Kesatria Eldania

Kesatria Eldania
Chapter 74


__ADS_3

Everst...


Nama panggilan yang diberikan oleh seseorang bernama Eldania dan kini menjadi Eldania Leonavi Schenider.


Dalam beberapa jam tadi saat tahu kalau jepit rambut yang biasa Dania gunakan menghilang, ia berusaha untuk mencarinya.


Bagaimana caranya itu rahasia, karena tau-tau ada burung pipit datang ke vila dan sudah membawakan satu jepit rambut di paruhnya, lalu ia berikan pada Everst, lalu Everst juga pastinya akan memberikan imbalan sebagai hadiah.


Setelah menemukan apa yang di carinya, sekarang Everst terbang kesana kemari dan sayangnya hanya tinggal tempat terakhir yang belum ia kunjungi yaitu kamarnya.


Dengan kekuatan yang dimilikinya, ia dapat memutar knop dan membuka pintu tanpa menyentuhnya.


Tetapi tidak ada siapapun di dalam kamar, hanya ada baju kotor yang tergeletak.


[ Apa dia sedang ma- ]


KRIETTT......


Tetibe satu pintu terbuka, seseorang dengan rambut panjang nan kusut masuk ke dalam kamar. Bisa di tebak kalau orang ini baru saja mandi. Dia dengan tubuh hanya berbalutkan handuk, ia berjalan ke depan lemari dan masih belum menyadari keberadaan dirinya( Everst ), kemudian kedua pintu lemari tersebut di buka, di sisi kanan ada beberpaa pakaian dan sebelah kiri di bagian bawah ada satubkotak berwarna coklat, kedua barang itu ia ambil dan di letakkan di atas kasur.


Dania masih berdiri dengan satu pemikiran yang masih terasa kurang di benaknya yaitu apa?.


Beberapa detik kemudian tangan kanannya menepuk keningnya sendiri sambil berbisik.


" Sialan, di saat seperti ini aku tidak punya pakaian dalam "


[ A..apa?, sepertinya aku juga melupakan bagian itu ] fikir Everst dikala lepas mendengar gumaman Dania tadi.


[ Tapi dari pada itu, sepertinya dia tipe wanita yang tidak mempedulikan bekas lukanya sendiri. Padahal wanita pada umumnya pasti akan melakukan segala cara untuk menghilangkan semua penghalang yang membuat dirinya cantik ] sambung Everst dikala tidak sengaja juga melihat bagian tubuhnya yang lain.


" Oi, sudah puas melihatnya? " Suara garang dari Dania menyambut telinga Everst.


[ De..dekat sekali ] Dekatnya itu dimana wajahnya sekarang berhadapan dengan tubuh tinggi Dania.


[ Tapi...tubuhnya harum, apa dia menggunakan sabun jenis litle Daisy? ]


GREEPPP.........


Dengan kedua tangannya, ia menangkap tubuh Everst dan ia bawa keluar dari kamar lalu langsung membuangnya, tapi tidak membuat burung itu langsung terjatuh karena kedua sayapnya langsung ia kepakan.


[ Sepertinya dia tidak akan membutuhkan jepit ini ]


10 menit kemudian.

__ADS_1


Kedua makhluk hiduk itu sekarang ada di meja makan, alhirnya bisa makan setelah hampir seharian tidak makan. Walaupun sederhana karena sedang musim dingin...


[ Sederhana?, daging kambing dia bilang menu sederhana? ]


Entah dari mana Everst bisa menemukan daging domba, tapi karena sudah di carikan makanan tanpa dirinya ikut turut tangan ya jadi tinggal makan saja. Tidak...tapi di masak dulu, bagaimana? Ya dibuat sate.


Kebetulan ada api yang tidak pernah padam, jadi tanpa membuat masakan yang sangat merepotkan, jadi Dania membuatnya menjadi sate.


[ Kenapa tidak terlihat dari yang terakhir kali aku lihat? ]


Tatap Everst ke tempat dimana tuannya sedang duduk di sebelahnya.


TA...............TAP


Tatapan yang sangat mengganggu itu menyadarkan Dania yang ternyata dari tadi Everst tidak beranjak sejengkal pun dari situ.


" Kemana arah tatapanmu itu!?. Jangan berpikir aneh-aneh, kalau tidak mau makan aku yang akan makan bagianmu "


Saking seriusnya, Everst tidak sadar jika daging untuk dirinya sudah ada di depan mata.


Mau tidak mau harus dimakan sebelum di ambil.


Pada mulanya dirinya ingin mengembalikan jepit rambut yang sempat hilang, namun karena Dania seperti tidak ingin mencarinya, jadi lebih baik tidak memberikannya dan ia simpan saja.


Apa rencana selanjutnya....


*********


Sudah lebih dari 2 hari, orang-orang di dalam istana memiliki rumor yang menyimpang dari kenyataan.


Rumor yang mengatakan jika anak kecil yang di angkat menjadi adik dari Archduke yang berusia 6 tahun itu di buang kembali ke hutan dan itu sudah menjadi bahan perbincangan para pelayan di istana Schneider.


Tapi disamping rumor itu, Archduke sendiri malah meminta sebuah macam baju seorang gadis berumur 18 tahunan di persiapkan di kamar yang awalnya digunakan oleh anak kecil itu. Seperti habis manis sepah dibuang, setelah bosan maka mencari pengganti yang lain.


Para pelayan mengira itu adalah hobi tuannya sendiri, padahal mereka sendiri tidak tahu apa-apa mengenai majikannya yang merupakan orang asing alias orang dari luar negeri.


Tepat di pintu gerbang, Archduke dapat melihat dengan jelas siapa orang yang sedang berdiri di depan gerbang ustana, siapa lagi kalau bukan orang yang sudah ia tunggu beberapa hari ini.


" Anda siapa? " Tanya si penjaga pintu gerbang istana pada orang asing yang tiba-tiba datang dan ingin masuk.


" Saya..... "


[ Apa aku harus memberitahukan namaku sepenuhnya? ]

__ADS_1


" Eldani- "


" Oh...anda sudah datang rupanya, kita langsung masuk saja ya nona? "


Benjamin datang dan menyambut Dania dari pada tertahan terus dengan penjaga istana.


Dania pun dengan senang hati ikut dengan Benjamin kepala pengurus rumah tangga istana Schneider.


" Maaf jika lancang, apa anda benar Eldania yang waktu itu? "


" Ya, kebetulan saya baru mendapatkan kembali ukuran normal saya setelah mencari tahu kebenaran dari sihir yang saya terima " jawab Dania dengan sopan.


Tidak banyak yang dibicarakan dan hanya berjalan cepat agar tidak menjadi manusia es.


Setelah beberapa waktu akhirnya bisa kembali ke istana atau tempat tinggal yang hangat.


Setelah masuk rupanya disambut oleh semua pelayan yang ada.


[ siapa lagi orang ini?, apa dia pengganti dari anak itu? ]


[ Pakiannya yang lusuh, tapi memakai mantel mahal. ]


[ Sama-sama menjijikan dengan anak yang waktu itu ]


Walaupun semua pelayan menunduk untuk menghormati kedatangan orang yang akan dilayaninya, tapi Dania hanya tidak mengacuhkan semua sindiran yang ada di kepala mereka.


Semua orang memiliki sisi buruknya masing-masing, dan itu juga merupakan hal yang biasa.


Setelah melewati mereka semua, Dania di antar sampai ke kamarnya.


Disitulah beberapa perubahan yang ada di kamar miliknya terjadi.


Dari lemari yang kini lebih panjang sehingga memuat lebih banyak baju, meja rias?.


[ Padahal aku jenis orang yang tidak suka ber dandan.]


" Apa anda suka? " Tanya Benjamin untuk mengetahui apakah hasil kerja para pelayannya sudah sesuai atau belum.


" Terima kasih, ini lebih bagus dari yang dibayangkan "


Dengan begini selesai sudah, akhirnya bisa memiliki tempat yang nyaman.


Apa kisah setelah tinggal di kekaisaran Rovathia?, lanjut baca ya.?

__ADS_1


__ADS_2