Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Dania Vs. Berserker


__ADS_3

TRANGG.......


Menghasilkan gelombang yang kuat, membuat Arhes langsung melindungi tubuh adiknya dengan menggunakan tubuhnya, agar tidak terpental dengan gelombang serangan adu pedang tadi.


".................." Tenaga yang di keluarkannya, cukup penuh, karena makhluk ini juga sedemikan besarnya.


Dan yang harus di pahami lagi, kali ini pertarungannya membuat ke dua tangannya dia gunakan untuk memegang gagang pedangnya agar tidak membuat tangannya begitu terebani dengan tiap tekanan yang ia dapati tiap mendapatkan serangan.


" Ukh...." sampai tubuhnya gemetar karena menahan kekuatan itu, Dania menggerakkan pedangnya ke kanan, agar ia bisa terlepas dari terus menahan pedang Berserker itu.


Dania mundur ke belakang, mengarahkan pedangnya dari posisi atas bahu sebelah kiri, dia langsung mengayunkannya dengan sepenuh tenaga untuk menyerang balik Berserker.


" HYAHH!. " Berhasil mengayunkannya dari kiri ke kanan, serangan tadi membuat Berserker tepental ke belakang sejauh 14 m.


Tapi.....Berserker bisa mendarat dengan sempurna.


Chloe....dari jaraknya, masih melilhat pertunjukkan antara Berserker melawan gadis itu dengan wajah seriusnya.


Dan Dania pun mulai serius dengan lawannya ini.


" Arhes, kau bawa mereka ke tempat kedua pohon terbesar itu, di situlah jalan keluarnya. " beritahu Dania, pada Arhes yang sudah membopong adiknya ala bridal.


" Bagaimana denganmu?. " tanya Arhes.


GORARGHHH........!


" Penyihir itu ada urusan denganku, jadi ini cuma urusanku. Kau pergilah, aku tidak mau membuat mereka terlibat di pertarungan ini. " setelah berkata seperti itu, kedua tangannya memposisikan pedangnya ke sebelah kanan secara tegak lurus, ia pun kembali.....


WUSHHH..........


Secepat kilat kembali bertarung melawan Berserker.


Mengayunkannya dari kanan ke kiri, gerakannya langsung di susul oleh pedang milik Berserker, tapi sebelum pedangnya di cantas oleh pedanya Berserker, Dania sudah menariknya terlebih dahulu.


" HYAH....." Kembali...terus beradu, dari kanan..lalu dari kiri, bahkan serangan dari atas, di serang dan menyerang, hingga di satu titik....Dania terpental ke belakang, tapi tetap saja keseimbangannya tetap terus terjaga agar tidak terjatuh.


CTANG.........


Kembali melanjutkan urusannya dengan Berserker.


CTANG........CTANG.......


.......CTANG......CTANG.........


CTANG......CTANG.......


" Kuatnya... " kesal, karena bisa menyeimbangi gaya bertarungnya.


[ Ah...apa isi gumpalan daging itu sih?. ] kutuknya, menyumpah serapah lawannya besar nan kuat.


Berserker menyerangnya lagi, kiri lagi, lalu dari kanan....Dania melawannya terus, dan saat pedang besar milik Berserker terayun dari atas....


BRAKK........

__ADS_1


Dania segera melompat ke belakang, meski di sertai batu kerikil yang berterbangan ke arahnya, karena pedang milik Berserker itu menancap ke tanah, sampai-sampai membuat tanah yang awalnya rata, menjadi cekung.


Ini kesempatan untuknya.


Dania segera mendaratkan kakinya di atas pedangnya Berserker, dan membuat sebuah tekanan begitu besar agar pedang itu berat untuk di tarik, belum sampai di sini saja, masih berdiri di atas pedang, Dania juga sekaligus mengayunkan pedangnya lagi tepat menuju leher itu.


Daging tebal berwarna merah, tak kalut membuat mata merah menyala punyanya Berserker, menjeling ke arah pedang yang sedang mengarah ke arahnya.


SRAKK...


[ Pintar juga dia. ] tersenyum sinis, melihat lawannya ini malah melepaskan pedangnya yang masih tertancap di tanah, demi menghindari datangnya pedang yang hampir menebas lehernya.


Berserker...tidak hanya menggerakkan tubuhnya ke belakang saja, dia langsung mengambil langkah gerakan selanjutnya dalam bentuk salto, gerakan gesit...itu mengakibatkan kakinya yang sama lincahnya...hampir saja menendang tubuhnya, tentu Dania menghindarinya lagi dengan lompat ke belakang.


[ Terlepas dari tubuhnya yang besar, dia kenapa bisa sangat lincah?. ] Dania tidak bisa berkata apa-apa lagi dengan kehebatan dari makhluk ini.


Sudah dalam posisi berjarak, Berserker mengambil pedangnya yang sesaat tadi tidak ia gunakan karena menancap ke tanah.


" Tapi, dia kelihatan seperti sedang murka. " Dania bergumam lirih, melihat reaksi wajah yang diperlihatkan Berserker seperti orang yang sedang marah saja.


{ Dari pada di bilang sedang murka, dia justru terlihat seperti binatang buas. Walalu terkesan tidak waras, tapi kehebatan teknik pedangnya, masih terukir dengan jelas. } tutur Everst di detik itu juga.


Dania yang mendengar kata-kata di dalam kepalanya yang di kirim oleh Evers justru tekesan seperti sedang memuji, meski bukan untuknya juga.


{ Jarang sekali bisa mendengar pujian. } membalas segala ucapannya Everst tadi.


{ Aku akan memuji jika memang pantas di puji. } sela Everst.


Setelah pembicaraan sesaat tadi, Evert kembali menyerangnya dari udara, karena beda kemampuan, ia akan menggunakan cara itu lagi.


Dia mulaj melepaskan satu bulu ekornya yang lebih besar dari bulu yang ada di tubuhnya.


Itu membuatnya berubah menjadi sebuah pedang yang jauh lebih besar lagi.


Matanya terus terpaku pada targetnya, dan saat retina mata berwarna hitam itu mengecil, saat itu pula, pedangnya langsung meluncur cepat menuju makhluk itu.


DUARRRR..............


Api berwarna biru membakar sekeliling tempat di mana Berserker berdiri....


Hasilnya?.


"........................."


[ Masih tidak mempan juga. ] Apakah ini jalan buntunya?.


Wajahnya menampilkan ekpresi begitu serius, dan tetap berdiri, tidak bergeming dengan hasil serangan yang dilakukan Everst.


{ Ck.....dia bukan lawan yang sepadan untukku. }


{ Baru sebentar, kau sudah mengakui kekalahanu?. } Bagi Dania, ini pertama kalinya burung ini berkata seperti itu, apakah sehebat itu?, sampai-sampai Everst yang baru beberapa waktu lalu terus menyindir makhluk hijau, kini sudah loyo untuk menghadapi makluk buas ini?.


{.....................}

__ADS_1


{ Kenapa diam?. }


Terdiam di kira merasa terhina, padahal bukan itu maksudnya, melainkan ada maksud tersembunyi yang lain.


{ Jika tidak bisa membantuku, lebih baik bantu mereka untuk keluar dari sini. }


pinta Dania.


{ Mudah sekali memerintah rekanmu ini. }


Tapi memang bisa apa?, karena dia yang memintanya, maka Everst pun akan membantu manusia itu keluar dari tempat ini. sekarang.......


Juga.


Evert kembali menggunakan kekuatannya agar manusia-manusia itu bisa cepat keluar dengan cara telekinesisnya.


 


" Ah...a-apa ini?. Kenapa tubuhku melayang?. " tutur salah satu perempuan ini.


Setelah berhasil pulih dari situasinya yang membuat tubuhnya seketika terasa lemah dan ambruk tanpa mengingat apa pun, ia berusaha untuk membantu lainnya berjalan meuju arah yang di beritahukan oleh tuan muda itu. Tuan muda yang sedang menggendong adiknya.


Tapi ketika sedang berjalan, tiba-tiba saja tubuhnya jadi mengambang, seakan mulai terbang....?!


" A-aku takut jatuh...m-mama...!. " menggapai-gapai tangan sang mama.


Daan yang di panggil mama, ikut mengulurkan tangannya untuk mendapatkan tangan anaknya, agar tidak berpisaj jauh.


{ Ini perbuatanku, jadi diam saja. }


Sebuah kalimat khusus yang Everst berikan pada Arhes seorang.


" Kalin semua........kalian tidak akan jatuh, ada yang sedang membantu kita menuju ke pohon itu, jadi tenang saja.. " perintah Arhes, agar mereka semua bisa tenang dan diam juga jangan banyak bergerak.


" Ah...siapa...yang membantu kita?. " tanya salah satu di antara mereka lagi.


" Itu sesuatu yang harus di rahasiakan. Sebaiknya jangan bertanya lagi, atau dia akan berubah pikiran. " jawab Arhes. Mengingat sifat burung itu memang sedemikan itu, jadi apa boleh buat, harus berkata sedikit mengancam seperti ini.


" M-maaf jika kami banyak tanya. "


Dan kembali terdiam, tubuh mereka semua sudah berdiri stabil, tapi masih tetap melayang di udara, dan mula bergerak menuju ke da pohon besar itu.


Sedangkan di satu titik......


Dia mengetahui rencananya.


Membuatnya kembali bertindak untuk menghalangi mereka semua pergi, tapi kali ini bukan hanya untuk mereka, tapi untuk si....


" Everst ya. " tidak salah lagi dengan nama yang baru di ucapkan Chloe.


" Aku tidak akan membiarkanmu membantu mereka, dan apa lagi membuatmu bisa tebang lagi " sebuah untaian kalimat, begitu menarik selagi membiarkan Berserker melawan gadis itu, maka tidak ada salahnya untuk melawan burung peliharaannya..


" Ya...kan?. "

__ADS_1


.


__ADS_2