Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Isi Surat


__ADS_3

Setelab beberapa kejadian yang dia alami dalam beberapa jam, karena satu monster itu, kini, seekor burung hantu berwarna kelabu sudah bertengger di bahunya tanpa izin apa pun terlebihh dahulu.


Dan di tambah, rupanya burung hantu ini adalah burung hantu yang dia lihat beberapa minggu lalu yang diam-diam sering muncul dan menghilang.


Burung hantu ini terilhat sama persis, apa lagi dengan aura kehadirannya, jadi sudah tidak salah lagi kalau burung ini adalah burung hantu yang waktu itu, meskipun yang menjadi perbedaan mendasar saat ini adalah burung ini memiliki warna bulu berwarna abu-abu.


Lalu yang membuatnya sedikit terkejut, kalau hewan ini.....


" Kiriman surat sudah sampai. " tutur burung hantu tersebut lalu menyerahkan surat itu ke Dania meski surat itu kini ada di paruhnya.


Bisa berbicara layaknya manusia, falam artian bukan menggunakan bahasa hewan, tapi kata-kata yang terlontar memang bisadi pahami untuk semua orang termasuk manusia biasa.


Dania kemudian mengambil surat tersebut dari paruh itu, dan mencoba memperhatikannya dengan lbeih seksama lagi.


" Dari siapa ini?. " Gumam Dania sambil membelek-belek surat yang terlihat agak mencurigakan lalu berjalan menjauhi mereka semua, karena terlihat penting dan merasa bahwa itu lebih rahasia.


Archduke yang sengaja memberikan kesempatan untuk Dania agar bisa sendirian, berlalu pergi dengan dalih memeriksa semua kapal yang berjejer di dermaga.


Karena itu, selagi mereka semua sedang terpukau dengan apa yang sedang mereka lihat, diam-diam Dania pergi ke tempat lain, ke tempat yang lebih sepi, karena merasa ini lebih penting dan rahasia untuk dirinya.


Dania pun akhirnya mengambil belati yang di dia simpan di salah satu paha-nya, dan membuka segel berwarna merah itu dengan belati tersebut.


Setelahnya dia mengeluarkan isinya.


Isinya adalah selembar kertas kosong, tapi tak lama kemudian perlahan ada tulisan yang muncul membentuk sebuah kalimat.


_____________________________________________


Kepada Eldania, jika sedang membaca surat ini berarti anda sudah menerima surat sekaligus undangan ini dari kami.

__ADS_1


Kami menyatakan bahwa...


ACADEMY KLENON menerima anda ELDANIA


sebagai salah satu kandidat yang terpilih untuk masuk ke Academy Klenon.


_____________________________________________


" Academy Klenon?. " melihat burung hantu itu masih berdiri di atas bahunya, ia pun mengharap kalau burung ini bisa menjelaskan maksud dari surat yang diterimanya.


" Selamat, anda terpilih menjadi kandidat dari Academy Klenon. " tutur burung hantu itu.


" Memangnya apa tujuan dari keberadaan Academy Klenon itu?. "


" Academy Klenon adalah Academy pendidikan untuk melatih para penyihir menjadi kesatria sihir. Academy Klenon menerima para kandidat yang di pilih secara acak dan para pendiri memilihnya dari berbagai kaum baik kaum manusia maupun kaum iblis, hal ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan hubungan bahwa manusia dan iblis bisa hidup berdampingan dan bisa bekerja sama. " Jelas Burung hantu abu-abu tersebut.


Burung hantu ini dipersiapkan untuk mengantar undangan kepada para calon peserta dan sekaligus mengantar mereka ke tujuan ( Academy Klenon. ), lalu undangan ini adalah undangan terakhir.


" Jadi....... " mengumbar senyuman jahat, Dania bertanya lagi.


" Di sana banyak anak-anak muda?. Apa itu dari bangsawan atau bukan, berarti di undang?. "


" Benar. Jadi anda bisa sekalian cuci mata dengan kehadiran para bangsawan dan rakyat biasa namun memiliki baik wajah cantik maupun tampan. "


" Wah......, kau pengertian sekali. " Dania tertawa kecil, lalu tangan kirinya menggelitik leher burung ini, yang terlihat menikmatinya.


" Jadi apa yang harus aku persiapkan?. "


" Kuu~, anda hanya menyiapkan diri anda dan juga mental anda. " masih terpejam, burung hantu ini masih senantiasa di tempatnya, menikmati gelitikan dari gadis manusia ini.

__ADS_1


" Mental...., benar juga...pada umumnya yang hidup dengan status yang tinggi selalu menindas yang lemah. " kata Dania dengan nada sedikit lirih.


" Kapan aku bisa pergi.....eh, sebentar. "


" Paling lambat adalah akhir bulan ini, dan saya yang akan memandu anda sampai ke tujuan. " sela burung hantu ini. Langsung terbang, dan mendarat ke atas sebuah tong kayu.


Menjadi kandidat Academy Klenon, Academy yang tidak pernah Dania dengar karena tempatnya kemungkinan besar memang jauh?.


Atau...karena sangat rahasia?.


Mengingat manusia dan iblis adalah keberadaan takdir yang hidupnya saling bertolak belalkang.


Kali ini, malah ada sekolah untuk menjadikan musuh bebuyutan seperti itu, hidup saling berdampingan?.


' Apakah tidak masaah? '.


" Berikan aku waktu. " celetuk Dania, dan pergi meninggalkan burung hantu itu di situ.


Dania jadi memikirkan hal ini, apakah ia akan mengambil kesempatan ini atau tidak.


Tapi.......


Senyuman yang terukir di wajahnya itu, sudah menjadi sebuah jawaban.


Hanya saja, dia ingin berpikir apa yang harus di lakukannya.


Dan perjalanan baru yang akan dihadapinya pun akan dimulai.


Dimana ia akan meninggalkan lagi yang sudah ia miliki seperti orang yang memperhatikan dirinya ( Archduke ), nenek, dan orang-orang yang dikenalinya selama di tanah baru ini.

__ADS_1


__ADS_2