Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Kolam


__ADS_3

" Ehmm......... " Pelan-pelan matanya terbuka.


[ Aku terbangun lagi. ] dalam balutan selimut hangat, dia mengangkat tangannya untuk mengucek matanya yang masih mamai.


" Jam berapa ini?. " mulutnya bergumam.


Dia pun turun dari tempat tidurnya, beranjak dari sana untuk pergi menuju pintu balkon kamarnya.


CKLEK....


Angin yang dingin menyapa tubuhnya.


Terlihat ada bulan purnama yang dalam kondisi terang, menerangu langit malam ini. Gafis ini mendongak ke atas, posisi bulan yang masih berada di posisi tertingginua, dan suhu udara yang masih dingin, menandakan bahwa ini baru melewati jam tengah malam.


Bulan purnama ke 3, lebih terang dari dua hari yang lalu.


"............... " Dia mengedipkan matanya, jauh di atas sana samar-samar seperti baru saja ada yang lewat.


Di sini, di tiap lewat tengah malam, dia selalu terbangun, buktinya seperti sekarang. Jika sudah bangun, maka perlu waktu untuk tidur lagi, baginya kira-kira 3-4 jam, baru bisa tidur lagi.


[ Kebiasaan lamaku tidak bisa di rubah meski sudah selama ini. ] batinnya, masih memandang bulan.


Dania selama ini diam-diam selalu terbangun di jam seperti ini, kebiasaan lamanya tidak bisa dia rubah sesuka hatinya karena, dari awal dia memang sudah di tuntut untuk lebih beraktivitas di malam hari.


Sayangnya, untuk membuatnya tidur lagi maka yang harus dia perbuat adalahmelelahkan tubuhnya terlebih dahulu.


Dia mengedarkan pandangannya, yang jadi perbedaannya kali ini, ketika membuka pintu balkon kamarnya adalah keberrenan dari kolam renang itu.


Matanya kemudian melirik ke pakaiannya, sebuah baju piyama, dengan baju berlengan pendek dan celana panjang, itulah yang di pakainya saat ini.


" Heh...... " tiba-tiba gadis ini menyunggingkan senyuman tipis.


" Hanya saja aku sudah tidak tahan lagi untuk mencobanya. " Dania bergumam.


Apa yang dia tatap adalah kolam renang di depan sana.


Dia pun naki ke atas pagar balkon dan melompat turun, meski dengan kondisi kaki telanjang, dia tetap bisa mendarat dengan sempurna.


Apa lagi dari lantai dua, dari ketinggian seperti itu,baginya itu bukanlah apa-apa.


TAP....


Saking mulusnya, satu penjaga yang tadi kebetulan lewat punsampai tidak menyadarinya, kalau dia sudah berada di belakangnya.


" Hoamhh..... " penjaga tersebut menguap dengan lebar.


[ Belum waktunya bergantian shif, dia sudah loyo seperti itu. ] Lirik Dania pada satu penjaga tadi, yang kini sudah berjalan jauh, dan keberadaannya kemudian menghilang setelah belok di sudut bangunan sana.


SRAK.....SRAK......SRAK.....


Dania kembali jalan, menuju halaman belakang istana, rumput itu langsung saja merangsang telapak kakinya, menciptakan sensasi menggelitik.


Sebenarnya ada jalan yang terbuat dari lempengan batu, potongan batu yang di pisahkan oleh tanah berumput dan di beri jarak 30 cm antara satu batu ke batu lainnya. Tetapi dia lebih memilih memakai jalan berumput ini, karena selain lebih efisien waktu, dia juga jadi menginjak rumput yang masih segar itu.


Sejauh 35 meter, itulah jarak yang dia tempuh untuk sampai ke kolam renang.


Sesampainya tepat di tepi kolam, dia berjongkok dan menyentuh air tersebut.


" Hangat. " ucapnya dengan nada lembut.


Dalam seketika, lingkaran sihir muncul berwarna merah, dan menciptakan perubahan besar pada air kolam yang awalnya dingin bagai es, kini berubah menjadi hangat.


Setelah itu, apa yang di lakukannya, apa lagi kalau bukan mundur ke belakang 10 langkah, setelah itu berlari dan.....


BYURRRR.........


[ Aku datang!. ] dengan senyuman gembira, Dania langsung meloncat masuk ke dalam air!.


*******


"...................! "


[ Suara air?. ]


Calporth berdiri dari kursinya, lalu berjalan menuju jendela. Dari sana dia menepis sedikit tirai jendela dan mengintip dari balik jendela.


[ Siapa yang tengah malam seperti ini masuk ke kolam renang?. ]


Calporth awalnya sedang berada di ruang kerjanya, menyelesaikan pekerjaan yang di berikan yang mulia Archduke soal, anggaran yang di pakai untuk kebutuhan di bida kesatria, dari gaji, perawatan senjata, dan lainnya, dia harus menyelesaikannya dan melaporkannya kembali ke yang mulia.


Tapi semua itu, langsung saja buyar, semuanya teralihkan dengan suara air yang asalnya dari halaman belakang.


" KYAAAA!. "


"................! " Calporth sontak langsung pergi setelah mendengar suara jeritan dari salah seorang perempuan di luar sana.


[ Siapa lagi yang berteriak. Apa ada penyusup?. ] hanya itu yang terpikirkan di dalam kepalanya.

__ADS_1


[ Tapi mana mungkin?. ] dengan penjagaan ketat, tidak akan ada seorang pun yang masuk ke dalam area istana Scnaider.


DRAP........DRAP........DRAP..........DRAP.........


Butuh kurang 2 menit, Calporth berada di tujuannya.


Dalam perjalanannya, awalnya cukup gelap karena sepanjang jalan hanya di sinari oleh lampu dinding yang saja dan lampu taman yang tidak seberapa terang, tetapi semuanya berubah saat sudah memasuki area kolam renang.


" Apa yang terjadi di sini?!. " dengan wajah seriusnya, Calporth langsung melontarkan pertanyaan kepada dua perempuan di sana, yang sedang duduk di tepi kolam.


Tapi terlihat, dua orang tersebut basah kuyup.


Calporth berjalan mendekati mereka berdua agar bisa melihatnya lebih jelas.


Satu orang lagi yang berpakaian piyama dengan sebuah celana, dia berdiri dan berbalik.


" Bukan apa-apa, aku cuma tidak sengaja mengejutkan dia. " menjawab pertanyaan Calporth.


" Ma-maafkan saya, saya...tadi hanya ingin menyentuh air kolam, tapi tiba-tiba saja nona keluar dari dalam air, lalu saya jadi terkejut dan terpeleset jatuh. "


Ucap pelayan wanita ini, sudah terduduk lemas dengan pakaian piyama putih yang sudah basah juga.


" Hahh...... " Calporth mengacak rambutnya dengan kasar dan menatap mereka berdua.


" Bukannya tidur istirahat, bisa-bisanya kalian berdua jadi basah kuyup seperti itu di pagi-pagi buta seperti ini. Kau.... " sorotan matanya menunjuk ke seorang pelayan tersebut.


" Cepat masuk dan ganti pakaianmu sebelum sakit. "


" Ba-baik tuan.....dan maafkan saya nona. " membungkuk horma pada mereka berdua sebelum akhirnya berlari pergi.


Calport kini bergantian menatap ke arah satu orang perempuan lagi.


" Sebaiknya anda cepat masuk juga. "


" Tidak bisa. " ketus Dania, dan berbalik, memunggungi orang ini.


" Aku belum selesai dengan berenangku. "


" Ini masih terlalu dini hari, anda mau berenang di jam seperti ini?. "


" Aku tidak bisa tidur, jadi mau bagaimana lagi?. "


[ Dan lagi pula aku harus belajar berenang lagi, kemampuan berenang dari tubuh ini....benar-benar sangatlah rendah. ] Dania jadi tersenyum mencibir.


Selama ini berpindah tubuh, dia sama sekali belum belajar berennag lagi, walau di dalam kepalanya ingat tentang gerakan dan bagaimana caranya berenang, tapi tubuhnya kurang fleksibel.


[ Aku jadi punya PR untuk tubuh ini. ]


BYURRRR......


Calporth yang melihatnya hanya terdiam, tapi mau sampai berapa lama?.


" Dia tidak tenggelam kan?. " gumamnya, masih memperhatikan orang yang baru saja nyemplung ke kolam, tapi sampai 1 menit berlalu...


" Nona...." panggilnya sembari berjalan lagi, mendekati tepi kolam dia berjongkok dan mengamatinya lebih serius.


Ketika menyentuh air, dia merasakan hangat.


[ Tunggu, ini air hangat, dia menyelam dalam air ini?. ] fikirnya.


" Sebaiknya anda cepat keluar, jangan berendam terlalu lama di sini. " peringat Calporth. Dia tidak begitu risau karena pada dasarnya nona yang sedang menyelam di sana lebih suka berbuat nekat.


" Blubup...blubup....PHUAHH....... " Dania kembali muncul dengan wajah masam.


[ Menyelam saja banyak orang yang menggangu. ] batinnya, dia pun mengulurkan tangannya agar di tarik Calporth.


" Tarik.... " tangannya melambai-lambai pada Calporth agar pria ini menariknya.


Calporth yang terpancing untuk membantu gadis itu keluar dari kolam, langsung memegang pergelangan tangan kanannya Dania.


Dia bukannya menarik tubuhnya, tapi...


" ...............!, tungg- " tubuhnya Calporth malah yang di tarik dan..


BYURRR......


Dia terjatuh masuk ke dalam kolam.


" Pfftt..... " sedangkan si tersangka, menahan tawa penuh kemenangan. Dia akhirnya berhasil membuat orang ini masuk ke dalam kolam.


[ Polos sekali, langsung mengiyakan mau menarikku, tidak berpikir aku bisa saja menariknya masuk ke kolam. ]


" Phuahhh.....! " Calporth langsung menarik nafasnya dalam-dalam setelah hampir saja tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya karena kakinya terus saja terpeleset karena lantai di dalam kolam cukuplah licin.


" Hahh...hah...hah..."


" Bagaimana?. " tanya Dania pada pria ini.

__ADS_1


" Bagaimana apanya?!, anda membuat saya basah seperti ini. "


[ Bukannya salah sendiri, sangat berisik. ] tatapnya.


Dia juga tidak ingin, tapi tangannya sangat ingin membawa orang ini masuk ke kolam sebagai bentuk pelajaran.


" Kan tinggal ganti baju. " jawab Dania dengan malas.


" Iya...saya tahu.. " Menahan amarahnya, Calporth menyibak rambut kusutnya ke belakang dan berkata lagi.


" Tapi perilaku anda.....sangatlah tidak pantas dan tidak sopan. " tuturnya, sambil memberikan sedikit penekanan.


" Karena sudah menjadi bagian dari keluarga ini, harusnya jagalah sikap dan perbuatan serta setiap tindakan anda. " jelas Calport.


Sebenarnya dia sangat menyangkan bahwa yang mulia malah membawa perempuan ini masuk ke dalam keluarga Scneider, padahal sikapnya benar-benar tidak mencerminkan kesopanan layaknya perempuan bangsawan lainnya.


" Setiap gerak gerik anda, akan di perhatikan oleh banyak orang. Jadi--... " Calporth menatap Dania, melihatnya terduam.


" ................ " Dania tetap terdiam namun tetap dengan tatapan intensnya. Bahkan dia tidak melepaskan pandangannya dari Calporth yang menuntut dirinya agar berperilaku baik dan sopan.


[ Hidupku....kenapa dia mengatur?. ]


" Anda mendengarkannya kan?. "


[ Bahkan di sini pun...tetap menuntut kesempurnaan?. ]


" Aku dengar. " sekalipun malas mendengarnya, tapi telinganya sayangnya tetap berfungsi, jadi harus mendengarkan ocehannya?. "


" Tapi..... ingin bersikap seperti ini sana....masih saja di halangi. Semuanya sama saja.. " gumam Dania sambil menatap langit di atas sana.


Semuanya tidak ada kebebasan mutlak, di atur oleh aturan yang di buat oleh manusia itu sendiri dan di batasi oleh aturan itu sendiri juga.


Dania tidak begitu suka aturan yang terlalu mengikat seperti itu.


" Jika begitu....harusnya- "


" Cukup...." Dania langsung memotong ucapannya Calporth dengan cepat.


" Aku hanya ingin berenang. Sebaiknya jangan bicara lagi. " pungkas Dania. Dia benar-benar tidak suka jika kehendaknya terus di halangi oleh ceramahan orang lain. Dia pun menunduk ke bawah, menatap wajahnya dari pantulan air itu, agak samar tapi masih bisa dia lihat dengan baik.


" Heh....... Padahal hanya ingin bercanda, tapi aku sepertinya salah orang. "


Padahal bukan ceramahan yang ingin dia dengar, bukan mendengar ocehan tentang aturan-aturan itu, tapi keinginannya adalah bisa bercanda dengannya.


Tapi Dania salah orang, dia tidak bisa membuat orang lain tertawa, ataupun mengajaknya tertawa dengan leluasa.


[................. ] tiba-tiba Calporth yang mendengar gumaman itu, jadi langsung merasa bersalah. Dia harusnya tidak menceramahinya. Meski memang untuk mengingatkannya, tapi waktunya tidaklah tepat.


Pada akhirnya di sini, dia yang sepertinya jusyru malah mengganggu aktivitas perempuan ini.


" Maafkan saya. " ucap Calporth. Dia tidak sengaja jadi melewati batasnya, membuat gadis ini jadi tersinggung.


Entah memang tersinggung atau tidak, tapi keterdiamannya dan ucapannya tadi, memberikan peringatan untuk Calporth bahwa Dania sedang kesal.


Dia tidak mengharapkan jawaban, karena pada akhirnya gadis itu langsung memunggunginya dan segera masuk kembali ke dalam kolam.


Calport segera keluar dari kolam dan membiarkannya sendirian di sana.


Dania....dia duduk di undakan tangga kolam paling bawah. Menahan nafasnya, dan meratapi dirinya sendiri.


[ Pada dasarnya, dia memang tidak bisa bercanda dengan orang lain. ] tatap dari pemilik mata elang ini.


[ Tapi dilihat seperti ini, dia seperti perempuan yang sedang merajuk. ] Everst langsung menggeleng pelan.


Melirik ke sebelahnya, satu kantong yang berat itu tergeletak di dekat cerobong asap, dan dirinya sedang bertengger di samping kantong tersebut.


Ya...setelah terbang berkeliling, khirnya dia sampai di sini, dan langsung mendapati Dania sedang mencoba kolam renang barunya.


Everst memejamkan matanya dan berfikir.


[ Hm....kalau saja aku punya tubuh asli, aku pasti akan mencoba kolam itu. [ kolam yang sudah di berikan sebuah lingkaran sihir, efeknya sangatlah menyenangkan,sebuahdi atur menurut penggunaannya.


Di matanya dia melihat 4 lingkaran sihir yang memiliki warna berbeda. Misal merah, mengaturnya agar bisa menjadi air hangat, putih, untuk membekukan air menjadi lapisan es tebal, hijau untuk menormalkan suhu air setelah menjadi beku, sedangkan biru adalah untuk mengembalikan air dalam kondisi bersih seperti semula.


KUUU......


Everst menoleh ke samping kiri. Diam-diam sudah ada burung hantu bertengger di sebelahnya.


Jadi Everst pun membiarkan burung hantu ini berada di sebelahnya dan sama-sama menonton hal yang ada di bawah sana dalam diam.


KUUU......


{ Jika kau mengajak bicara, aku tidak akan bicara. }


KUUU......?.


Burung hantu menatap burung besar itu penuh dengan tanda tanya.

__ADS_1


[ Dia tidak bisa bicara dengan pikirannya?. ]


Everst jadi bingung, menatap burung yang sedikit lebih kecil darinya.


__ADS_2