
Pertarungan sengit dilakukan kedua orang komandan Claport dan Ishid untuk mengalahkan komandan Iblis.
[ Kemampuannya sangat bagus. ] Fikir Claport selagi mengelak tiap serangan yang diberikan komandan wanita yang satu ini.
[ Gerakannya sangat gesit, aku tidak bisa lengah. Meskipun dia wanita, aku akan mengalahkannya. ] Ditatapnya Ishid dengan tatapan datar, Ishid mulai mengayunkan pedangnya kembali.
Kolaborasi pertarungannya dengan komandan Claporth untuk iblis ini sangat serasi, tiap elakan, tiap serangan, dapat mereka lakukan dengan sangat bagus.
Tiga orang komandan saling bertarung untuk saling mengalahkan.
Bohong jika di hati pasukan prajurit itu tenang tanpa beban, sesungguhnya justru malah sebaliknya, perlawannya adalah dengan monter tingkat iblis. Mereka bisa bicara, ada kepintaran, dan pertarungannya pastinya tidaklah mudah sama sekali.
Kesatria Mikhail yang berada di barisan kedua menyuruh anak buahnya untuk maju, kemudian para Healer dikerahkan untuk langsung menyembuhkan bagi mereka yang terluka sehingga dapat bertarung kembali.
Perlahan batu dari jembatan, beberapa diantaranya runtuh karena tidak dapat menahan tiap tekanan akibat pertarungan baik sihir maupun fisik yang mereka semua lakukan.
Sungai yang mengalir deras dibawahnya menjadi tempat sempurna untuk menjatuhkan lawan, dan langit biru diatasnya merupakan saksi bisu permusuhan yang terjadi diantara kedua belah pihak untuk saling menjatuhkan.
" Ho...kena kau. " menangkap satu prajurit dan sekarang sudah berada di genggamannya.
Sakali mengeluarkan tenaga, langsung..
" ARGH....- "
Berakhir dengan keheningan setelah teriakan yang memilukan. Tubuhnya hancur yang hanya menyisakan serpihan daging.
Melihat teman seperjuangannya mati dengan sadisnya, mereka semua jadi sama-sama menelan salivanya sendiri. Ada keraguan di dalam hatinya karena tidak ingin memiliki nasib yang sama. Apatah lagi dirumah ada orang yang sedang menunggu kepulangannya..
" Kalian jangan meragukan tekad kalian!, siapa yang ingin kalian lindungi maka kuatkanlah hati kalian!. " seru Mikhail untuk menyemangati teman seperjuangannya.
" YHAAAA.....! "
Sorak sorai menjadi tanda keraguannya sudah menghilang.
Yah....kalau menyerah sekarang maka sama-sama mati dan meski bisa pulang kerumah( pengecut ) tidak ada jaminan akan hidup nyaman lagi setelah para Iblis ini masuk ke dalam wilayah kekaisaran.
Apa alasan kalian bertarung mati-matian?, tentu untuk melindungi orang yang disayanginya.
Itulah inti dari jiwa seorang Kesatria.
_____________________
Kembali ke kawasan Menara Sihir.
DOR.....
DOR.....
DOR.....
DOR......
4 Kali tembakan yang dilancarkan oleh Gregore lalu...
SRING....
BUK... ( untuk 4 tembakan secara bersamaan )
Hasil sihirnya justru balik ke arahnya ( Gregore ).
" Keparat!, apa yang kau lakukan?! " seru Gregore, ia tidak terima karena sihirnya tiba-tiba terpantul dan justru mengenai diri sendiri hingga kulit berwarna birunya itu terkelupas karena serangannya sendiri.
" Serang lagi. "
Sieg mengiyakan entah itu permintaan atau perintah, inti dari misinya adalah melindungi Lady Celes.
" Human sialan. " decih Gregore, yang seakarang dilawannya tidak hanya satu orang, melainkan sua orang.
Archduke hanya menatap pertarungan mereka sembari membuat sihir pelindung disekitarnya, sekitarnya itu di area menara untuk menghindari makhluk lain...
" ARGGHH......! "
Ketiga orang tersebut terkejut akan teriakan Lady Celes. Ketika Archduke bergegas masuk, Dania dan Sieg berusaha untuk mengalahkan Gregore.
" Masuk saja kedalam, biar aku yang mengatasi dia. "
" Jaga ucapanmu itu. " Jawab Sieg, diakhiri dengan kepergian Sieg dan meninggalkan Dania dengan Gregore.
" Jangan mati. "
[ Kematian selalu ada untukku. ]
__ADS_1
Benak hati Dania, karena dirinya yang asli memang sudah mati.
Kefuanya saling bertatapan satu sama lain, memandang lawan bertarungnya dan mengamatinya perlahan.
" Akan aku pastikan human sepertimu aku jadikan makanan goblin. " Seru Gregore untuk mengancam Dania.
Dania tidak menggubris omongan yang keluar dari mulutnya si Gregore.
" Aku yakin kau punya sihir yang lain. " teka Dania.
" Tentu saja, aku akan menggunakannya padamu sekarang juga. Dark..- "
" DORR.... "
Gregore melirik ke arah satu lubang kecil yang berada di perut sebelah kanan, kemudian menatap wanita di depannya, di tangannya ada satu pistol berwarna hitam, bagi Gregore ia tidak tahu itu benda apa.
" Cuma luka kecil, tidak berarti apa-apa. " ujar Gregore, dia memasang sihirnya kembali.
" Dark Press. "
Seketika tubuh Dania menjadi berat ..
BRUK.....
Tekanan yang begitu kuat tidak dapat mempertahankan posisinya untuk berdiri, ia sekarang dalam posisi tengkurap dan tubuhnya berada di tekanan seperti Gravitasi ingin menenggelamkan dirinya masuk ke dalam tanah.
" Uh...... "
[ Aku seperti mau di penyet. ] fikirnya.
Tetapi hal itu tidak bertahan dengan lama.
" Eh..?, sihirku.."
Perlahan sihir yang tadi digunakan untuk Dania menghilang begitu saja.
Gregore tidak mengerti apa yang terjadi, tiap sihirnya digunakan justru melemah.
Melihat wanita itu bangun dengan bersiap menyerangnya lagi, mau tidak mau harus menggunakan kekuatan fisik.
DRAP...
DRAP....
DRAP....
Pedang yang digunakan Dania memang tidak berpengaruh karena otot yang kuat?, tapi akan bertahan sampai berapa lama lagi?.
Di dalam tubuh Gregore merasakan perasaan sakit yang kuat, ditambah dingin, tapi...
" Ughh..!, apa yang kau tembakan padaku! " tangannya menjadi terasa lemah.
CRASHH.....
" 1 "
" ARGhh....! " teriak Gregore mendapati pergelangan tangannya terpotong oleh...
pedang yang tadi, tapi kenapa bisa memotong tangannya dengan mudah?.
[ Karena aku sihir penguatan untuk pedangku. ] Dan kebetulan Gregore dalam posisi tidak mwnguntungkan untuk beberapa saat karena tembakan peluru barusan.
" Maaf saja, aku itu orang licik. " tutur Dania sesaat setelah memotong pergelangan tangannya Gregore.
" Yang tadi itu adalah peluru. "
[ Tapi sudah aku dengan bubuhi air suci. ] mana mungkin dirinya memberitahukan yang sebenarnya pada Iblis?.
__________________
Kembali ke perbatasan.
SLASSH.....
SLASHH...
Tiap ayunan tombaknya, Claporth dan Ishid bisa menghindar.
" Hahh......hhh......hhh.... "
[ Dia tidak terlihat lelah. ] Claport sudah mendapatkan luka di bagian lengan kirinya, tapi masih bisa ia atasi.
__ADS_1
Wanita ini menatap datar Claport dan Ishid secara bergantian.
Lalu tombank yang berada di tangannya dia acungkan ke atas.
Mulailah ia merapalkan beberapa mantera, karena sihir yang dimilikinya, ada cahaya gelap berwarna ungu dan butiran kecil berwarna putih menguap lalu masuk kedalam ujung tombaknya.
Setelah selesai, ia mengacungkannya ke arah depan dan....
" Kalian....akan....kalah. "
PLASSHH..... ----------->>>>>
Dengan kecepatan tinggi, iblis tersebut berlari ke arah mereka berdua.
[ Sial, cepatnya!. ] Claporth buru-buru membuat dinding pelindung.
Keduanya bersiap untuk kemungkinan terburuk?, entahlah...tak ada yang tau.
KRATAKK...
Akibat benturan antara yang terjadi antara ujung tombak dengan dinding pelindung yang digunakan Claport, dan kekuatannya tidak seimbang membuat dinding pelindungnya retak....lalu pecah.
Dia mengayunkan tombaknya ke samping kiri nya Claporth, tekanan yang kuat dan pedang yang diguanakan untuk menghalau tombak membuat posisi Claport sedikit bergeser.
Tidak hanya serangan untuknya, wanita ini melanjutkan serangan terkuatnya ke arah Ishid dari atas, dengan tepat waktu Ishid menahan tombak dari wanita iblis itu dengan mengarahkan pedangnya membentang di atas kepalanya.
Wanita iblis itu langsung melompat ke belakang.
" Jadi bagitu. " ucap Ishid.
" Ini mustahil, aku...sudah...menyetangnya..dengan..telak. " terkejut akan ketahanan dari kedua manusia di hadapannya.
" Komandan..! " Mikhail senang kabert ke dua komandannya bisa bertahan sampai di titik dimana serangan telak sudah di keluarkan oleh sang iblis.
" Gawat, Eris!. " teman sekerjanya datang memanggil pria bernama Eris.
[ Apa yang dia pikirkan?, harusnya dia sudah tahu kalau dia sudah tidak bisa menang. ] Fikir Ishid, melihat wanita tersebut nampak tenang-tenang saja padahal sudah melepaskan serangan terkuatnya.
[ Sudah tidak ada gunanya lagi, kenapa dia tidak menyuruh pasukannya mundur saja?. ] Claporth pun berpikiran sama dengan Ishid, sama sama dibuat bingung olehnya.
Mungkin tak hanya sampai disitu saja, ada satu prajurit memberikan laporan dan berseru.
" Gawat komandan ada pesan dari kota, Nona Celes diserang iblis. "
" APA?! " Claport terbelak kaget mendengar Nona Celes sedang diserang oleh Iblis.
" Ck, Jadi Gregore sedang mangatasinya. " Perempuan iblis itu tersenyum puas, mengingat rencanannya berhasil untuk membuat Gregore menyelinap ke kota.
" Tapi ada dua orang kesatria dan yang mulia Archduke juga. " Sambung prajurit tadi.
Ishid mulai faham mengingat, akan maksud kenapa yang mulia Tassel memanggil dua orang itu ( Sieg dan Lady Dania )
" Beliau akan aman dengan mereka. " ucap Ishid kepada Claporth.
".............."
" Semua pasukan mundur. Aku akan menggunakan sihir besar. " perintah Ishid.
Semua orang cepat beranjak dari posisi mereka masing-masing dengan bantuan sihir teleport yang di lakukan beberapa penyihir yang sudah disiapkan.
[ Aku harus cepat menyesaikannya, wanita itu ( Cania ) tidak boleh bersama dengan Yunifer terlalu lama. ] dan maksud terselubung lainnya pun terungkap, alasan kenapa ingin mengalahkan iblis itu dengan cepat.
Sekarang Ishid pulak yang mengacungkan pedangnya ke depan, lalu.
" Red Nova "
Mengingat tasih ada tersisa banyak pasukan iblis yang masih bisa berdiri dan bertarung, Ishid pun mengeluarkan sihir besar.
Satu butir titi kecil warna merah muncul di ujung pedangnya, lalu jatuh ke bawah hingga akhirnya menyentuh permukaan batu jembatan dan..
DUAARRR...........
Secara mengejutkan, sihir besar berwarna merah itu memiliki panas yang tinggi dan meledakkan bagian sisi jembatan lainnya yang terhubung langsung dimana para pasukan iblis itu berkumpul.
Di akhir kejadian itu, membuat separuh jembatan menghilang dan sisi lain jembatan itu pun ada tanah yang menghilang akibat ledakan sihir tadi, air yang sempat terbelah mulai menyatu kembali dengan beberapa pusaran air kecil untuk mengisi kekosongan tempat yang sempat kering untuk beberapa waktu.
Setelah itu, di ujung bawah, tepatnya di tanah yang sudah separuh berlubang itu, terlihat ada satu makhuk yang masih hidup.
Wanita tersebut masih hidup meskipun sebagian besar, bajunya terbakar sehingga tangan kirinya digunakan untuk menutupi buah dadanya dan tangan kanannya digunakan untuk menyangga tubuhya dari pada terbaring.
" Uhuk... "
__ADS_1
" Padahal sudah mendapatkan serangan besar, tapi masih hidup. " gumam Claporth.