan begitu, kamu bangkit kembali dari dalam neraka, di dunia ini tidak ada sosok yang boleh bangkit dari kematiannya, setelah mati ditangan ku " ucap Dania dengan suara rendah.
SRINGGG.........
Darah menyembur keluar setelah pergelangan tangan manusia raksasa itu terpotong oleh pedang.
Sehingga cengkraman dari tangan besar tadi bisa ia lepaskan dengan mudah.
HUWARRGGGHH........ ( Mengerang kesakitan )
Tapi di belakang Rudolph sudah bersiap menyerang lagi.
CRASZHH......
__ADS_1
Karena Dania mengelak, serangan dari pedang rudolph langsung memotong potongan tangan raksasa tadi.
Namun tangan raksasa lainnya hendak memenyetkan Dania kembali bagai hendak menepuk nyamuk, untungnya ia dapat membuat posisi yang benar sehingga bisa berada di antara jari-jari si Myura versi raksasa.
Di kesempatan itulah Dania yang sudah memanggil pedangnya segera menghunuskannya ke Rudolph dengan menusukkannya langsung ke jantung dan sekaligus menembusnya.
Dania melirik ke belakang, dan raksasa yang di panggil Myura itu langsung memotong jari-jari di sebelahnya.
" Hahhh.....hahh....hah....hah..... " dadanya merasakan sesak sekaligus sakit.
Tapi ia harus menyelesaikannya sesegera mungkin sebelum Myura itu menghancurkan dirinya( Dania ).
Mayura benar-benar menghancurkan tiap gerbong kereta, itu seperti bagian dari alam bawah sadarnya juga.
Dania mundur ke belakang, namun strateginya untuk memotong bagian tubuh itu sudah ada, hanya tinggal memerintahkan pedangnya saja di energinya yang masih ada namun rasa sakitnya juga bagian dari dirinya yang sedang tersiksa.
Ketika Dania hendak menghunuskan pedangnya, ia sempat terbatuk sesaat, lalu dengan cepat berlari karena gerbong yang di injaknya terjatuh ke bawah lubang yang seperti tidak ada ujungnya. Ia memutar tubuhnya ke belakang menghadap si raksasa, lalu mengarahkan pedangnya dan melukainya dengan memotongnya dari bagian bahu dan menyamping hingga bawah, sayangnya tidak sampai separuh ia seperti melihat dua bayangan raksasa.
[ Aku tidak boleh hilang kesadaran! ] Fikirnya.
Sebuah cahaya dan rasa panas seperti terbakar terasa di kulitnya.
CASZZZ.....
Darah mengalir dari bibirnya, seketika kesadarannya kembali dan penglihatannya jelas.
Ada satu orang berpakaian kesatria, dengan pedangnya, dia langsung menusuk pedangnya itu ke tubuh Myura dan seketika tubuhnya itu..
[ Terbakar ]
Walau kesadarannya kembali, tapi orang itu terlihat semakin menjauh, tidak....tapi Dania yang justru menjauh dari orang tersebut dan jurang yang gelap malah menelan dirinya.
____________________
" Bagun.... "
" Aku tidak tahu apa yang akan terjadi kedepannya jika tidak bangun juga"
[ Siapa yang panggil-panggil? ]
Suara yang terdengar yang awalnya sama semakin di dengar semakin jelas.
" Ehmm..... hh....hah....huk...UHUKK....! "
Batuknya serasa menyiksa jantungnya, sakit....dan teramat sangat sakit.
Sepasang matanya sedikit demi sedikit terbuka dan...
" Sudah sadar ? " suara misterius muncul.
".............."
__ADS_1
[ Siapa? ] Pandangannya masih buram..