
[Ini sudah 5 hari,aku rasa sebentar lagi sudah jadi] berjalan santai di ketaman dimana disana ada air mancur dan kolam ikan,disekitarnya dihiasi oleh tanaman yang sengaja dibentuk agar lebih menarik,lalu bunga dalam berbagai warna dan spesies,namun yang dilihat Danie semua rumput disekitar tanaman tersebut sudah mulai meninggi.
[Apa tidak ada tukang kebun yang merawatnya?]fikirnya.
Jadi dia sedikit bekerja untuk membersihkan rumput di tepi kolam ikan saja agar bersih,lalu ia menyebarkan roti untuk ikan di dalam kolam,sambil memberi makan ikan Danie juga bersiul-siul mengikuti alunan nada burung gereja yang lewat.
"Nah...makan...kalau gemuk bisa aku goreng"
[Lagi pula jarang orang yang datang ke sini]
Setelah mengucapkan itu,semua ikan yang sedang berkumpul di tepi kolam tiba-tiba saja kabur.
[Hmm?]
BLUKK.......(ada yang mendarat di kiri bahunya)
Danie menatap dirinya sendiri di tepi kolam,permukaan air tersebut memantulkan cerminan dirinya sendiri.
Hanya saja dari pantulan permukaan air tersebut juga menampakkan seekor burung berwarna coklat campur hitam,ianya seperti elang dewasa.
[Apa ini?,kenapa ada burung nempol di bahuku?]
Masih menenung lama pantulan dirinya di kolam ikan tersebut.
3 menit---
5 menit---
8 menit---
Ditatapnya ceminan dirinya dari pantulan permukaan air kolam sebegitu lamanya,namun burung itu masih saja bertengger di bahunya dengan tenang.
Tentu bahunya sudah pegel menopang berat badan burung itu.
"Pergi dari bahuku,kamu kira aku ranting pohon bisa seenaknya bertengger dibahu orang?"mengibas dan mendorong burungnya tuk menjauh.
Namun tetap kembali dan mendarat di tempat yang sama.
"Aku sudah bilang menjauhlah"marah Danie karena memang sedang tidak mood melayani seekor burung,dia pun pergi menjauh dan menangkap kedua kaki burung itu dan di lemparnya ke udara.
Disaat-saat itulah dia bergegas pergi dengan jalannya yang lebih cepat.
"Bisa-bisanya ada burung seperti itu"
{ Seperti itu apa? }
" Beberapa hari kemarin Everst pergi tanpa memberitahuku,lalu sekarang justru ada burung sialan yang datang dari entah brantah bertengger dibahuku " marah Danie,jalannya pun tidak terlihat menjadi pelan.
{ Maksudmu aku? }
" Ya..kamu! "
[ Eh...tunggu ]dalam sekejap langsung berhenti lalu memutar tubuhnya kebelakang,matanya terbelak ketika burung itu tidak dapat menyesuaikan karena dirinya berhenti mendadak,sehingga keduanya bertubrukan dan terjatuh.
BRAKK...
__ADS_1
Danie terjatuh ke belakang dan burung itu menimpa tepat diatas tubuhnya.
Kepalanya terasa nyut-nyutan sakit membentur lantai.
TUK....
"Aww...."merintih sakit sebab dipatuk.
{ Sadar...ini aku,Everst nama yang kamu berikan padaku. }
"Baru lima hari bagaimana bisa sebesar ini?"
{ Rahasia,tapi...sebagai laki-laki kenapa dadamu kenyal? } menggerakkan kaki cakarnya.
{ Emm...lembut }
" HEII...,Burung mesum sialan! " Danie langsung menangkap burung itu dan mencekiknya.
{ Errkk....siapa yang mesum!,ini apa adanya...jadi...kamu betul seorang perempuan ?" } mengepak sayapnya berusaha melepaskan diri daei cengkraman Danie.
" Diam ! "Jawabnya dengan geram.
Sret----....
Dalam seketika burung itu terlepas dan terbang,namun kembali bertengger dibahu Danie.
[Kenapa kembali lagi.! ]
{ Itu karena kamu dan aku sudah membuat kontrak,jadi sama saja kamu itu majikanku }
Ucapnya secara bersamaan antara Everst dan orang yang sedang bertanya di belakangnya.
"APA.!?" Danie dan burung di bahunya sama-sama menoleh kebelakang dengan wajah reaksi yang mirip.
"Errr....."
[Ehh....gawat!]
"Ma..maafkan saya pangeran"
"..........."
"BUAHAHAHAHAHA........."
Tertawa besar.
[Baru pertama kali aku melihatnya tertawa sebesar ini. Iya, aku sudah melakukan pertunjukkan konyol penghancuran diri yang keren] Fikir Danie melihat pangeran Elvin bisa tertawa lebar.
Ehem,Ehem...
[Dia sedang menahan emosinya ya?]
"Apa yang membuat pangeran datang kesini?"Tanya Danie pada Elvin.
"Pendeta agung mencarimu"
__ADS_1
[Kenapa dihari begini dia mencariku?,eeh..Everst?,kamu bilang kita berdua sudah membuat kontrak kan?,sebagai majikanmu pergi dari sini,aku sudah paham situasi kamu dan aku. Jangan disini atau mereka akan mencurigaiku karena memiliki hubungan dengan sekelompok orang luar dan berkomunkasi lewat burung macam kamu]
{ oh..Baiklah....keputusaan dan pemikiran yang tepat..aku tidaak salah memilihmu. } setelah mengucapkan itu,Everst terbang pergi.
"Itu burung milikmu?,dia pergi"
"Ahaha....Burung nyasar,entah dari mana asalnya dia tiba-tiba datang"
[Memang benar adanya kok,entah dari mana tiba-tiba nemplok]
"Aha...tadi pangeran bila pendeta agung mencari saya kan?,kalau begitu saya pergi dulu"
Danie pergi ke tempat suci untuk bertemu dengan Pendeta Agung,pendeta yang selama ini menjaga dirinya juga setelah perang Byas dua tahun lalu.
Walaupun Danie atau Alinda adalah hanya orang yang masuk kedunia ini dengan membawa ingatan yang sebelumnya tapi yang namanya tuhan atau dewa atau apapun itu ia harus tetap mempercayainya.
Kekuatan suci yang paling hebat dan sering digunakan adalah 'Heal' kekuatan yang bisa menyembuhkan orang seperti yang pernah Danie alami beberapa hari lalu.
"Ada apa pendeta Dimoteo mencariku?"tanya Danie pada pendeta agung bernama Dimoteo.
"Hari ini adalah upacara Pembaptisan,jadi kamu yang sudah berumur 17 tahun harus ikut dalam upacara ini"jawab Pendeta Dimoteo.
Dilihat dari tempatnya juga sudah ramai dikunjungi oleh banyak orang yang ingin berpatisi untuk mengikuti upacara Pembaptisan,hanya saja rata-rata terdiri dari pendeta yang memang dari dulu melakukan kegiatan di situ,jadi pada initinya Danie boleh dibilang orang luar dan di ajak oleh Dimoteo untuk mengikuti upacaranya juga.
Satu persatu mereka maju untuk mengukur kekuatan suci dengan cara memegang kristal suci. Setelah dinilai dari seberapa kuat kristal itu mengukur kekuatan suci milik orang tersebut maka baru ditentukan posisi yang bisa dia ambil.
Setelah menunggu sekitar 2 jam akhirnya giliran Danie yang maju.
"Ini adalah kristal untuk mengukur kekuatan suci"
[Dah agak...sama saja dengan fantasi] kemudian Danie memegang bola kristal tersebut.
Dan yang membuat semua orang terkejut adalah.
[Kekuatan suci ku sangat kuat,terlebih lagi ternyata kekuatanku luar biasa kuat] hingga depan ruangan,cahaya yang dihasilkan benar-benar menyilaukan.
Semua orang terngaga tidak dapat dipercaya,kalau orang yang hanya bekerja dibagian gudang senjata memiliki kekuatan suci yang kuat dari pada orang yang mayoritasnya sudah menjadi pendeta Abner di tempat suci itu sejak dulu (lebih lama).
Pada akhirnya Danie diberikan kesempatan untuk memilih,sediakah untuk menjadi bagian dari tempat suci sebagai oendeta atau tetap bekerja di gudang senjata.
"Aku...."
Karena Danie menyukai pekerjaan yang pertama maka dari itu.
"Ingin tetap disana" jawab Danie dengan tersenyum manis namun senyuman paksa.
Alasannya sangat mudah,yaitu Danie merupakan orang yang menggilai senjata. Di awal hidupnya juga sering memegang berbagai senjata bahkan yang termasuk senjata ilegal sekalipun ia pernah menyentuhnya.
Namun untuk meningkatkan kemampuannya walau tidak ingin menyertai sebagai pendeta dari Abner,Danie diberi pelatihan untuk berjaga-jaga.
Lepas meyelesaikan upacara itu,ia pergi untuk menenangkan diri.
Danie diberitahu kalau dalam waktu 5 bulan lagi akan ada perang Beysil,jadi semuanya diharuskan ikut untuk mendukung para kesatria suci maupun kesatria dari kekaisaran.
Mendukung dalam artian ikut serta dalam peperangan untuk mengobati jikalau ada yang terluka.
__ADS_1