Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Monster Crabt bagian 2


__ADS_3

Pada akhirnya mereka berdua dituntut untuk berjalan di belakang......Paling.................belakang, dan paling tidak jaraknya harus jauh sekitar 100m dari kelompoknya sendiri.


" Jangan menyalahkan diri sendiri pendeta, sudah seharusnya saya melindungi pendeta " Marcello menuntun kudanya sendiri sedangkan pendeta Danie naik di atas kudanya.


" Jika bukan karenaku, kesatria tidak akan berada bersama saya di belakang "


" Kesatria itu bukan harus ada di kelompoknya terus, sebagai kesatria juga harus bisa melindungi tuannya walaupun sendirian sekalipun . Bukankah perasaan pendeta jadi tenang? "


"............?"


"Pendeta tidak disukai oleh pendeta Alan , Doitevs dan pemimpin. Bukankah sekarang jadi terbebas dari mereka semua?, kalau pendeta Merill, dia adalah pendeta bisa dikatakan netral. Dia tidak akan peduli dengan sebuah pertengkaran antara pendeta junior dengan senior, jadi Merill lebih mengepentingkan tugasnya saja sebagai pendeta ketimbang mengurusi orang disekitarnya yang bermasalah" Marcello sangat mengnali mereka semua karena memang sudah mengenal lama mereka.


" Yah...benar juga sih, bagaimana kalu kita gantian, bagaimanapun duduk terlalu lama juga melelahkan " Danie meregangkan kedua tangannya ke atas, lalu sedikit menarik tali agar kuda yang dinaikinya berhenti lalu ia pun turun dari kuda.


" Ayo...,kesatria naiklah "


" Tidak usah "


Namun Danie masih menatapnya lekat-lekat yang membuat Marcello menjadi canggung tidak enak menolak permintaannya itu.


" Tapi pendeta seperti sudah mahir naik kuda " Marcello


" Karena dulu sering melihat para kesatria keluar masuk istana pakai kuda, tentu saja tahu " Danie.


" Berarti pendeta juga sering melihat semua kesatria yang sedang berlatih tanding? "


" Bukankah dengan begitu ilmuku semakin bertambah "


" Kalau melihat saja mana bisa meningkatkan kemampuan, jika mau saya bisa melatih pendeta "


" Tidak usah, jika kesatria perlu bantuan jangan sungkan padaku "


[ Ngobrol dengan dia menyenangkan juga, kebaikannya akan aku balas dan kejahatan juga aku balas ] prinsip yang selalu dibawanya adalah ' akan aku balas sebanyak 10× lipat tergantung dari mereka memperlakukanku '


Intinya jika ada yang meperlakukan Danie dengan buruk melebihi batas kesabaran maka ia akan membalasnya 10× lipat dan sebaliknya jika mereka memperlakukan Danie dengan baik maka ia juga akan membalaskan kebaikannya sebanyak 10× lipat.


" Marcell ......... panggil saya dengan namaku "


" Baiklah...Marcell, panggil saya Danie tanpa harus menyebut pendeta juga. Dari awal sebutan pendeta tidak enak didengar di telingaku "


" Hahahaha..........anda lucu juga, ini kali pertama ku mendengar seorang pendeta tapi tidak mau dipanggil pendeta "


" Karena aku memang tidak suka, dan tidak pantas " suara Danie semakin pelan( lirih ) seperti berbisik.


Seketika Marcello terpana lalu segera mengumbar senyumannya dengan lembut.


" Tidak apa-apa, hal yang wajar karena belum lama masuk ke tempat suci sebagai pendeta "


Melihatt Marcello tersenyum, membuatnya jengah dan berkata.


" Jangan tersenyum "


" Tadi kamu juga tersenyum "


" Itu berbeda, karena..."


[ 😒 Laki-laki yang tersenyum itu sungguh menggoda ] isi hatinya berkata seperti itu namun.


" Baiklah...baiklah, karena anda pendeta jadi saya harus mengalah " Marcello bersabar dengan jalan pikiran pendeta yang tidak bisa ia mengerti ini.


" Marcell " Panggi Danie, sekilas Yang dipanggil langsung menoleh ke samping kiri.


CEKREKK..........(walaupun tidak ada suara yang dihasilkan karena dalama mode diam)


" Apa yang anda lakukan? " penasaran dengan perbuatan pendeta Danie padanya apatah lagi dengan benda yang dibawanya.


" Anda itu sangat tampan, sayang jika tidak mengambil gambar Sir Marcello " memperlihatkan hasil jepretan yang barusan dilakukannya.

__ADS_1


Seorang lelaki muda nan tampan sedang menaiki kuda dengan jubah kesatria, itu adalah pemandangan langka yang didapatinya apatah lagi duduk di atas kuda dengan menawan di hamparan hutan salju serba putih.


Wajah Marcello langsung memerah bagai sedang demam.


" Arhmm...jangan memuji saya seperti itu"


".............?"


[ Wajah nya juga sudah ketahuan kalau dia sedang menahan malu, dia pikir dipuji sesama pria?. Marcello, berbanggalah karena diberikan pujian dariku ]


" Dari pada itu, karena keberadaan saya, beberapa monster datang lagi "


" Ya...saya tahu " Marcello berhenti sebentar lalu segera menarik tangan Danie sehingga langsung naik ke atas kuda.


Lalu ia segera macu kudanya dengan cepat.


" Kita tidak ada waktu untuk membereskan mereka semua "


Selama perjalanan Marcello merasakan hal berbeda, diluar dugaan...


[ Kenapa aromanya seperti seorang wanita? ] detik hati Marcell, walaupun di berada disuhu dingin ia tetap masih bisa membedakan mana bau pria maupun wanita.


Aroma yang diapatinya benar-benarvberasal dari orang yang sedang duduk di depannya.


[ Ini bukannya akan memancing mereka semua jika langsung pergi menuju desa ]


" Apa ada cara lebih ampuh untuk menghilangkan aroma itu dari tubuhku? "


"................" yang ditanya masih tidak menjawabnya.


Danie sedikit menyenggol sikunya tepat ke perut Marcell karena tidak menjawab pertanyaannya.


"Ah...Sederhana saja, dengan mandi maka itu akan menghilangkan aromanya "


HWARRGHH.........


Lebih cepat dari dugaan ada para serigala tadi muncul kembali disertai beberapa monster lain semacam lebah namun dengan ukuran yang lebih besar. Lalu Marcell segera mengeluarkan pedangnya dan menotong kepala monster serigala itu.


" Menghindar dari masalah bukanlah


solusinya, Kesatria harusnya tahu itu "


" Apa anda lihat?, kita kalah jumlah "


" Jumlah bukanlah penentu menang atau kalah, yang ditentukan adalah bagaimana cara mengatasinya dengan cara berpikir. Saya akan membantumu "


"................."


" ..............? " Danie tahu kalau Maecell bertanya-tanya apakah seorang pendeta bisa membantunya.


Disituasi genting semacam itu tentu Marcell hanya bisa menuruti rencana pendeta Danie, walaupun masih belum tahu apa itu.


Jadi dari pada membuang waktu lagi, kuda yang tadinya ia pacu segera ia berhentikan.


Terlihat dibelakang ada masih banyak monster lagi.


CRASZZZHHH............ Marcello balik menyerang.


Danie untuk berjaga-jaga juga menyimpan sebuah belati di kakinya, namun sekarang yang harus dilakulannya adalah agar para monster itu tenang.


Kekuatan suci 'Heal' berarti kekuatan yang tidak hanya digunakan untuk menyembuhkan luka saja, tetapi untuk menghilangkan kegilaan yang membuat monster itu ganas, itulah yang dipikirkan Danie kala itu.


Dikatakan sihir memiliki banyak jenisnya berdasarkan imajinasi yang dibuat oleh si pemilik kekuatan, kata-kata yang pernah didengarnya ketika menonton anime ada gunaya juga.


Yah...Heal yang biasa mereka kenal hanya untuk menyembuhkan luka, maka sekarang dalam imajinasi Danie Heal yang dimilikinya juga bisa menyembuhkan insting keganasan karena efek ramuan terlarang itu.


Marcell terkesima sebab ini kali pertamanya bisa melihat para monster itu tenang, beberapa mulai pergi namun beberapa diantaranya juga masih disitu, insting untuk membunuhnya masih ada. Marcell tau itu maka dengan cepat ia menumpaskan beberapa ekor monster tersebut dan akhirnya bisa melukai bagian wajah serta tubuhnya walaupun masih belum mati.

__ADS_1


Beberapa mulai merasa takut karena temannya mati tepat didepan matanya.


{ Mohon nona sembuhkan kakak saya }


[ Apa?, monster ini bisa berbicara juga? ]


Danie memasang wajah terkejutnya, lalu segera bertukar dengan wajah biasa karena bukan pertama kalinya juga.


{ Suruh kesatria itu jangan membunuhnya }


[...................]


"Wargghh.....!" Memberi perlindungan pada ke dua kakaknya yang terbaring karena serangan Marcell.


Saat Marcell hendak memenggal kepala serigala itu, Danie berseru..


" Stop !"


" Kenapa anda menghalangi untuk membunuh monster itu? "


" Mereka tidak akan menyerang lagi "


Ayat itu membuat dirinya bingung mana yang harus dilakukannya, disatu sisi serigala tersebut masih mentapnya dengan tatapan membunuh disisi lain pendeta Danie hanya memasang wajah datar. Akhirnya pedangnya ia masukkan kembali sembari menghela nafas dengan kasar, karena ini adalah hari yang gila..ya... Untuk kedua kalinya harus melihat hal yang aneh lagi, serigala tersebut tidak menyerang mereka berdua walaupun masih membuat wajah menyeramkan akan keenam matanya yang menatap secara tajam.


[ Apa alasan kalian semua menyerang kami? ]


Tanya Danie pada adik serigala selagi melakukan Heal pada kedua kakaknya yang terluka karena menyerang Marcello.


Warrghh........argh.......


{ Sepertinya kami dicuci otak dan seketika ketika mencium aroma itu, membuat kita mabuk dan menyerang kalian. }


[ Jika bukan aku menyadari tentang imajinasi dari kekuatan Heal yang kumiliki sampai saat ini kami masih bertarung dengan kalian ] masih berkomunikasi dengan hewan di sebelahnya.


{ Maafkan kami semua, aku akan berusaha melindungi kalian sampai tujuan jika masih ada monster lain yang akan menyerang anda }


" kenapa anda menolong kedua monster itu? " tanya Marcell, yang masih saja tidak tahu dengan jalan pikiran pendeta yang selalu berubah - ubah setiap waktunya.


" Mereka sudah menyadari kesalahannya "


[ Sebab akibat juga aku sudah tahu, berarti ada orang yang membuat kalian terpengaruh sihir dia dan akibatnya tentu perjalanan kami terhambat dan harus bertarung dengan kalian ]


" Warrggh.....arrggh...... "


{ Aku sedikit lebih baik dari yang tadi } tutur monster crabt sebagai kakak dari crabt yang memohon Danie menyembuhkannya.


{ Terima kasih sudah menyembuhkanku dan saudaraku }


Kedua serigala bermata enam itu sudah bisa berdiri kembali setelah disembuhkan oleh Danie.


{ Sebagai ucapan terima kasih karena tidak kami, kami akan menjaga kalian berdua selama dihutan ini }


[ Aku terima bantuanmu ]


" Sir Marcell, kita lanjutkan perjalanan kita "


" Tunggu..... apa yang sebenarnya terjadi ? " Marcell mengacak rambutnya sendiri yang kebingungan.


" Mereka semua terkena sihir yang membuat mereka tidak sadar, Singkatnya dicuci otak dan langsung menggila ketika mencium aroma dari ramuan terlarang itu, padahal monster yang memiliki kesadaran bisa menahan gairah aroma itu, dan monster yang manggila rata-rata adalah monster liar yang tidak memilki kesadaran untuk berpikir " jelas Danie secara panjang lebar.


" Tunggu...tunggu, aku masih tidak mengerti. Pertama, kenapa anda bisa tahu jika mereka semua terkena sihir pencuci otak ? "


" Soalnya mereka yang memberitahuku " jawabnya dengan wajah polosnya.


". Hah...???????. "


" Apa anda tidak mendengarnya juga "

__ADS_1


Danie menggeleng kepala, benar-benar tidak masuk akal dan diluar dugaan.


Yang dari tadi didengarnya hanyalah eraman layaknya seekor hewan biasa.


__ADS_2