Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
pendapat


__ADS_3

Di perjalanannya pulang,Danie tidak habis pikir dengan orang yang ada disebelahnya,sebagai tuan putri tapi bisa bebas keluyuran di tempat terbuka diluar istana.


Dalam artian karena memakai pakaian pelayan,Elvira keluar dari pengawasan para penjaga ,dan tidak memberitahu siapapun pada orang terdekatnya kalau dirinya keluar.


Dari sisi lain,ini merupakan acara pengawasan langsung ke dalam masyarakat,bagaimana keadaan perekonomiannya dalam kesehariannya bisa diamati dengan mata kepala sendiri.


Semuanya dinilai dari pendapat masyarakat kerajaan/kekaisaran itu sendiri tentang jalannya pemerintahan yang dilakukan oleh baginda raja.


Dalam kurun kurang dari seminggu,semua warga sudah mengeluh akan pajak yang diniliai terlalu tinggi,walaupun semua orang masih mampu membayar pajak tersebut,tetapi juga tidak akan selamanya bisa bertahan.


"Musim dingin hampir tiba,dan perang juga hampir tiba"kata Elvira.


"Selamat datang kembali tuan puteri"hormat para pengawal penjaga gerbang istana.


"Nona!!,kenapa anda lari dari pengawasan kami,saya mencari-cari anda kesemua tempat"disambut oleh kekhawatiran dari dayang nya Elvira yaitu Erma.


"Aku tidak menyuruhmu untuk mencariku"ketus Vira.


"Tapi jangan berbuat seperti ini lagi ya nona,kalau tidak saya juga yang kena"tutur sang dayang.


"Itu bukan urusanku,kalau aku dapat pergi dari pengawasanmu berarti itu salah mu karena kurang becus"


"Lidahmu tajam juga putri Elvira"


"Hah...kenapa kak Elvin?,masalahkah?"tanyanya dengan arogan.


"Tidak,ucapanmu memang tidak ada yang salah,yang salah itu perbuatanmu, membuat khawatir orang lain bukanlah hal yang baik"menasehati adiknya si Elvira.


[Wahh...dia...kata-kata yang bijak,dan baru kali ini aku melihat mereka berdua sacara bersamaan. Memang mirip,perbedaannya tentu saja dia pria dan sebelahku perempuan]


Danie.


"Kembali kekamarmu,ratu menunggumu disana"


"Apa.!,gawat"Elvira langsung berlari dengan panik diikuti dayangnya.


"...........?"


[Kenapa dia menatapku seperti itu?]


"Bisakah kita berbicara?"

__ADS_1


Danie mengagguk iya,lalu diikutinya ia kemana Elviniraz pergi.


[Kemana dia akan membawaku?]


"Apa pendeta punya pendapat?"Elvin bertanya.


".............?"


"Pajak yang dilakukan oleh raja,sepeeti yang pendeta lihat dipasar,semua harga pokok naik"


"Tunggu pangeran,kenapa harus menyakan pendapat dari orang rendahan seperti saya?"


"Karena saya merasa pendeta lebih mengetahui dan merasakan penderitaan mereka,saya tahu kalau pendeta setiap hari sabtu dan minggu akan jalan-jalan keluar istana. Sedangkan saya lebih mengurus untuk membantu raja dan melatih bela diri sebagai pemimpin kesatria suci"Elvin berhenti sekejap,lalu memutar tubuhnya kebelakang dan menghadap ke Danie.


"Apa alasan raja menaikkan pajak kerajaan?"


Flash Back On


Di dalam aula dimana raja duduk,terdapat beberapa orang berkumpul disana untuk mendiskusikan sesuatu. Ada raja Mirkan,pemimpin pasukan kekaisaran Caver Willard,Pemimpin pasukan kesatria Suci Elviniraz,dan perdana menteri Ruth De Verita.


"Silahkan dimulai,yang mulia raja" tutur Elvin.


"Sepertinya ada pemberontakan dari kelompok yang sangat arogan terhadap kerajaan kita,maka dari itu aku mau tingkatkan jumlah prajurit dan kesatria. Kita harus tetap waspada. Bagaimana pun juga kita harus meningkatkan harga pajak agar dapat modal. Bagaimana?" Itulah penjelasan raja mengenai diskusi yang dilaksanakan oleh mereka berempat.


"..............." perdana menteri Verita masih menyimak.


"Baginda raja?,kalau seperti ini bukankah akan membuat rakyat semakin susah dan akan menimbulkan gejolak diantara mereka?"nasehat Elvin pada Raja,karena Elvin sudah mengira akan ada masalah kedepannya jika pajak dinaikkan terus menerus setiap tahunnya.


"Kalau memang tidak ada pendapat yang lainnya maka akan aku menetapkan keputusan aku,jika lain hari ada ide yang lebih brilian dari aku maka akan aku gunakan ide yang kedua itu"Mirkan.


Flashback Off.


"Baik..baik..saya mengerti pangeran,walaupun saya tidak tahu mengenai kerajaan ini,dan perekonomiannya secara detail-"


".........?"menatap Danie dengan antusias.


[Dia sangat memgharapkan jawabanku?]


"Tapi...bukankah ada perdana menteri kerajaan?"


Bagainapun penasihat kerajaan pasti memiliki informasi lebih luas dan memiliki solusi dari permasalahan ini,tapi yang ada dipirannya kenapa harus meminta pendapat dari dirinya?.

__ADS_1


"Iya,tapi saya ingin mendengar jawaban dari pendeta"masih tatapan penuh harap.


"Hmm?.....Pajak barang mewah?"


[Bagaimanapun pajak barang mewah sangat membantu karena semua orang yang memiliki kekayaan dan banyak uang,maka mereka dapat membayarnya dengan mudah]pada hasilnya itulah,3 kalimat yang singkat dan jelas.


"Bagaimana perdana menteri?"


[APA!,disini ada perdana menteri?]


Terkejut Danie dengan kehadiran Verita.


"Memberlakukan pajak barang mewah yang berlebihan pada barang-barang yang dipakai oleh kaum para bangsawan,dan pedagang boleh memberikan pajak pada barang mewah itu dengan harga sudah termasuk pajak. Karena barang mewah merupakan alat untuk pamer bagi suatu keluarga. Kalau diperlakukan pajak seperti ini,maka ekonomi kerajaan akan stabil tanpa perlawanan dan militer juga bisa ditingkatkan"jelas panjang lebar perdana menteri Verita.


"Sekali lempar,dua burung pun kena"Elvin mengelus dagunya sendiri sambil tersenyum.


"Perdana menteri saja tahu,jadi jangan anggap ini..ide dari saya. Itu......~,bisa menyusahkanku"memalingkan wajahnya ketempat lain,karena ini seperti penjebakan. Kalau raja sampai tahu,itu akan membuat dirinya untuk ini lah,itu lah,hal yang membuat dirinya menjadi lebih repot lepas dari pujian atau apalah itu.


"Aku tahu pendeta,kebetulan raja memerinthkanku agar anda datang menghadap"


[Tu..tuh...baru aku bilang,tapi sudah beneran kejadian. Kali ini apa lagi yang akan pak tua itu lakukan? ]


"Mari kita pergi kesana bersama"


Satu jam kemudian di dalam istana raja.


"Pemikiran yang bagus perdana menteri Verita,untuk itu...kali ini Danie,saya perlukan bantuan kamu. Dengan ini kau di dibebas tugaskan dari pekerjaan di gudang senjata,sebagai salah satu dari 4 perwakilan dari tempat Suci Abner,saya perintahkan kamu pergi ke wilayah utara ada desa jacilky,warga disana memerlukan bantuan makanan karena sering ada pemberontak dan ada ratusan orang disana perlu diobati(disembuhkan) jika tidak maka akan semakin parah,pangeran Elvin...utus 10 orang untuk mengawal tingkat 2 untuk tuan Danie..2 minggu lagi kamu berangkat jadi bersiaplah"Raja


"Baik yang mulia,saya menerima tugas dari anda"Danie.


"Rapat selesai"Raja


Ketiga orang itu pergi meninggalkan tempat raja,lalu mulailah berdiskusi di tengah jalan.


"Pendeta akan ditemani ketiga pendeta yang lainnya,kesatria dari kelompokku akan menjaga perjalanan kalian berempat"kata Elvin sebagai pemimpin kesatria Suci.


"Tapi tuan Danie,saya hanya sedikit memperingatkanmu,kalau didesa itu wilayah yang dingin dan bersalju karena disana musim dingin datang 4 bulan lebih awal ,untuk makan daging maka harus berburu. Untuk berjaga-jaga anda diperbolehkan membawa senjata"Peringat Verita mengenai kondisi lingkungan wilayah yang harus ditangani Danie serta anggotanya.


"Pasti!"jawab Danie dengan semangat sambil menggengam tangannya.


"Apakah saya perlu turun tangan menemani pendeta?"Elvin khawatir,karena ini pertama kalinya seorang anak yang dipungut ketika perang Byass yang dulunya penakut bahkan hanya sekedar lipan,sekarang diperintahkan raja untuk pergi keluar istana karena Danie memiliki kekuatan suci peringkat pertama di tempat suci Abner.

__ADS_1


"Tidak perlu,mungkin saja diwilayah lain sosok seperti anda lebih dibutuhkan untuk menjaga perdamaian disana"


[Kata-kata yang bijak bukan!,aku bisa pergi dari istana,setidaknya untuk sekedar berlatih otot dan mengenali lingkungan baru] walaupun dalam hatinya tidak mau,dan meronta ingin menolak tapi nyatanya sebagai orang rendahan memang tidak bisa menolak perintah sang raja yang bijak.


__ADS_2