Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 89


__ADS_3

" Siapa kamu- " masih menodongkan belati ke leher Tassel.


" Tassel Con Amaris " jawabnya sekali lagi.


Perempuan ini pun akhirnya menurunkan senjatanya.


di sisi lain.


" Dengan pemanggilan ritual khusus, pedang anda bisa muncul. Jika yang mulia ingin memilikinya secara penuh, maka dia harus dibunuh dengan itu " Tutur Hayanrihi.


" Yah...ini terpaksa, aku tidak ada waktu untuk menemukan tikus kecil yang menarik itu. Tapi jika memang itu caranya harusnya mudah saja, selagi ini sedang ada di tanganku bukankah berarti pedang ini bisa aku perintahkan untuk membunuh tikus itu? "


Hayanrihi mengangguk iya.


" Itu lah yang akan membuat kontraknya terputus. "


" Kalau begitu kenapa tidak sekarang saja "


kemudian ia membacakan kalimat bagai mantra untuk senjata yang sedang dipegangnya.


' Pilihlah tuanmu yang ini dan berikanlah tidur panjang pada dia, akhir dari dirinya akan berakhir sekarang,- '


Kembali ke dua orang yang berada di danau.


Rambut coklat kusutnya menempel di wajahnya karena masih dalam keadaan basah.


" Tassel? " Bisik Dania, ia tidak tahu siapa Tassel.


" Ukhhh..... "


Tassel memutuskan untuk menoleh ke belakang, tapi yang ia dapatkan adalah pemandangan suram dari wajah orang ini.


Kilau rambut aram temaram akibat pantulan sinar bulan lalu, pandangan dari sepasang matanya meredup dan semakin dingin tiap detiknya, di tepi bibirnya mengeluarkan darah.


" Padahal niatnya ingin hidup lebih lama ketimbang sebelumya " tangan kanannya memegang perutnya.


TES......TES.......TES........


Tassel mendongak ke atas, ada satu pedang yang terbang dan meneteskan satu cecair yang ternyata adalah..


" Darah! "


Perlahan pedang itu menghilang bagai kabut yang di terpa angin.


Sekarang hanya menyisakan satu rasa sakit yang teramat sangat, darah yang tidak berhenti mengalir.


" Jadi ini pemutusan kontraknya? " gumam Dania


[ Dibunuh dengan pedang itu sendiri? ]


Pandangannya kini samar untuk melihat satu orang yang tadi ia ancam dan hampir ia bunuh justru malah dirinya yang dibunuh.


Tubuhnya terhuyung ke depan, di dalam lubuknya ada rasa senang jika pedang misterius itu bisa meninggalkan dirinya.


Tassel segera





ME





__ADS_1






NANG







KAP.


tubuh gadis itu kedalam pelukannya sebelum masuk ke dalam air.


Tassel masih tidak percaya jika perempuan ini di bunuh tepat di depan matanya sendiri.


Detak jantung milik Tassel yang terdengar oleh Dania bagaikan melodi pengantar tidur. Terkadang sesekali wanita ini mengharapkan satu hal yang membuat dirinya hangat, tapi bukan hangat akan jaket tebal yang digunakannya, melainkan kehangatan yang diberikan seseorang khusus untuk dirinya, di gendong, di peluk, itu juga suatu kehangatan yang jarang dia dapatkan, tapi itu hanyalah kehangatan fisik. Semua orang menginginkan kehangatan dari sebuah hati, yah...apa lagi kalau bukan hati.


Tassel membawanya menuju daratan dan membaringkannya ke atas tanah.


Dia memeriksa jantungnya tapi tidak terdengar suara detak jantung sekalipun.


" Jangan bilang mati "


" Hmm....manusia memang mudah mati, tapi setidaknya dia sudah memutuskan kontraknya, itu jauh lebih baik " datanglah satu suara dari suatu tempat.


" Siapa disana! " seru Tassel, lelaki ini menjeling ke seluruh tempat, namun hanya kegelapan saja yang ia lihat.


" Hmm.....aku izinkan kamu membuat nafas buatan padanya, walaupun detak jantungnya berhenti bukan berarti dia mati " sambungnya lagi.


" Apa? "


" Jika tidak mau biar aku saja yang melakukannya " ucapnya, lalu mengetepikan Tassel ke samping dan mulai mendekatkan wajahnya ke Dania.


[ Patah pada tulang belakang, pendarahan fatal, ancaman kematian, suhu tubuh menurun, kemampuan hidup rendah. Aktivasi pemulihan diri, Autostart. Memuat rangkaian sihir, membaca dari data cadangan , proses pemulihan diri dimulai. Selesai ] Yang tadinya tertutup kini kedua kelopak matanya terbuka, ia membangunkan diri dan duduk sambil memandang dua orang itu.


" Tidak sia-sia setiap hari menyiksamu" bisik Caster.


[ Caster~, kenapa dia disini?, lalu ] Dania melirik ke arah Tassel yang sedang diam terpaku.


T-A-T-A-P ~


Dania menatap dua orang yaitu Caster dan Tassel, dua orang yang sedang tidak memakai baju.


Kalau Tassel, sebab dia memang baru saja mandi, tapi Caster......


".........? "


" Kamu, bukannya tadi- "


[ Dia harusnya sudah mati jika tidak mendapatkan pertolongan, tapi- ] Tassel masih tidak mengerti dengan situasinya itu, situasi di bunuh dan sadar kembali dalam keadaan sehat padahal sudah pendarahan karena luka tusuk tadi.


" Kalian- "


TES.....TES.....TES.....


" Kenapa tidak memakai baju! " tanya Dania dengan serius, namun hidungnya sudah mengeluarkan darah ( mimisan )


Tassel tersadar lalu langsung mengambil baju dan memakainya.


" Aha, kamu terpikat dengan tubuhku!? " goda Caster, orang ini justru malah sedang memuji diri sendiri dengan percaya dirinya itu.

__ADS_1


[ Terkadang aku tidak bisa mengontrol ekspresi menggoda ini, padahal duluuuu..... ] Dania sedikit mengingat masa lalu


[ Tidak ada satu perasaan tergoda sekalipun aku datang ke klub malam dan mendobrak pintu kamar orang yang sedang bercumbu karena alasan pekerjaanku. Tapi setidaknya aku bisa terlepas dari senjata itu ]


tangan kanannya ia kepalkan tanda senang dan serius dengan apa yang akan ia buat sebagai gantinya.


" Hmm....aku tidak tahu apa yang membuat mantan pendeta ini tersenyum sendiri begitu. Tapi kamu,- " matanya menjeling ke arah Kassel.


" Ada apa denganku? "


Caster berjalan ke arah Kassel, ketika berpapasan ia segera berbisik.


" Aku tahu apa yang kamu selidiki, walaupun dia tapi juga bukan dia " Caster melangkah lagi melewati Kassel dan sosoknya pun langsung menghilang.


"...........? "


[ Apa yang orang ini maksud? ] Kassel berpikir maksud dari ucapan pria tadi, lalu pandangannya mengarah ke arah Dania yang sedang memeriksa tubuhnya sendiri dimana bajunya sendiri sudah berlubang dan kotor akan darahnya sendiri.


"Maaf karena tidak langsung mengenali anda" Tutur Dania, sebagai orang yang mengerti arti kata waspada dimanapun dan kapan pun ia secara refleks akan menyerang jika ada yang benar-benar mencurigakan dan apatah lagi orang yang belum dikenalinya.


Kassel tidak berkata apapun, karena Dania sendiri tidak nyaman di situasinya sekarang iit, ia hanya meminta..


" Saya harap anda menjaga rahasia tentang saya yang tadi. "


" Apa manfaatnya untuk ku? "


" Tidak ada, saya hanya ingin menghindari hal yang ingin saya hindari, tapi jika anda memberitahunya saya juga tidak tahu apa yang akan terjadi walau harus saya hadapi "


Jelas Dania.


[ Sangat ambigu, jadi maksud dia pilihan ini tergantung padaku?. Jika aku memberitahu pada orang lain dia akan menghadapi gosipnya sendiri walau sebenarnya tidak ingin terjadi?, padahal dia-.... tunggu, jika ada yang tahu maka sama halnya dia adalah ancaman untuk orang yang tidak menyukainya, dia bisa memulihkan tubuhnya sendiri yang berarti dia akan memiliki banyak musuh ]


"............"


" Saya permisi dulu "


"............."


Sebenarnya Tassel ingin menanyakan yang ingin ia tanyakan, tapi sebab waktu yang kurang tepat jadi ia mengurugkan niatnya itu.


________________


Kejadian semalam tidak ada yang tahu kecuali mereka bertiga, siapa lagi kalau bukan Tassel, Caster dan dirinya.


Selepas pulang dari danau yang harusnya bersih, ia justru pulang dalam keadaan baju yang kotor dan lebih buruk dari sebelumnya, hanya Cania lah yang mau membantunya sebab hanya dia seorang yang ia minta bantuannya.


Penyihir air, dengan kekuatannya juga ia bisa membersihkan bercak darah yang ada di baju Dania dengan seketika, tapi tidak dengan baju yang sudah terlanjur berlubang itu. Yah itu juga tidak masalah sebab ia memiliki baju ganti sendiri.


Setelah kejadian semalam yang cukup membuat para pasukan kesatria sibuk berbenah diri, waktu istirahat di buat lebih siang dari seharusnya, ini agar semua persiapannya sudah lebih baik dan siap semua untuk melanjutkan perjalanannya ke pedalaman hutan yang lebih dalam lagi.


Ekspedisi seperti ini banyak yang membuat momen kebersamaan, terkadang kebersamaan dimana ada dua orang yang menumbuhkan bunga di hati masing-masing, hati yang perlahan dibuka untuk menempatkan satu orang yang disukainya.


Yah...hati akan cinta yang mulai bersemi.


Perasaan itulah yang terkadang timbul jika sudah lama bersama dengan seseirang yang disukainya.


Dania, ia perempuan yang dari awal hidup dan mati sampai hidup kembali ke dunia lain ini. Perempuan ini walaupun mengerti arti dari kata cinta, kasih sayang, dan rasa suka, ia mendefinisikan itu semua sebagai suatu rasa yang timbul karena tertarik pada satu hal yang sangat ingin dimiliki orang itu sendiri.


Dia sudah diperlihatkan banyak macam pria, wanita, emosi yang mereka perlihatkan pada satu hal, sepasang matanya sudah melihat lebih banyak hal ketimbang orang lain.


Ok...banyak perempuan menyukai pria, Dania sendiri juga sebagai perempuan normal juga menyukai lawan jenisnya, apatah lagi sekarang dari awal perpindahan dimensi ia sudah melihat banyak kesatria bertubuh proposional dan terlihat sempurna, ia sangat menyukainya apalagi jika mengenai wajah yang tampan. Hanya saja perempuan yang satu ini masih belum tahu arti kata suka yang sebenarnya, dia menyukai mereka semua dan mengatakan kata suka, kata suka itu hanya sebatas sosok yang dinilai pantas untuk disukai dalam hal kekaguman.


Sekarang dia sendiri hanya diperlihatkan ke akraban beberapa pasang kekasih.


Dania tidak tahu arti rasa disukai seseorang, jika disukai seseorang dan langsung mengatakannya secara blak-blakan ia hanya berpikir kalau tindakan orang itu hanya berdasarkan hasrat manusia itu sendiri.


Hasrat yang menginginkan satu kepuasan yang sangat ingin dinikmatinya.


"......................"


[ Apa aku bisa memilikinya? ] memiliki kata cinta itu sendiri.

__ADS_1


__ADS_2