Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Perjalanan Awal


__ADS_3

Keesokan harinya,ke empat pendeta dan 10 kesatria bersiap memulai misinya hari ini sampai waktu yang tidak menentu.


Dua kereta kuda dan kesepuluh kesatria membawa kudanya masing-masing.


Desa Jacilky, merupakan salah satu desa terpencil di bagian utara,dekat dengan pegunungan bersalju juga.


Udara dingin karena musim dingin 4 bulan lebih awal melanda desa tersebut.


"Hei pendeta Danie,sebagai junior kamu harus mematuhi aturan kita sebagai seniormu"


".............?"mengangkat sebelah alisnya


[ Apa dia salah seorang yang sok memimpin? ]


"Jangan kira punya kekuatan suci lebih kuat,malah sombong" ujar salah seorang lagi.


"...............?" Danie masih mendengarkan,walau tidak mempedulikan.


"Dengar tidak?!"


"Ya..aku dengar"


[Dasar, justru yang sombong bukannya yang barusan bicara ya]Danie


"Tentu jangan sampai merepotkan kami"


[ Manusia satu ini, apa yang sebenarnya dia mau? ] Bosan dengan sembarang ocehan manusia di depannya.


"Saya dengar dipegunungan disana ada Monster serigala jenis BattleWolf,BattleWolf merupakan monster tingkat 5. Harap-harap kita tidak sampai bertemu dengan monster itu" tutur sang kusir,untuk menghentikan ketegangan diantara mereka berempat.


"Memangnya apa kekuatan khusus BattleWolf?" Danie mulai tertarik dengan pembicaraan yang dibicarakan Pak kusir,dibanding kesombongan sok berkuasa ke 2 pendeta didepannya.


Dengan kata lain, jika bertemu dengan monster maka harus bersiap, walaupun monster level tinggi. Tetapi karena baru pertama kali mendengar....


[ Tidak, ini kedua kalinya aku mendengar seseorang menyebutkan monster ]


Yah...dua tahun lalu ada orang yang juga sama berbucara monster, itu ketika dirinya hidup kembali ditubuh orang lain.


Suara orang dengan nada yang rendah yang memberi peringatan { Kamu baik-baik saja?,tempat ini berbahaya karena masih dalam pengaruh moster jahat. Akan kubawa kamu ketempat aman } ,kalimat itu masih terngiang dikepalanya,namun tidak tahu siapa yang menyelamatkan dirinya ditengah-tengah ratusan mayat disana.


"Sesuai namanya,dia adalah serigala petarung. Anggap saja serigala biasa,tapi bukan berarti serigala satu ini tidak memiliki kemampuan lain. BattleWolf ada satu kekuatan khusus dan tepat di atas kepalanya ada satu tanduk yang dapat mengeluarkan petir"jawab Pak kusir pada pertanyaan Danie.


"Siapa yang percaya dengan mitos seperti itu?,memangnya kamu sudah pernah melihat dengan mata kepala sendiri" Pendeta Alan kurang percaya dengan ucapan sahabatnya itu(pak kusir yang bernama Foqert).


"Benar atau tidak,setidaknya kita berhati-hati saja bukan?,tugasku hanya mengantar,kamu membenahi warga disana,sedangkan para kesatria melindungi kita dari para pemberontak,jika mereka benar-benar menyerang desa itu" Fokert.

__ADS_1


[ Kelihatannya pak kusir ini hubungannya dekat dengan pendeta Alan? ]


Karena dari bahasa yang digunakan keduanya,seolah-olah memang dekat.


"Pendeta muda yang duduk di sudut belakang sana namanya siapa?"melirik ke seblah kiri,dan menemukan Danie duduk dengan memangku tas yang cukup besar dan terlihat berat.


"Eldanie"


"Ooh...jadi kamu yang namanya Danie?,apa isi tas yang kamu bawa?" Penasaran dengan tas yang dibawa Danie karena sedikit besar dari yang lain.


"Senjata"ketus Danie.


Semuanya langsung berpikir,senjata apa yang bisa masuk ke sebuah karung?.


Tidak ada yang menyangka kalau itu adalah....


FlashBack On.


Di toko milik Lady Ellora,tepatnya diruang kerjanya.


"Senjata apa yang adik Danie bawa ini?"💧 tanya Lady Ellora,dengan rasa penasaran yang tinggi.


Wajah terheran karena baru melihat senjata yang dibawa Danie,senjata berwarna hitam,terbuat dari besi dan memiliki lubang serta pelatuk.


"Anda bisa menyebutnya Pistol"


"Apa yang harus ku perbuat dengan senjata...pistol ini?,bisakah adik Danie menunjukkannya satu kali?" Pinta Lady Ellora,karena bagaimanapun dirinya harus tahu apa hubungan dirinya dengan senjata milik Danie.


"Yahh....itu,bisa saja...jika ada peluru"


Memperlihatkan smartphone yang menampilkan gambar dari peluru itu sendiri.


[ Anak ini,memang selalu memberiku kejutan ]fikir Lady Ellora,lepas melihat video yang bisa dilakukan pistol itu barulah ia paham.


"Saya hanya ingin,Lady membantuku agar senjata ini mengikuti perintah dari smartphoneku."


[Karena kaliber ini tidak memiliki alat kecerdasan buatan,maka harus diberi sihir perintah]


"Maksudnya,antara pistol dan smartphone,keduanya saling terhubung. Sehingga hanya dengan mengarahkan telunjukku di layar ini,maka pistol ini juga akan mengikuti arah yang di instruksikan smartphone berdasarkan gambar yang didapatnya"


"Ooh....berapa banyak yang adik Danie bisa berikan padaku?"


" Tergantung hasilnya "


" Hmm....sudah kuduga,adik Danie banyak simpanan emas. Letakkan smartphonemu di sebelah sini" Lady Ellora kamudian merapalkan beberapa mantra sambil merentangkan kedua tangannya kedepan,tepat diatas kedua benda tersebut,setelahnya muncul sinar biru yang terpancar dari telapak tangan Lady Ellora.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya selama satu kali mati dua kali hidup, Danie melihat secara langsung orang melakukan sihir tepat didepan matanya.


Ia terkesima melihat Lady Ellora yang begitu tenang,tidak seperti biasanya yang selalu menampilkan raut wajah menggoda dan keganjenan.


Tak perlu waktu lama,Lady Ellora dapat menyelesaikan permintaannya,jadi sekarang yang harus dilakukannya adalah mencobanya.


Danie pun merakit kesemua bagian menjadi satu dan......


Terlihat senjata laras panjang,satu set dengan kaki penyangga,lalu smartphone tadi ia buka ke aplikasi kamera,disana ada pengaturan baru yang bisa tersambung dengan senjatanya,lalu ia klik dan mencoba hasil yang ia dapatkan dari sihir perintah yang dilakukan Lady Ellora.


Hanya dengan menggeser jari dari sisi laya ke sisi yang lain,senjata itu ikut bergerak dari kanan dan ke kiri atau pun atas dan bawa mahupun langsung mengarah ke belakang.


Semuanya berjalan dengan baik,dan gambar yang terekam dari senjatanya juga tersembung dengan smartphone nya, jadi ia dapat membidiknya sesuai dengan keiinginannya.


FlashBack Off.


Jadi begitulah fungsi dan alasan ia membawa senjata miliknya yang sudah jadi.


" Kita istirahat dulu " seru Kesatria yang memimpin perjalanan mereka semua.


Lagi pula sudah hampir 7 jam penuh tidak berhenti berjalan untuk mempersingkat waktu perjalanan.


Lalu hanya karena dianggap junior oleh para seniornya, Danie tidak di pedulikan oleh mereka bertiga sebagai sesama pendeta, walaupun itu tidak masalah bagi dirinya dan justru menguntuknanya karena tidak ada yang mengganggu ketenangannya.


Ketenangan yang didapatinya karena sedang meminum teh, teh hijau yang selalu dinikmatinya jika moodnya kurang baik.


Teh hijau yang selalu diminumnya adalah minuman terbaik yang selalu dinikmatinya.


[ Yah....ketenangan ] menyeruput teh hangat dengan tenang sambil bersender di bawah pohon.


****


" Akhirnya aku bisa menemukan targetku "


Tutur pria misterius,dengan kedua tangan memegang salah satu busur panah dan hendak melepaskan anak panahnya, ketika dirinya sudah mendapatkan targetnya.


Targetnya adalah orang yang sedang duduk di bawah pohon dengan gelas ada di tangan kanannya.


Bisa dibilang orang tersebut sedang menikmati minumannya,jadi dengan sengaja dirinya membidik gelas yang dipegang orang tersebut dan...


SLASHH...----------->


anak panah dilepaskan dan tepat mengenai gelas yang membuatnya pecah serta menumpahkan airnya ke baju orang itu.


Dan orang itu yang dimaksud pria misterius ini adalah Danie.

__ADS_1


Apa urusan dari kedua orang ini?


Tungggu kisah selanjutnya ------->------>----->>


__ADS_2