Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 98


__ADS_3

Masih ada 3 jam sebelum matahari terbit.


[ Dimana Yunifer?! ]


ZRASHHH.....


Ishid mengayunkan pedangnya dan al hasil memotong goblin menjadi dua.


[ Aku tidak pernah melihat makhluk seperti ini,kenapa menjijikan sekali?!. Seandainya bisa santai dirumah bersama ayah ]


Dan sebagian waktunya sekarang, Yunifer gunakan untuk menghalau beberapa goblin yang hendak mendekat. Dengan dibantu dua temannya serta kesatria Sieg, merrka berempat bisa mengalahkannya dengan mudah?.


Ternyata tidak semudah yang di bayangkan, Goblin lebih terlihat agresif dan memiliki otak untuk menyerang dengan trik liciknya.


Dan sekali lagi sosok yang lebih besar datang untuk menangkap yang perlu ditangkap dan salah satunya itu Yunifer.


" Whaaaa...!!!!! " Yunfer terkrjut bukan main, tubuhnya di tangkap hanya dengan menggunakan satu tangan besar milik raksasa ini.


" Yunifer! " All.


Tapi sekarang tidak hanya yunifer saja, satu orang lain lagi juga sama-sama di tangkap dan itu juga sama-sama perempuan.


" Tolong! " teriaknya lagi.


" Gawat, lady Yunifer- " gumam salah satu bawahan Ishid pada Yunifer, namun..


WHUSSHH.......


" Angin apa tadi? " sekelebat angin panas lewat, dan disertai hawa membunuhnya yang juga sangat kuat.


[ Bagaimana caranya melepaskan ini?! ] Yunifer begelayut untuk melepaskan diri dari cengkramannya, tapi usahanya sangatlah sia-sia.


" Ugh.... " kuat dan menyakitkan, itulah yang dirasakan yunifer sekarang.


Matanya berbinar bisa mendapatkan perempuan cantik dan sekarang sudah ada di genggamannya. Yang lain tinggal di tendang saja.


" Hahaa....., wanita cantik ini milikku sekar- "


CRAZSHH...........


Darah berucuran keluar dengan deras dari lengan tangan kanan sang goblin, tapi pergelangan tangannya rupanya sudah terpisah dan membuat..


[ Ekspresi Ishid! ] ada perasaan takut melihat ekspresi Ishid yang sedang marah dan ber aura hitam.


[ Yunifer adalah milikku, tidak ada siapapun yang akan menjadi miliknya kecuali aku ] benak hati Ishid lepas mrngayunkan pedang untuk memotong tangan kotor dari Goblin tadi.


Di saat setelah memotong tangan Goblin itu, Ishid segera berbalik untuk menangkap tubuh Yunifer sebelum terjatuh ke tanah.


Lalu di satu sisi ada Cania yang melihat peristiwa barusan, ada rasa tidak suka dan rasa tidak suka itu adalah ekspresi Ishid yang mengisyaratkan agar tidak siapapun yang boleh mendekatinya yang berarti juga tidak boleh mendekati Yunifer. Padahal sesaat lalu dirinya juga hendak menyelamatkan Yunifer tapi sayangnya sudah keburu di selamatkan oleh Ishid.


"................." Cania hanya menatap kedua orang tersebut tanpa berkata apapun.


" Cania, jangan melamun " peringat temannya yang lainnya.


tanpa menjawab Cania langsung menarik lengan temannya itu ke belakangnya.


" Huwahh...! " matanya langsung terbelalak terkejut sebab ternyata ada ranting hampir mengenainya tapi untung saja ada cania menariknya dengan cepat.


Mereka berdua mendongak ke atas, penyebab tadi ranting pohon bisa terjatuh, dan itu...

__ADS_1


" Anak baru itu? " mendapati Dania melompat lewat ranting pohon tadi.


BRUUKK......


Mendarat dengan sempurna dimana sekarang kedua tangannya menggendong perempuan lain yang hampir jatuh karena Sieg barusan memotong lengan Goblin sama halnya seperti Ishid tadi.


" Te..rima kasih "


tubuhnya masih gemeteran, bagaimana jika tadi tidak diselamatkan karena sibuk dengan monster yang lain, dirinya bisa saja sendjrian dibawa ke tempat entah berantah dan entah apa yang dilakukan Goblin itu tadi, tapi semuanya sudah lewat hanya saja masih tidak kebayang jika barusan ternyata dirinya bisa ditangkap hidup-hidup.


Karena bergulatan tadi, ternyata baju bagian belakangnya robek dan dengan kebaikan hatinya terdalam...yah begutulah yang dipikirkan Dania, ia menanggalkan pakaian luar( blezer semacam seragam ) untuk diberikan pada orang yang diselamatkannya tadi.


" Pakailah "


Setidaknya dengan memakaikannya, maka sama saja dengan memakaikan pada dirinya sendiri. Itu lebih merujuk ke sebagai sesama perempuan harus menutupi tubuhnya yang dapat membuat orang lain yang melihat tergoda.


Dan dibalik seragam hitam yang tadi dipakainya, ada kemeja putih jadi jangan berpikiran hanya menggunakan seragam hitam itu saja.


[ Dia....hebat~ ] Memujinya dalam hati.


Lalu Dania pergi meningalkan dirinya setidaknya di belakang ternyata ada Cania dan satu sahabatnya yang lain.


______________________


165 meter dari lokasi pertarungan antar kesatria dengan goblin.


Letaknya berada di sebelah barat daya dari mereka, segerombolan iblis ber size besar tengah berjalan serentak alias bersamaan.


" Di sana, ada keributan....menarik " tutur wanita ber ras iblis tersebut.


Wanita ini merupakan komandan dari pasukan Fallen, ia menoleh sebentar namun kembali menghadap ke depan.


Alasannya karena ada hal yang lebih menarik ketimbang mengurusi keributan kecil oleh Goblin dan sekelompok manusia.


Di depan sana adalah jalan menuju ke kekaisara Rovathia, alasan sebenarnya pasukan Fallen pergi ke negara tersebut adalah..


[ Menghancurkan dinding pelindung ]


Semua manusia berada di balik dinding sihir yang dibuat Celes dan menyingkirkan semua manusia di dalamnya adalah kewajibannya sebagai bawahan dari raja iblis yang belum lahir atau lebih tepatnya ber reinkarnasi.


Kwak.......Kwakk.........


Lalu bertenggerlah burung coklat ke atas dahan. Sorotan matanya menatap tajam ke bawah dimana pasukan Fallen tengah berjalan ke satu tempat tujuan.


[ Mereka, sangat merepotkan. Bukan kewajibannya tapi mau saja melindungi orang yang bukan temannya sendiri. ] lalu Everst menengadah ke atas untuk beberapa saat sebelum akhirnya kedua sayapnya ia kepakkan dan terbang ke langit remang bawah sinar bulan.


Buaian angin itu menerpa bulu lembut milik sang burung. Dibawah tubuhnya terdapat daratan luas alias hutan yang luas, dari situ Everst pun dapat melihat tuannya tengah melindungi dirinya sendiri dari para kumpulan goblin dan mosnter.


[ Kenapa aku ingin melindunginya terus? ] Everst membuka mulutnya yang berarti tengah menghela nafasnya dengan kasar.


Sebagai peringatan juga dirinya juga sudah menjalin kontrak dengannya?.


[ Padahal awalnya aku ingin membodohinya, tapi aku jadi merasa bodoh sendiri ]


kutuk Everst lagi.


Kontraknya itu palsu, Everst bukanlah bagian dari siapa pun. Kata kontrak yang disebutnya ketika dulu adalah sebagai dalih untuk terus bersamanya dengan lebih dekat.


Tapi kebersamaan itu adalah awal dari ketertarikan dirinya pada Dania.

__ADS_1


Kini dia turun ke bawah secepat kilat dan kemudian langsung bertengger lagi di atas ranting pohon.


" Hah....hah....hhh.... " Nafasnya sudah memburu untuk mengisi pari-parunya.


" Yirefh, kami mengandalkanmu. " tutur Tassel kepada Yirefh.


Yirefh mengangguk iya, setelah pertengkaran eh..maksudnya pertarungan kecil~, kenyataannya ada yang lebih mengkhawatirkan dari ini, maka lepas 5 menit urusan dengan Goblin berakhir maka saatnya mereka semua pindah tempat.


" Jawab sekarang! " perintah Dania.


" Uhmmm....hmm..uhmm.. " Satu goblin yang di sandera Dania mencoba bersuara dengan mulutnya, namun nyatanya mulutnya sedang di bungkam dengan segumpal kain dan di tambah di ikat kain.


[ Oh...aku lupa ] karena kondisi makhluk hijau memang mengerikan, Dania malas untuk mendekatinya, jadi dengan pedangnya ia julurkan dan mencoba untuk memotong kain yang mengikat di bagian mulutnya.


SRETTT....


Satu goresan juga mengenai wajah jelek goblin.


" Sekarang jawab " Dania mencoba menunggu hasil jawaban yang akan di ucapkan sang Goblin, hanya saja...


" Aku tidak akan menjawabnya "


" Nah itu sedang di jawab " sela Dania.


" Perempuan sialan "


" Kamu kira aku laki-laki? "


" Phuih....! " meludah tepat ke baju terakhir yang dipakai Dania.


Lalu Sepasang matanya membulat sempurna sambil menunduk kebawah tepat ke nagian kemeja putihnya untuk memperhatikan hasil perbuatan goblin tadi. Basah dan berlendir, lebih menjijikan ketimbang darah yang sering dijumpainya beberapa hari ini.


" ............... "


[ Men....jijikan! ]


JLEBB.....


Satu tusukan tanpa ampun dilancarkan oleh Sieg.


" Apa yang kau lakukan?! " tetibe Sieg datang dan menarik kerah baju Dania dari belakang.


Dania terpaksa memghadap ke arah Sieg. Sudah tidak mendapatkan jawaban lagi dan dibunuh oleh Kesatria Sieg lagi sekarang justru yang didapatkannya adalah lendir dari ludah Goblin.


" Menjijikan "


Sieg mundur ke belakang dua langkah, wajah jijik benar-benar tertangkap oleh penglihatan Sieg dari wajah Dania. Itu ekspresi lain yang pernah dilihatnya untuk pertama kali.


" Jangan pasang wajah jijik seperti itu " memang kenyatannya dirinya sendiri juga merasa jijik melihat ludah itu.


" Bagaimana tidak jijik!, ini berlendir "


Marah Dania, seperti halnya orang pada umumnya pasti akan ada hal yang ping menggelikan di bilang menggelikan ini seperti virus yang akan membuatnya menjadi wabah penyakit yang selalu menimbun di dalam tubuhnya jika tidak segera di bersihkan.


Lalu lingkaran sihir muncul tepat dibawah kaki mereka semua, dan perlahan semua orang menghilang dan hanya meninggalkan makhluk yang sudah menjadi mayat.


Mayat yang tergeletak di tanah tak akan lama lagi akan di datangi pemangsa lain srbagai makanan empuknya.


Dan kisah ini masih berlanjut, Dania dan Sieg masih beradu mulut dan iblis lain masih berjalan ke tempat tujuan mereka.

__ADS_1


__ADS_2