Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Pertemuannya Kembali


__ADS_3

SPLASH........SPLASH.........SPLASH.......


Dalam kurun waktu 2 jam, dia akhirnya bisa menguasai lagi teknik berenangnya lagi.


Jujur saja, di awal-awal dia merasa sedikit kesulitan. Meski ingatannya tahu betul teknik dasar untuk berenang, hanya saja kada kala tubuhnya kurang merespon dengan baik. Sedikit-sedikit ada kesalahan, dan membuatnya sampai tidak sengaja meminum air kolam itu sendiri.


Tapi semuanya sudah terselesaikan, dia hanya perlu melatih tubuhnya agar lebih terbiasa dengan gerakan berenang yang jarang sekali dia lakukan, atau bisa di kata ini kali ke duanya.


Yang pertama waktu masuk ke dalam danau dan berakhir terjebak di dalam gua dengan serigala itu, dan yang ke dua adalah ini.


[ Oh ya......nenek marsha, aku belum menemuinya. ] Dania tiba-tiba teringat dengan nenek itu.


SPLASH.....


Sudah seperti atlet renang yang handal, Dania langsung memutar tubuhnya di dalam air, merentangkan ke dua tangannya ke atas kepala dengan telapak tangan saling menyatu, lalu dia pun meluncur ke depan setelah ke dua kakinya bertumpu dengan dinding kolam.


Dalam 20 meter itu dia menggunakan gaya lumba-lumba, lalu sisanya dia merubah gaya renangnya dengan gaya katak.


Sesampainya di ujung, ke dua tangannya langsung menapak dan bertumpu di tepi kolam, mengerahkan kekuatannya ke kedua tangannya, tubuhnya pun terangkat ke atas dan berakhir dengan sudah berjongkok di pinggir kolam.


" Hahh....... "


Tes........Tes.......Tes.........


Tubuhnya yang basah membuat air meluncur mengalir dari atas sampai ke bawah.


[ Nenek...., aku tidak sengaja dengar dia terluka. ] batinnya. Dia berdiri, sambil memikirkan luka apa yang di terima oleh nenek itu, baru mengambil 3 langkah pertama...


KEPAKK........


"............. ! " Suara sayap itu lantas membuat dia segera sedikit mendongak ke atas, tapi belum sepenuhnya apa yang dia lihat, tubuhnya langsung..


BRUKHH.......


Terdorong ke belakang dan berakhir dengan jatuh mengenaskan.


Ke dua tangannya di cengkram dengan kuat, dan penglihatannya, hanya melihat yang gelap saja.


Namun hidungnya tentu mencium aroma khas itu, apa lagi kalau bukan....


{ Aku kembali. }


Suara yang sudah lama tidak dia dengar kembali menyapa telinganya.


Aroma khas dari bulu, sayap yang berkibar dan sengaja membuat helaian bulu itu menghalangi penglihatannya, pelan-palan tersingkir lalu di sambut dengan wajah dari kepala burung.


" .............. " ketika ke dua tangannya masih di tekan dengan di cengkram oleh ke dua kaki yang kuat itu, justru reaksi wajah yang harusnya kesakitan, malah di ganti dengan tatapan dari ekspresi wajah tidak percaya.


[ Everst. ]


[ ................. ]


Posisi dari ke dua wajah yang saling berdekatan, membuat mereka saling bertatapan satu sama lain.


Sebuah tatapan saling merindukan.


[ Kenapa posisinya jadi seperti ini?. tiDania masih terus menatap wajah burung yang terlihat...entah kenapa di dalam dirinya nerasa kalau burung ini sangatlah menawan, padahal hanya salah satu hewan bersayap diantara banyaknya spesies.


SREK......


Helaian bulu dari sayap itu perlahan mengusap wajah itu.


" Bagaimana bisa.......kau ada di sini?. "


Dengan menggunakan telepati, burung ini tetap pada posisinya, meski mulutnya terdiam, tapi dia menjawab.


{ Beraninya menguburku di tempat seperti itu. Tapi ujung-ujungnya merindukan keberadaanku kan?. }


Dengan akhir sebuah seringaian.


Buktinya sudut parunya sedikit terangkat.


" Jelas-jelas aku menyembuhkanmu dengan kekuatan suci, tapi kau tidak merespon. Aku kira...kau....mati. " jelasnya dengan singkat. Dania hanya tahu bahwa meski tubuh burung ini sudah dia sembuhkan, tapi keberadaan dari jiwa burung ini sudah tidak ada.


[ Apa aku hanya terlalu cepat mendiagnosis dia mati?. ] singkat waktu hanya terpikirkan itu.


SREK.......

__ADS_1


Ujung bulunya mengusap pipi gadis ini yang masih basah karena air.


{ Buktinya aku masih hidup. }


SREK......SREK.....


[ Geli... ] matanya mengernyit menahan geli, ke dua tangannya pun terus berusaha memberontak, tapi tak perlu membuat usaha keras, cengkraman itu langsung di lepaskan oleh Everst sendiri.


".................."


[ Aku jadi ingin memeluknya. ]


《 Sebagai maniak pecinta burung. 》


Dania terpengaruh dengan bulu yang sedikit bergerak-gerak itu karena ada beberapa waktu, angin berhembus.


Sebuah tatapan penuh minat, terpasang jelas di wajah gadis ini, membuat Everst segera...


BRUK....


Menurunkan tubuhnya dan membuat tubuh penuh bulu itu langsung menyapa wajahnya.


"...............! " Dania yang sedikit tercengang dengan wajahnya sedikit di hantam oleh tubuh berahnya Everst, langsung bereaksi lain.


Dia langsung memeluk tubuh Everst yang memiliki bau yang khas.


Aroma yang menenangkan, juga menyenangkan.


" Ukhh......, ini..."


[ Kangen.... ] Dania yang memiliki minat tinggi dengan seekor burung, benar-benar memeluk bururng elang ini dengan erat.


Mengendusnya, dan juga tak ketinggalan mencium bulu bagian leher, selain itu....segera memasukkan wajahnya ke bagain salah satu sayapnya.


[ Akkh...., aku tidak bisa menyangkalnya, tidak ada yang menyenangkan jika tidak melakukan ini. ]


[ Wanita ini........] mata itu menatap datar kolam yang ada di depannya selagi tubuhnya masih di peluk.


[ Jika aku berubah jadi manusia, dia sama saja sedang menciumi tubuhku. Kenapa sifatnya jadi bertolak belakang?, apa aku salah menggunakan mantera pemanggil?. ] fikir Everst, lalu melirik ke arah dimana burunng hantu tadi sudah berpindah tempat, tepat bertengger di sebuah pohon.


Di saat Everst hanya berdiam saja, dan melayani pelukan penuh gairah ini dengan tenang, burung hantu yang bertengger itu tiba-tiba langsung terbang ke langit.


*********


" Yeah....kolam sudah terisi!. " gumam Nigel setelah bangun tidur, dan ketika melihat dari jendela kamar asrama, di bawah sana sudah ada kolam biru yang sedemikan besar.


Pagi yang cerah pun di selimuti dengan senyuman cerah oleh para kesatria yang sudah berdiri berkerumun mendekati kolam renang yang indah itu.


" Wah...kapan di isi?, perasaan semalam masih kosong. "


Satu orang bertanya sambil menganati pemandangan indah yang menyegarkan mata mereka.


" Ini...di minun pun rasanya segar. " salah orang lainnya berjongkok dan mencicipi seteguk air sejernih kristal itu.


" Iih...air kolam juga di minum?. " tanyanya merasa jiiik dengan tindakan teman sepasukanya itu.


" Tidak percaya?. " mendongak ke atas sambil menatap temannya itu, lalu ke dua tangannya dia gunakan untuk mengambil air itu lagi lalu menyodorkannya ke temannya tadi.


" Cicip ini....memang mustahil, tapi airnya sangat terasa menyegarkan. "


Tapi terus di beri jawaban ekspresi jijik.


Lalu setelahnya, datanglah komandan mereka.


Calporth memandang mereka semua lalu berganti memandangi kolam, saksi bisu bahwa kolam yang satunya lagi adalah tempat dirinya di ceburkan oleh seorang perempuan.


[ Kenapa aku tidak waspada?. ] Calporth sebenarnya menyesali perbuatannya, harusnya dia tetap waspada meski pada seorang gadis, yang apa lagi gadis semalam adalah perempuan yang tidak tahu kapan bisa jahil kapan bersikap normal.


[ Tapi anehnya, setelah tercebur, sakit kepalaku langsung hilang. ]


" Ketua...., apa anda mau mencoba berenang?. " tanya salah satu diantara mereka, karena melihat ekspresi serius ketua mereka sangat serius dalam memandangi kolam ini.


" Tidak. Lalu untuk hari ini, lanjutkan pekerjaan kalian yang kemarin belun selesai, jika kalian bisa menyelesaikan semua masalah yang ada di semua gedung istana, aku akan mengizinkan kalian menggunakan kolam ini. " jelas Calporth.


Sejujurnya mereka juga tahu, bahwa kolam yang baru di buat ini tidak akan bisa sembarangan di pakai, izin dari ketua adalah salah satu syarat utama mereka agar bisa menggunakan kolam ini.


Dan mereka mendapatkan izin asal mereka dapat menyesaikan semua pekerjaan di istana?!.

__ADS_1


DRAP.......DRAP...........DRAP........DRAP.........


Mereka semua langsung berlari, menyebar ke segala penjuru untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang belum terselesaikan.


Sedang di satu sisi.


" Mereka begitu semangatnya, harusnya aku membuatnya dari dulu. " Archduke memanggut-manggut sambil mengelus dagunya yang bersih dari kata bulu jenggot.


" Ada kalanya seseorang jenuh dengan rutinitas latihannya, jadi solusi meningkatkan kinerja apa lagi semangat mereka, haruslah dengan tawaran yang menggoda seperti itu. " jelas Vidal, berdiri di samping Archduke dan ikut sama-sama mengamati bawahan mereka dari lantai 3.


[ Tapi apa yang dilakukannya?. ] di arah yang berbeda, di tempat satu kolam lagi berada, sudah ada seseorang bermain di sana. Sekalipun sendirian, tapi di mata Vidal, terlihat kalau perempuan yang ada di bawah sana terlihat sangat serius dengan permainannya sendiri.


Archduke yang baru menyadarinya langsung tersenyum lebar.


" Oh....dia bisa melakukannya?!. " dengan tatapan tertarik. Archduke langsung bergegas pergi dari tempatnya meninggalkan Vidal sendirian.





























CTAK......


Benda berbentuk cakram itu langsung masuk ke dalam gawang.


" Hahhh...... " Mendesah pelan, Dania mengedarkan pandangannya secara acak, dan tak sengaja...


Dia sempat meliha seekor burung hamelihdi salah satu pohon di jarak 50 meter di depan sana, tapi sosoknya langsung menghilang, alias kabur.

__ADS_1


Apa maksud dari keberadaannya yang dua kali dia lihat?.


__ADS_2