Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 99


__ADS_3

Berpindah lalu akhirnya sekarang mereka semua sudah berpindah tempat, yaitu tempat awal mereka semua menitipkan kuda-kudanya pada penjaga kuda.


Walau begitu Sieg dan Dania masih berdebat satu sama lain.


" Eii!..., kamu mau apa? " tanya Sieg pada Dania dan kedua tangannya kebetulan sekarang tengah menggenggam kedua tangan Dania yang hendak membuka kancing baju.


" Apa kamu ngga lihat?, aku mau buka baju " Masih dengan ekspresi tegang karena bajunya sekarang sudah ada noda hitam, yah...efek dari air liur goblin barusan membuat bajunya sekarang menghitam. Tidak perlu membuang waktu lagi Dania segera melepaskan kemejanya dan membuangnya jauh-jauh.


" A... " Sieg menangguhkan kalimatnya karena keburu ditatap dengan tatapan tidak mengenakan.


" ........apa? " Dania pun melepaskan bajunya walaupun sebenarnya dirinya memakai satu lapis baju berupa kaos.


KLOTAK.....


KLOTAK......


KLOTAK......


Blerrr........


Satu kuda mendatangi Dania sembari menggigit tas dan memberikannya pada sang tuannya, dan di dalam tas kecil tersebut ada pakaian ganti yang sengaja di tinggal.


" Kesatria Sieg, apa yang kamu lakukan disana ?"


tanya Tassel kepad Sieg yang berada di jarak 15 meter darinya dan kebetulan Sieg dan Dania berada di balik semak-semak tapi tidak tinggi juga sehingga kedua orang itu masih dapat terlihat dengan jelas.


" Apa kamu berencana melihatnya? " Pertanyaan Tassel begitu ambigu,membuat orang lain yang mendengarnya pasti akan jadi salah paham.


" Ti..tidak yang mulia " Sieg pun pergi tanpa menoleh ke belakang.


Dan maka dari itu kini mereka semua berkumpul lagi, tidak ada kata istirahat karena waktunya sudah mendesak.


Setelah bersiap selama 10 menit, akhirnya semuanya kembali ke kaisaran.


Alasannya selain untuk memberitahu kondisi sebenarnya di lapangan pada raja, mereka juga bersiap untuk menyiapkan pasukan untuk keadaan darurat itu sendiri.


Sekalipun penyihir dari menara penyihir sudah tahu akan kondisi kali ini, tapi sebuah pasukan juga membutuhkan pemimpin untuk memimpin bawahannya.


Dan untuk mempersingkat waktu lagi, salah satu penyihir lain membuat sihir bernama Gate.


Sihir ini dapat memotong perjalanan mereka, lebih spesifiknya Gate adalah sihir berupa pintu gerbang, jika dikatakan teleportasi itu juga bukan. Gate adalah sihir yang hanya bisa digunakan jika si pengguna sudah pernah berada di dua tempat berbeda dan jika sihir di aktifkan maka ia bisa ke kedua tempat itu dengan cepat, lebih sederhanya seperti pintu.


Sedangkan Teleportasi adalah sihir tingkat tinggi yang bisa di aktifkan jika memikirkan tempat yang si pengguna tuju.


Penggunaan Gate membuat perjalanan mereka semua terpotong lebih dari yang seharusnya.


" Huah!.....sampai "


" Hahh.... " All.


" 1 jam lagi kita berkumpul di aula. "


Seru Tassel, sebagai pemimpin pertama yang menjalankan kewajibannya untuk membantu pasukan kesatria dari kekaisara Rovathia.


______________


Matahari pun akhirnya bisa terlihat walau menyilaukan, meskipun jam sudah menunjukkan pukul 7 tapi awan yang semula gelap sudah tersingkir dan bisa menampakkan langit cerah.


Cerah bagai sinar matahari yang sedang menyinari negara itu, tapi hari cerah tersebut tidaklah sama dengan situasi sekarang ini.


Seperti situasi kedua orang ini.

__ADS_1


" Apa yunifer tidak percaya dengan saya? " tanya Ishid pada Yunifer. Sekarang kedua orang ini ada di lorong koridor istana.


" Saya janji akan kembali secepatnya, setelah itu Yunifer bisa melakukan yang Yunifer suka dengan saya " mencoba membujuk Yunifer yang khawatir.


Yunifer tentu saja khawatir sebab yang dilawan Ishid hari ini adalah jenis iblis yang lebih berbahaya dari monster.


" Tapi Ishid harus janji dengan ucapan Ishid ya? "


" Iya " tanpa sengaja rupanya tepat jauh dibelakang Yunifer ada Cania sedang berjalan menuju ke arahnya.


[ Aku harus pulang lebih cepat, perempuan ini pasti ingin lebih dekat dengan Yuniferku. ]


Pandangan Ishid semakin terbenam ketika memikirkan jika Cania dan Yunifer akan bersama terus jika dia tinggalkan.


Tapi disamping itu tugasnya juga lebih penting, jadi tidak ada hal lain selain menyelesaikannya dengan cepat.


"..................." Tanpa sepatah kata lagi, Ishid memutar tubuhnya dan memunggungi Yunifer, ada rasa berat hati tapi harus terpaksa dilakukan.


" Yunifer, kita harus kembali ke pos kita " Ajak Cania pada Yunifer.


" Baiklah " sesaat sebelum pergi, Yunifer sempat menoleh ke belakang untuk melihat punggung Ishid yang perlahan jaraknya sudah semakin menjauh dan akhirnya menghilang karena adanya lorong lain yang berbelok.


"................"


Cania pun melihat Yunifer memperhatikan Ishid dengan wajah khawatir, lalu pada akhirnya kedua orang ini berjalan bersama dan ke arah berlawanan dengan jalan yang digunakan Ishid tadi.


Akhirnya mereka mengurusi pekerjaan mereka masing-masing.


Kembali ke tempat dimana Ishid berada, ia berjalan sendirian di lorong yang sepi. Meskipun begitu secara kebetulan lagi dari sekian banyak ruangan ada salah satu ruangan yang dimana pintunya sedikit terbuka, awalnya ia handak berjalan terus tanpa mempedulikan itu, tapi ada satu hal yang mengganggu pikirannya karena ada dua orang berada di ruang kerja milik Tassel tersebut.


Pemiliknya tidak ada di dalam namun dua orang itu sedang duduk di sofa, dimana salah satunya sedang tidur dengan posisi duduk dan yang satunya lagi menatap orang yang tertidur itu dengan intens.


[ Kenapa yang mulia memanggil dia juga? ] Batin Sieg, dialah orang yang sedang menatap Dania yang tengah tidur namun masih dalam posisi duduk.


" Baik yang mulia "


Ishid pun mematuhinya, tidak ada alasan dirinya menolak karena Tassel adalah orang yang memiliki derajat yang lebih tinggi darinya dan apatah lagi raja sendiri melindunginya. Dan lagipun kedua orang ini tidak ada ikatan permusuhan.


Lalu Tassel pun masuk ke dalam ruangannya, dia melangkah dengan tenang, namun matanya menemukan satu orang yaitu Sieg tengah menyenggol atau menyiku Dania yang tertidur sesaat.


" Ah..! " Dania sedikit terkejut karena baru lelap untuk beberapa waktu.


" Yang mulia disini, beri hormat " Tutur Sieg dengan berbisik.


[ Padahak tadi enak banget bisa tidur. ] Fikirnya, kemudian pandangannya mengarah pada satu orang pria berambut hitam di depannya.


Ikut-ikutan yang dilakukan Sieg, Dania juga turut berdiri sekejap dan menunduk hormat.


" Sepertinya tidurmu tadi lelap sekali. " ucap Tassel selagi berjalan menuju sofa dan duduk di kursi single nya.


" ..............? "


Tassel sekilas memandang Dania sebelum akhirnya berpaling ke arah Sieg.


" Aku akan langsung ke intinya. Kalian berdua aku panggil kesini karena ada yang ingin kusampaikan. Kesatria Sieg, dan Lady Dania, aku harap kalian bisa menjadi pengawal Lady Celes. "


" Nona Celes? " Dania tidak tahu siapa nina yang dimaksud Tassel sebab baru kali pertama mendengarnya.


" Beliau adalah penyihir dari menara penyihir, dia satu-satunya penyihi yang menopang perlindungan kekaisaran ini dari para iblis. apa Lady Dania berkenan, mengingat melihat kemampuanmu sangat menjanjikan. " Jelas Tassel dengan sikap profesionalnya.


" Yah....asal diba- .....Uhk... " Dania menjeling ke arah Sieg yang sudah menyikutnya untuk kedua kalinya.

__ADS_1


" Tenang saja, saya akan membayarmu 4 kali lipat dari yang sebelumnya. " jawab Tassel.


" Apa!, berarti sa- "


Sela Tassel dengan cepat.


" Tidak, bayaranmu tidak sama. Kamu hanya mendapatkan 3 kali lipat saja. Itu sudah maksimalku buatmu, tapi...selama kalian berdua menjadi pengawal yang bagus untuk Lady Celes. "


Maka dari itu kesepakatan antara Dania yang sedang ingin mencari uang sendiri dengan Tassel yang menjanjikan uang lebih dari bayaran yang akan diterima dari Ishid sebelumnya, akhirnya bisa tercapai juga.


Alasan dirinya ( Dania ) mau menerima permintaan dari dua orang ini àdalah karena bisa mendapatkan uang yang cukup banyak, alasan yang sebenarnya adalah karena ingin mengunpulkan uangnya sendiri dan tujuannya adalah ingin membangun rumah.


Selama ini dirinya tidak pernah memiliki tempat tinggal yang namanya rumah.


Istana, villa, hutan, asrama, kuil, .......Dania bisa mengingat dengan jelas dimana pernah ia tinggali.


Jadi selama ini, tidak ada yang benar-benar namanya tempat tinggal sendiri ( Rumah ).


" Terima kasih atas kepercayaan anda, saya akan melakukan sebaik-baiknya. " ucap Dania dengan bahasa formal.


" Yah...kalau begitu. " Sieg menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil menghela nafas sebentar.


" Nona Celes ada dimana? " Yah...inti dari pekerjaannya adalah dimana klien yang harus dijaganya?.


" Sekarang dia ada di restoran... " Tassel mengeluarkan secarik kertas kecil, kertas berisi lokasi Celes sekarang. Tassel mendapatkannya dari burung merpati pengantar pesan.


" Sulur perak, sekarang dia ada di sana. " sambungnya.


" Sulur perak?, untung saja aku tahu dimana letaknya. " Kata Sieg dengan percaya diri yang tinggi.


Terlepas dari tugasnya yang diterimanya, tatapan Tassel pada Dania membuat ia merasa tidak nyaman.


[ Kenapa dia terus menatapbelakan


[ Yang mulia dengan wanita ini sepertinya ada sesuatu banget. ] Sieg melirik sekilas ke arah perempuan yang sedang duduk di sampingnya.


[ Aku belum sempat menyelidikinya karena sibuk, apa yang mulia harus tahu tiap detail informasi kehidupan wanita ini? ]


" .............! "


Dania menyadari satu tatapan datang dari sampingnya. Bertambahlah rasa tidak nyamannya itu.


[ Kenapa dengan orang-orang ini! ] dirinya sangat jengah jika di tatapi seperti itu.


Tassel segera berdiri sebelum di layang pertanyaan yang hendak dilontarkan dari mulut Dania, Tassel segera memerintah kedua pemuda itu berangkat melaksanakan tugasnya.


" Kalian bisa berangkat sekarang. "


" Kami pergi dulu. " Tutur Sieg sebelum akhirnya pergi dan di ikuti Dania dari belakang.


_________________


Entah dari kapan, Dania merasa aneh semenjak mauk ke dalam wilayah kekaisaran Rovathia.


Menjadi sosok bocah kecil, bertemu dengan Archduke dan merawat sampai mengasuh dirinya?.


《 Dania adalah orang yang tidak akan membuang kesempatan dari kebaikan orang lain. 》maka dari itu, ia menerima tawaran untuk tinggal bersama di istana Scnaider.


Bertemu sosok siluman, terdampar di gua, bertemu dengan manusia serigala, menerima tawarannya Ishid, lalu Tassel, kemudian sekarang....Celes.


[ Demi hidup dan uang! ] Benak hatinya dengan semangat.

__ADS_1


Mendapatkan kebaikan, menebus dosa sebelumnya, bisa dapat uang, dan bertahan hidup disini.


Setidaknya memang itulah tujuannya.


__ADS_2