
Selamat membaca.......
"Kamu?"
"Ya..aku?"
Suasananya di dalam ruangan kesehatan jadi begitu canggung,ketika Ferlina melihat siapa yang menolongnya dua hari yang lalu.
"Apa anda tuan Danie yang-"
"Oh..jangan membahas hal yang sudah berlalu,saya disini hanya ingin mengambil barang dan burung yang saya titipkan pada anda"
Setelah dua hari kemudian,Danie yang sudah mulai berangsur pulih sekarang hanya menginginkan jalan-jalan dan mencari orang yang membawa hewan dan benda yang dia titipkan padanya.
Apa yang membuat dirinya mempercayakan benda dan burung yang diselamatkannya di titipkan pada perempuan bernama Ferlina adalah setelah tahu lambang kerajaan yang ada di kereta kuda adalah lambang yang sama dimana ia kerja.
Oleh karena itu,setelah hukuman dan berbagai macam amsalah yang menimpa dirinya,ia tahu kalau perempuan bernama Ferlina itu merupakan salah satu dayang istana milik ratu,jadi dengan mudah ia dapat menemukannya.
Dan sekarang ini mereka berdua bisa bertatap muka dengan jelas.
"Saya tahu kalau anda merasa tidak suka dengan keberadaanku yang memang seperti ini"
"............"Ferlina hanya diam membeku.
"Apa aku menakutimu?"
Bagaimanapun setelah hukuman cambuk yang menyakitkan itu,walau sudah disembuhkan oleh pendeta yang memiliki kekuatan suci untuk menyembuhkan orang luka,bukan berarti tidak meninggalkan bekas luka.
"Tuan..!,maafkan saya..maafkan saya,karena saya anda menjadi seperti itu. Apapun yang anda minta ,saya akan berusaha mengabulkannya karena sudah menolong nyawa saya dan yang mulia ratu"Ferlina menggenggam tangan Danie sembari memohon ampun padanya karena dikira luka yang diderita Danie lebih parah dari yang diperkirakannya sehingga sampai-sampai kedua lengannya dibalut perban.
".................."
[Errr...aku kira dia akan takut padaku]
Karena kebiasaan baju lengan panjangnya yang selalu digulung sampai siku,membuat kedua perban yang terbalut di kedua lengannya terlihat. Itu adalah hal yang sengaja dilakukannya karena terlihat keren?.
Itulah yang biasa dipikirkannya,jadi apapun kesan pertama yang ia dapat dari orang-orang,dia akan mengabaikannya.
"Barang!"Danie mengulurkan lengannya dan melambai meminta barangnya.
"Itu...ini"memberikan sangkar berisi burung kecil.
"Smartphoneku?"
"Benda itu........ diambil oleh pangeran Elviniraz"sedikit merasa bersalah karena tidak bisa menjaga amanah.
Jadi Ferlina sedikit gelisah.
"Huhhh.....baiklah,tidak masalah"
[Untung ponselku sudah aku kunci]
__ADS_1
"Terima kasih sudah menjaganya"Danie pun pergi dengan mengambil burung yang ada di dalam sangkar dan meninggalkan sangkarnya sahaja.
Ferlina tidak dapat berkata apapun,karena setelah kepergian Danie,salah satu pelayan langsung masuk untuk memanggi Ferlina agar menghadap yang mulia ratu.
Ia pun ikut keluar dan berjalan ke arah yang berlawanan,sekilas Ferlina menoleh kebelakang namun sosok Danie sudah tidak ada disana lagi.
***
Di lorong tersebut Danie berjalan sendirian,sembari mengelus burung yang dia bawa. Alasan kenapa tidak mengurungnya dalam sangkar karena ia bukanlah orang yang suka mengurung hewan,karena kemampuannya yang dulu bisa berinteraksi untuk mengendalikan hewan,jadi dia tidak perlu kurungan untuk mengurung hewan yang ditangkapnya. Keputusan hanya ada pada hewan itu sendiri setelah berinteraksi apakah mau hidup bebas atau ingin bersama dirinya. Maka dari itu sesaat dirinya sebelum mati,dimana dirinya dikejar oleh orang-orang yang memburunya,dia bisa memanggil burung hanya dengan sekali siulan karena burung itu mengikuti perintahnya karena bersedia bersamanya,walau begitu bukan berarti hewan tersebut ia kekang ke dalam kandang,dia membebaskannya ke alam dan hanya akan datang ketika dipanggil.
"Ooh...burung kecil....namamu siapa?,bagaimana bisa jadi seperti ini?"tenya Danie sambil mengelus-elus tubuh burung kecil yang terlihat menikmati elusan dari tangan manusia yang menyelamatkannya.
"................"
"Aku beri nama Everst"
[Entah kamu ini laki atau perempuan]
Tiba-tiba saja burung kecil itu terbang ke samping dan mendarat di lantai tepat di perempatan koridor istana.
"Eh...."karena tiba-tiba lepas,Danie segera berlari untuk menangkap burung itu sebelum terinjak orang orang yang lewat,yang tidak sadar akan keberadaan burung itu di jalan yang sama.
Dan tebakannya benar,ada orang yang sedang berjalan di jalan yang sama,jadi sesegera mungkin Danie berlari dan menyelamatkannya dan...
Grap......[tertangkap juga,kalau mau pergi,nanti setelah kita keluar dari sini]fikir Danie.
"Kamu-"
"Kenapa menghalangi jalanku"
Ketika menoleh kebelakang,Danie menadapati sosok yang memiliki aura yang dingin lagikan dingin sedingin es,namun setiap kali berbicara jawabannya langsung singkat dan jelas.
Sebenarnya auranya sedikit sama dengan aura orang yang dikenalinya ketika dulu,yaitu Vinchent,salah satu Orang yang yang mengadopsinya dirinya saat sekolah SMP sekaligus Bos dari kelompok anggota mafia. Hanya saja orang yang ada didepannya ini adalah orang yang memimpin kesatria kekaisaran,dia sosok yang sebenarnya bisa dikatakan baik namun bisa menjadi gila ketika berada di medan perang (Caver Willard)
"Aha...maaf"Jawab Danie dengan senyuman yang garing,tidak bermakna.
"Saya akan segera pergi"
Saat hendak pergi menghindari orang yang harusnya paling dihindari karena merasa auranya yang tidak mengenakkan itu,tiba-tiba tudung kepala yang ada dibaju Danie di tarik sesaat sebelum lari menjauh.
"Tidak menginginkan ini?"
[Ke..kenapa ada ditangan dia,bukaannya Ferlina kata ada di tangan Elvin?,sialan...padahal wallpapernya gambar mereka berdua.]
"Terima kasih.."mengambil Ponselnya dari tangan Caver.
"Siapa yang memberimu izin mengambil gambar?"
GRRRRR......(auranya berkecamuk)
"Saya sendiri,Karena kalian berdua tamp...."
__ADS_1
[Upss....gawat,gawat....jangan jangan aku ketahuan. Hanpir saja keceplosan. Kalau aku memberitahu mereka berdua tampan,sudah mengira mereka akan berpikiran kalau aku perempuan,walaupun sebenarnya aku memang perempuan. Tapi tidak...jangan sampai ketahuan sekarang.]Danie langsung segera menutup mulut.
"................"
"...............?"
"Lain kali minta izin dulu padaku"
[Apa?,dia mengizinkanku mengambil gambar asal minta izin darinya?]
Danie terkejut bukan main,padahal yang dipikirannya Caver sosok orang yang tidak akan mengizinkan siapapun untuk menyentuh barang miliknya termasuk potret dirinya.
[ Tapi aku mana mungkin izin padamu,itu menyusahkan ]
"Ikut aku"ketus Caver.
Danie pun akhirnya mengikutinya dari belakang,lalu menyimpan smartphone dan burungnya ke dalam saku.
[Dia akan membawaku kemana?]
Setelah lama berjalan melewati lorong berlika liku bagai labirin,akhirnya mereka berdua berhenti di suatu pintu yang memiliki ukuran 6 kali lipat dari ukuran pintu normal.
Kedua pintu itu terbuka karena dibuka oleh kedua pengawal yang menjaga pintu besar itu,kemudian setelah keduanya masuk ke dalam,pintu tadi tertutup kembali.
Sepanjang jalan yang diinjaknya merupakan lantai marmer yang berkilau dan sekaligus terbentang karpet berwarna merah,sampai di akhir dari karpet itu adalah panggung yang telah berdiri sebuah kursi berwarna emas sebagai kursi singgasana kerajaan dan disana lah berdiri seorang pria paruh baya dengan memakai mahkota yang menandakan kalau beliau adalah sang penguasa dari kerajaan.
Sedangkan disebelahnya berdiri sosok orang yang pernah dilihatnya yaitu (ibu ratu).
"Hamba menghadap baginda raja dan baginda ratu"Hormat Caver pada mereka berdua.
"Hmm...diakah orangnya?"tanya sang raja, raja ke-33 Kerajaan Linstone,Mirkan Lushana Krzesimir.
"Benar"ketus Caver,lalu sikutnya menyenggol Danie untuk meninggalkan lamunannya.
"Ah...Hamba menghadap baginda raja dan baginda ratu" Danie segera sedikit membungkuk hormat pada mereka berdua,karena tidak pernah melihat dan mengalami langsung kejadian raja dan oelayan bertemu jadi Danie sedikit kaku,karena dikehidupan sebelumnya hanya sebatas bahasa formal biasa tanpa menyebut kalimat yang agung mengagungkan seseorang seperti tadi.
" Siapa namamu? " tanya sang ratu. Jeremiara Krzsimir.
"Perkenalkan saya Eldanie,yang mulia bisa memanggil saya Danie."
"Apa kamu tahu kenapa aku memanggilmu kesini?"
"Maaf,saya tidak tahu yang mulia"Danie melirik ke samping dan disitu ada Ferlina juga.
"Seperti yang kamu tahu,beberapa malam lalu ratu diserang oleh sekelompok orang untuk dijadikan sandera untuk mengacaukan masyarakat kerajaan,namun pada akhirnya ratu bisa selamat beserta dayangnya karena kehadiranmu,namun justru kamu di lakukan dengan cara yang sebaliknya oleh wakil jenderal Marion."
"Jangan banyak oceh,langsung singkat saja"bisik Jeremiara pada suaminya.
"Erhm..erhmm....singkatnya sebagai rasa terima kasih dan kompensasi untukmu,apa ada yang kamu inginkan?,selama permintaan itu masih berada dibumi,aku akan mencarinya dan mengabulkannya walaupun hal itu harus didapatkan di negara lain"akhirnya sang raja memberitahukan alasan kenapa Danie di panggil.
Hadiah yang bisa didapatkannya pasti bisa ia dapatkan dengan mudah selama permintaan itu masih bisa dijangkau selama masih dibumi.
__ADS_1
Danie yang mendengarnya pun langsung terkejut,itah satu satunya kesempatan.